Angga menjaga Sofia.

Dengan begitu lembut sebagai seorang ayah Adi langsung menarik putranya, memeluknya dengan begitu erat karena dia tahu kalau putranya sekarang mengalami syok yang sangat berat.

"Apa yang akan terjadi kepada Sofia, ayah? bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" ucap Adi. Air matanya tidak bisa terbendung lagi, dia terus menangis seolah air mata itu tidak bisa terhentikan.

"Tenanglah Angga, Sofia akan baik-baik saja." kata Adi. Dia berusaha untuk menenangkan putranya.

Malam itu berlalu dengan begitu cepat, Adi menjaga putranya yang seperti sudah kehilangan akal dan arah. Ketika pagi sudah menjelang salah satu dokter meminta Angga untuk melihat kondisi Sofia. Angga masuk ke ruangan ICU tempat sang istri, ada beberapa alat penunjang kehidupan di tubuh istrinya. Hal itu membuat Angga kembali meneteskan air matanya.

"Sayang." panggil Angga.

Tentu saja Sofia tidak akan merespon panggilan itu, saat ini kondisi sosial seperti orang yang berada di dunia lain. Angga menggenggam tangan Sofia, menatap lekat wajah istrinya yang begitu pucat. "Jangan pernah meninggalkan aku, sayang. Jangan pernah meninggalkan aku, kamu sudah berjanji kan kalau akan menua bersamaku. Kamu bilang kamu akan memberikan aku anak-anak lucu dan akan memberikan kebahagiaan untukku." ucap Angga dengan air mata yang mulai berlinang.

Dia tidak mampu menahan air matanya yang terus mengalir tanpa henti. Salah satu tangan Angga menyentuh wajah Sofia, membelainya dengan begitu lembut bahkan ribuan kata cinta diucapkan oleh Angga untuk Sofia. Adi yang menunggu di luar ruangan dia tahu betul bagaimana perasaan yang dirasakan oleh Angga saat ini, sama seperti yang dirasakan oleh Adi beberapa tahun yang lalu. dia begitu kecewa dia begitu sakit hati dan menderita ketika istri yang begitu dia cintai meninggalkannya.

"Oh Tuhan.. jangan biarkan putraku menderita sepertiku, jangan biarkan dia merasakan sakit seperti yang aku rasakan." ucap Adi sembari mendongakkan kepalanya dia menatap langit-langit rumah sakit.

Inggrid yang berada di rumah dia benar-benar sangat penasaran dengan kondisi Sofia, dia menelpon Adi untuk mencari tahu mengenai bagaimana kondisi Sofia sekarang ini. Adi menceritakan bagaimana kondisi menantunya dengan semua informasi yang diberikan oleh dokter yang menjaga Sofia.

"Jadi Sofia benar-benar sekarat, suamiku?" tanya Inggrid.

"Kamu jangan berkata seperti itu, Sofia pasti akan sembuh, dia adalah wanita yang sangat kuat. Aku yakin dia pasti akan lepas dari semua ini." ujar Adi.

Dalam hati Inggrid tertawa begitu lebar, bahkan dia bersumpah serapah dan berdoa agar Sofia secepatnya menghadapi ajalnya. "Tentu saja sayang, aku juga berdoa semoga saja Sofia baik-baik saja. Lagi pula dia adalah wanita yang baik kok." ucap Inggrid dengan nada seolah dia adalah mertua yang begitu baik.

"Terima kasih sayang, terima kasih karena kamu mendoakan Sofia. Bagaimanapun dia adalah menantu kita, dia adalah istri dari Putra kita." kata Adi.

Inggrid tertawa begitu lebar, setelah dia mematikan ponselnya Dia seolah mendapatkan kemenangan karena sekarang Sofia akan segera mati. Erna yang melihat ekspresi Inggrid dia terus mencibir kan bibirnya, bahkan Erna benar-benar sangat kesal.

"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali Dia mengatakan hal itu, aku berdoa kepada Tuhan semoga saja nyonya Sofia cepat sembuh. aku tidak rela jika nyonya Sofia mengalami sesuatu yang membahayakan." ucap Erna yang kemudian berjalan menuju dapur. Dia menceritakan mengenai apa yang didengar, dia juga menceritakan bagaimana Inggrid menyumpahi Sofia agar segera mati. Si mbok yang mendengar itu dia nampak mengelus dadanya, dia berdoa semoga saja Sofia cepat sembuh.

"Wanita itu benar-benar jahat mbok, sangat jahat. Lidahnya itu begitu tajam, mulutnya itu seperti pedang para tukang jagal. Dasar wanita tidak tahu diri." ucap Erna.

