Sebelum keivano meninggalkan parkiran,gerry dan temannya menghampiri dan menelisik wajah keivano.
"Bos,lo nggak apa-apa kan? wajah lo,ancur banget!" seru gerry mendekati keivano.
"Gue nggak apa-apa!"papar keivano singkat.
" Gue nggak nyangka, si dion berani ngeroyok lo, kei.emang ada masalah apa sih? setahu gue, lo sama dia kan udah berdamai." ujar Farel ikut menimpali.
keivano tidak menjawab,perkataan temannya.dapat dia rasakan genggaman tangan Julian semakin erat.
"Ini semua gara-gara aku.maafkan aku ya sayang, karena aku ... wajah kamu jadi babak belur seperti ini." Julian menatap keivano,merasa bersalah.
Keivano tersenyum dan mengusap lembut pipi Julian. "Kamu nggak salah.jadi tidak usah di pikirkan, ya?"ucap keivano penuh perhatian.
Gerry dan temannya hanya melongo, melihat adegan romantis keivano dan Julian di depan mata mereka.
keivano pun meninggalkan teman-temannya yang hanya terdiam melongo.
" Jangan bilang, si dion juga udah belok!" celetuk gerry, yang membuyarkan atensi kedua temannya.
PELETAK!!
"Ish,sakit kampret!" bentak gerry pada farel, yang menjitak kepalanya.
"Lagian, lo kalo ngomong, sembarangan banget sih ger!" seru Farel menatap kesal gerry.
"Kan gue cuma berpendapat doang,kok lo yang nyolot sih!" seru gerry tak mau kalah.
Sebastian yang melihat kedua temannya ini tengah adu mulut,memutar bola mata malas.dia pun segera pergi dari parkiran meninggalkan gerry dan farel.menyadari kepergian Sebastian, mereka berdua pun berlari menyusulnya.
Di Koridor sekolah, Kanaya menjadi pusat perhatian para siswa.karena kedatangannya bersama galleo tadi, menjadikan dirinya pusat perbincangan di sekolah hari ini.
Kanaya melangkahkan kaki secepat mungkin,dia enggan melihat tatapan, yang seakan mengintimidasinya.apalagi tatapan tak suka dari siswa perempuan kepadanya.
Kanaya menghela nafas saat dirinya sudah sampai di ambang pintu kelasnya.tak berbeda dengan sebelumnya,saat Kanaya memasuki kelasnya,dia di sambut dengan tatapan tidak suka dari siswa perempuan.
Kanaya berusaha untuk tidak memperdulikannya, dia pun segera berjalan menuju bangkunya.matanya melihat ke bangku fiona yang masih kosong.
BRAAK!! seorang siswa perempuan menggebrak meja Kanaya.spontan Kanaya pun terkejut.
"Heh lo, baru aja sehari sekolah di sini,lo udah tebar pesona aja sama si leo! gue kira lo tuh cewek lugu, ternyata... lo gak jauh beda sama...cewek yang suka tebar pesona." bentak siswi yang bernama fika.
"Maksud kamu apa?aku tidak merasa, jika melakukan hal yang kamu tuduh kan kepada ku." sanggah Kanaya, berdiri dan menatap Fika yang tampak tak menyukainya.
Fika tersenyum miring. "Lo tahu siapa galleo? dia cowok incaran gue,so... lo jangan berani dekat-dekat sama dia, ngerti lo!"
Saat Kanaya hendak menyahut,dari arah pintu datang fiona dan Olivia yang berkacak pinggang menghampiri Fika dan Kanaya.
"Ngapain lo bentak temen gue, hah!" teriak fiona, menatap Fika marah.
"Ini masih pagi,nggak usah ngerecokin orang deh, lo!" timpal Olivia.
"Heh,denger ya.lo kasih tahu,sama temen lo yang sok lugu ini,buat nggak deket-deket sama cowok gue!" seru fina emosi.
Fiona dan Olivia mengernyitkan dahi."cowok, lo!! setahu gue..lo kan jomblo abadi." celetuk fiona meremehkan.
"Bener tuh, lagian kita nggak pernah, lihat lo jalan sama cowok!" timpal Olivia memanasi.
Fika pun terpojok, karena yang di katakan oleh fiona dan Olivia benar.dia tidak mempunyai pacar,sebernarnya dia menyukai galleo dalam diam, sehingga tak ada yang tahu jika dia menyukai galleo.
Fika meninggalkan bangku Kanaya, dia menghentakkan kaki merasa kesal.
"Lo nggak apa-apa kan,nay?" tanya fiona,sambil menyimpan tasnya.
