bab 18

Hay gaes, jangan lupa nanti berikan tanggapan buat author tentang novel ini ya, yuk follow authornya. Follow akun sosmed nya fb

Sherlly amelliya

PERGI KE JOGJA.

Kini ulfa pun menoleh pada orang yang sudah melahirkannya, menatapnya hingga bu sharoh mengangguk agar ulfa mau bercerita.

"Udah sejak smp bun maaf ulfa sudah mengingkari janji bunda, kalau ulfa belum boleh pacaran selama belum bekerja." ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Bu sharoh tidak mempermasalah kannya, ia hanya manggut-manggut.

"Hmm. Bunda sekarang ini tidak melarangmu mau berpacaran sama siapapun. Namun adrian kan sekarang sudah bekerja nak. Terkecuali dia belum memiliki perkerjaan. Jadi bunda dan bapak tidak apa-apa." jawabnya sambil tersenyum pada anaknya.

"Jadi?. Bunda nggak marah ini?." tanyanya sambil menatap mata bu sharoh namun disana tak ada kebohongan disana. Murni bu sharoh mengizinkannya ia berkata jujur.

Ulfa pun bahagia namun ia kembali murung lagi. Karna sekarang harapan itu ntah jadi kenyataan atau akan hilang begitu saja?.

Bu sharoh yang melihat anaknya kembali murung. Kini ia memiliki akal agar bisa membuatnnya kembali tersenyum.

"Ulfa?." panggilnya lembut membuatnya sontak menoleh.

"Iya bun?." jawabnya.

"Kamu kan udah lulus kuliah?. Dan setahun ini udah mulai ada libur kuliah kan." tanyanya dan ulfa pun mengangguk.

"Gimana kalau kita kejogja. Untuk menghilangkan rasa setres. Kamu ini sebenernya butuh hiling lo fa. Jadi di jogja kan kamu bisa menikmati pemandangan indah disana. Bunda juga rindu sama rumah almahrum nenek kamu?." katanya dengan raut wajah sendu. Kini ulfapun tak tega pada orang yang sudah melahirkannya itu.

"Iya bund aku juga rindu sama makam nenek. Aku juga ingin kesana jadi kapan bun. Trus adik gimana bapak juga gimana? Apa mereka ikut?." tanyanya sambil tersenyum pada sharoh.

"Eemm?. Adikmu ikut lah dia kan udah lulus sekolah. Kesana juga sama bapak. Katanya sih mau lihat sawah dan perkebunan nya disana." terangnya membuat kedua wanita itu berpelukan.

"Okedeh, jadi kapan kesana?." tanyanya lagi.

"Paling besok nak!? Jadi kamu sekarang ini siap-siap ya, karna besok pagi kita kejogja!?. Ya sudah bunda mau pergi dulu, mau kewarung ujung sana, jangan lupa kamu pamitan sama shely kan dia sahabat mu." kata bu sharoh sambil mennutup pintu kamar ulfa.

Sharoh pun yakin jika ia akan membawanya jalan-jalan setelah di kampung, Karna lama ia tak berkunjung di rumah orang tua kandungnya. Sekalian sharoh akan berziarah kemakam ibunya tercinta nenek dari ulfa.

.

.

***

Keesokan hari ulfa dan sekeluarga nya sudah mulai bersiap, namun ulfa terlihat tak bahagia bu sharoh kini yang melihatnya merasa ikut tenggelam dalam kesedihan ulfa akhirnya ia pun mendekatinya.

"Nak kamu kenapa? Apa yang ada difikiran kamu sekarang?." tanya bu sharoh agar ulfa terbuka pada ibunya.

"Bun? Boleh nggak aku kerumah shely bentar nanti, mampir bentar mau pamitan lekas itu kita pergi?." pintanya pada sang ibu, kini sharoh pun tersenyum pada anaknya dan membelai puncak kepala ulfa yang tertutup hijab.

"Iya boleh dong sayang, yaudah ayo berangkat, nanti keburu kesiangan!?." ajaknya dan mereka pun kini menaiki mobil, tak lupa mengunci gerbang juga rumahnya.

Jarak sekitar 16 menit kini pak juano pun berhenti didepan teras shely.

.

.

Ditempat lain shely yang sedang menyapu dapur kini mendengar deru mobil, dan sekilas ia keluar lalu mengintip terlebih dulu dari belakang jendela sebelum membukakan pintu.

"Assalamu'alaikum hay kawan," ucapnya shely pun menelihat setelan ulfa yang nampak berbeda.

"Wa'allaikumsalam,"Lalu tak lupa ia menyuruhnya masuk dan membuatkan minum, tapi justru lengan nya dicekal oleh ulfa.

