Makan siang bersama

Setelah puas bermain, Ibra dan Risa menuju Restoran korea, karena Risa ingin makan siang di sana.

Keduanya sangat dekat namun bagi Ibra, dia lagi menyenangkan anak keponakan nya saja, tidak lebih namun berbeda dengan Risa, gadis itu sangat bahagia, karena bisa jalan-jalan dengan sang pujaan, yang hampir enam tahun ini dia cintai dalam diam, sejak Risa mengenal cinta monyet, dan Cinta nya jatuh pada Ibrahim hingga saat ini.

" Sekarang pesan, setelah makan Om antar kamu pulang!! Ibra melihat Risa yang memegang buku menu.

Risa mengangguk dan memesan makan siang untuk mereka. Makan siang kali ini sangat tenang, karena tak ada dua sahabat Ibra yang biasanya menjadi genk Risa untuk membuat rusuh keadaan yang tenang, siapa lagi jika bukan Rangga dan Make.

" Om, Jika suatu saat nanti Risa ada yang ajakin Nikah, apa Om rela??! Sumpah Demi apa pertanyaan Risa merusak Mood Ibra, entah mengapa Dia pun tak tau.

Jawab Om, jangan bengong aja Isssh.

Risa menatap Ibra kesal, karena pertanyaan nya tak di jawab.

Ibra memakan makanan nya dengan tenang, namun mendengar ucapan Risa mood nya untuk makan ilang.

Dia terpaksa menjawab, kalau ingin makan dengan tenang.

" Iya bagus dong jika ada yang ingin menjadi suami kamu, berarti kamu tak akan merusak mood Om lagi kalau jumpa. Lagi pula laki-laki mana yang mau punya istri kang rusuh kek kamu Risa Risa, goda Ibra membuat Risa mencebik kesal.

" Iya adalah, Risa kan cantik dan sebenar lagi masuk kuliah, Risa yakin nanti bakalan ada kakak senior yang ingin jadi pacar Risa. Orang Risa manis gini siapa yang berani nolak kecuali Om Ibra, lanjut Risa sambil makan.

Ibra tercekik makanan nya sendiri, setalah mendengar ucapan Risa. Sungguh Ibra tak tau harus bagaimana, di jawab salah enggak jawab sakit hati.

" Terserah kamu sajalah Risa, Om lapar pengen makan.

Saat asik makan, Tiba-tiba seorang pemuda tampan menghampiri Ibra dan Risa.

Risaaaaaa panggil nya dengan tersenyum saat dia sudah berdiri di depan Arisa.

Risa melihat siapa yang memanggilnya, lalu dia tersenyum dan bangkit lalu memeluk pria itu.

" Marlon, aku merindukanmu!! Teriak Risa memeluk pria tampan itu dengan hati yang sangat bahagia. Marlon Dirgantara, adalah sahabat baik Risa selama di SMP dulu, namun Marlon pindah ikut orang tuanya ke Jepang, dan setalah tugas sama ayahnya selesai, baru sekarang mereka bertemu.

Keakraban Risa dan Marlon, membuat Ibra menatap mereka kesal. " Sungguh sakit hati melihat Risa memeluk pria lain, entah mengapa Ibra merasakan hati nya berdenyut nyeri.

" Kamu apa kabar Sa!! Kamu merindukan aku?? Marlon menggoda Risa membuat Pipi Risa memerah, dan kembali memeluk Marlon.

" Hmm, aku sangat merindukanmu Mar. Kamu tau kan, jika aku tanpa mu bagaikan sayur tanpa garam, akhirnya keduanya tertawa hanya gara-gara candaan receh seperti dulu masa remaja mereka.

Obrolan mereka terjeda akibatnya ucapan Ibra" Kalian masih mau pelukan?? Kalau masih ingin Om pergi, ucap Ibra membuat Risa tersenyum kaku.

" Jangan Om, isssst masa cemburu sama teman Risa, Om enggak asih Ehhhhs.

Mendengar ucapan Risa membuat Ibra dan Marlon ngeri, namun Marlon sudah biasa dengan sahabat Lucknut nya ini.

Ibra bergidik ngeri mendengar ucapan Risa.

" Sudah lah Sa, kalau masih mau pelukan dan melepaskan rindu, Saya pergi, kerjaan saya banyak loh, demi kamu saya tinggalin semua, kesal Ibra sampai merubah panggilan nya yang biasa Om menjadi saya.

Risa dan Marlon saling pandang dan tersenyum lucu. " Om sayang, jangan marah dong, di hati Risa cuma ada Om Ibrahim seorang. Ini sahabat Risa saat di SMP Om, jangan cemburu ya, dan Lu Mar kenalin ini Om Ibrahim calon laki masa depan gue, ucap Risa membuat Ibrahim terkejut dengan ucapan Keponakan Miko ini.

Mau tak mau Ibra menjabat tangan Marlon. " Salam kenal Om, saya hanya sahabat Risa dan enggak akan jadi laki masa depan Risa. Karena setau saya, Risa jatuh cinta dari dia masih bau kencur sampai sekarang bau kunyit sama Om Ibra seorang, ucap Marlon membuat Ibra semakin terkejut dan yang di bicarain hanya nyengir kuda.

" Ooh, saya Ibrahim panggil Saja Ibra.

