bab 15

Satu Tahun Kemudian.

.

.

Perubahan keseharian shely kini semakin membaik. Trauma? Mungkin masih. Tapi bu ilma kini semakin bahagia. Karna anak perempuannya sudah menjalani keseharian dengan normal.

Dan apalagi anaknya sekarang disibukkan dengan berdagang online. Sekian lama shely berusaha bangkit dan kini akhirnya membuahkan hasilnya sendiri.

Ya' shely sekarang ikut marketing online. Memasarkan produk-produk sehingga masuk ke luar negri. Dan ia juga membuat beberapa jajanan dirumah semisal kripik singkong. Dan sejenis daun lainnya. Karna cemilan dari tumbuhan juga sehat. Hanya daun tertentu ya.

Bu ilma kini menghampiri anaknya. Sambil membawakan teh juga roti buat makan siang nya. Selama beberapa bulan ini shely bekerja dari rumah.

"Nak istirahat dulu gih. Minum teh sama rotinya dulu, jangan terlalu fokus pada laptopnya nak, fokus juga dong sama badannya, masa iya nggak dikasih tenaga." goda sang ibu pada putrinya agar tak membawa setres lantaran pekerjaan nya.

"Iiiess, Ibu ini bisa aja sih? makasih ya bu roti dan teh nya, tadinya mau minta susu aja hehehe." ujarnya seraya sambil nyengir kuda.

"Oh mau susu rupanya anak ibu ini." ucap bu ilma yang hendak berdiri namun dicegah shely.

"Oh, emm, nggak usah aja bu ini aja dah cukup? Nanti aja kalau udah abis, btw ibu sibuk nggak." ucapnya pelan, bu ilma pun mengerutkan kedua alisnya.

"Eh, kenapa emang nya nak?." tanyanya.

"Kalau nganggur bantuin shely dong, pakingin barang karna nanti sore mau diambil kurir, kali ini aja kok bu karna ulfa kan masih ada tugas tambahan?." tukasnya pada sang ibu, bu ilma pun tersenyum ia pun mengangguk. Dan ikut merapikan barang-barangnya yang berserakan. Shely pun yang melihat kerajinan ibunya. Tak lupa mengucapkan terimakasih.

"Oh iya. Kamu jangan lupa ya minggu depan acara 100 harinya zaira." timpal bu ilma yang mengingatkan 100 hari meninggalnya zaira. Shely lantas tersenyum.

"Iya bu. Tenang aja aku masih ingat kok tanggalnya. Dan ini makanya orderan sebanyak ini mau aku selesain sekarang juga. Biar ada tambahan nyelametin zaira. Meskipun nggak terlalu rame yang terpenting doa bu." lirihnya, kini shely kembali menunduk. Sayang ia tak bisa melihat anaknya untuk terakhir kalinya. Bu ilma pun ikut demikian.

Namun disaat kesedihan itu tiba. Kini datanglah suara deru motor ulfa. Sontak shely dan bu ilma pun melihat. Ternyata yang datang ulfa dengan membawa kantung makanan, cemilan juga minuman kesuka'an shely.

"Assalamu'alaikum," sebelum masuk ulfa pun tak lupa mengucapkan salam.

"Wa'allaikumsalam, untung lah kamu datang fa. Kasian nih ibu ikut bantuin. Tapi nggak apa-apa gimana ul skripsi kamu." tanyanya ulfa pun tersenyum.

"Maaf ya tante ilma jadi ulfa ngrepotin tante. Dadi di perjalanan aku melihat ini, karna makanan ini kan kesukaan shely. Jadi sekalian mampir juga beli es ini." terangnya dan shely pun tersenyum senang. Dibelikan sejenis cemilan ringan. Juga roti basah alias burger. Juga minuman boba es chochoklat.

"Iiihh, makasih lo fa aku seneng banget!?. Yaudah ayo buruan di packingin takut kurirnya udah datang duluan." ujarnya yang teringat akan pekerjaan nya. Shely dan ulfa pun lantas melanjutkan kerjanya. Juga bu ilma ikut membantu nya.

