Chapter 006: Ling Yi Dan Kakek Shen

"Apakah disini menjual teknik Formasi dan Alkimia dasa" Tanya Qin Hao.

"Tentu saja, Pavilliun kami menyediakan berbagai teknik dan bahan bahan " Ucap Tetua itu dengan semangat.

Qin Hao kemudian membeli kedua teknik tersebut, dan setelah membayar, Qin Hao kemudian keluar dari Pavilliun Harta dan kembali berjalan jalan di jalan Ibukota kekaisaran.

"Tolong jangan pukuli kakek ku" Terlihat anak kecil yang memukul seorang pria dewasa untuk membantu kakeknya.

"Ini bukan urusanmu anak kecil" Pria itu kemudian mendorong anak kecil itu.

"Akh" Teriak kesakitan anak kecil itu, karena terjatuh.

Qin Hao yang melihat begitu ramai di depannya, kemudian menghampiri kerumunan orang orang itu.

"Jika kau tidak mempunyai satu pun perak, jangan mencuri" Pria itu terus melakukan tindak kekerasan kepada kakek itu.

Qin Hao yang melihat itu merasa kasihan dengan kakek itu, karena menolong Qin Hao dia melakukan tindakan jahat agar cucunya dapat makan.

"Berhenti, aku akan mengganti kerugian dari kakek itu" Ucap Qin Hao yang muncul dari kerumunan orang yang hanya melihat.

"Ayo adik kecil" Qin Hao kemudian menggendong anak kecil itu.

"25 Perak" Ucap Pria itu yang mencoba memeras Qin Hao.

"Dia bohong, bahkan tidak sampai 5 perak" Ucap Kakek itu mencoba mencegah Qin Hao untuk membayar ganti ruginya.

"Tau apa kamu tua bangka" Ucap pria itu kemudian ingin menendang kembali kakek itu.

"Cukup berhenti, Aku akan menggantinya" Ucap Qin Hao, dia sebenarnya ingin langsung membunuh pria di depannya, namun dengan ada seorang anak kecil di dekatnya, Qin Hao mengurung kan niatnya.

Qin Hao kemudian mengeluarkan 1 koin emas dan melemparnya ke pria itu.

"Ambil itu dan jangan ganggu mereka lagi" Ucap Qin Hao dengan serius.

"Tentu saja tuan muda" Ucap pria itu yang sangat senang setelah mendapatkan 1 koin emas dari Qin Hao, dan pergi meninggalkan lokasi untul bersenang senang.

"Kakek ayo bangun" Qin Hao kemudian membantu kakek itu untuk bangun dengan satu tangannya, karena tangan satunya dia gunakan untuk menggendong gadis kecil di tangannya.

"Nak, kenapa kau membayar begitu mahal" Ucap kakek itu yang merasa tidak enak dengan Qin Hao.

"Tidak apa apa kek, itu hanya sebuah koin emas" Ucap Qin Hao, karena kebaikan kakek itu tidak bisa dibalas dengan koin emas saja, dia rela membantu Qin Hao yang dalam kesusahan, padahal dirinya sedang mengalami hal yang sama.

"Kakak tampan, kamu sungguh keren" Ucap Gadis kecil yang sangat terpukau dengan tindakan Qin Hao tadi.

Qin Hao dan Kakek itu hanya tertawa melihat tingkah polos dari gadis kecil ini.

"Nak perkenalkan Nama ku Ling Shen, kau bisa memanggilku Kakek Shen" Ucap Kakek Shen.

"Namaku Qin Hao" Ucap Qin Hao dengan senyum diwajahnya.

"Namaku Ling Yi Kakak Qin" Ucap Ling Yi dengan bahagia.

Qin Hao yang melihat tingkah laku dari Ling Yi sangat senang, dia merasa seperti mendapatkan adik baru.

"Tapi kak, kenapa kakak terus menggunakan topeng" Ucap Ling Yi yang penasaran dengan wajah Qin Hao.

"Ling Yi jangan menanyakan hal seperti itu, itu tidak sopan" Ucap Kakek Shen menasehati Ling Yi.

"Sudah Kek tidak apa apa" Qin Hao kemudian membuka topengnya, dan terlihat wajah tampang dari Qin Hao, Wajah putih bersih seperti giok, dan Qin Hao memiliki rambut yang panjang.

"Woo Kakak sangat tampan" Ucap Ling Yi yang semakin terpukau dengan Qin Hao.

"Hahaha Ling Yi juga cantik" Ucap Qin Hao yang memuji Ling Yi.

