bab 16

Hampir diperkosa? tapi menjadi kesalahpahaman bagi kekasihnya.

Kini andi sedang berjaga-jaga dipos ronda, karna giliran andi yang dapat jadwal menjaga ronda,

Namun ia juga meliahat jika ada teman nya yang ikut bergabung.

Saat malam tiba pukul 20:38 malam hari andi dan bima sedang berada dipos.

"Bisma?." panggil andi pada bisma yang sedang membuang hajat nya disebuah pohon besar.

"Iya mas ada apa?." tanyanya setelah berbalik menemui andi si pos ronda.

"Kita keliling jam berapa ini?." tanya andi sudah melihat jam kini menujukan hampir mendekati jam 10 malam.

"Kita keliling jam 10 aja ya, gue capek mas tadi abis pulang kerja hampir jam 8." keluhnya namun perasaab andi tak karuan.

"Eiiss lo ini, aku kalau gitu tak kewarung dulu ya." ujar nya yang ingin membeli rokok, buat menemani rasa hati yang kini semakin merasakan tak enak.

"Okok titip kopi sekalian ya." teriak bisma yang sedang berbaring. Andi pun menganggu kini ia sudah melajukan motornya.

***

Disepanjang jalan andi mulai merasakan hhatinya tak enak, ia tiba-tiba kepikiran ulfa.

'Ya allah ada apa ini, kenapa mendadak aku memikirkan ulfa, ya allah ada apa ini?' batin nya

Saat andi mengitari seluruh kampung. Yang dirasa aman namun seketika ia terhenti, saat mendapati motor ulfa yang tergeletak di pinggir jalan.

Andi pun mematikan deru motornya, lalu berjalan kearah motor ulfa, ia membenarkan motor ulfa dan matanya mencari orangnya.

"Kenapa motor ulfa di sini? Lalu kemana perginya orang ini, wah ini perasaan ku juga mendadak tak enak, pasti ada sesuatu yang terjadi pada ulfa," gumamnya.

Saat andi mencari ulfa kini ia mendengar seseorang yang sedang cengingisan. Tangisan seorang wanita namun suaranya seperti sedang di bekap.

Andi kini menajam kan perndengarannya. Dan mengikuti suara tersebut. Lalu terdapat semak yang tinggi menjulang.

"Sabar sayang kita akan bersenang-senang malam ini. Dan sekarang kita buka celana cidinya ya hahaha." lelaki itu sudah puas dengan p4yud4r4 ulfa, yang begitu nampak menonjol. Lelaki itu pun hendak melepaskan cidinya.

Namun saat memegang cidi ulfa yang berwarna pink, kini seorang lelaki itu pun menerobos semak-semak, dan seketika ke empat lelaki itu pun sontak berbalik dan terkejut.

"Lepaskan dia ujang!." seketika namanya disebut ujang pun terkejut, dan melepaskan wanita yang hendak di pekors4 nya.

"A-a-andi?." ucapnya tergagap, andi yang menoleh kearah ulfa kini kembali membalikkan badan.

"Ulfa pakai bajumu, cepat!." pekik nya sehingga membuat ulfa pun mencari-cari bajunya dan membenarkanya.

Namun berbeda dengan ke'empat lelaki itu, meskipun berbadan besar dan kekar dan pemberani dengan siapapun, kini setelah ketemu andi justru nyali mereka menciut, dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

"Kalian semua! K4p4r4t! Sekali lagi kalian menyentuh wanita didesa ata di kampung manapun, kalian akan m4t1 ditangan ku! Paham kalian!. Ingat jangan kau macam-macam! Dengan wanita manapun termasuk dia!." tunjuk nya kepada ulfa.

Kini ulfa menangis tersedu-sedu sehingga berlari memeluk andi. Kini andi tampa emosi kepada ujang dan teman- temannya.

"Ma-maafkan kami andi, sungguh tadi kami khilaf maafkan kami andi. Jangan bunuh kami jujur benar saja kami khilaf." katanya sambil berjongkok dan mengatupkan tangannya ke dada.

"Ulfa? kamu nggak apa-apakan? apa ada yang sakit atau apa gitu!?, jika karna sampe terjadi sesuatu sama kamu? aku akan bunuh mereka!?." katanya sambil menatap ke'empat preman tersebut dengan tatapan tajam sehingga matanya tertuju kearah ujang.