"Iya, wanita itu benar-benar tidak tahu diri. Berani sekali dia menyumpahi Sofia seperti itu, Sofia adalah wanita yang begitu baik, ribuan kali lebih baik daripada dirinya. Dia itu wanita sudah menikah tapi pulang malam dan mabuk-mabukan, jika ditanya jawabannya selalu bilang kepada tuan kalau dia menjaga saudaranya." mbok nampak menunjukkan kesalahannya juga.

"Seharusnya wanita seperti itu yang cepat mati, tapi kenapa sih iblis seperti dia malah hidup di dunia yang kita pijak ini." kesal Erna.

"sudah sudah lebih baik kita berdoa kepada Tuhan agar Sofia cepat sembuh, aku tidak ikhlas kalau terjadi sesuatu padanya ucap mbok yang kemudian meminta Erna untuk kembali bekerja. beberapa hari sudah berlalu Sofia masih belum bangun, dia masih tidak sadarkan diri dengan kondisinya yang begitu lemah. pagi itu Inggri datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Sofia yang tepatnya bukan melihat tapi tentunya Inggrid pasti akan melakukan sesuatu. Angga panggil Inggrid Angga yang melihat Inggrid berada di rumah sakit nampak dia langsung mendengus kesal. apa yang kamu lakukan di sini tanya Adi titik kenapa sih kamu seperti itu aku kemari karena aku ingin melihat bagaimana kondisi istrimu jawab Inggris. sudahlah tidak usah basa-basi sebenarnya apa yang kamu inginkan di sini tanya Angga kembali Inggris nampak tersenyum setelah itu dia meminta Angga untuk segera melupakan Sofia mendengar itu tentu saja angka sangat marah dia menatap Inggris dengan tatapan mata yang begitu tajam titik dasar wanita tidak tahu diri kenapa kamu ke sini lebih baik kamu pergi dari sini aku tidak suka wanita sepertimu berada di sini bentak Angga Adi yang berada di tempat itu dia nampak sangat marah ketika Angga membentak Inggrid Kamu ini kenapa sih Angga kenapa kamu membentak ibumu seperti itu dengar Angga aku tahu kalau kamu sedih karena Sofia belum sadarkan diri tapi kenapa kamu melimpahkan kekesalanmu kepada Inggris seru Adi.

"Lebih baik ayah aja pergi wanita ini dari sini, aku tidak ingin melihatnya, aku tidak ingin membuat hatiku bertambah kesal." jawab Angga.

"Inggrid akan berada di sini untuk membantumu menjaga Sofia, aku tahu kamu sedang sedih, Angga. Tapi dengarkan ayah baik-baik, kamu sangat kelelahan. Lebih baik kamu beristirahat dulu biar Inggrid yang menjaga Sofia sebentar." kata Adi.

"Tidak usah ayah, aku akan menjaga istriku sendiri." jawab Angga yang kemudian masuk ke ruang ICU.

"Tenanglah sayang, kamu jangan marah-marah seperti itu. Kamu harus maklum karena Angga itu sangat kesal karena istrinya belum sadar juga." ucap Inggrid dengan nada yang begitu halus sembari menepuk tangan Adi. Seolah dirinya itu wanita yang sangat pengertian.

"Maafkan Angga ya sayang, kamu benar-benar begitu pengertian. Tapi sayangnya Angga masih belum bisa menerimamu sebagai ibu sambungnya." kata Adi.

Inggrid menganggukkan kepalanya, dia menunjukkan senyum yang begitu manis dengan sifat keibuan.

"Seharusnya Angga bisa melihat kalau kamu itu adalah wanita yang sangat baik, kamu adalah wanita yang aku pilih sebagai istriku." Adi terus memuji Inggrid.

"Seharusnya kamu yang sudah tua itu ikut sakit juga, setelah itu kamu mati setelah kamu mati aku akan membuat putramu itu menjadi suamiku." gumam Inggrid dalam hati.

*Bersambung*

terima kasih atas dukungannya semoga kalian senang dengan novelku ini. jangan lupa baca novelku yang lain.

*istri barbar bos mafia*

*My sugar Daddy.

*Sugar baby tuan muda lumpuh*

Terpopuler

Comments

Ma Em

Ma Em

Coba singkirkan si Inggrid dari pak Adi dan Angga cepat buka mata pak Adi bahwa wanita yg pak Adi nikahi itu wanita ular yg sangat berbahaya jgn sampai keluarga pak Adi hancur gara2 hartanya dikuasai inggrid semoga terbuka semua kebohongan inggrid.

2025-03-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!