Mereka terus mengambil banyak makanan dengan membabi buta, namun salah satu orang tiba tiba berteriak.
"M-monster" Pria itu kemudian langsung berlari keluar dari swalayan tersebut.
Orang orang yang mendengar itu, Kemudian melihat kearah yang ditunjuk oleh pria tadi.
"Monster, lari semuanya" Ucap salah satu orang, para penghuni shelter itu kemudian langsung berlari keluar dari swalayan.
Monster itu yang mengdengar suara teriakkan dari belakangnya, kemudian menoleh kebelakang, dan langsung melihat seorang mangsa yang sedang berlari.
Presiden yang sedari tadi menunggu diluar dibuat terkejut setelah melihat orang orang lari berhamburan keluar.
"Ada monster" Teriak salah satu orang yang telah berhasil keluar dari swalayan.
Para tentara yang mendengar itu kemudian mengelilingi Pak presiden.
"Tetap di tempat anda Presiden Qian" Ucap ajudan Presiden Qian yang ikut menjaga.
Bang!
Satu peluru ditembakkan kearah monster itu dan berhasil menembus tubuhnya.
Namun monster itu yang terkena sebuah peluru, masih dapat berdiri dengan sehat.
"Tembak lagi" Ucap Ajudan Presiden Qian.
Rentetan peluru terus di tembakkan kearah monster itu, hingga monster itu tumbang dan kehilangan nyawanya.
"Pak persediaan amunisi kita hambir habis" Ucap salah satu tentara yang mengecek ke kotak amunisi.
"Bagaimana ini Lin Hu" Ucap Presiden Qian yang khawatir dengan itu, karena mereka membutuhkan sangat banyak peluru untuk membunuh satu monster.
Salah satu penghuni shelter yang merasa sudah aman kemudian terduduk lemas karena kelelahan, dia kemudian mengeluarkan ponsel lamanya yang sudah sangat lama dia tidak gunakan.
Dia melihat bahwa internet berfungsi di atas permukaan yang biasanya di dalam shelter internet tidak dapat digunakan.
Note: Kenapa didalam shelter para pentinggi di seluruh dunia dapat berkomunikasi? Karena di ruang Presiden Qian adalah ruang khusus.
"Ada internet" Ucap wanita itu yang mengejutkan seluruh orang yang ada.
Orang orang kemudian berkumpul di dekat wanita itu untuk melihat, karena mereka membuang hp mereka semua karena berpikir itu tidak akan berguna lagi.
Wanita itu lalu membuka saluran internet dan melihat ada sebuah artikel yang menunjukkan sebuah kota yang makmur di china.
Orang orang yang membaca itu semua terkejut, jika tau akan ada kota yang makmur di atas permukaan dari dulu mereka tidak akan pergi ke dalam shelter.
Presiden Qian yang mendengar suara bising dari oara penghuni shelter sedikit penasaran dengan yang mereka bahas.
"Ada apa?" Tanya presiden Qian yang penasaran.
"I-ini presiden" Wanita itu kemudian menunjukkan artikel itu kepada presiden Qian.
"Hahahahha aku tidak menyangka akan ada kota yang di bangun di negaraku" Ucap presiden Qian dengan pikiran liciknya.
"Jika aku tiba di sana, aku akan menggunakan jabatanku untuk menguasai kota itu" Gumam Presiden Qian.
"Ayo kita kesana" Presiden Qian kemudiab memimpin jalan menuju kota itu karena dia telah melihat titik lokasi dari kota itu.
...
Qin Hao yang sedang berada di kantornya kemudian mendapat sebuah pesan dari Xiao Ai ada beberapa orang yang mendekat menuju kotanya.
Sebuah layar muncul di depan Qin Hao yang menunjukkan sebuah kelompok manusia sedang berjalan menuju kotanya, dan akan tiba dalam waktu 1 jam lagi.
"Selidiki orang orang itu" Ucap Qin Hao.
Xiao Ai yang mendapat perintah langsung menyelidiki identitas dari para orang yang mendekat ke kotanya.
"Mereka adalah orang orang yang terdaftar untuk tinggal di dalam shelter" Ucap Xiao Ai kemudian menunjukkan sebuah data di layar transparan di depan Qin Hao.