Setelah beberapa jam kemudian. Yang packing barang sudah kelar. Dirasa semua sudah kelar kini mereka pun mengemasi paketnya ke karung. Sehingga tak lupa untuk menghitung paketnya.

**

Waktu semakin berjalan. Kini hari mulai menjelang malam. Dan kurir pun sudah mengambil paket.

"Akhirnya semua beres bisa beristirahat deh. Oh ya fa besok kamu nganggur nggak. Kalau nggak ada acara apa-apa, Bisa nggak bantuin aku buat belanja besok, karna tinggal menghitung hari aja 100 hari nya anakku." cercanya pada ulfa yang sedang memakan roti.

"Ehhhmm. Enggak ada kayaknya sih, bisalah besok aku antar kamu belanja emang berapa hari lagi?." tanyanya.

"Paling tinggal 5 hari aja sih, cuman kan harus menyicil kaya sayuran kaya sejenis ayam juga perbumbuan banyaklah gimana?." jawabnya ulfa pun manggut-manggut.

"Okey, nanti aku bantuin semoga saja tak ada jadwal di kampus." ucapnya dan semua pun nampak asyik mengobrol. Hingga pak malik pun pulang kerja tak ada yang tau.

Saat bu ilma menoleh jika suaminya pulang, kini semuanya menyambutnya dan menyalami pak malik dengan takjim.

"Lagi ngobrolin apa sih ini, kok seru banget sampe ayah pulang nggak ada yang tau." ujar pak malik yang ikut bergabung di ruang tamu.

"Enggak yah, ini lo lagi ngobrolin besok acara 100 harinya zaira sama ngobrolin hal paket." jawab shely.

"Iya om, tadi di bantu juga sama tante ilma yang gesit, urus soal hitungan juga kerapian menata paket sebelum dikasih kurir." puji ulfa pada bu ilma.

"Ih kalian bisa aja, sudah-sudah ini kan dah mau maghrim bagus sholat dulu yok, ulfa kamu kan tadi siang udah disini sampe malam, jadi bukanya tante mengusir kamu baiknya pulang ya, takut ayah kamu sama bunda kamu nyariin." terang bu ilma sehingga membuat ulfa terperanjat.

"Oh iya astaqfirlloh aku lupa tan?, tadi sebelum kesini belum ijin ayah sama bunda main langsung kesini aja, haduh pasti ayah sama bunda khawatir ini." terang ulfa sambil menepuk keningnya. Bu ilma dan pak malik pun terkekeh.

"Haduuuhhh.. Ulfaaaaa, kamu gimana sih, dikira kamu hilang nanti." umpat shely pada sahabatnya.

"Haduh, maaf lah mana ku pake lupa segala kalau nggak pamitan sama orang rumah, kalau begitu aku pamit ya tan, om shely." pamit nya sehingga shely pun kembali memanggil.

"Kalau mau pamit yang bener aja kali fa, masak iya tas ma kunci motor ditinggal mau jalan kaki kamu?," lagi-lagi ulfa menonyor keningnya sendiri. Lalu menoleh kesumber suara.

"Hehe, maaf lupa lagi akuh, makasih ya dah dibawain kedepan pamit dulu semuanya Assalamu'alaikum." pamit nya yang kali ini beneran pergi.

"Wa'allaikumsalam." jawab nya serempak.

Setelah kepergian ulfa kini shely kembali kekamar, ia masih sempetnya tersenyum mengingat kelucuan sahabatnya.

.

****

Ditempat lain ulfa sedang melajukan motornya di kegelapan malam, saat melewati rumah yang tak terhuni, tiba-tiba ada beberapa sekelompok lelaki yang menghadang ulfa.

"Siapa kalian?." tanyanya yang sedikit ada rasa takut yang menyeruap pada dirinya, kakinya gemetar dan ulfa pun mencoba memundurkan motornya, namun saat mundur ia menoleh ada 1 laki-laki yang memegangi motornya.

"Hey anak manis mau kemana?." ucapnya dengan mata berbinar. Saat melihat tubuh ulfa yang montok dan terlihat sexy.

"Mau apa kalian?." jawab ulfa yang memberanikan diri, mekipun mustahil baginya ia tak memiliki bekal bela diri.

