Sejenak Arini mematung saat Galuh memeluk erat tubuhnya tapi saat mendengar dan melihat seorang wanita yang jauh lebih dewasa dari dirinya berdiri tak jauh dari dirinya dan Galuh seketika Arini tersadar jika laki laki itu adalah orang yang membuat begitu banyak luka yang tak akan mudah untuk di sembuhkan.
" apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya Malika setelah Arini mendorong tubuh Galuh yang masih memeluknya.
" maaf mba, tolong jangan salah paham dulu" ucap Arini sebelum Galuh mengatakan yang siapa dirinya sebenarnya pada wanita yang Arini yakini istri dari Galuh yang tak sengaja iya khianati dulu.
" mungkin bapak ini salah mengira jika saya wanita yang iya cari padahal kami tak saling mengenal " ucap Arini yang bahkan tak memperdulikan Galuh yang begitu kecewa karena Arini tak mengakui mengenal dirinya.
" kamu Arini, aku tak salah orang " ucap Galuh yang tetap pada pendiriannya.
" sebaiknya mba bawa suami mba dari sini karena saya juga akan pulang, suami saya sudah menunggu di rumah " ucap Arini yang lagi lagi berbohong di hadapan Galuh.
" benarkah kamu sudah menikah ?" tanya Galuh yang entah kenapa merasa yakin jika Arini sedang berbohong pada dirinya.
" sudah lah mas, biarkan wanita itu pergi " ucap Malika yang tiba-tiba saja cemburu jika memang benar wanita yang ada dihadapannya itu adalah wanita yang akan menjadi ibu pengganti untuk anaknya dengan Galuh.
" tapi Malika, dia itu Arini dan mas harus minta penjelasan padanya " ucap Galuh sambil menatap kepergian Arini yang tak bisa iya tahan karena lengannya di tahan oleh Malika.
" penjelasan apa yang mas inginkan darinya ?" tanya Malika yang kembali curiga jika telah QQ terjadi sesuatu antara suaminya dan wanita muda itu lima tahun yang lalu.
" bukankah dulu dia baru saja akan menjadi ibu pengganti tapi wanita itu pergi disaat saat terakhir ?"
" lalu apa yang ingin mas tanyakan padanya ?" tanya Malika yang semakin yakin jika ada hal besar yang di sembunyikan Galuh dari dirinya selama lima tahun ini.
" apa mas masih berharap dia mau menjadi ibu pengganti untuk anak kita ?" tanya Malika yang tak akan pernah setuju jika ada wanita yang bersedia menjadi ibu pengganti untuk calon anaknya dengan Galuh.
" Malika pikir mas sudah mengubur dalam dalam keinginan untuk bisa memiliki anak !" ucap Malika yang selalu saja berubah murung jika sudah membahas masalah anak.
" tapi ternyata Malika salah, mas masih sangat berharap bisa memiliki anak meski itu dari wanita lain " ucap Malika dengan raut wajah penuh kekecewaan.
" kita tak usah pergi ke panti, Malika mau pulang saja " ucap Malika sambil menarik tangan Galuh agar Galuh mengikuti dirinya dan tak lagi memikirkan wanita yang baru saja mereka temui.
Lain halnya dengan Arini yang baru saja bisa bernafas lega setelah menaiki taksi yang baru saja dirinya naikin demi untuk menghindari Galuh dan juga istrinya.
" tuhan, kenapa aku harus kembali bertemu dengan Galuh lagi setelah sekian lama " ucap Arini menyesali pertemuannya dengan Galuh meski semua itu hanya lah unsur ketidak sengaja dan Arini sangat berharap tak akan pernah lagi bertemu dengan Galuh dan juga istrinya sampai kapan pun.
" aku harap Galuh tak menyadari jika Ghina adalah anaknya yang sengaja aku rahasiakan dari dirinya " ucap Arini yang tak terasa sudah sampai di depan sebuah rumah minimalis dimana sudah tiga tahun ini iya tempati bersama dengan Puspa dan juga Ghina putri semata wayangnya.
" terima kasih pak " ucap Arini sambil menyodorkan uang biru ke supir taksi yang iya tumpangi.
" bunda " teriak anak manis yang ternyata adalah Ghina putri kecilnya.
" bunda kenapa ?" tanya Ghina saat merasa Arini memeluknya begitu erat.
" tidak, bunda hanya takut Ghina akan pergi meninggalkan bunda " ucap Arini pelan.
" Ghina tak akan pergi kemana pun, benar kan Ghina sayang " ucap Puspa yang sangat paham ketakutan yang Arini rasakan saat ini sedangkan Ghina hanya bisa mengangguk meski tak mengerti apa yang di katakan dua wanita yang bagi Ghina sangat berarti itu.
" bunda kenapa Bu ?" tanya Ghina yang merasa ibunya sedang bersedih.
" apa karena kita meninggalkan bunda tadi ?" tanya Ghina yang malah menyangka jika Arini sedih karena mereka tak pulang bersama.
" bunda tidak apa apa, hanya saja bunda sangat merindukan Ghina hari ini " ucap Arini sambil menggendong masuk Ghina ke dalam rumah di ikuti Puspa di belakangnya.
" Ghina main sana, ibu akan membuatkan jus alpukat kesukaan Ghina " ucap Puspa yang ingin mengalihkan perhatian Ghina agar lepas dari Arini karena ada yang ingin iya bicarakan dan tanyakan pada Arini.
" pake susu coklat yang Bu " ucap Ghina yang memang sangat menyukai susu rasa coklat.
" ok sayang " ucap Puspa sambil menepuk pelan pundak Arini agar Arini ikut dengannya menuju dapur.
Seperti ucapannya pada Ghina tadi Puspa pun mulai membuat jus alpukat sedangkan Arini duduk lemas di kursi makan sambil menemani Puspa.
" apa yang terjadi saat aku dan Ghina pergi dari sana ?" tanya Puspa yang sudah tak sabar ingin tau apa yang terjadi saat Arini sahabatnya kembali bertemu dengan laki laki yang tak lain adalah ayah biologis dari Ghina putri kecil yang menjadi pelita di hidup dan rumah ini.
" aku gagal jadi seorang ibu " ucap Arini yang tak bisa lagi menutupi rasa sedihnya saat tak bisa mengakui di hadapan Galuh jika Ghina adalah putrinya.
" aku adalah seorang ibu yang bahkan tak bisa mengakui putrinya sendiri di hadapan laki laki itu" ucap Arini yang kini air matanya sudah menganak sungai di kedua pipinya.
" dan aku harus mengatakan pada nya jika Ghina adalah putrimu bukan putriku " ucap Arini sedih yang bisa Puspa pahami bagaimana perasaan Arini saat mengatakan itu semua.
" aku tau jika kamu mengatakan itu karena kamu sangat menyayangi Ghina dan tak ingin kehilangan bahkan terpisah dari Ghina "
" dan semua orang di lingkungan ini tau jika Ghina adalah anak kita berdua jadi jika sampai Galuh tau tempat tinggal kita, dia pasti akan percaya jika Ghina adalah putriku dan apa yang kalian lakukan lima tahun lalu tak meninggalkan jejak apapun " ucap Puspa berharap dengan mengatakan itu bisa membuat sahabatnya jauh lebih tenang.
" tapi om Galuh memelukku dan aku tak sempat menghindar darinya " ucap Arini yang entah kenapa masih bisa merasakan dekapan erat Galuh meski hanya beberapa detik.
" dan kalian berpelukan lama ?" tanya Puspa yang baru saja mengantarkan segelas jus pada Ghina yang tengah asik menonton film kartun favoritnya di televisi.
" om Galuh dan istrinya dan sepertinya mereka sudah memiliki anak " ucap Arini saat mengingat begitu banyak barang yang di beli istri Galuh tadi.
" dan kamu kecewa saat tau akan hal itu ?" tanya Puspa memastikan dugaannya.
✍️✍️✍️ apa mungkin setelah luka yang Galuh torehkan masih ada secercah cinta yang tersimpan di hati Arini untuk Galuh ? Dan apakah Galuh akan bisa menemukan kebenaran tentang Arini dan Ghina ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan sampai Galuh tahu kalau Arini punya anak dari nya..
2025-03-17
0