Duda Pujaan Dara
Bicara soal hiburan malam, Jakarta punya banyak pilihan tempat yang tersebar di seluruh pelosok wilayah. Dari harga kantong pas-pasan sampai kantong tanpa batasan.
Wanita dengan pakaian minim yang menutupi tubuh seadanya, musik yang memekakkan telinga, minuman yang mengandung alkohol, obat terlarang, lampu kelap-kelip yang membuat pengunjung makin menikmati euforia, adalah perpaduan kenikmatan dunia hiburan malam, sekedar melepaskan segala kepenatan baik dari rutinitas kerja atau pelarian dari semrawutnya persoalan hidup yang sedang dihadapi.
Dari para muda-mudi, muci*kari, sampai para pria hidung belang yang ingin mencari kepuasan dan kenikmatan bio*logi*s, para wanita-wanita cantik nan sek**si yang ingin mencari uang banyak dengan cara instan, semua kumpul jadi satu kesatuan.
Tidak ketinggalan trend terbaru adalah para eksekutif muda yang berbincang bisnis berbalut having fun, sekedar melepas penat di Club-club malam. Bahkan sengaja mendatangkan partner wanita satu malam sebagai teman yang menghibur.
Para Tante-tante tajir lolita (lompat dari usia lima puluh tahun) yang kesepian pun menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Mereka mencari berondong yang bisa memberikan kepuasan hangatnya belaian lelaki disaat suaminya sedang sibuk mengurus bisnisnya masing-masing. Hanya butuh perhatian, itu yang jadi alasan utama mereka meramaikan suasana di hiburan malam. Seakan usia hanyalah angka tanpa makna, tidak punya rasa malu bahkan tak ingat keluarga.
💗
Hai everyone.. Para readers NT BundaDM, jumpa lagi kita. Jarak munculnya karya baru lumayan luaamaaa ya, maklum terkena Writer's Block, istilah yang merujuk pada kesulitan buat berkarya, meskipun ada keinginan buat terus menulis. Kondisi ini bisa karena berbagai faktor, merasa selalu gagal menembus deretan novel yang laris manis di Noveltoon, dikitnya jumlah pembaca (padahal mikirnya sampe jungkir balik), sistem penilaian yang ga fair buat author kecil kaya saya (boro-boro ngomong pendapatan deh, 1 rupiah aja belum tentu dapat). Tapi pas baca komen-komen di karya sebelumnya, rasanya kok gagal move on sama readers yang selalu setia dan memberikan komen-komen yang lucu.
Karya ini tentu akan banyak pro kontra, tapi inilah dunia halu yang akan tercipta. Kalo nantinya ada kata atau kalimat yang banyak kena sensor, ya dipahami ajalah ya. Udah mencoba cari bahasa yang ga vul*gar, tapi entahlah editor.. sering kena semprit, padahal banyak karya orang yang lebih "jorok".
Tanpa banyak kata... Welcome to BundaDM World.
💗
Disebuah Club malam, kawasan segitiga emas Kuningan, Jakarta, seorang eksekutif muda yang cukup terkenal karena banyak lini bisnisnya yang berhasil, tampak keluar dari mobil sport dua pintu keluaran Eropa. Karena sudah VVIP member, dia tidak perlu menunjukkan ID card, tidak melalui body checking dan metal detector. Cukup menggesek kartu kredit unlimitednya, para karyawan Club pun sudah paham dengan keinginan dia.
Lelaki gagah dan rupawan tersebut memasuki pintu ruangan privat, didampingi oleh asisten pribadinya. Lima belas menit kemudian, masuk barisan wanita cantik dan menggoda yang siap ditunjuk untuk menemaninya malam ini di ruangan yang sudah disewa selama empat jam. Siapa yang bisa menolak untuk menemani lelaki tersebut, dia terkenal royal dan tidak minta servis yang macam-macam, sekedar ngobrol atau menemani minum saja tanpa hubungan int*im.
Malam ini Elvan (Adhitama Elvan Syahreza, pewaris keluarga Hadi Group, baru tiga bulan menduda), berencana menghabiskan malam weekendnya disini. Dari Senin pagi sampai Jum'at sore, dia berjibaku dengan tumpukan file proyek, meeting sana sini dan koordinasi dengan beberapa anak perusahaannya. Menjalani putaran rutinitas waktu yang begitu-begitu saja.
Elvan memilih dua wanita yang menjadi andalan top service di Club, pekerjaan utama mereka adalah model profesional, bekerja disini untuk penghasilan tambahan. Semakin larut malam, suasana semakin menjadi-jadi. Para pengunjung menunjukkan euforia bahagia dengan dentuman musik yang keras serta efek dari minuman beralkoholnya.
"Mas Elvan.... Hamidah dibun*uh" bisik Zacky personal assistance (PA) nya Elvan.
Elvan tengah menikmati gelas ketiga moktailnya. Karena masih tergolong newbie dengan minuman beralkohol, membuat kepala Elvan sudah terasa pusing.
"Lo ga liat gw lagi asyik? Ganggu aja" hardik Elvan setengah sadar.
"Mas Elvan... kita pulang dulu. Polisi mencurigai Mas Elvan. Ayo Mas kita pulang sekarang" bujuk Zacky sambil menarik tangannya Elvan.
"Zack .. come on Bro, buat apa takut? Gw ga terlibat, catat itu baik-baik. And one more thing ... jangan ganggu gw, liat tuh ada dua cewe cantik yang siap gw apain aja malam ini. Gw udah bayar mahal tempat ini. Gw mau happy-happy..." kata Elvan mulai ngelantur nada bicaranya.
Tangan Zacky ditepis oleh Elvan.
"Mas Elvan, polisi datang ke rumah Pak Hadi buat nyari Mas, makanya kita perlu pulang sekarang biar clear urusannya" lanjut Zacky pantang menyerah.
"Kalo gitu ya ga usah pulang, nginep aja disalah satu Hotel. Kalo kesepian .. bisa ajak dua wanita itu" sahut Elvan makin duduknya ga bisa tegak.
"Mas Elvan, mau sampe kapan hidup kaya gini? Pak Hadi sudah marah. Mas dulu ga pernah menginjakkan kaki disini" kata Zacky mengingatkan.
"Kamu PA nya siapa? Gw atau Papi?" hardik Elvan yang kesal dengan segala kebawelannya Zacky.
"ELVANNN" suara lantang lelaki paruh baya terdengar sayup ditengah dentuman musik yang hingar bingar, membuat adrenalin siapa pun yang berada disana jadi meningkat.
Para bodyguard lelaki paruh baya tersebut menarik Elvan keluar dari ruangan privat Club malam. Kondisi Elvan setengah sadar, jalannya pun sudah gontai.
Zacky merapihkan jas dan HP Bossnya.
"Ini tips buat kalian" ujar Zacky sambil memberikan uang kepada dua wanita yang menemani Elvan.
"Boss Elvan biasa kasih jutaan, ini masa cuma lima ratus ribu doang" protes salah satu wanita.
"Ga ada uang cash lagi, baru sebentar juga kan nemenin minumnya" jawab Zacky.
"Ya iyalah cuma nemenin minum, tarif ngamar ya beda lagi. Atau Mas mau lanjutin ajak kita ke Hotel?" rayu wanita tersebut sambil memegang pundaknya Zacky.
"Sorry..." ucap Zacky sambil menurunkan tangan wanita tersebut dari bahunya.
Zacky buru-buru beranjak keluar dari ruangan tersebut guna menyusul Elvan.
Elvan dan Zacky berada di mobil yang sama dengan Pak Hadi dan supirnya.
"Zack, kamu kan dikasih instruksi buat jaga Elvan, jangan sampai ke tempat hiburan malam lagi. Saya percaya kamu PA yang terbaik buat Elvan, kamu pasti bisa handle dia, terutama bawa dia lepas dari dunia malamnya" cecar Pak Hadi, Papinya Elvan.
"Maaf Pak, saya sudah berusaha. Tapi Bapak tau sendiri kan kalo Mas Elvan susah dikasih taunya" jelas Zacky.
"Zack kamu urus yang patut buat pemakaman sekretarisnya Elvan. Kasih juga santunan, nanti perusahaan akan diwakilkan oleh pihak HRD memberikan ucapan duka, pastikan tidak ada tuntutan apapun. Saya yakin Elvan tidak terlibat dalam kasus ini. Pasti ada yang mau menjatuhkan dia" perintah Pak Hadi.
"Saya juga tidak percaya begitu dikasih kabar. Bisa dibilang saya hampir dua puluh empat jam sama Mas Elvan terus. Hamidah hari ini tidak masuk kerja, infonya sakit Pak" jelas Zacky.
"Coba kamu selidiki juga, kenapa sampai ada pelaporan kalo Elvan pembun*uhnya" ujar Pak Hadi.
"Baik Pak, sekarang Mas Elvan mau dibawa kemana?" tanya Zacky.
"Bawa dia ke rumah saya dulu, tim pengacara sudah standby, rasanya tidak memungkinkan bawa Elvan ke Kantor Polisi malam ini. Liat aja kondisinya.. Mabuk berat" sahut Pak Hadi sambil melihat Elvan yang sudah tertidur lelap disampingnya.
Tiga bulan yang lalu, Elvan menyandang gelar duda. Perceraiannya dengan adik angkatnya sendiri menjadi pukulan terberat buat Elvan dan keluarganya. Sejak saat itu, dia terbuai godaan hiburan malam karena merasa dunia malam menjadi cikal bakal kehancuran rumah tangganya, ditambah ada rasa kesepian saat pulang ke rumah.
.
Jam tiga dini hari, Zacky sudah berada di rumah keluarga Hamidah. Rumah kecil diujung gang dengan bata belum terplester, dikelilingi kebon kosong yang dipenuhi pohon dan tanaman liar. Lantainya pun masih semen kasar, sehingga perlu memakai alas kaki jika masuk kedalam rumah.
Hamidah sudah menjadi sekretaris Elvan selama setahun belakangan ini, sebelumnya dia salah satu staff administrasi, karena kemampuannya yang mumpuni, pihak HRD merekomendasikan dia menjadi sekretarisnya Elvan, mendampingi tugas Zacky dalam membantu optimalnya pekerjaan Elvan. Hamidah orang yang bisa dikatakan pendiam, tidak sering terlihat berbincang dengan staf lain, makan siang banyak keluar sendirian. Memang sebulan belakangan ini terlihat kurang nyaman sama Elvan, Zacky sudah merasa ada sesuatu tapi belum tau pasti ada apanya, karena baik pihak Elvan dan Hamidah tidak ada yang buka cerita.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar dari ujung gang, Hamidah adalah penduduk asli disini. Tapi tidak banyak yang datang ke rumah, entah karena memang tadi sudah datang atau memang keluarganya tidak dekat sama warga lain.
Jenazah Hamidah ditempatkan di ruang tamu beralas kasur tipis. Disebelahnya ada hordeng yang dibuat dari spanduk bekas kampanye pilkada belum lama ini.
"Turut berbelasungkawa ya Pak.. Bu. Saya Zacky, asistennya Pak Elvan. Mungkin almarhumah pernah cerita tentang saya" buka Zacky.
"Makasih udah datang, Babe ga ngeh Midah pernah cerita apa kaga. Kayanya sih ga pernah cerita siapa aja temen kerjanya. Babe sekarang lagi bingung, ga tau kudu bilang apa, kenapa anak Babe bisa jadi begini?" ujar Babe Ali, Ayahnya Hamidah.
Terlihat wajahnya Babe Ali menahan kesedihan serta kemarahan. Pandangannya pun tampak kosong.
"Maaf Pak, kalo ga keberatan, saya mau tanya, bagaimana Bapak pertama kali tau tentang kematian Hamidah? Saya kaget mendapat kabar tentang kematian Hamidah yang tidak wajar. Karena hari ini memang Hamidah tidak masuk kerja" ungkap Zacky.
"Babe juga kaga tau percisnye, abis Maghrib polisi datang kemari, katanya anak Babe meninggal, ada tusukan di perut, may*at*nya dibuang ke bantaran kali, ngapung gitu dah" cerita Babe Ali.
Disaat duka, pastinya tidak ada manusia yang bisa bercerita secara sempurna. Demikian pula dengan Babe Ali.
"Saya terakhir ketemu itu kemarin siang, dia mengantar dokumen kerjasama yang ketinggalan. Sejak kemarin, saya banyak menghabiskan waktu bersama Pak Elvan, bahkan seharian ini saya terus bersama beliau, kenapa sampai ada pelaporan dimana Pak Elvan diduga sebagai pelakunya?" tanya Zacky lagi.
"Babe mah orang bodoh, kaga makan bangku sekolahan, pokoknya Polisi bilang kematian anak Babe kaga wajar, terus polisi bilang ada pesan di HP Midah dari Pak Elvan yang bilang Midah bisa kapan aja disingkirin kalo kaga mau ikut omongannya" buka Babe Ali dengan lugunya.
"Bisa saya lihat pesannya seperti apa Pak?" buru Zacky.
"HP nya ada sama Pak Polisi. Katanya buat apa ya tadi namanya..." Babe Ali mencoba untuk berpikir.
"Untuk penyelidikan lebih lanjut? Sebagai salah satu barang bukti yang menguatkan dugaan?" sahut Zacky.
"Nah iya ntuh maksudnya" jawab Babe Ali.
"Keluarga Pak Ali meyakini kalo Pak Elvan pelakunya?" tanya Zacky.
"Kaga tau juga dah, noh tetangga Babe yang urus, katanya laporin aje. Emang sih itu semua kaga bakal balikin nyawanya Midah ke keluarga, tapi paling ga ... ada hukuman setimpal buat pelakunya" Babe Ali tampak mulai geram.
"Kita tunggu habis pemakaman aja ya Pak, nanti kita pikirkan baiknya bagaimana" putus Zacky.
"Iye.. Sekarang Babe lagi kaga bisa mikir. Masih bingung" kata Babe Ali.
"Satu pesan saya Pak, jangan menjawab pertanyaan apapun dari saudara, teman, tetangga bahkan wartawan. Salah-salah malah Bapak yang akan di penjara" Zacky berusaha mengintimidasi tapi dengan cara yang halus.
Sebagai orang yang awam dibidang hukum, tentunya Babe Ali menelan bulat-bulat ucapan Zacky yang dianggapnya lebih pandai dan paham dibandingkan dirinya.
"Iyak .. Babe juga dari tadi diem bae" ucap Babe Ali.
Babe Ali kembali masuk kedalam rumah. Sedangkan Zacky sibuk dengan HP nya. Sepertinya sedang berkoordinasi dengan banyak pihak. Sengaja tidak langsung menelepon karena nanti pembicaraan bisa didengar oleh orang yang ada disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
cyraa
iseng² liat prifile bunda , eehh ada cerita baru....
semangat ya bunda... sehat² selalu
2025-08-01
3
novita setya
wellcome back ibunDM..yeaaaii akheeeerrrnyaaaa
2025-08-02
2
Eni Djulaeha
ahirnya..yg d intipin tiap hari tayang juga 🙏
2025-08-02
1