Mendengar suara itu, Mahen mendekat perlahan ke arah suara. Dengan rokok yang berada di mulutnya ia menyeka rerumputan. "Kirain paan." Terlihat seekor kambing yang entah dari mana, Mahen yang melihat itu pun dengan segera melihat kearah bawah kambing tersebut untuk melihat jejak nya, saat ia melihat kebawah tanpa sengaja terlihat kakinya yang telah tumbuh sebuah kristal dari dalam tubuh.
Mahen terdiam sejenak melihat keadaan kambing itu. Saat ia terdiam tiba-tiba kambing itu membuka mulutnya dengan gigi yang menjadi tajam dan mengeluarkan suara melengking yang membuat Mahen tersadar.
Mahen yang tersadar pun segera berlari menjauh untuk mencari kendaraan, ia sesekali melihat jam agar tak terlambat menyuntikkan vaksin yang ia bawa. "Udah satu jam aja. Capek lagi lari mulu." Mahen yang sudah lelah pun akhirnya berjalan dengan tenang setelah memastikan bahwa kambing tadi tak mengejarnya.
40 menit berlalu dan itu adalah waktu untuk menyuntik kan vaksinnya, dengan segera ia meraih vaksin yang hanya tersisa 27. "Dua enam." Ia dengan segera menyuntikkan vaksin tersebut dengan sedikit meringis kesakitan, setelah itu ia melihat sebuah mobil kuno yang tak jauh dari tempatnya, dengan segera ia masuk ke dalam mobil dan merebahkan diri di dalam untuk beristirahat.
Saat Mahen menutup matanya terdengar suara gesekan benda yang di tarik dengan paksa, Mahen mengintip dari jendela mobil yg gelap itu, terlihat Bloodgrin bersama dengan Plagishell yang berjalan di belakangnya. Bloodgrin yang memiliki penciuman tajam pun mengendus-endus kearah mobil tua yang di jadikan tempat persembunyian Mahen.
Plagishell yang melihat itu pen menahan Bloodgrin yang semakin mendekat kearah mobil, ia menolehkan kepalanya ke jalan kecil, Bloodgrin pun mengikuti Plagishell yang berjalan di depannya. Mahen yang melihat itu pun menatap Bloodgrin dan Plagishell yang semakin menghilang di dalam kegelapan.
Mahen yang melihat itu pun dengan segera meraih tas nya dan keluar dari mobil dengan perlahan, ia berjalan mengikuti Bloodgrin dan Plagishell dari jarak yang jauh, sesekali pun ia bersembunyi di bali tong sampah yang berada di gang tersebut.
Tak lama berjalan mereka menghentikan langkahnya di depan sebuah rumah sakit seakan sedang mencari sesuatu. Saat Mahen fokus ke arah depan, tiba-tiba ia merasakan sentuhan pada pundaknya dari belakang, dengan segera Mahen menoleh dan terlihat seorang pria dan wanita yang sedang ikut bersembunyi.
Pria itu meletakkan jari telunjuknya pada bibir nya, ia mengisyaratkan Mahen agar diam dan berjalan mundur perlahan. Mahen hanya mengikuti mereka dan sampai ke sebuah rumah kosong yang berada dekat rumah sakit tersebut.
Saat berada di dalam rumah mereka bertiga duduk di meja makan yang berada di dapur rumah tersebut dan hanya ada keheningan. Beberapa kali terdengar suara seretan benda tajam dari luar rumah yang, terlihat beberapa kali sebuah bayangan dengan tubuh besar dan kristal yang tak beraturan.
Mereka tetap diam hingga 50 menit berlalu dan keadaan luar mulai tenang, Mahen menatap mereka berdua yang ternyata sang pria menggunakan jas dokter dan sang wanita yang menggunakan pakaian perawat. "Jadi?" Ucap Mahen dengan wajah datarnya, ia merogoh sakunya untuk meraih rokok yang ia bawa.
Saat Mahen akan menyalakan rokok nya ia di tahan oleh perawat wanita yang berada di depannya, perawat itu menggelengkan kepalanya perlahan dengan wajah yang ketakutan.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments