Nadia pulang ke rumah pada pukul lima sore. Ternyata sekolah di tempat yang elite tidaklah mudah, cara belajar disana sangatlah ketat wajar saja anak-anak yang lulus dari sekolah sana bisa diterima di perguruan tinggi negeri tanpa perlu menerima jalur undangan.
“Aah…Aku lelah sekali ! Baru satu hari sekolah kepala Ku seperti mau pecah !” kata Nadia mengeluh, ia merebahkan dirinya di atas sofa ruang tamu karena begitu lelah banyak berpikir.
Kaysan yang baru saja pulang ke rumah dan masuk ke dalam melihat Nadia yang sedang merebahkan dirinya di sofa, hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Nadia semacam itu.
“Kalau mau tidur, pergilah ke kamar mu !” kata Kaysan yang membuat Nadia terkejut dan langsung berdiri melihat Kaysan.
“Ngagetin aja sih !” protes Nadia seketika kepalanya menjadi pening akibat ulah Kaysan.
“Nanti Sofanya bisa rusak kalau tidur disana !” kata Kaysan dengan suara beratnya.
“Iya…iya Aku tahu Aku cuma numpang, Aku sadar diri..sadar posisi !” kata Nadia mengerucutkan bibirnya kemudian pergi meninggalkan Kaysan.
“Dia itu kenapa ? Apa sedang datang bulang ?” kata Kaysan menggelengkan kepalanya kemudian pergi ke kamarnya di lantai atas.
Malam harinya,
Kaysan berulang kali menghubungi Soraya namun Soraya tidak mengangkat panggilannya sama sekali. Kaysan kemudian melemparkan ponselnya di atas tempat tidur saking kesalnya. Ia kemudian menuju ruang kerjanya, namun langkahnya terhenti ketika melihat lampu dapur menyala.
“Apa Bik Marni belum tidur ?” kata Kaysan seorang diri. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
“Apa Bik Marni lupa mematikan lampunya !”
Kaysan menghela nafasnya, ia lalu turun ke lantai bawah dan menuju dapur. Ternyata di dapur tersebut ada Nadia yang sedang memasak mie instan.
“Uh..ini pasti enak sekali !” kata Nadia bersiap ingin menyantap mie instan yang sudah ia buat.
Air liur Kaysan seakan ingin menetes dari mulutnya, ketika mencium aroma mie instan yang Nadia masak.
“Boleh Aku minta ?” ucap Kaysan yang membuat Nadia terkejut bukan main, pasalnya Kaysan ada di belakang tubuh Nadia.
“Astaga !”
“Ais….Bisa gak sih gak ngagetin orang !” kata Nadia ketus.
Kaysan menarik mangkuk mie tersebut dan memakannya.
“Lah…Mie Aku !” kata Nadia melihat mie yang sudah ia masak begitu saja dimakan oleh Kaysan.
“Masak lagi saja !” kata Kaysan pelan sembari memakan mie tersebut.
“Mienya cuma satu, sudah habis !” kata Nadia dengan mata mulai berkaca-kaca ingin menangis melihat mienya dimakan oleh Kaysan tanpa dosa.
Mendengar hal itu Kaysan menjadi tak enak hati. Ia kemudian memberi Nadia satu buah garpu.
“Ayo makan ! Aku yakin mie ini Kau masak tiga bungkus sekaligus !” kata Kaysan yang melihat porsi mie tersebut tidak seperti biasanya.
“Sekarang Aku tahu kenapa mie instan di rumah ini cepat habis !” kata Kaysan yang membuat Nadia langsung menutup mulutnya, sebab Nadia lah pelakunya.
“Jangan keseringan makan Mie ! Apa masakan Bik Marni tidak enak ?” kata Kaysan dengan lembut yang membuat Nadia terdiam.
“Enak Kok !” jawab Nadia pelan.
“Kalau lapar tengah malam apa susahnya pesan makanan lewat aplikasi !” kata Kaysan menceramahi Nadia kali ini. Entah mengapa Kaysan seakan ingin memberikan nasehat pada adik iparnya itu.
“Aku gak punya duit !” kata Nadia apa adanya, yang membuat Kaysan mengerutkan keningnya.
Tidak punya uang katanya ? Kaysan sampai bingung sendiri. Bukan kah Nadia itu adik kandung Soraya dan Ibunya masih punya kewajiban untuk memberikan nafkah atau uang saku pada Nadia. Kaysan jadi bertanya-tanya seorang diri, apa yang terjadi sepertinya ada hal yang tidak Kaysan ketahui.
Kaysan kemudian mengambil ponsel Nadia dan melihat ada aplikasi Dana disana. Kaysan menyalin nomornya dan mengirimkan sejumlah uang untuk Nadia.
“Karena Kau tinggal dirumah ini tiap bulan Aku kirimkan uang untuk mu jajan !” kata Kaysan dengan santainya.
Nadia sampai bingung sendiri melihat kelakukan Kakak iparnya itu yang tiba-tiba baik padanya.
“Dia kenapa ? Kerasukan jin ?” tanya Nadia yang aneh dengan sikap Kaysan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Naufal Affiq
butir-butir cinta untuk nadia sudah tumbuh,perhatian nya pun sudah maju,
2025-02-14
0
Rina
Dia udah mulai jatuh cinta sama kamu Nadia 🫢🫢🫢
2025-02-14
0
Lilik Juhariah
getar getar cinta,
2025-02-22
0