bab 19

    saat sudah sampai di villa melisa menuju ke kamar nya dan dia dapat video call dari papah dan mamah nya

     tanya sang mamah ke pada melisa

     ucap melisa pura pura ngambek ke orang tua nya itu

     ucap sang mamah ke pada anak perempuan nya yang manja itu

     ucap melisa apa ada nya

     tanya sayang papah terkejut

     ucap melisa kesal

     mamah dan papah melisa malah tertawa kencang mendengar cerita dari sang anak itu

......................

     keesokan hari nya dinda pun mengurus surat tanah bersama ahmad dan Marni

     "sudah lunas ya bu dinda, sudah saya transfer semua nya "ucap ahmad saat telah mendapatkan surat tanah kebun milik Marni yang berubah nama jadi milik nya

     "iya Pak ahmad terimakasih banyak ya pak "ucap dinda tersenyum ramah dan di balas oleh ahmad

     dinda pun pulang bersama Marni ke rumah nya "bu, lusa aku harus ke Jakarta menemui kak Naura dan membebaskan bang arif "ucap dinda tapi hanya di balas dengan helaan nafas kasar oleh Marni

     dinda pun hanya bisa diam dia menjadi merasa serba salah kepada ibu nya itu yang tadi nya menawarkan untuk menjual tanah nya agar bisa membebaskan sang abang, tetapi sekarang sikap nya seolah olah menunjukan bahwa dia tidak ikhlas melakukan itu semua

     *entah aku harus bagaimana bu menyikapi sikap mu itu bu... aku sedih kalau ibu terus terusan mendiami aku seperti ini, apa salah ku bu padahal dari awal yang menyarankan ini adalah ibu*ucap dinda dalam hati nya sambil menetes kan air mata nya

......................

     di tempat lain Bianca mencoba menelfon beni berkali-kali tetapi tidak ada jawaban sama sekali *mas beni ini ke mana sih bikin kesal saja dari tadi malam di telp tidak di angkat di chat pun tidak di balas *ucap Bianca kesal

     "dek... kamu ini mau bagaimana sekarang sama arif?"tanya ayah Bianca sambil duduk di samping Bianca

Bianca hanya menatap sang ayah "loh di tanya kok diam saja dek ?"lanjut Herman yang melihat sang anak tidak menjawab dan hanya melihat nya saja

"sudah lah pak mungkin Bianca sudah tidak ingin membahas arif lagi "ucap Ningsih ibu Bianca ikut berbicara

"iya buk tapi kan harus ada kepastian juga untuk hubungan anak kita ini, agar Bianca bisa bebas menikah lagi tidak di gantung seperti ini status nya "ucap Herman sedikit meninggi kan nada bicara nya

"nggak tau pak nanti Bianca pikir kan lagi kedepan nya bagaimana"sahut Bianca langsung meninggal kan kedua orang tua nya itu

"nah itu lah hasil kamu selalu memanjakan nya pak, dia jadi tidak punya sopan santun sekali ke pada kita sebagai orang tua nya "ucap Ningsih yang juga meninggal kan herman karena kesal dengan nya

di dalam kamar Bianca terus terusan menelfon beni walau tidak ada hasil nya

tiba tiba saja raka selingkuhan Bianca yang lain mengirimi Bianca pesan \[bisa kah kamu menemani aku malam ini di hotel diamond malam ini ?\]Bianca pun tersenyum saat mendapat chat dari raka itu

\[kalau aku menemani mu aku dapat apa?\]

\[dua puluh juta sayang, bagaimana?\]

Bianca yang membaca itu pun terkejut dan merasa sangat senang lalu dia membalas\[baiklah nanti malam aku ke sana\]ucap Bianca membalas pesan raka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!