"Kenapa Nak Qin menggunakan topeng, padahal memiliki wajah yang tampan begini" Ucap Kakek Shen yang jujur.

"Hanya malas mengumbar diri" Ucap Qin Hao dengan santai.

"Ya sudah nak, karna hari sudah menjelang malam, bagaimana kalau Nak Qin menginap terlebih dahalu di rumah kami" Ajak Kakek Shen untuk membalas budi karena telah dibantu oleh Qin Hao.

"Ayo Kakak Qin" Ucap Ling Yi yang bersemangat.

"Hahahah Baiklah" Ucap Qin Hao yang tidak bisa menolak ajakan dari Ling Yi.

Qin Hao kemudian berjalan di belakang kakek Shen dan mengikuti dari belakang.

"Maaf rumahnya tidak besar" Ucap Kakek Shen kemudian membuka pintu rumahnya.

"Tidak apa apa kek" Ucap Qin Hao dengan santa.

Qin Hao kemudiab membaringkan Ling Yi diatas kasur, karena saat dalam perjalanan Ling Yi tidur dalam gendongan Qin Hao.

"Hahahaha anak kecil ini" Ucap Kakek Shen memandang Ling Yi yang tertidur pulas.

"Oh iya kakek Shen, Orang tua Ling Yi ada dimana?" Ucap Qin Hao yang penasaran.

"Aku juga tidak mengetahuinya, Aku bertemu dengan saat dia masih bayi, dan dia dibuang di tengah hutan" Jelas Kakek Shen yang masih mengingat kejadian itu dengan jelas.

Qin Hao yang mendengar itu tentu saja sedikit terkejut, karena Ling Yi bukan cucu kandung dari Kakek Shen.

Tiba-Tiba terdengar teriakan dari dalam kamar Ling Yi.

Qin Hao yang mendengar itu sangat panik, dia kemudian menghilang dan langsung berpindah ke kamar Ling Yi.

"K-kamu?" Ucap Kakek Shen yang baru saja tiba di kamar Ling Yi setelah melihat Qin Hao tiba tiba saja menghilang

"Tidak usah peduli kan itu, Sekarang kondisi Ling Yi yang harus kita peduli kan" Ucap Qin Hao yang khawatir.

"Tidak usah khawatir Nak Qin, Ling Yi sering mengalami hal seperti ini, Awal nya Kakek juga panik, namun lama kelamaan kejadian ini akan berhenti dengan sendirinya" Ucap Kakek Shen yang menjelaskan kan kepada Qin Hao.

"Tidak, ini berbeda" Ucap Qin Hao dengan serius, karena saat dia melihat energi dari tubuh Ling Yi semakin mencoba memberontak.

Qin Hao kemudian mengalirkan energi nya untuk menstabilkan Ling Yi.

"Segel?" Qin Hao kemudian memecah segel itu dengan muda.

Lalu tiba tiba Sebuah Phoenix muncul di atas langit Ibukota kekaisaran dan dari dalam dantian Ling Yi terdengar sebuah ledakan sebanyak 5 kali.

"Dia langsung menerobos tingkat 2? Sangat berbakat" Ucap Qin Hao sedikit terkejut.

Ling Yi yang merasakan getaran di kasurnya kemudian terbangun dan membuka matanya perlahan lahan.

"Ini ada apa?" Tanya Ling Yi dengan keadaan yang masih mengantuk.

"Tidak ada apa apa, kamu bisa kembali tidur" Ucap Qin Hao dengan senyum diwajahnya.

Ling Yi yang mendengar itu, kemudian kembali membaringkan tubuhnya, dan tertidur kembali.

Qin Hao yang melihat Ling Yi telah kembali terlelap kemudian meninggal Ling Yi di dalam kamar dan pergi keluar bersama dengan Kakek Shen.

"Jadi nak Qin, kau merupakan seorang kultivator?" Ucap Kakek Shen yang masih terkejut ketika melihat Qin Hao yang tiba tiba menghilang dari tempatnya.

"Iya Kakek benar" Ucap Qin Hao membenarkan ucapan dari Kakek Shen.

Kakek Shen yang mendengar itu kemudian tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada Qin Hao, dan membuat Qin Hao terkejut.

Jangan lupa like dan vote guysss

...----------------...

Terpopuler

Comments

Dewo Bumi

Dewo Bumi

Buset dah itu kekuatan MC buat apa giliran mau jadi pemimpin kekuatan di perlihatkan giliran menghadapi pemeras malah kasih duit.
sungguh terlalu MC dibikin naif nih.

2024-09-07

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!