"Nggak usah buatin minum, aku buru-buru tolong surat ini kasihkan adrian ya ketika dia pulang nanti, dan aku sekalian mau pamit langsung bapak sama bunda mau ke jogja dan aku harus ikut." paparnya membuat shely terlonjak, dan matanya seketika mengembun.

"Ka-kamu yakin fa mau ke jogja, ja-jadi kamu mau ninggalin aku begitu saja fa." tanyanya tak percaya.

"Iya shel maaf jika selama ini aku banyak salah sama kamu." jawab nya penuh yakin, sehingga membuat shely menggelengkan kepalanya tak percaya jika sahabatnya akan pergi, juga meninggalkan nya serta adrian adiknya.

"Ngak-nggak kamu nggak boleh pergi!." ucapnya sambil mencekal pergelangan ulfa, sehingga nyaris membuatnnya menitihkan air matanya.

"Shel?, tolong ya aku juga suatu saat akan kembali lagi kesini, tapi ntah kapannya aku belum bisa mastiin." ujarnya sehingga shely memeluk sahabatnya. Meski ia belum siap ditinggalkan sahabatnya namun apalah daya dirinya yang tak berkuasa atas diri ulfa.

"Baiklah aku akan merelakan mu pergi, tapi gimanna dengan adikku fa, dia sangat menyayangimu." lirihnya sambil melepas pelukannya.

"Maka dari itu aku titip surat buat dia kalau adrian sudah pulang." jawabnya sehingga mereka pun berpelukan lagi.

Tin, tin, tin,

Kini ulfa mendengar suara klakson dari luar, meminta yang didalam segera lekas keluar karna jam sudah menujukan pukul 08:20

"Shel aku pamit ya itu bapak sama bunda adek sudah menunggu di mobil, maaf kan aku harus pergi Assalamu'alaikum sampaikan salamku pada ibumu ya." kini ulfa pun berlari kecil sehingga terpaksa melepaskan pelukan juga genggaman tangan dari shely.

Shely yang mellihat sahabatnya pergi, ia pun tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menatapnya dari belakang mobilnya yang sudah berjalan.

'Shely maafkan aku yang meninggalkan mu, tapi aku janji akan kembali tahun depan, jaga dirimu baik-baik' batinnya yang bersandar di dekat jendela kaca mobil, sambil sesekali melihat shely yang masih berdiri di belakang mobilnya terlihat dari kaca sepion.

***

Berbeda ditempat lain adrian kini meminta teman nya untuk mencari informasi, tentang pengirim foto tersebut dengan menggunakan nomor baru.

"Gimana sudah di lacak." tanyanya saat salah satu teman dekatnya datang.

"Belum orang nya nggak bawa laptop katanya, dan dia lagi ditugasin ke luar daerah sih." jawabnya sambil membersihkan meja kerjanya.

"Oh yasudah nanti kabari aku ya jika sudah ada info selanjutnya." ujarnya lalu temannya itupun menganggukkan kepalanya.

Dret, dret, dret.

"Rizky?, ponsel ko bunyi terus tuh brisik aja." ujar salah satu kariyawan wanita, karna ia sudah mulai kesal soal ponsel teman kerja lelaki karna kebiasaan naruh ponsel sembarangan.

Rizy yang sedang ngobrol dengan adrian sontak kedapur, karna mendengar panggilan teman ceweknya.

"Apa sih susan! Triak triak." kini risky pun ikut kesal pada wanita jutek satu ini, ya namanya susan asli dari jogja, anaknya judes galak sensian sama temen, namun gitu juga dia berhati malaikat. Tidak bisa melihat jika seseorang suka menindas.

"Ponsel ko tuh bunyi muluk, lagian ya kalau naruh ponsel yang betol napa, misal nanti di bawa orang atau ketemu sibos gimana coba." umpatnya.

"Ya ya ya, lagian siapa sih nelpon? nggak tau apa orang lagi kerja." gerutunya namun saat melihat di layar ponselnnya matanya melebar, dan kini adrian pun ditarik paksa oleh rizky menuju toilet agar tidak ada yang melihat, atau mendengarkannya.

"Manalah gue tahu lah, yang punya hape siapa!?." umpatnya kini susan pun melanjutkan pekerjaan nya.

Saat rizky menatap layar yang di situ tertera nama, yang barusan ia bicarakan sama adrian.

"Panjang umur, ternyata dia merasa juga ya kalau lagi dibicarain ,hahaha." gumam rizky sembari tersenyum sendiri, hingga susan pun bergidik ngeri melihat teman kerja nya tersenyum sendirian.