"Menarik" Qin Hao lalu bersiap-siap untuk menyambut orang orang tamak itu.
1 Jam kemudian
Qin Hao sudah berdiri di depan gerbang masuk Kotanya.
Dari kejauhan dia melihat sekelompok manusia yang di pimpin oleh seorang pria tua sedang berjalan menuju kearahnya.
"Selamat datang di kota ini" Ucap Qin Hao menyambut mereka.
Presiden Qian dan para penghuni shelter lainnya melihat Qin Hao dengan remeh, karena dalam perjalanan mereka sudah memikirkan akan merebut kota ini. Namun berbeda dengan Lin Hu dia tidak ingin mengikuti rencana dari Presiden Qian karena itu merupakan cara yang tercela.
"Minggir" Ucap Presiden Qian dengan angkuh.
Qin Hao hanya tersenyum dan tidak bergerak dari tempatnya.
"Kau tuli? Aku bilang minggir" Ucap Presiden Qian yang meninggikan nada bicaranya.
"Anda tidak ada hak menyuruh saya minggir" Ucap Qin Hao yang masih tersenyum.
"Hahahah, apa kau tidak tau siapa aku?" Ucap Presiden Qian dengan sombong
"Tidak" Jawab Qin Hao singkat.
"Aku merupakan pemilik asli dari kota ini" Ucap Presiden Qian dengan sombong.
"Pfttt" Qin Hao tidak dapat menahan tawanya.
"K-kau beraninya" Para tentara yang mendengar aba aba dari presiden Qian kemudian langsung mengepung Qin Hao.
"Pak presiden, jangan seperti ini" Ucap Lin Hu dengan rasa tidak enak dengan Qin Hao.
"Kau diam saja Lin Hu" Bentak Presiden Qian.
"Anda serius bersikap seperti ini?" Ucap Qin Hao yang masih tenang.
"Hahahaha, sekarang kau takut?" Qin Hao yang mendengar itu kemudian menaikkan sudut bibirnya.
"Ayo mulai" Tiba tiba ribuan pasukan militer di bahwa komando Qin Hao muncul dengan sangat cepat.
"Sekarang siapa yang takut?" Ucao Qin Hao dengan nada mengejek.
Presiden Qian dan para penghuni shelter lainnya merasa takut setelah di keliling oleh ribuan tentara.
"I-ini aku.... Presiden dari china" Ucap Presiden Qian yang mengira mereka akan berpihak padanya setelah mengetahui identitas nya.
Para tentara yang mendengar itu hanya diam dan masih dalam posisinya.
"Pffttt... Anda pikir China masih seperti dahulu? Coba anda mengingat kota yang anda lalui sebelum nya" Ucap Qin Hao dengan nada mengejek.
"W-walaupun begitu... Tanah ini tetap menjadi hak ku" Ucap Presiden Qian yang masih kekeh.
"Hahahaha orang tua bodoh. Tangkap mereka dan bawa masuk kedalam sel, kecuali dia" Qin Hao menunjuk kearah Lin Hu karena dia dari tadi tidak menyinggung Qin Hao.
"Tidak lepaskan kami" Ucap Para penghuni shelter yang sudah siap di bawa oleh pasukan militer.
"K-kau.. Aku akan membalas ini" Ucap Presiden Qian lagi.
Mereka kemudian dibawa menuju sel untuk dipenjarakan kecuali Lin Hu.
"Kenapa kau tidak membawaku juga?" Tanya Ling Hu yang bingung.
"Kau berbeda dari mereka, kau tidak angkuh seperti orang orang itu" Ucap Qin Hao dengan senyum diwajahnya, dia sudah sangat sering menemui orang orang seperti para penghuni shelter dan Presiden Qian.
Lin Hu hanya terdiam, dia sedikit menyayangkan sikap presiden yang sudah 10 tahun dia layani.
"Kau bisa pergi ke kantor administrasi, dan dia akan memandumu" Ucap Qin Hao menyuruh salah satu bawahannya untuk memandu Lin Hu.
"Terima kasih" Ucap Lin Hu kemudian mengikuti bawahan Qin Hao.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments