The Regression:Brother Revenge
Kesepakatan
Keesokan harinya, Samuel sengaja bangun pagi-pagi buta untuk berolahraga, dimulai dari joging hingga melatih otot-otot tubuhnya dan menjalani diet ketat
Samuel juga berlatih bela diri yang ia dipelajari ketika bergabung dalam satuan pasukan khusus
Rutinitas itu dilakukan secara konsisten hingga penampilan tubuhnya berubah dalam beberapa bulan saja
Kediaman Alice dan Samuel
Samuel
[ Membuka pintu rumahnya ]
Aku pulang..
Alice
[ Sibuk menyiapkan sarapan ]
Oh.. Kamu sudah pulang, tunggu sebentar, aku sedang menyiapkan sarapan untuk mu
Samuel
[ Menatap punggung Alice ]
Terimakasih sudah memperhatikan ku selama ini, kak
Alice
[ Menoleh dan tersenyum ]
Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu..? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan..?
Samuel
Tidak kak, aku hanya ingin berterimakasih. Karena setelah kepergian ayah dan ibu, kakak lah yang telah merawat ku selama ini
Alice
[ Menghampiri Samuel dan mencubit lembut pipi adiknya itu ]
Itu sudah menjadi kewajiban seorang kakak untuk merawat adiknya
Samuel
[ Menggenggam tangan Alice ]
Terimakasih untuk segala yang telah kakak lakukan selama ini. Tanpa kakak, mungkin aku sudah kehilangan jati diriku
Alice
[ Membelai kepala Samuel dengan lembut ]
Aku pun merasakan hal yang sama. Tanpa dirimu, mungkin kakak sudah kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup ini
Alice
Tapi ngomong-ngomong, kamu benar-benar berubah hanya dalam beberapa bulan ini
Samuel
Aku tidak berubah, aku tetap adik kakak yang menggemaskan
Alice
Bukan itu, tapi.. Lihatlah perubahan pada tubuhmu
Samuel
[ Mengamati tubuhnya ]
Yah, mungkin sekarang aku jadi sedikit berotot
Alice
[ Berbalik ]
Cepat mandi, sarapan mu sudah hampir siap
Samuel
[ Menggoda Alice ]
Apa kakak tidak ingin menyentuh otot adikmu ini..?
Samuel
T-tidak kak
[ Berlari menuju kamar ]
Selesai sarapan, Samuel dan Alice pun bergegas pergi ke sekolah. Ketika berada disekolah, Samuel menjadi pusat perhatian para gadis yang terpesona dengan perubahan dirinya
Tak hanya semakin gagah, Samuel juga terlihat semakin tampan setelah lemak-lemak yang menutupi garis wajahnya menghilang
Alice hanya tersenyum melihat adiknya menjadi pusat perhatian para gadis disekolahnya
Fransisca
[ Menghampiri Alice dan Samuel ]
Alice..! Kau tidak berangkat bersama adikmu..?
Alice
Apa maksudmu..? Kami selalu berangkat bersama
Fransisca
Tapi aku tidak melihatnya, apa dia masih ada di dalam mobil
[ Mengintip melalui kaca mobil ]
Samuel
Um.. Aku akan pergi ke kelas
Fransisca
Ngomong-ngomong aku tidak pernah melihatmu, apa kamu murid pindahan..?
Alice
Bicara apa kau ini, dia itu Samuel
Samuel
Halo senior, salam kenal
Saat mereka bertiga sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada seorang pemuda yang merangkul pundak Alice
Hal itu membuat Alice terkejut dan reflek menepis tangan pemuda yang mencoba menyentuh dirinya
Kevin
Itu sakit, bagaimana bisa kamu sekuat itu, sayang..?
Samuel
[ Mendekati Kevin ]
Siapa kau, sialan
Kevin
Bukankah aku yang seharusnya bertanya padamu..?
[ Mencengkram pundak Samuel ]
Kevin mencengkram bahu Samuel sekuat tenaga, tapi samuel bergeming. Pemuda itu justru menatap dingin Kevin, seolah sedang menghinanya
Samuel
[ Mencengkram tangan Kevin ]
Sebaiknya dengarkan kata kakak ku, sebelum aku menghancurkan tanganmu
Kevin
[ Teriak kesakitan ]
Argh.. S-sialan..! Lepaskan tanganku..! Argh..
Samuel
Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku. Siapa kau..? Apa kau pacar kakak ku..?
Alice
Hentikan Sam, Kevin hanya teman sekelas ku dan kami tidak memiliki hubungan spesial
Samuel
[ Semakin mencengkram dengan kuat ]
Beraninya kau menyentuh kakak ku seenaknya
Pukulan keras Samuel mendarat tepat diwajah Kevin dan membuatnya pingsan seketika. Bibir Kevin terlihat berdarah dan beberapa giginya lepas hanya dengan sekali pukulan
Samuel baru ingat kalau nama pemuda yang dia hajar, ada di dalam catatan yang diberikan oleh Queensha di masa depan
Alice
Samuel..! Apa yang kamu lakukan..!
Fransisca
[ Menatap wajah Samuel ]
"T-tatapan mata haus darah macam apa itu..?"
[ Gemetar ketakutan ]
Samuel
Apa dia sering mengganggu mu saat dikelas..?
Alice
[ Terkejut ketika melihat raut wajah Samuel ]
Sam, ada apa denganmu..? Kenapa kamu terlihat sangat marah..?
Samuel
Jawab pertanyaan ku, Alice..!
Alice terkejut sekaligus merasa takut. Karena selama ini, Samuel tak pernah marah bahkan sampai membentaknya.
Dia memiliki firasat kalau Samuel akan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirinya sendiri
Alice
[ Berkata lirih ]
Tidak, dia tidak pernah mengganggu ku. Jadi kumohon tenangkan dirimu
Samuel
[ Melirik Fransisca ]
Benarkah itu, senior..?!
Merasakan tekanan dan intimidasi yang begitu besar dari Samuel, Fransisca mulai menceritakan segala hal yang dia ketahui tentang hubungan Kevin dan Alice
Sejak pertama masuk SMA, Kevin jatuh cinta pada Alice pada pandangan pertama. Namun Alice selalu menolak cinta Kevin karena memikirkan Samuel
Alice selalu berkata kalau dia tidak bisa membagi kasih sayangnya pada orang lain, karena saat ini adiknya lebih membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih darinya
Fransisca
Karena itu, Kevin selalu menggoda Alice
Samuel
Lalu, bagaimana respon sampah itu saat kak Alice selalu menolaknya karena kakak lebih mementingkan ku..?
Alice
Dia tidak peduli dengan mu, dia hanya menginginkan diriku. Itulah yang membuat ku tidak mau menerima perasaannya
Fransisca
Tapi apakah setelah ini kamu akan baik-baik saja..? Kevin adalah anak kepala sekolah
Samuel
Semua akan baik-baik saja, justru kepala sekolah yang akan berlutut dan meminta maaf dihadapan kakak ku
Fransisca
"Bicara apa bocah gila ini..?!"
[ Melihat kearah Alice ]
Alice
Aku juga tidak tau apa yang akan dia lakukan
Berita tentang Samuel yang menghajar Kevin menyebar dengan cepat di seluruh angkatan. Tak butuh waktu lama sampai kabar itu terdengar oleh ayah Kevin
Kepala sekolah segera memanggil Samuel ke ruangannya dan mereka pun mulai berdebat hebat, sampai beberapa saat kemudian, Samuel keluar dari ruang kepala sekolah dengan senyum licik terukir diwajahnya
Kepala sekolah terlihat lari pontang-panting menuju ruang kelas Alice. Disana, kepala sekolah bersujud dan memohon ampun atas tindakan yang dilakukan anaknya selama ini
Samuel
[ Mengawasi dari balik jendela kelas ]
Dasar menyedihkan..
Fransisca
Hei, apa yang kamu lakukan sampai membuat kepala sekolah seperti itu..?
Samuel
Aku hanya menunjukkan bagaimana kengerian dunia padanya
Queensha
Bicara apa kau ini..?
Fransisca
Eh..? Kamu siapa..?
Queensha
Salam kenal senior, aku teman sekelas pria licik ini
[ Melirik Samuel ]
Samuel
[ Smirk ]
Bukankah kau lebih licik dariku..?
Fransisca
Hei, kepala sekolah sudah pergi
Alice
[ Menghampiri Samuel ]
Apa yang sebenarnya kamu lakukan..?
Samuel
Bukan hal penting, mulai sekarang sampah itu tidak akan menggangu kakak lagi
[ Berbalik dan pergi meninggalkan Alice ]
Queensha
[ Membungkuk hormat pada Alice ]
Hei tunggu aku..
Samuel
Kenapa kau terus menempel padaku..?
Queensha
Bukankah kita ini teman..? Ngomong-ngomong, apa kau yakin masalah ini sudah selesai..? Dari apa yang ku dengar, senior Kevin adalah orang yang sangat pendendam
Samuel
Aku tidak berpikir ini akan berakhir begitu saja. Mungkin saat ini dia sedang merencanakan sesuatu
Queensha
Lalu apa yang akan kau lakukan..?
Samuel
[ Merangkul Queensha ]
Hei, bukankah kau bilang kita ini teman..?
Queensha
Y-ya, aku memang bilang begitu
"Ah sial, wajahmu terlalu dekat. Kau membuat jantungku serasa mau meledak"
Samuel
Kalau begitu, aku akan menugaskan mu untuk memata-matai Kevin dan tentu saja tidak gratis
Aku akan membayar mu sesuai dengan informasi yang kau berikan padaku
Queensha
T-tapi itu tugas yang berbahaya
Samuel
$100 setiap informasi yang kau berikan padaku ditambah dengan 1 porsi ayam goreng kesukaan mu
Queensha
[ Meneteskan air liur ]
10 porsi
Samuel
$100 ditambah 5 porsi ayam goreng
Queensha
Baiklah, aku akan melakukannya..! Ingat ya, aku mau bekerjasama dengan mu karena kita ini teman, bukan karena ayam.. maksudku uang
[ Mengusap air liurnya yang menetes ]
Samuel
[ Smirk ]
"Bagaimana bisa gadis pecinta ayam seperti ini menjadi guru dimasa depan..? Aku kasihan pada murid-muridnya"
Comments