Rizky kini pergi meninggalkan susan yang menatapnya bengis, namun tak di hiraukan nya, justru ia berlari kecil keluar menuju meja kerja adrian.

Ceklek..

Adrian yang mendengar pintu kerja nya terbuka tiba-tiba ia terlonjak kaget, adrian hanya menatap teman nya ini dengan tatapan tajam. Rizky yang ditatap seperti itu pun hanya nyengir. Hingga adrian pun berdiri.

Plak..

"Hehe, sory bro tapi sakit ini?." sungutnya sambil memegangi kepalanya ya meskipun tak keras namun berasa.

"Salah sendiri masuk nggak ketuk pintu," umpat nya yang jantung nya mssih berdegup.

"Ya kan maaf, soalnya ada berita ini yang soal no baru itu." jawabnya sehingga adrian meminta rizky untuk duduk didepannya.

"Ada apa? Dan info apa sampai buat aku jantungan saja." gerutunya namun memperlihatkan wajah serius.

"Iya ini chat dari temenku, namanya izul ia bilang basrusan, yang nomor baru itu namannya bisma." ujarnya seketika dahi adrian mengkerut.

'Bisma? Ada masalah apa kau bisma sama aku dan ulfa? Aku memang tidak terlalu dekat sama kamu? Tapi? Kamu selalu saja membuat ku naik darah?.' batin adrian kini meracau tak karuan.

Bersambung....

Episodes
1 POV shely
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25 bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26 bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27 Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28 pertemuan tak disengaja Seri 2
29 Angin menjadi saksi cinta seri 2
30 Kebencian seorang shely seri 2
31 Takut ketawan seri 2
32 Terkuak kariyawan baru seri 2
33 Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34 Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35 Hati yang berkecamuk seri 2
36 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37 Kepindahan shely.
38 Kehilangan separuh kenangan.
39 Pulang
40 Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41 Merasa kehilangan
42 Menjadi sebuah kenangan.
43 Bertemu wanita pelakor berhijab
44 Rencana licik nining gagal.
45 Berita yang bahagia.
46 Syarat martabak
47 Tertabrak
48 Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49 Bersatu dalam kamar
50 Mencari pelaku
51 Kesalafahaman
52 Teror 1
53 Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54 Teror lagi
55 mencari bukti
56 pelaku teror ditemukan
57 sebuah penghianatan
58 Manja tapi ada maunya
59 Masalalu terbuka kembali
60 Kesibukan Baru
61 penghianatan lagi
62 Dibalik penculikan nata
63 Kehangatan Malam Purnama
64 Acara Di villa
65 Wisuda aqilla
66 Menikmati shoping di mall
67 Anak Yatim
68 Kehidupan Baru lagi
69 Janji Manis
Episodes

Updated 69 Episodes

1
POV shely
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24 Singkat Cerita Beberapa Tahun Kemudian Seri 2
25
bab 25. Harus teringat kenangan pahit adinda seri 2
26
bab 26 Merawat dan ingin membesarkannya seri 2
27
Bab 27 Sepucuk surat bu mirna seri 2
28
pertemuan tak disengaja Seri 2
29
Angin menjadi saksi cinta seri 2
30
Kebencian seorang shely seri 2
31
Takut ketawan seri 2
32
Terkuak kariyawan baru seri 2
33
Ancaman dan memilih mengalah Seri 2
34
Kabar dari nomor tak dikenal seri 2
35
Hati yang berkecamuk seri 2
36
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu seri 2
37
Kepindahan shely.
38
Kehilangan separuh kenangan.
39
Pulang
40
Bertemu dengan masalalu di 5 tahun lalu.
41
Merasa kehilangan
42
Menjadi sebuah kenangan.
43
Bertemu wanita pelakor berhijab
44
Rencana licik nining gagal.
45
Berita yang bahagia.
46
Syarat martabak
47
Tertabrak
48
Niat ingin merahasiakan justru malah menjadi kemarahan
49
Bersatu dalam kamar
50
Mencari pelaku
51
Kesalafahaman
52
Teror 1
53
Pertemuan ditambah teror yang ke 2
54
Teror lagi
55
mencari bukti
56
pelaku teror ditemukan
57
sebuah penghianatan
58
Manja tapi ada maunya
59
Masalalu terbuka kembali
60
Kesibukan Baru
61
penghianatan lagi
62
Dibalik penculikan nata
63
Kehangatan Malam Purnama
64
Acara Di villa
65
Wisuda aqilla
66
Menikmati shoping di mall
67
Anak Yatim
68
Kehidupan Baru lagi
69
Janji Manis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!