Ibra senang dalam hatinya saat mendengar ucapan sahabat Risa ternyata anak itu tak berbohong. Ibra mengira selama ini Risa hanya bercanda, namun sekarang Ibra paham akan perasaan Risa namun dia tak ingin membuat perasaan Risa semakin berkembang, sehingga Ibra akan membuat jarak mulai sekarang dengan Risa.

" Risa, Om ada meeting sekarang, kamu masih disini atau mau Om antar pulang??! Tanya Ibra, dan Risa menimbang dia sangat merindukan Marlon, akhirnya dia memilih di Mall dengan Marlon.

Ibra pamit dan meninggalkan Risa disana, padahal dia tak ada meeting dia tanya menghindari Risa sekarang, dia takut hati nya nyaman dan goyah membuat Risa terluka di kemudian hari.

Terpopuler

Comments

Mamath Kay

Mamath Kay

siapa ya yang jadi suami risa

2024-09-15

0

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

om Ibra takut hatinya goyah dan jatuh cinta sm risa....

2024-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Lulus sekolah
2 Ibrahim Ferdinand
3 Bertemu Risa
4 Makan siang bersama
5 Mengganggu Om Ibra
6 Makan siang bersama
7 kuliah
8 Ibra berubah
9 Galau
10 Berubah Nya Risa
11 Dingin Nya Risa Gelisah nya Ibra
12 Pergi
13 Memulai hidup baru
14 Hari pertama Kampus
15 Dunia Risa
16 Perjuangan Ibra Di mulai
17 Bertemu Risa
18 Kekesalan Ibra
19 Usaha Ibra
20 Senyuman Risa
21 Jemput Risa
22 Makan malam. Romantis
23 Indonesia
24 Postingan
25 Marlon pergi
26 Kecelakaan pesawat
27 Masih kecelakaan
28 Sadar
29 Semakin membaik
30 Menikah
31 Bahagia
32 Pagi Yang cerah
33 Rumah Baru
34 Izin pindah
35 Melamar Ayana
36 Hari penentuan pernikahan
37 MalamPanas
38 Rumah sakit
39 Pemakaman
40 Terima kasih Ayana
41 Bekerja
42 Makan siang bersama Gank rusuh
43 Kembali kerja
44 Makan malam
45 Waktu berlalu.
46 FOKUS KERJA
47 Rumah Mertua
48 Putra Kedua Rangga
49 Kerusuhan
50 Kembali pulang
51 LDR
52 Amarah singa
53 Menyusul Suami
54 Hukuman suami
55 Ikut ke kantor Suami
56 Permintaan Arisa
57 Kebahagiaan
58 Pingsan
59 Hamil
60 Bahagia
61 Dalang kecelakaan Orang tua Arisa
62 Guntur prayoga
63 Kemesraan
64 Bertemu
65 Tahu
66 Penyerangan
67 Rumah sakit
68 Trauma
69 Semakin tertutup
70 Mencoba Berdamai
71 Maikel Vs Mona
72 Ayana Melahirkan
73 Yash Andrean
74 Pulang
75 Sidang
76 Arisa dan Mona
77 Semakin Dekat
78 Nge-date
79 Kebahagiaan
80 Arisa Melahirkan
81 Aeleen Nafla Ibrahim
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Lulus sekolah
2
Ibrahim Ferdinand
3
Bertemu Risa
4
Makan siang bersama
5
Mengganggu Om Ibra
6
Makan siang bersama
7
kuliah
8
Ibra berubah
9
Galau
10
Berubah Nya Risa
11
Dingin Nya Risa Gelisah nya Ibra
12
Pergi
13
Memulai hidup baru
14
Hari pertama Kampus
15
Dunia Risa
16
Perjuangan Ibra Di mulai
17
Bertemu Risa
18
Kekesalan Ibra
19
Usaha Ibra
20
Senyuman Risa
21
Jemput Risa
22
Makan malam. Romantis
23
Indonesia
24
Postingan
25
Marlon pergi
26
Kecelakaan pesawat
27
Masih kecelakaan
28
Sadar
29
Semakin membaik
30
Menikah
31
Bahagia
32
Pagi Yang cerah
33
Rumah Baru
34
Izin pindah
35
Melamar Ayana
36
Hari penentuan pernikahan
37
MalamPanas
38
Rumah sakit
39
Pemakaman
40
Terima kasih Ayana
41
Bekerja
42
Makan siang bersama Gank rusuh
43
Kembali kerja
44
Makan malam
45
Waktu berlalu.
46
FOKUS KERJA
47
Rumah Mertua
48
Putra Kedua Rangga
49
Kerusuhan
50
Kembali pulang
51
LDR
52
Amarah singa
53
Menyusul Suami
54
Hukuman suami
55
Ikut ke kantor Suami
56
Permintaan Arisa
57
Kebahagiaan
58
Pingsan
59
Hamil
60
Bahagia
61
Dalang kecelakaan Orang tua Arisa
62
Guntur prayoga
63
Kemesraan
64
Bertemu
65
Tahu
66
Penyerangan
67
Rumah sakit
68
Trauma
69
Semakin tertutup
70
Mencoba Berdamai
71
Maikel Vs Mona
72
Ayana Melahirkan
73
Yash Andrean
74
Pulang
75
Sidang
76
Arisa dan Mona
77
Semakin Dekat
78
Nge-date
79
Kebahagiaan
80
Arisa Melahirkan
81
Aeleen Nafla Ibrahim

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!