Badai api di gerbang selatan semakin mengganas. Api dan angin berpadu menjadi pusaran merah menyala, melahap ribuan tubuh sekaligus. Jeritan musuh bercampur dengan suara gemuruh yang mengguncang bumi. Malam itu, bintang pun seakan bersembunyi di balik awan, enggan menyaksikan pembantaian yang terjadi.
Boqin Changing mengibaskan kipasnya sekali lagi. Dari pusaran api, terbentuk seekor naga raksasa dengan sisik berlapis bara. Naga itu mengaum, suaranya mengguncang dada setiap prajurit yang mendengar. Tubuhnya melesat menembus barisan musuh, meledakkan mereka menjadi abu yang beterbangan di udara.
Li Ang, meski seorang pendekar yang sudah banyak makan asam garam, tak bisa menyembunyikan rasa gentarnya. Tangannya yang menggenggam pedang sedikit bergetar. Namun ia segera menguatkan diri, menatap para prajurit Whuzen di belakangnya.
“Lihatlah! Malam ini kita tidak berperang sendirian. Ada kekuatan yang tak akan membiarkan Whuzen jatuh!” teriaknya lantang.
Prajurit Whuzen bersorak, kali ini penuh dengan keyakinan yang membara. Mereka menatap sosok di udara itu, Boqin Changing, yang melayang tenang dengan kipas lipat mungil di tangannya, namun memerintah api dan angin bagaikan dewa penghancur.
Musuh yang tersisa berusaha kabur ke segala arah, namun api mengepung rapat, seakan dinding neraka telah terbentuk di bumi. Setiap langkah mundur hanya menjerumuskan mereka ke dalam pelukan api. Kuda-kuda perang berteriak panik, menendang dan menginjak para prajuritnya sendiri, menambah kekacauan.
Boqin Changing mengangkat kipasnya perlahan, lalu menutupnya dengan satu hentakan. Seketika, pusaran api raksasa itu runtuh menjadi gelombang panas yang menyapu medan. Tubuh-tubuh musuh terhempas, barisan mereka hancur tanpa sisa.
Di udara, wajah Boqin Changing tetap dingin. Senyum samar masih terpasang di bibirnya, membuat sosoknya semakin tampak mengerikan di mata musuh.
“Perang di selatan pun sudah berakhir,” bisiknya, cukup lirih namun seakan terdengar oleh semua orang di medan itu.
Li A…
Reinkarnasi Pendekar Dewa
Pertarungan di Gerbang Kota (4)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 527 Episodes
Comments
baca yg gue suka
pusaka yg lain minta digunakan.
ada dua tangan, ya dipakai dua2nya lah. punya pusaka kok cuman disimpan aja
2025-10-07
0
angin kelana
di tunggu gelud sama pentolan tengkorak hitamnya,bikin epic..pantengin trs lanjuuuuut..
2025-10-06
0
Arie Chaniago70
goooooood mantul Bangettt semangat boqin hancurkan mereka biar jadi patung es,,
2025-10-13
0