Keivano tak memperdulikan tatapan teman-temannya.justru dia kesal karena mereka,tidak bergerak dan menghalangi jalannya.
"MINGGIR...!" teriak keivano, menatap tajam pada galleo dan temannya.
Mereka pun tersentak,dan segera memberi jalan kepada keivano.tak ada yang berani berkata lagi,mereka hanya melihat kepergian keivano yang semakin jauh.
Galleo mengepalkan tangannya,merasa tak terima dengan apa yang dilakukan oleh keivano pada kanaya.dia pun memilih pergi dari sana,tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Leo,mau kemana lo!" seru farrel, yang melihat galleo pergi begitu saja.
Namun tak galleo hiraukan, dia berjalan tanpa ingin melihat ke sisi mana pun.
"Lo ngerasa ada yang aneh, nggak sama sikap, leo, " tanya Sebastian yang masih memperhatikan galleo, yang semakin menjauh.
"Nggak, dia emang orangnya seperti itu,kan.nah, justru yang membuat gue heran tuh,si...kei,kok tumben dia mau repot-repot gendong calon pacar gue.padahal kita tahu tuh,kalau si kei, anti sama cewek,apalagi sampai main gendong-gendong... ya,nggak.... "
PELETAK !!!
"Sakit ... njir!" Gerry mengusap jidatnya yang sentil oleh Farrel.
"Sorry, habis nya lo kalo ngomong, suka bener.gue curiga,kalo si kei,sudah mulai lurus lagi."
Gerry dan Sebastian hanya terdiam, mendengar perkataan Farrel yang ambigu.
Sementara fiona dan Olivia,mereka memilih pergi,saat melihat sikap gerry dan temannya sedang me diskusikan tentang ketua mereka.
Di koridor sekolah,Kanaya merasa malu bahkan tak nyaman dengan tatapan para siswa,khususnya perempuan.mereka melihat Kanaya,dengan tatapan tidak suka.
Kanaya menyembunyikan wajahnya, di dada bidang keivano.wajah keivano terasa memanas, bukan karena tatapan para siswa. melainkan dia merasakan hembusan nafas Kanaya di dadanya.keivano merasa tak nyaman,dengan posisi Kanaya padanya saat ini.
Perasaan aneh itu pun tiba-tiba muncul, keivano pun tidak mengerti, sebenarnya ada apa dengan dirinya.
Keivano mempercepat langkahnya, dia ingin segera menurunkan Kanaya.tak berselang lama, dia pun sudah sampai di parkiran dan mobil yang menjemput Kanaya pun sudah tiba.
Dengan hati-hati keivano, mendudukkan Kanaya.dirinya pun duduk di samping Kanaya.
Keivano tak menyadari jika dari lantai atas,Julian memperhatikan nya sejak tadi,kini mata Julian menatap ke arah mobil keivano, dengan sorot mata tajam dan penuh amarah.
"Tidak akan ku biarkan, kelinci kecil seperti mu,merebut cintanya dari ku!" gumam Julian pelan,dan terdengar menekan.
***
Sebelum mobil keivano melaju,fiona cepat-cepat menghampirinya. nafasnya terengah-engah,karena dia berlari dari lantai dua,hanya untuk memberikan tas sekolah milik Kanaya.
"Terima kasih, fiona.maaf aku merepotkan mu." ucap Kanaya, merasa tak enak hati pada fiona.
"Udah nggak usah di pikirin.yang penting sekarang lo pulang, langsung istirahat aja. biar besok bisa ke sekolah lagi, ok."
Kanaya tersenyum tipis, melihat sikap fiona yang begitu perhatian padanya.dia bersyukur mempunyai teman yang baik kepadanya.sedangkan keivano, hanya memutar bola mata malas, melihat sikap ke dua perempuan ini yang menurutnya,terlalu berlebihan.
Mobil keivano pun,melaju meninggalkan sekolah.begitu pun dengan fiona yang kembali ke kelasnya.
Di sepanjang jalan,Kanaya dan keivano hanya terdiam, tanpa mengeluarkan suara.Kanaya hanya menatap keluar jalanan dari balik kaca mobil.
Keivano melirik pada Kanaya. sekilas,matanya tertuju pada jaket yang di kenakan kanaya.dia tahu jaket itu milik galleo. dia pun memilih kembali fokus,pada layar ponsel.
Mobil keivano pun sudah tiba di mansion darendra.keivano turun terlebih dahulu,Kanaya yang melihat itu pun hanya menghela nafas.dia kemudian membuka pintu mobil pintu, seketika Kanaya tertegun saat keivano kembali menggendongnya.
"Ke-kei...aku bisa jalan sendiri." seru Kanaya yang terkejut,saat keivano mengangkat dan menggendong tubuhnya.