"Aku-hahaha. Mau apa? Lucu sekali nons manis." kini lelaki itupun sontak tertawa dan mencolek hidung mancung ulfa namun dengan sigap ia menepiskan tangannya.

"Jangan macam-macam kalian!, atau nggak saya akan berteriak!." ancamnya justru bagi ke empat lelaki itu sontak tertawa, dan menarik paksa ulfa kedalam semak-semak.

Hingga membuat ulfa berteriak. Namun salah satu kawannya membekap mulut ulfa.

"Aaarggh emmm-emmm." ulfa pun berteriak meskipun tak bisa sekencang tadi.

"Udahlah, jadi cewek itu nggak usah sok alim, ayo nikmati saja, kita bersenang-senang hahaha." timpal sabat dari segerombolan itu.

Dalam hati ulfa terus menangis histeris, saat satu lelaki itu membuka kancing baju ulfa, ia sekuat tenanga memberontak namun cekalan kedua segerombolan itu sangatlah kuat.

Kini saat lelaki itu merem4s p4yud4r4 ulfa, sehingga membuatnya semakin menangis histeris, ia pun terus berdoa dalam hati.

'Ya allah aku berlindung kepadamu, jika ada seseorang sedang berbuat jahat saat ini, tolong kirimkan aku penolongm, ya allah jangan engkau biarkan aku dijamah olehnya, aku mohon ya allah aku mohon' ucapnya dalam hati.

Bersambung..

Episodes
1 POV shely
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25 bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26 bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27 Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28 pertemuan tak disengaja Seri 2
29 Angin menjadi saksi cinta seri 2
30 Kebencian seorang shely seri 2
31 Takut ketawan seri 2
32 Terkuak kariyawan baru seri 2
33 Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34 Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35 Hati yang berkecamuk seri 2
36 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37 Kepindahan shely.
38 Kehilangan separuh kenangan.
39 Pulang
40 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41 Merasa kehilangan
42 Menjadi sebuah kenangan.
43 Bertemu wanita pelakor berhijab
44 Rencana licik nining gagal.
45 Berita yang bahagia.
46 Syarat martabak
47 Tertabrak
48 Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49 Bersatu dalam kamar
50 Mencari pelaku
51 Kesalafahaman
52 Teror 1
53 Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54 Teror lagi
55 mencari bukti
56 pelaku teror ditemukan
57 sebuah penghianatan
58 Manja tapi ada maunya
59 Masalalu terbuka kembali
60 Kesibukan Baru
61 penghianatan lagi
62 Dibalik penculikan nata
63 Kehangatan Malam Purnama
64 Acara Di villa
65 Wisuda aqilla
66 Menikmati shoping di mall
67 Anak Yatim
68 Kehidupan Baru lagi
69 Janji Manis
Episodes

Updated 69 Episodes

1
POV shely
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25
bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26
bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27
Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28
pertemuan tak disengaja Seri 2
29
Angin menjadi saksi cinta seri 2
30
Kebencian seorang shely seri 2
31
Takut ketawan seri 2
32
Terkuak kariyawan baru seri 2
33
Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34
Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35
Hati yang berkecamuk seri 2
36
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37
Kepindahan shely.
38
Kehilangan separuh kenangan.
39
Pulang
40
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41
Merasa kehilangan
42
Menjadi sebuah kenangan.
43
Bertemu wanita pelakor berhijab
44
Rencana licik nining gagal.
45
Berita yang bahagia.
46
Syarat martabak
47
Tertabrak
48
Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49
Bersatu dalam kamar
50
Mencari pelaku
51
Kesalafahaman
52
Teror 1
53
Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54
Teror lagi
55
mencari bukti
56
pelaku teror ditemukan
57
sebuah penghianatan
58
Manja tapi ada maunya
59
Masalalu terbuka kembali
60
Kesibukan Baru
61
penghianatan lagi
62
Dibalik penculikan nata
63
Kehangatan Malam Purnama
64
Acara Di villa
65
Wisuda aqilla
66
Menikmati shoping di mall
67
Anak Yatim
68
Kehidupan Baru lagi
69
Janji Manis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!