Angga marah

Angga yang berada di tempatnya nampak dia masih terlihat begitu santai dan menikmati kebahagiaannya bersama dengan Sofia. Sofia ataupun Angga tidak berpikir kalau Adi akan menginap di tempat itu. Di sepanjang jalan Angga dan Sofia nampak bersenang-senang apalagi Lina yang selalu membuat suasana semakin hidup.

"Mas, nanti mampir ke dari makan itu yuk, aku sudah lama tidak makan di sana." kata Sofia.

"Oke." jawab Angga.

"Alhamdulillah... mbak Sofia dan mas Angga pengertian banget sih." puji Lina.

Setelah selesai makan di salah satu kedai makan, Sofia dan Angga akhirnya pulang ke rumah mereka, setelah mengantar Lina mereka bergegas kembali ke rumah. Betapa terkejutnya Sofia dan Angga ketika mereka sudah sampai di depan rumah ada sebuah mobil yang sudah terparkir di depan rumah mereka.

"Bukankah itu mobil Ayah?" tanya Angga. matanya nampak menatap tajam mobil sang ayah yang sudah terparkir di depan rumahnya.

"Iya mas, aku kira Ayah sudah pulang." jawab Sofia.

"Ngapain juga mereka masih ada di sini?" tanya Angga.

"Aku tidak tahu mas." jawab Sofia.

Setelah itu Sofia dan Angga turun dari mobil, mereka masuk ke dalam rumah dan melihat Adi dan Inggrid sudah berada di ruang tengah. Entah mengapa tiba-tiba saja perasaan Sofia dan Angga tidak enak, Angga menatap Sofia dengan beberapa isyarat.

"Ayah." Angga menatap ayahnya.

"Kamu sudah pulang, Angga?" tanya Adi.

Melihat ayahnya di rumahnya, spontan Angga membulatkan mata, bukan karena apapun atau pun Angga tidak suka sang ayah berada di rumahnya. Namun ketika melihat wanita tidak tahu diri itu ada di rumahnya tentu saja hal itu membuat Angga benar-benar begitu kesal. Dia terlihat menghela nafas begitu panjang dengan tatapan mata yang ingin mengatakan sebuah penolakan.

"Kenapa Ayah masih ada di sini?" tanya Angga dengan nada yang seolah dia begitu tidak suka dengan kehadiran sang ayah di rumahnya.

Adi menatap putranya, entah mengapa Adi merasa kalau putranya itu tidak suka dengan kehadirannya. "Apa yang kamu katakan Angga, kelihatannya kamu tidak suka Ayah berada di sini?" tanya Adi dengan nada sedikit menahan kesalnya.

"Bukan seperti itu Ayah, tapi kenapa Ayah masih ada di sini? kenapa ayah belum pulang juga?" Angga kembali bertanya dengan nada yang seolah dia tidak menginginkan kehadiran ayahnya.

Suasana yang ada di rumah itu nampak sedikit tegang, Sofia kemudian mendekat sembari menarik tangan suaminya. "Mas kamu jangan bilang seperti itu dong, nanti ayah tersinggung." bisik Sofia.

"Kalau ayah sendiri di sini tidak apa-apa, tapi wanita tidak tahu diri itu kenapa ada di sini juga." jawab Angga.

"Jangan seperti itu mas, nanti kalau Ayah sakit lagi bagaimana?"

Setelah mendengar perkataan istrinya Angga sedikit menahan amarahnya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi yang jelas Angga begitu tidak suka melihat kehadiran Inggris di rumahnya. Begitu pula dengan Sofia, dia menatap Inggrid dengan tatapan mata yang menunjukkan dia tidak suka padanya. Tapi berbeda dengan Inggrid, Dia terlihat begitu santai walaupun dia bisa melihat Angga tidak suka dengan kehadirannya begitu pula dengan Sofia.

"Kelihatannya kamu sudah gagal menjadi istri, Sofia. Lihatlah, pasti kamu memberi nasehat-nasehat yang tidak baik kepada suamimu." ucap Inggrid.

Angga tidak terima ketika Inggrid mencoba untuk memojokkan istrinya. "Tutup mulutmu itu ya, kamu itu hanya orang luar jangan berani kamu menuduh istriku seperti itu!" ujar Angga.

Inggrid sedikit tersenyum, dia menunjukkan senyum seolah mengejek. Inggrid memang sengaja memprovokasi Angga agar Adi juga terpancing amarahnya dan melindungi dirinya. karena itu memang niatan dari Inggris semenjak awal.

"Tutup mulutmu itu Angga! Dia adalah ibumu! kenapa kamu tidak bisa menghormati dia. jangan-jangan benar yang dikatakan Inggrid, pasti istrimu mengatakan sesuatu yang membuatmu jadi berubah seperti ini!" bentak Adi.

Sofia nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya, mulutnya sedikit terbuka lebar dengan mata yang membulat. Setelah menikah selama beberapa bulan Ayah mertuanya itu benar-benar berubah.

"Ayah, kenapa ayah berkata seperti itu? memangnya apa yang sudah aku lakukan, ayah?" tanya Sofia.

"Pasti benar apa yang dikatakan oleh Inggrid, pasti kamu mengatakan yang tidak tidak. Lihatlah, sekarang Angga berani melawan ayahnya. Memangnya apa yang sudah kamu katakan padanya? apakah kamu berusaha untuk memprovokasi dia agar dia membenci ayahnya?!" suara Adi mulai meninggi. pria itu tidak suka ketika putranya menyudutkan istrinya.

Tentu saja Angga juga tidak akan tinggal diam saja ketika istrinya dihina dan di pojokkan oleh ibu tirinya itu. dengan segera Angga meminta ayahnya untuk segera meninggalkan rumahnya, Angga menunjukkan bagaimana dia tidak akan pernah tinggal diam ketika istrinya dihina seperti itu, perdebatan ayah dan anak itu mulai terjadi hingga membuat Sofia menarik sang suami masuk ke dalam kamarnya.

"Wanita itu terlihat dari luar begitu santun, tapi nyatanya dia wanita tidak tahu diri. Lihatlah sayang, dia memperlakukan kita seperti kita ini pengemis yang mencoba untuk mengemis pada mereka." kata Inggrid dia terus memprovokasi Adi agar pria itu mau mendengarkan perkataannya, mulut Inggrid benar-benar lentur tidak bertulang. Dia membuat suasana yang ada di rumah Angga memanas karena pertengkaran antara Adi dan Angga.

Angga dan Sofia yang berada di kamar nampak mereka berdua seperti tidak mampu berkata apapun, Inggrid benar-benar sudah menguasai otak Adi.

"Kamu tidak seharusnya berkata seperti itu, mas. Jika kamu tersulut emosi ayah akan membuat kita seperti orang yang bersalah, wanita itu terlalu pandai untuk kita singkirkan secepat itu mas." ucap Sofia.

"Wanita itu benar-benar sangat jahat, dia membuat Ayah menuruti apa yang dia katakan. Si mbok sama Erna pernah telepon aku dan memberitahu mengenai keadaan yang ada di rumah. Wanita itu membuat rumah menjadi seperti tempat menjijikkan. dia membuat para pekerja yang ada di rumah seperti tidak betah di sana, dia tidak menghargai mereka bahkan dia selalu menghina mereka." jawab Angga.

"Ayah sekarang sudah berubah mas, jika kita terus menekannya mungkin Ayah akan membenci aku terlebih dahulu. Apalagi mas dengar sendiri kan wanita itu melemparkan kesalahan padaku, jika seperti ini terus pasti ayah berfikir kalau aku yang membuat kamu membenci ayah." kata Sofia seperti yang sudah dilihat memang Inggris benar-benar sangat pandai memutar balikkan fakta.

"Bukan hanya berubah, Ayah terus-menerus membela wanita tidak tahu diri itu. Perlahan-lahan pasti dia akan menguasai semua yang ada di rumah." kata Angga.

*Bersambung*

terima kasih atas dukungannya semoga kalian senang dengan novelku ini. jangan lupa baca novelku yang lain.

*istri barbar bos mafia*

*My sugar Daddy.

*Sugar baby tuan muda lumpuh*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!