****
Setelah pemakaman untuk para prajurit yang gugur selesai dilaksanakan. Perayaan sukacita penyambutan pun di adakan selama sebulan penuh, yang di hadiri oleh Raja sampai akhir.
"...."
Saat ini aku duduk di kursi singgasana dengan tenang seperti biasa, di samping raja Richard yang menyaksikan perayaan dengan antusias.
"Ya ampun... Ratu Maybell, sepertinya senyuman mu masih belum kembali," ucapnya sembari menawarkan minuman anggur di cangkir berwarna perak, langsung ke tangan ku.
"Anda terlihat bahagia Yang Mulia."
"Tentu, dengan begini kita impas."
"...?"
Raja Richard menyeringai puas. "Tersenyumlah, karena ini hari adalah hari terakhir, orang-orang jadi lebih sensitif." Bisiknya.
Setelah mengatakan itu, raja Richard mengalihkan perhatiannya dari ratu, untuk melihat tarian dari gadis penghibur yang menawan. Sedangkan aku, hanya bisa diam, karena kehampaan yang terasa tak berujung.
Tangan ku mulai meremas sapu tangan abu-abu di bawah selendang gaun yang indah. Tidak mungkin dia tidak tahu apa yang ada di tanganku ketika pengawal setianya melihat apa itu sesaat di berikan kepadaku. Tapi sepertinya dia berpura-pura tidak melihatnya.
Apakah ini pria yang coba aku cintai selama ini. Sekali lagi rasanya tubuhku seperti di siram oleh air dingin. Dia menikmati penderitaan ku.
Saat aku meliriknya lagi, tiba-tiba Richard terlihat bersemangat. Matanya terlihat penuh dengan gairah terhadap penari yang baru saja muncul. Itu adalah seorang gadis muda dengan rambut berwarna putih panjang dan bergelombang. Wanita itu sangat cantik dan menawan ketika menggoyangkan seluruh tubuhnya mengikuti alunan musik.
"Huaaa!!!."
Raja Richard yang terlihat terpikat, segera memanggil pengawal berambut merah dan berbisik disebelahnya. Ini tidak terduga, di waktu seperti ini nampaknya hanya Richard yang berbahagia. Entah apa yang dikatakannya, tapi yang jelas, aku yakin bahwa wanita muda ini akan segera di angkat sebagai selir raja yang baru.
....
Benar saja, tak butuh waktu lama untuk tebakanku menjadi kenyataan. Penari muda itu di angkat menjadi selir resmi Raja oleh tangan ku sendiri. Wanita yang usianya dua tahun lebih muda dariku itu bernama Peyton Cora, dari selatan Ruum Ironvale.
Wanita yang terlahir tanpa gelar bangsawan, sangat cantik, dan ceria. Dalam hati aku bertanya-tanya apa yang ada padanya yang kurang dari ku. Raja Richard yang dikatakan mabuk akan cinta dari rumput liar yang bersemangat, menunjukan rasa cintanya secara membabi-buta.
Apa yang selir Payton inginkan akan langsung terwujud, semua diberikan dengan kemewahan, bahkan sampai pada tingkat yang berlebihan.
Suatu hari, Raja Richard yang mabuk akan cintanya. Membangun sebuah istana khusus yang megah untuk sang selir yang berdekatan langsung dengan istana Ratu. Seolah Raja Richard ingin mengolok-olok ku secara tidak langsung.
Dasar bodoh, masa labil ku telah berlalu.
Lagi pula, entah bagaimana, sejak surat itu selesai ku baca, rasa yang pernah ada pada raja Richard kini sirna begitu saja seperti debu yang di hembus angin.
***
Sekarang hari-hariku di penuhi oleh warna abu-abu yang hambar.
Melihatku yang tenang dan tidak melakukan apa-apa nampaknya membuat Raja Richard menjadi resah, aku tidak tahu apa yang dia inginkan karena pada suatu hari, Raja Richard yang resah datang ke istana ratu untuk mengancam ku supaya tidak menganggu selir Peyton Cora.
"Apapun rencana yang kau buat lihat saja, jika Peyton terluka sedikit saja maka aku menghabisi mu."
"...."
Tentu saja, dengan sikap tenang aku menjawabnya. "Mengapa kamu resah. Dia tidak memiliki kualifikasi apapun untuk membuatku mengganggunya."
"Tutup mulutmu, jika aku mendengar selir ku Peyton mendapat luka karena dirimu maka aku-."
"Maka kau akan apa Raja Richard?."
"Apa? Baru saja kau memanggilku kau?."
"Hum? Tentu, lagi pula sejak awal kita setara, tidak perlu mengunakan bahasa formal saat bersama." Aku mengangkat jari telunjuk kanan dan jari telunjuk kiri, kemudian menyatukan keduanya tepat di hadapan Raja Richard, membuat posisi jari yang setara.
"Kau Raja dan Aku Ratu, kita berada di jajaran yang sama sejak awal." Menyeringai.
"Huh????."
Richard terdiam sejenak lalu melihatku dengan tatapan marah. "Aku Akan Mengawasi Mu."
Tersenyum. "Seperti yang anda katakan Yang Mulia."
Apapun yang kamu lakukan aku sudah tidak perduli lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 323 Episodes
Comments
Frianty Frianty
sampai sini aku baru nemu alurnya
2024-12-04
0
An
laki"mang gitu ya..klo kita nampak.bucin dia semema"..giliran sikap kita cuek langsung kebakaran jenglot wkwkwk
2024-09-22
1
mawar
baguss crtanx buat sang raja. menyesal ratu n mngemis2 cinta SM u
2024-09-17
1