Selama waktu hening yang berlalu, akhirnya Andras berbicara.
"Yang mulia, ingatkah anda menyuruh saya untuk tidak muncul lagi di tempat ini."
Sruk.
Aku tidak menanggapinya.
"Yang Mu-."
"Maybell... Panggil namaku, panggil aku Maybell."
"Maybell."
"Panggil lagi."
"Maybell."
"Sekali lagi."
"Ratuku Maybell."
Mata terpejam. "HAhhhhh."
Aku Menangis Lagi.
"Andras...."
Aku mulai menangis dan semakin memeluknya erat. Oh Tuhan, apakah mendengarkan detak jantung seseorang yang masih hidup ternyata akan sebahagia ini.
"...."
Dalam pelukannya aku merasakan tangannya mulai naik menyentuh punggungku, Andras mulai memelukku juga. Rasanya sangat nyaman, ini pertama kalinya kami berdua berpelukan seperti ini, sebelumnya tidak pernah ada sentuhan-sentuhan khusus di antara kami. Rasanya sangat nyaman.
Andras, kesatria penjagaku, sahabat masa kecilku, pria yang sangat aku rindukan di dalam ingatanku setiap hari.
"...."
Tangan Andras yang memeluk punggungku perlahan naik ke angkat diatas, tangannya yang lembut itu menyentuh wajahku yang basah karena air mata. "Maybell, lihat aku."
"Snif ...." Begitu aku menunjukan wajahku dan melihat wajahnya, banyak kata yang ingin aku sampaikan, namun itu langsung berhenti karena bibir kami mulai menyatu tanpa jeda. Nafas dan air liur kami bertukar dan menjadi satu di dalam lumatan-lumatan lapar yang tak terucapkan, sampai tubuhku menjadi lemas di dalam pelukan dan ciumannya.
***
Didalam kamar, Ratu Maybell dan kesatria penjaga sir Andras, duduk di atas tempat tidur dengan posisi kesatria Andras memangku sang Ratu yang memeluk erat lehernya.
"Yang Mulia."
"...."
"Maybell."
"Ada apa."
"Kamu mencekik leherku."
Ratu Maybell diam sejenak, lalu berkata, "... Diamlah, aku masih ingin memelukmu."
Kata-katanya barusan membuat sir Andras mengerutkan alis tapi tetap membiarkan ratu Maybell memeluk lebih erat lehernya. Lagi pula, sir Andras saat ini juga menikmati keintiman keduanya.
Wanita yang selama ini hanya bisa dia lihat dari jauh kini terlihat sangat dekat. Apa yang terjadi?, beberapa saat yang lalu dia menyuruhku untuk tidak menunjukan wajahku, tapi sekarang mengapa.
"...."
Mengelus.
Perlahan, tangannya mengelus punggung yang dibalut gaun tipis itu. Dengan penuh perhatian, tangannya membelai antara punggung dan rambut yang halus. Sesekali, Andras yang telah mendapat izin mencium leher dan pundak ratu Maybell yang tampak dari pakaiannya.
Ratu Maybell yang lehernya di kecup ringan menutup matanya untuk menikmati sensasi lembut pada kulitnya, kemudian, dia juga melakukan hal yang sama pada leher Andras.
Keduanya melakukan hal itu tanpa niat untuk berbicara, menikmati dan merasakan kehangatan dari tubuh satu sama lain. Dalam diri Andras, dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Ratunya. Sesuatu seperti sebuah jarak yang sangat jauh, dan entah bagaimana jarak itu pernah terjadi di antara mereka. Itu bisa dia rasakan saat memeluk tubuh rampingnya, seolah sebelumnya keduanya sudah tidak bertemu untuk waktu yang sangat lama.
"Maybell, apa ada alasan dari semua ini."
"Hum?."
Ratu Maybell yang masih belum puas menghirup aroma tubuh Sir Andras, dengan engan menarik wajahnya untuk berhadapan.
Ketika kedua mata mereka bertemu, Ratu Maybell menyentuh wajah tampan sir Andras, kemudian menyeka rambut hitamnya kebelakang dengan lembut. "Aku bermimpi ... Aku memimpikan sesuatu yang sangat buruk."
"Mimpi?."
"Ya, mimpi." Sekali lagi, ratu Maybell meletakan kepalanya di leher Andras. "Itu mimpi yang mengerikan dimana aku tidak bisa melihatmu untuk waktu yang sangat lama."
"...."
Mengelus.
"Seperti apa mimpi itu."
Sesaat tubuh Ratu Maybell bergetar mengingat masa-masa mengerikan yang terjadi padanya. Untung saja ratu segera mendapat ketenangannya kembali, untuk menceritakan semuanya. "Andras."
"Hum."
"Jika aku mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal ... Maukah kamu mempercayainya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments