Malam itu Angga tidak mau menemui ayahnya ataupun berusaha untuk meminta maaf, Adi yang merasa tidak diterima di rumah putranya pria itu bergegas membawa Inggrid pulang dari sana. Setelah mereka pulang Angga dan Sofia merasa lega, namun Sofia berpikir kalau semuanya tidak akan mulus ke depannya, karena Sofia yakin pasti Inggrid akan terus memprovokasi Ayah mertuanya.
Inggrid yang berada di rumahnya dia memang benar-benar memprovokasi Adi agar membenci Sofia, dia terus mengatakan kalau Sofia adalah istri yang tidak baik bahkan menikah sudah satu tahun mereka belum dikaruniai anak juga. Beribu perkataan terus diucapkan oleh Inggris agar Adi membenci menantunya itu, bahkan Inggris memberikan beberapa kalimat-kalimat menjijikkan agar adik membenci menantunya.
"Kelihatannya wanita itu tidak bisa dihadapi dengan mudah, kalau begitu aku akan membuat sedikit pertunjukan agar wanita itu tidak terus mengganggu rencanaku." ucap Inggrid.
Setelah dari tempat Angga Ingrid bertemu dengan salah satu temannya di klub malam, wanita itu nampak bersenang-senang dengan semua kemewahan yang diberikan oleh Adi. "Oh ya Inggrid, bagaimana? apakah kamu sudah mendapatkan pria tampan yang kamu maksud itu?" tanya teman Inggrid.
Inggrid nampak mendengus kesal, dia kemudian mengambil segelas minuman beralkohol kemudian meneguknya dalam sekali teguhkan. "Dia itu benar-benar jual mahal, dia selalu membuatku kesal, dia menolak ku seperti aku ini wanita jelek yang tidak masuk dalam kriterianya." jawab Ingrid dengan nada kesal.
"Memangnya anak tirimu itu setampan apa hingga kamu begitu tergila-gila padanya?" tanya teman Inggrid kembali.
Inggrid tersenyum kemudian memejamkan matanya, dia mulai memikirkan mengenai Angga. "Dia adalah kriteria yang begitu aku inginkan, seandainya aku bertemu lebih dahulu dengannya aku akan langsung menerkamnya. Tapi sayangnya aku malah ketemu bapaknya terlebih dahulu, tapi pria tua itu kaya hal itu yang membuatku mau menikah dengannya." ujar Inggrid.
"Lalu, apakah pria tua itu mampu memuaskan dirimu?" tanya teman Inggrid dengan pertanyaan yang sedikit menyinggung dirinya.
"Yang namanya pria tua dia tidak akan mampu bermain lama di atas ranjang, kalian tahu kan tenaganya seberapa sih. Apalagi akhir-akhir ini dia itu sering sakit-sakitan dan aku malas sekali dekat dengannya." jawab Inggrid yang kemudian kembali meminum minuman beralkohol itu.
"Wah payah sekali kalau begitu, lebih baik kamu cepat-cepat dapatkan anak tirimu itu kemudian kamu ajak dia bertarung sampai tak berdaya." ucap teman Inggris tentu saja hal itu membuat Inggris tersenyum begitu lebar.
"Tentu saja lagi pula ketika pertama kali aku melihatnya aku langsung jatuh cinta padanya, aku yakin aku akan mendapatkannya dengan cara apapun. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja, lagi pula tubuhnya itu benar-benar membuat aku tergoda, rasanya ingin sekali aku langsung lucuti pakaiannya dan aku ajak bertarung di atas ranjang." jawab Inggrid yang kemudian tersenyum lebar.
Suara tawa terdengar begitu keras dari mulut Inggris dan teman-temannya, para wanita yang suka bersenang-senang di belakang suami mereka. Para wanita yang tidak memiliki arti kehidupan namun hanya bisa bersenang-senang.
Beberapa hari setelah dari rumah Angga, Inggrid merencanakan sesuatu yang sangat jahat.
Dua hari kemudian
Pagi itu seperti biasanya Sofia pergi ke salah satu konveksi langganannya untuk memesan beberapa pakaian yang stoknya sudah kosong. Dia pergi bersama Lina dengan memakai kendaraan umum, ketika baru turun dari angkutan umum, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menabrak Lina dan Sofia. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi kemudian oleng dan menabrak tiang listrik yang ada di tepian jalan.
Beberapa orang yang melihat itu nampak mereka berteriak dengan begitu keras, mereka berlarian untuk membantu dua korban tabrakan yang barusan terjadi. "Cepat panggil ambulans, cepat kalian telepon!" seru seorang wanita yang meminta untuk menelpon ambulans.
Kondisi Sofia dan Lina tidak sadarkan diri namun yang lebih parah adalah kondisi Sofia, wanita itu berlumuran darah bahkan tubuhnya yang memakai pakaian berwarna cream itu bajunya sudah berubah warna merah pekat dengan bau sedikit anyir.
"Cepat kalian telepon ambulans, wanita ini kelihatannya sangat parah!" seru orang-orang.
Sekitar beberapa menit kemudian mobil ambulans datang dan membawa Sofia serta Lina, kondisi Lina masih lebih baik dari Sofia. kondisi Sofia benar-benar sangat mengenaskan.
Ketika sampai di rumah sakit para tenaga medis bergegas membawa Sofia dan Lina, Sofia dibawa ke ruangan ICU karena kondisinya sangat memprihatinkan. Pihak rumah sakit meminta identitas Sofia, Dia kemudian mencari ponsel untuk mencari sanak keluarga.
Angga yang berada di kantornya dia masih bergelut dengan semua pekerjaan yang begitu banyak. Hingga salah satu temannya memanggil Angga karena melihat ponsel Angga dari tadi berdering.
"Mas Angga, teleponmu terus berbunyi." panggil salah satu teman Angga.
"Iya sebentar." jawab Angga. setelah itu Angga berjalan mendekati mejanya dan mengambil ponselnya. Angga tersenyum dia melihat nomor Sofia yang menelponnya. "Iya sayang." Angga menjawab panggilan itu.
"Maaf tuan, apakah anda suami dari yang punya telepon ini?" tanya resepsionis rumah sakit.
"Maaf, kamu ini siapa? kenapa ponsel istriku ada sama kamu?" tanya Angga.
"Maaf tuan, Anda harus segera ke rumah sakit, istri tuan mengalami kecelakaan. Dia ada di ruang ICU." jawab petugas resepsionis.
Mendengar itu Angga langsung membulatkan matanya, langkah kakinya yang tegap itu langsung sempoyongan.
"Ada apa mas Angga?" tanya teman Angga.
Tanpa menjawab Angga bergegas mengambil jas kerjanya, dia berlari keluar sembari berteriak meminta tolong kepada temannya untuk memberitahu atasan kalau dia ke rumah sakit, istrinya mengalami kecelakaan.
Angga berlari dengan begitu kencang, pikirannya melayang entah ke mana, rasa takut itu menyeruak ke seluruh pikiran dan hatinya. Dalam hati dia terus berdoa semoga istrinya baik-baik saja. "Ya Allah, kenapa sampai terjadi seperti ini." ucap Angga yang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi.
Di rumah sakit Sofia sudah dimasukkan ke ruang ICU, dia mengalami pendarahan hebat dengan kondisi yang masih belum sadar. Sedangkan Lina dia mendapatkan perawatan di ruang rawat.
Kembali kepada Angga, Dia sudah berada di rumah sakit, dia mencari keberadaan sang istri di ruang resepsionis. "Di mana istriku? wanita yang katanya barusan mengalami kecelakaan?" tanya Angga.
"Namanya?" tanya balik petugas resepsionis.
"Sofia, namanya Sofia." jawab Angga.
"Nama panjangnya siapa Pak?" tanya petugas resepsionis.
"Sofia Angga Wijaya." Angga yang benar-benar sangat panik.
"Sebentar ya Pak." petugas resepsionis kemudian mencari Sofia. "Oh istri anda berada di ruang ICU Pak, kondisinya sangat parah." jawab petugas resepsionis.
Seketika kedua kaki Angga langsung lemas, dia terduduk di lantai dengan jantung yang berdebar begitu kencang.
*Bersambung*
terima kasih atas dukungannya semoga kalian senang dengan novelku ini. jangan lupa baca novelku yang lain.
*istri barbar bos mafia*
*My sugar Daddy.
*Sugar baby tuan muda lumpuh*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Yuliana Tunru
wanita iblis ..jgn sampai sofia cacat atw koma bisa2 si jalangntrs cati cara jebak angga
2025-03-19
0