Keivano tetap berjalan,dia tidak mendengarkan ucapan kanaya.
"Kei, turunkan aku!aku malu.... " lirih kanaya,saat melihat beberapa pelayan tersenyum,melihat dirinya di gendong keivano.
Merasa tak ada tanggapan, kanaya menyembunyikan wajahnya lagi,di dada bidang keivano.lagi-lagi keivano sekejap memejamkan mata, saat merasakan hembusan nafas kanaya di dadanya.
Keivano lagi-lagi merasakan sesuatu, yang berbeda pada dirinya.namun dia berusaha menepis semua yang dia rasakan.
Di kamar, keivano membaringkan tubuh kanaya pelan di sofa.tak sengaja pandangan mereka pun kembali beradu,kanaya dapat melihat dengan jelas wajah tampan keivano,yang berkeringat akibat menggendong nya dari bawah sampai lantai atas.
Seketika kanaya mengalihkan pandangannya,dan melepaskan kedua tangannya dari leher keivano.perasaan canggung kini menyelimuti mereka.
Kanaya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, dia enggan mengganti pakaiannya, karena tubuhnya masih terasa lemas.
Keivano pun,memutuskan untuk kembali lagi ke sekolah, setelah dia memastikan keadaan kanaya.dia pun beranjak melangkah kan kaki menuju pintu kamar.
"Terima kasih, kei."
Langkah kaki keivano terhenti,saat mendengar ucapan dari kanaya.dia tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat,saat kanaya berterima kasih padanya.
Melihat keivano sudah keluar dari kamar, kanaya mendudukkan diri dengan menyadarkan punggungnya di head board.kini dia tidak bisa lagi membendung tangis, yang sejak tadi dia tahan.
"Mah...aku takut ... hiks ... mereka jahat mah...hiks...!" Kanya menangis,kemudian teringat pada sosok wanita yang dia rindukan.
Kanaya menangis,mengingat kejadian yang menimpanya saat di sekolah.dia merasa kehidupan dulu dan sekarang tidak ada bedanya.terlalu lama menangis membuat Kanaya tertidur, bahkan sampai melewati waktu makan siang dan malamnya.
Waktu malam pun tiba,keivano yang baru pulang langsung masuk ke dalam kamar.dirinya terdiam saat melihat kamarnya yang sangat gelap.dia pun segera menyalakan lampu kamarnya,memicingkan mata saat melihat Kanaya yang masih tertidur.
Keivano menghampiri sofa,entah dorong dari mana, dia membungkukkan badan dan tangannya menyentuh kening kanaya.seakan menyadari sikapnya. keivano segera menjauhkan tangannya,dan segera pergi menuju kamar mandi.
Kanaya yang terusik pun, menggeliatkan badannya.mengerjapkan mata,menyesuaikan cahaya lampu yang sangat terang.matanya melihat ke sekeliling ruangan sampai akhirnya,matanya tertuju pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul enam sore.
"Ya Tuhan,sudah sore!" pekik kanaya, yang terkejut saat mengetahui jika dirinya tidur sudah terlalu lama.
Kanaya pun segera bangun saat hendak ingin ke kamar mandi, dia mendengar suara gemericik air, itu tandanya jika keivano sedang mandi.kanaya pun memilih duduk sambil menunggu keivano.
Tak lama kemudian,pintu kamar mandi pun terbuka, keivano keluar dengan bertelanjang dada, hanya memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawah.
Kanaya yang melihat keivano seperti itu pun sejenak terpana,dengan apa yang dia lihat.tubuh putih atletis yang sangat memanjakan mata,membuat kanaya menelan salivanya kasar.
"Lihat apa lo?" tegur keivano ketus, saat melihat kanaya yang tak berkedip,melihat ke arahnya.
"A- aku...aku kira kamu hantu." Kanaya tergagap,sehingga memberi alasan yang tak masuk akal.
keivano menaikkan alisnya sebelah, tersenyum miring.dia pun berjalan mendekati kanaya yang masih duduk di sofa.mata keivano menatap tajam kanaya,dapat dia lihat jika kanaya sedang salah tingkah.
"Ma- mau, apa kamu, kei? " seru kanaya,yang melihat keivano semakin mendekati dirinya.
Keivano tak menjawab, dia hanya tersenyum penuh arti pada kanaya.
Kanaya pun di buat ketar-ketir oleh sikap keivano yang terlihat seperti lelaki mesum.kanaya pun lebih memilih memejamkan mata,saat keivano berada tepat di hadapannya.
"Huuh ...!" Keivano meniup wajah kanaya,dia pun tertawa melihat ekspresi kanaya yang menurutnya lucu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Yahhh belum kejadian donk.. Keivano jangan kau tepis perasaanmu..ke Kanaya
2024-08-22
0
Pratama
tetep semangat keu
2024-08-12
0