bab 16

sesampai nya di depan ruangan kelina,yang sudah ada kedua teman nya yaitu ziel dan Vani.

Zergan menghampiri mereka berdua, terlihat dari raut wajah zergan yang tampak cemas, namun jika bukan ahli nya mereka Tidak bisa melihat kecemasan yang terlihat di Wajah zergan, mengingat zergan yang Tidak mempunyai raut wajah lain selain datar, hanya akan ada sedikit orang yang menyadari nya.

" lu ngerasa gak sih, zergan itu beda " ucap farel

" iya pas Deket sama Amel dia gak gini deh" ucap nazeea

" wajar sih Amel gak se cantik kelina " ucap Rayanka

" bukan gitu anjir, emang zergan ke lu apa " ucap Galen

" gak munafik sih, siapa sih yang gak mau punya cewe cantik " ucap Rayanka tersenyum

" ya gak salah juga sih " ucap Galen

" sutt diem gak usah banyak ngomong " ucap farel

" gimana keadaan dia? " tanya zergan

" gue gak tau, udah hampir 1 jam tapi belum ada yang keluar " ucap Vani

ziel tertidur karna kelelahan, ia juga terlalu cemas yang membuat nya setres, ziel memang mudah setres, dan sulit untuk bisa tenang.

" lu Udah makan? " tanya Rayanka

" belum " ucap Vani

" ikut gue kita makan dulu di kantin " ucap Rayanka

" gak bisa gue mau di sini, kasian juga ziel lagi tidur " ucap Vani menolak

" ziel biar jadi urusan gue " ucap nazeea

Nazeea langsung memindah kan posisi kepala ziel, ke pundak nya, agar nyaman dan nazeea meminta farel menyelimuti ziel dengan jaket nazeea.

mereka ber enam, sabar menunggu, waktu terus berjalan, sudah 2 jam berlalu namun belum ada satu pun orang yang keluar dari ruangan itu, kini jam menunjukan pukul 03:20.

rayanka dan Vani pun sudah kembali dan menunggu dengan sabar, Tak lama dokter dan dua suster pun keluar, tanpa basa basi zergan masuk tanpa meminta persetujuan dari dokter.

" eh mass jangan masuk dulu " ucap suster mengentikan namun di jawab oleh Vani

" biarin aja sus dia gak akan ganggu ko" ucap Vani meyakinkan

" baik lah " ucap suster

" gimana sus keadaan teman kami" ucap ziel

Ziel terbangun karna teriakan suster yang menghentikan zergan, ia pun sontak menanyakan keadaan kelina.

" dia baik baik saja, maaf tapi ada tiga peluru,dua di bagian kaki, satu di bagian pundak " ucap sang dokter.

" dia baik baik saja, kalian tenang saja yah, dan pasien harus di rawat inap, jadi mungkin butuh waktu beberapa hari sampai bisa di pulang kan " ucap sang dokter

" baik dok terimakasih " ucap Vani

" dok apa boleh kita masuk " hanya farel

" boleh saja, asal kan jangan berisik, biar kan dia beristirahat " ucap dokter

" baik dok terimakasih " ucap mereka serentak

" baik, saya permisi " ucap dokter berjalan pergi di ikuti suster di belakang.

mereka ber lima pun masuk kedalam ruangan, terlihat zergan duduk di kursi tepat di pinggir ranjang kelina, zergan menatap kelina dengan dalam.

" kok gue sedih yah liat lu terbaring gini, padahal kalo di sekolah gue kesel karna lu gak tertarik sama gue " batin zergan sendu

" sebaik nya kita tidur, biarin kelina istirahat, zer lu juga tidur, biar besok kita bisa cari tau siapa yang udah bikin kelina kaya gini " ucap farel

" iya zer bener itu, kita harus cari siapa di balik semua ini, kita gak akan bisa diem aja " ucap Galen

" gue pastiin, siapa pun yang berani nyentuh dia, akan mati di tangan gue " ucap zergan dingin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!