Kau hanya duduk sebagai boneka, hanya ini yang bisa menyelamatkan hidup keluarga. Bertahanlah ini semua demi kami, demi adikmu Dirga yang masih SMA. Dan balas budi.
Iya, pikiran saja Dirga, kau pasti bisa Raisa.
Balas budi? Bukankan sudah menjadi kewajiban ayah memberiku makan dan tempat
tinggalmu? Aku anak kandungmu bukan? Kenapa aku harus balas budi atas apa yang memang
harus kau lakukan. Aku membencimu dengan seluruh hidupku!
Pernikahan akan dilaksanakan 3 hari lagi. Pernikahan sederhana yang hanya akan
mendatangkan saksi dan penghulu saja. Bahkan kedua orang tuanya tidak di perbolehkan
menghadiri pernikahan mereka. Lagi-lagi Raisa harus ikhlas menerima semua ini.
Padahal bukan pernikahan seperti ini yang Raisa idamkan. Namun begitu dia tetap bersyukur karena dia bisa menyelamatkan perusahaan. Bukan. Bukan karena ayahnya, melainkan perusahaan itu merupakan perusahaan peninggalan itunya.
Menurut yang dia dengar dari mbak di rumah jika ibunya merupakan gadis yang pekerja keras, beliau sukses merintis perusahaan itu tanpa bantuan kakeknya. Namun ayah merusak semua usaha ibu. Raisa semakin membenci ayah.
Sedari pagi Raisa hanya duduk di depan meja rias, dia ada janji bertemu dengan Tuan Arga.
Beliau yang akan menikahinya, katanya. Raisa heran orang sekaya itu ingin dirinya yang menjadi ajang balas budi kerena telah membantu prusahaan ayah.
Tidak heran juga sih, apa yang dibutuhkan tuan muda itu, kenapa tidak meminta saham? Untuk apa? Dia sudah punya segalanya. Raisa bukan gadis yang naif, dia sangat tahu jika nantinya dia hanya akan menjadi mainan Tuan Muda itu. Memang apa lagi yang dibutuhkan oleh orang yang punya segalanya?
Tok tok
“Permisi nona, ada utusan dari tuan Arga sudah menjemputmu di bawah. Anda sudah di tunggu.”
Terdengar suara mbak di balik pintu itu. Ah selain Dirga ada mbak juga yang menganggap dirinya
keluarga. Mungkin dia akan merindukan mbak setelah menikah. Raisa hanya berdeham malas saja menanggapinya, segera dia merapihkan kembali penampilannya.
Dia bangkit lalu berjalan menuju pintu. Oh ternyata mbak masih menunggunya, dan juga ada ibu yang melototinya tanpa berani memarahinya karena takut di bawah ada utusan tuan Arga.
“Mari nona.” Ucap mbak mempersilahkan Raisa untuk berjalan lebih dulu.
Saat Raisa melewati ibu, “Jaga sikapmu Raisa. Jangan sampai kau mengacaukan semuanya.” Ucap ibu dengan pelan namun penuh dengan tekanan.
...****************...
Di mobil. Raisa hanya diam saja dengan pikiran yang sudah kemana-mana. Saat di rumah tadi,
ayahnya tidak mengatakan apapun padanya. Dia hanya melengos saja saat Raisa menatapnya
dengan penuh harap.
Memang apa yang diharapkan lagi dari pria yang hanya menganggapmu beban, Raisa? Harus
kah aku mensyukuri hal ini? Karena dengan ini aku bisa keluar dari neraka itu? Tapi bagaimana
jika perjalanan ini menuju neraka yang paling kejam? Tapi tak apa Raisa setidaknya Arga itu
orang asing, mungkin tidak akan sesakit ini jika yang menyakitinya orang asing.
Sambil menatap jalanan yang cukup kosong hari ini pikiran Raisa kemana-mana.
“Apa kau bosan nona? Mau aku nyalakan musik untuk mengusir kebosananmu?” tanya utusan
Arga melirik spion, kita sebut saja sekertaris Jou.
Raisa melirik sekilas, “tidak perlu tuan. Terima kasih atas perhatian anda. Apa aku boleh
bertanya?” tanya Raisa dengan nada yang ramah namun wajah yang datar membuat Sekertaris
Jou menyeringai, sepertinya tuan muda akan menyukai ini.
Wanita bermata bulat itu tampak menggemaskan, jauh dari tipe tuan muda. Apa karna ini tuan muda memilih nona ini?
“Tentu saja boleh.”
“Apa tuan muda galak?”
Mendengar itu Jou ingin tertawa, dia pikir nona ini akan bertanya hal lain. “menurutku tidak,
tuan muda adalah tuan yang sangat baik.”
“Kau anjing yang setia.” Ujar Raisa, ups! Mulut mulut! Wah berani sekali kau Raisa.
“Tentu saja, mungkin juga akan segara menjadi peliharaannya. Anjing yang lugu? Mungkin akan lebih cocok dengan sebutan itu” Ujar Jou tanpa tersinggung oleh ucapan Raisa, namun di membalasnya haha.
...****************...
Argantara Wiguna adalah nama calon suami Raisa. Pemilik perusahaan Wiguna Grup yang
merupakan salah satu konglomenrat di negeri ini, jangan tanya seberpengaruh apa tuan Arga
untuk negri ini. Dari rumor yang beredar tentang laki-laki berdarah biru itu merupakan laki-laki
yang kejam terhadap lawan-lawan bisnisnya. Dia bisa menghancurkan hidup seseorang hanya
dengan sekali ucap. Haha sudah seperti Tuhan aja. Tapi memang itu faktanya. Rumornya lagi,
beliau suka ganti-ganti wanita setiap malamnya.
Tidak heran, wanita mana yang tidak mau
dengan laki-laki tampan dan mapan itu? Hanya Raisa tentunya. Mungkin jika di adakan
sayembara untuk menjadi ratunya tuan Arga seluruh wanita di negri ini akan ikut berpartisipasi.
Lantas kenapa laki-laki seperti itu ingin menikah, dia bisa saja memilih wanita yang ingin dia
tiduri kapan pun dia mau. Yang lebih menyedihkan lagi kenapa harus aku yang dia pilih? Kenapa bukan Jane yang dia pilih, Jane lebih cantik dari pada aku.
“Kita sudah sampai nona.”
Lagi-lagi suara sekertaris Jou memecah lamunannya, dia sudah berdiri di luar mobil dan
membukakan pintu. Raisa berusahan menguasai dirinya, dia menarik nafas perlahan lalu
membuangnya perlahan. Mengusir gugup yang tiba-tiba menyerang ketika melihat bangunan
mewah di depannya. Wah ini bukan rumah tapi istana.
“Silahkan masuk ke dalam tuan muda sudah menunggu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aaaaa jujur aku setahun ini sibuk bangett, karna aku kerja jadi cerita aku terbengkalai. Maaf bangettt kalo cerita sebelumnya menggantung. Bahkan aku udah lupa banget sama alurnya, dan rencananya mau aku take down semua.
Aku mohon maaf dengan sebesar-besarnyaaa🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments