bab 13

Kanaya memutuskan kontak mata sepihak,mengalihkan pandangan ke depan kelas.

Tidak ada keributan selama jam pelajaran berlangsung.hingga waktu bel pulang pun berbunyi.seluruh siswa SMA angkasa jaya pun segera bersiap untuk pulang.

Di Koridor sekolah,kanaya bersama kedua temannya berjalan bersama menuju gerbang.dari kejauhan kanaya dapat melihat keivano, sedang berjalan bersama julian.mereka sama-sama naik motor milik keivano.

Kanaya hanya menghela nafas, melihat keivano dan julian sangat mesra.tapi di samping itu,dia merasa risih sendiri,saat melihat sikap julian yang begitu manja pada keivano.

"Dari tadi gue perhatiin,lo natap terus si kei ama julian...apa jangan-jangan lo,naksir salah satu di antara mereka!"celetuk fiona, yang tanpa disadari kanaya, memperhatikan dirinya.

Kanaya yang tersentak, menghentikan langkah kakinya.

"Loh kenapa berhenti?" pekik fiona ikut menghentikan langkahnya.

"Nggak apa-apa!" Kanaya melangkah kaki lagi, sebenarnya dia ingin menanyakan sesuatu tentang keivano,namun dia tahan tak ingin Teman-temannya ini mencurigainya.

"Ih... nggak jelas banget sih, lo!" decak fiona kesal,pada sikap Kanaya. Olivia hanya terkekeh, melihat fiona yang menggerutu pada Kanaya.

Mobil yang menjemput,Kanaya pun sudah berada di depan sekolah.kanaya berpamitan kepada kedua temannya.

Sepanjang perjalanan pulang, kanaya hanya terdiam sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Kanaya,berhenti di halaman mansion darendra.terlihat motor keivano terparkir di garasi, menandakan bahwa dia ada di dalam rumah.

Saat di depan kamar keivano,Kanaya terdiam.dia merasa ragu saat akan masuk ke dalam kamar.menyemangati dirinya sendiri,memberanikan diri masuk ke dalam kamar keivano.

Keivano tak terlihat di kamar.namun terdengar suara gemericik air, menandakan,jika keivano sedang mandi.

Kanaya menyimpan tasnya,kemudian dia keluar lagi.langkahnya menuju ke dapur.dia merasa lapar karena saat di sekolah, acara makannya terganggunya dengan kehadiran giselle.

"Ada yang bisa saya bantu nona? " Seorang pelayan menghampiri Kanaya,yang sedang berdiri di depan kulkas.

Kanaya terlonjak kaget,mendengar pelayan yang berbicara di belakangnya.

"Ti-dak...,aku hanya ingin memasak sesuatu, kebetulan aku lapar."ujar Kanaya, sambil mengusap dadanya yang berdebar karena terkejut.

" Biar saya saja nona, kalau tuan besar tahu nona memasak, pasti saya akan terkena marah." Pelayan wanita itu berusaha mencegah Kanaya.

Kanaya tersenyum kepada pelayan itu. "Kalau papah marah, aku yang akan menjelaskan padanya."

Pelayan itu tampak berpikir, tak lama kemudian dia pun mempersilahkan Kanaya.

Kanaya ingin membuat nasi goreng.mengambil 2 butir telur, sayuran dan beberapa bahan lainnya.

Saat Kanaya sibuk membuat nasi goreng,dia tidak menyadari kehadiran keivano, yang sedang berdiri dan menatapnya tajam.

"kei....!" pekik kanaya,terkejut saat dirinya membalikan badan,melihat keivano yang sudah berdiri dekat meja makan.

"Lagi ngapain lo? "

"Aku... sedang memasak nasi goreng. apa kamu mau? " Kanaya berusaha bersikap tenang meskipun kini dia merasa takut pada keivano.

Tak menyahut, keivano pun duduk di kursi.melihat keivano yang sudah duduk,Kanaya pun segera menyiapkan makanan untuk keivano dan dirinya.

Keivano tertegun,saat merasakan rasa nasi goreng buatan Kanaya.rasanya seperti buatan seseorang yang paling dia rindukan.seketika tatapan yang awalnya tajam kini berubah sendu, hatinya yang terasa hampa, kini menghangat.

"Apa rasanya tidak enak? " Melihat sikap keivano berubah,Kanaya memberanikan diri untuk bertanya.

Keivano tak menjawab,memilih melanjutkan makannya sampai habis.kanaya menghela nafas, melihat sikap keivano yang dingin padanya.