Ulfa tak menyahut hanya membenamkan kepalanya kebidang dada andi. Dan nampak seorang lelaki yang berada di sebrang sana, ia sedang tersenyum lalu mengambil ponselnya, dan memotret ulfa yang sedang memeluk andi.

"Ulfa mampus kamu! Siap-siap aja adrian akan menjauhimu, haha, hebat juga anak buahku, ulfa salah sendiri kamu menolakku? demi lelaki k4p4r4t itu!." desisnya dengan diiringi tersenyum sinis lalu meninggalkan tempat kejadian itu.

Tak lupa pria itupun mengirimkan foto tersebut kepada adrian, namun seketika ia memakai no baru agar tak diketahui adrian.

{Sent..}

"Bagus tinggal nunggu besok, gimana reaksi kekasihmu itu ulfa, hahaha." ujarnya lagi sambil berjalan pulang kerumahnya, hatinya merasa sedang bahagia melihat hubungan adrian dan ulfa retak.

Kini preman itu pergi setelah ada andi disana, ia pun keluar dari semak-semak, ulfa pun dituntun oleh andi, agar tak jatuh ke emperan.

"Makasih ya mas, udah mau nolongin aku tadi?." ucapnya sambil menyeka air matanya.

"Sama-sama dek, lagian kamu mau pulang atau abis dari mana." tanya andi.

"Aku mau pulang mas, tadi abis dari rumah shely truss kemalaman." lirihnya diiringi isak tangis.

"Udah nggak usah nangis, lagian kamu udah nggak kenapa-napa, baik mas anter pulang aja ya." katanya sambil menghampiri motornya.

"Trus motorku gimana mas?." tanyanya lagi.

"Ya mas bawa motor sendirilah, kamu bisa kan bawa motor nya sendiri? aku nanti ngikutin dari belakang aja." kini andi pun menyarankan ulfa memakai motornya, andi takut nantinya akan menimbulkan masalah.

"Masih bisa bawa sendiri kok, tapi benerkan mas mau anterin aku." lirihnya dan andi pun mengangguk.

Hingga mereka pun pulang, sesampai nya dirumah kini kedua orang tua ulfa seketika memeluknya, serta adiknya juga khawatir.

"Ya allah ulfa? Kemana aja? Kami semua khawatir sama kamu." ucap pak juano pada putrinya, serta diangguki oleh bu sharoh. Jadi saat mereka sedang bertanya pada ulfa kini andi pun maju.

"Tadi ulfa hampir saja diperkosa pak buk." andi menarik nafas dalam- dalam sebelum melanjutkannya "Tadi saya pas kebetulan lewat lagi ngeronda trus lihat motornya ulfa tergeletak di pinggir jalan, saat saya mau berdirikan motornya tiba-tiba mendengar suara di semak-semak, dan saat saya cek ternyata ulfa di hampir dilecehkan sama preman, sampai akhirnya ulfa saya antar pulang." terang andi yang sedikit membuat kedua orang tua shock dan terkejut.

"Ya allah nak? Tapi kamu tidak apa-apa kan?." tanyanya sampai menelisik seluruh tubuh ulfa.

"Bunda?. Ulfa baik-baik aja kok bun." jawab ulfa pada sang ibu, yang kini sudah mulai mencemaskan dirinya juga adiknya

"Yasudah andi makasih ya, sudah membantu ulfa salamkan buat ibumu ya nak." ujar bu sharoh, dan andi pun lalu mengangguk dan pamit karna hendak melanjutkan ngerondanya.

***

Keesokan hari sejak kejadian semalam, ulfa pun masih terbayang sosok lelaki yang sudah  mel4c4hkan nya. Hingga datanglah andi yang membantunya.

Tiba-tiba notif pesan dari sebrang sana, yang sejak semalam tidak ada kabar.

"Ehem enak ya semalam dipeluk andi, ada hubungan apa kamu sama andi?. Gila itu sahabat aku lo fa kok kamu tega sekali sama kekasihmu disini?." sontak ulfa pun terkejut mendapati fotonya dengan andi, ia pun gegas mencoba menelpon kekasihnya yang saat ini mungkin sedang bekerja.

Lalu ulfa mengirimkan pesan.

"Kamu apa-apa'an sih dri, aku sama andi itu nggak ada hubungan apa-apa, tolong angkat dulu teleponku." balasnya namun yang disebrang sana tak ada menjawab nya hanya membaca.

.

.

Adrian yang semalam mendapatkan pesan dari seseorang, lantas membukanya ia pun terkejut jika didalam foto itu terdapat sahabat juga kekasihnya sedang berpelukan. Apalagi itu didalam semak-semak.

Namun adrian tak mau ambil kesimpulan sendiri, ia pun gegas memencet tombol memanggil tapi nomor tersebut tidak aktif.

Adrian pun mencoba mengatur nafasnya kembali, ia tak mau gegabah hingga membuka kembali fotonya, terdapat foto disana bahwa pakaian ulfa kini yang sudah berantakan, juga terlihat disana hijabnya terbuka dan menampilkan kancing baju ulfa yang terbuka 1.

Adrian kini tersulut emosi hingga tak terasa ia menyampar, semua barang yang ada di meja hingga parfum juga cicin dan lain nya berantakan.

"Andi ulfa? Kenapa kalian tega sama aku! Andi kamu juga? Aku kira kamu sahabat baikku tapi kenapa kamu tega? Aku sudah baik sama kamu apa ini balasan kamu? Oke baik tunggu saja tahun depan aku pulang!?." gumam adrian pun tersulut emosi hingga membanting gelas ke tembok, hingga membuat teman disamping kos nya pun mengetuk pintu kamar adrian.

Tok, tok, tok,

Bersambung....

Episodes
1 POV shely
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25 bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26 bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27 Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28 pertemuan tak disengaja Seri 2
29 Angin menjadi saksi cinta seri 2
30 Kebencian seorang shely seri 2
31 Takut ketawan seri 2
32 Terkuak kariyawan baru seri 2
33 Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34 Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35 Hati yang berkecamuk seri 2
36 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37 Kepindahan shely.
38 Kehilangan separuh kenangan.
39 Pulang
40 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41 Merasa kehilangan
42 Menjadi sebuah kenangan.
43 Bertemu wanita pelakor berhijab
44 Rencana licik nining gagal.
45 Berita yang bahagia.
46 Syarat martabak
47 Tertabrak
48 Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49 Bersatu dalam kamar
50 Mencari pelaku
51 Kesalafahaman
52 Teror 1
53 Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54 Teror lagi
55 mencari bukti
56 pelaku teror ditemukan
57 sebuah penghianatan
58 Manja tapi ada maunya
59 Masalalu terbuka kembali
60 Kesibukan Baru
61 penghianatan lagi
62 Dibalik penculikan nata
63 Kehangatan Malam Purnama
64 Acara Di villa
65 Wisuda aqilla
66 Menikmati shoping di mall
67 Anak Yatim
68 Kehidupan Baru lagi
69 Janji Manis
Episodes

Updated 69 Episodes

1
POV shely
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25
bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26
bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27
Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28
pertemuan tak disengaja Seri 2
29
Angin menjadi saksi cinta seri 2
30
Kebencian seorang shely seri 2
31
Takut ketawan seri 2
32
Terkuak kariyawan baru seri 2
33
Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34
Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35
Hati yang berkecamuk seri 2
36
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37
Kepindahan shely.
38
Kehilangan separuh kenangan.
39
Pulang
40
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41
Merasa kehilangan
42
Menjadi sebuah kenangan.
43
Bertemu wanita pelakor berhijab
44
Rencana licik nining gagal.
45
Berita yang bahagia.
46
Syarat martabak
47
Tertabrak
48
Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49
Bersatu dalam kamar
50
Mencari pelaku
51
Kesalafahaman
52
Teror 1
53
Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54
Teror lagi
55
mencari bukti
56
pelaku teror ditemukan
57
sebuah penghianatan
58
Manja tapi ada maunya
59
Masalalu terbuka kembali
60
Kesibukan Baru
61
penghianatan lagi
62
Dibalik penculikan nata
63
Kehangatan Malam Purnama
64
Acara Di villa
65
Wisuda aqilla
66
Menikmati shoping di mall
67
Anak Yatim
68
Kehidupan Baru lagi
69
Janji Manis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!