"Apa aku boleh bertanya? "

"Apa? "

Kanaya menghela nafas, mengumpulkan keberanian sebelum bertanya.

"Siapa laki-laki yang selalu bersama mu?"

BRAAK...!!!

Tiba-tiba,keivano berdiri dan menggebrak meja.mata tajamnya menatap Kanaya penuh amarah,rahangnya mengeras.

Kanaya terlonjak kaget.melihat keivano yang terlihat marah, membuat tubuh Kanaya bergetar hebat karena ketakutan,tak berani menatap ke arah keivano.

"Gue peringatkan sama lo.jangan ikut campur sama hidup gue. atau... gue bakalan buat hidup lo menderita." Keivano meninggikan suaranya dan menekankan nada di akhir kalimatnya.

Kanaya semakin menundukkan kepala,dia takut sangat takut. baru kali ini dia melihat kemarahan keivano yang terlihat sangat menyeramkan.

"Jangan pernah lo deketin pacar, gue.bahkan Teman-teman gue sekali pun.lo bakal tanggung sendiri akibatnya,jika lo...berani ngusik kehidupan gue dan teman gue. "sambung keivano,yang kemudian pergi dari hadapan Kanaya.

Keivano meninggalkan kanaya,dia tidak perduli dengan apa yang, tengah dirasakan oleh gadis yang kini berstatus sebagai istrinya itu.dia berharap setelah ini,kanaya akan pergi dari rumahnya.

Keivano pergi dengan motornya entah kemana.sedangkan kanaya dia mencoba untuk tidak menangis, tapi apa boleh buat perkataan keivano sangat mengiris hatinya.namun kanaya mencoba untuk menguatkan hatinya.

Seorang pelayan wanita, menghampiri kanaya yang masih terdiam di meja makan.dia tahu,jika nona nya ini menangis.

" Nona baik-baik saja." Pelayan itu, menghampiri kanaya dan memegang bahunya.

Kanaya mendongakkan kepala, menatap mata pelayan itu,dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Melihat keadaan Kanaya yang menangis ketakutan,membuat hati pelayan wanita itu merasa iba.dia mengusap bahu Kanaya memberi ketenangan.

"Sebaiknya nona, istirahat saja di kamar. jika ada yang nona perlukan silahkan panggil saya." ujar pelayan,menatap Kanaya yang sedang mengusap air mata.

Kanaya tersenyum tipis dan mengangguk pelan."Kalau begitu, aku ke kamar dulu,tapi... aku akan membereskan ini dulu."

"Tidak perlu nona, biar saya saja.sebaiknya nona segera membersihkan diri dan beristirahatlah." sela pelayan,menahan tangan Kanaya yang hendak membereskan piring kotor.

Kanaya mengangguk pelan,dia pun meninggalkan ruang makan.dalam setiap langkahnya,bersamaan pula dengan air mata yang sejak tadi dia tahan kini menetes.

Kanaya,tidak masuk ke dalam kamar keivano.dia masih merasa takut,pada sikap kasar keivano,yang masih terlihat jelas di ingatannya.kanaya menjatuhkan tubuhnya di kasur,dia menangis menumpahkan segala rasa,yang ada di hatinya.

Kanaya tahu,jika dirinya tadi telah melakukan kesalahan besar. seharusnya,dia tidak bertanya hal yang sensitif kepada keivano.kini pikiran Kanaya pun terasa buntu.entah, apa yang harus dia lakukan,melihat keivano yang semakin membencinya,Kanaya merasa,tidak ada celah baginya untuk merubah keivano.

Kanaya terus menangis, sampai tak terasa dia kini sudah tertidur.waktu sudah menujukkan pukul delapan malam, Kanaya terkejut,karena dia tertidur sangat lama.

"Ya, Tuhan... aku ketiduran." pekik kanaya, melihat ke jam dinding dan segera bangun dari tempat tidur.

Dia segera membersihkan diri dan mengganti bajunya.kini kanaya merasa lebih baik walaupun matanya terlihat sembab.

Saat kanaya hendak masuk kedalam kamar keivano.dia tertegun melihat keivano,menyandarkan tubuhnya di sofa dengan wajah yang babak belur dan penuh luka.

Kanaya melangkah kan kaki, segera menghampiri keivano yang sedang meringis kesakitan.

"Kei...,kamu kenapa!" Kanaya terkejut,melihat kondisi wajah keivano yang penuh luka.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Kesempatan rawatlah dia Kanaya, hingga hatinya luluh .

2024-08-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!