"Aku nggak apa-apa,fi." jawab Kanaya,yang kembali duduk di bangkunya.
"Emangnya ada apa sih, sampe fiona melabrak,lo?"timpal Olivia penasaran.
" Nanti aku jelasin."ujar Kanaya singkat.
"ish... lo mah gitu!" gerutu fiona,kesal pada Kanaya karena tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Kanaya hanya tersenyum tipis melihat fiona yang kesal kepadanya.
Bel masuk pun berbunyi,para siswa kelas IPA pun segera masuk, terlihat galleo dan teman-temannya pun memasuki kelas.
Saat galleo menghampiri bangkunya, Kanaya berdiri dan menundukkan kepala memberi jalan pada galleo untuk duduk di bangkunya.
Rasa canggung masih terlihat dari sikap Kanaya kepada galleo.sebaliknya galleo, dia hanya bersikap acuh,seakan tidak terjadi sesuatu.
Seorang guru laki-laki pun masuk ke kelas dan memulai belajarnya.kanaya tak sengaja melirik bangku milik keivano, dia baru sadar jika keivano tidak masuk kelas,hati Kanaya pun bertanya-tanya, dimana keivano?
Di tengah-tengah pembelajaran, Kanaya meminta izin, untuk ke toilet.dia harus menuntaskan panggilan alamnya.
Dia pergi ke toilet sendiri, karena tadi fiona sempat menawarkan diri untuk mengantarkannya, tapi Kanaya menolaknya.
Saat hendak masuk ke dalam toilet Kanaya mendengar suara aneh, karena penasaran dia pun menghampiri arah suara itu, sampai dia melupakan maksudnya.
Dengan langkah pelan, Kanaya terus mengikuti suara aneh itu.saat sudah pada titik suara,Kanaya mengintip dari balik tembok.
Betapa terkejutnya Kanaya,saat melihat dua pria yang sedang bercumbu di pojok toilet.mereka tak lain, keivano dan julian.decapan yang Kanaya dengarkan membuat seketika perutnya bergejolak,mual.
Kanaya tidak menyangka, jika suaminya sampai melakukan hal itu di lingkungan sekolah.
Dengan tangan yang memegang perut, Kanaya masih berdiri di balik tembok. dia masih penasaran dengan apa yang akan di lakukan keivano dan Julian.
Tanpa Kanaya sadari di belakangnya tengah berdiri tiga wanita yang tersenyum smirk ke arahnya.
"Lagi ngapain lo?" seru giselle, menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Mendengar seruan seseorang,membuat Kanaya terkejut dan spontan membalikkan badannya.dan yang lebih mengejutkan, jika yang tengah berdiri di hadapannya adalah giselle dan antek-anteknya.
"Ternyata,lo ini suka ngintip ya. lagi lihatin siapa lo di sini?" Giselle menatap tajam Kanaya yang gelisah.
Kanaya takut,jika keivano menyadari kehadirannya ,dan mengetahui dirinya yang sedang mengintip keivano.
Kanaya mencoba pergi dari sana, namun antek-antek giselle menghalangi jalannya.
"Mau kemana, lo? urusan kita belum selesai." Giselle menatap tajam Kanaya yang mulai ketakutan.
"Guys, bawa dia!" titah giselle pada antek-anteknya.
Kanaya di seret paksa.dia di bawa oleh mereka,ke toilet wanita yang berada di ujung.
Tak ada orang yang melihat perbuatan Giselle, sekali pun keivano yang tidak menyadari,jika Kanaya dalam bahaya.
Kanaya di bawa masuk kedalam toilet itu,salah satu antek Giselle bernama lusi memastikan jika tak ada orang di sekitar sana.
"Gimana?" tanya Giselle pada temannya.
"Aman, Giselle. nggak ada orang." jawab lusi tersenyum puas.
"Bagus... sekarang lo ikat tangan dia pake ni tali." titah Giselle pada mira.
Mira pun mengangguk paham dan mengambil sebuah tali tambang berukuran kecil.
"Jangan...aku mohon jangan lakukan ini pada ku." Kanaya yang takut pun memohon pada Giselle.
"Berisik lo. ini akibatnya kalo lo, cari gara-gara sama, gue!" bentak Giselle, mengeluarkan sebuah lakban dan membekap mulut Kanaya.
Kanaya tidak bisa berontak lagi, untuk berteriak saja dia tidak bisa.dirinya sangat takut melihat sikap Giselle yang seperti itu.dia berharap akan ada orang yang menolongnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
kalea rizuky
Q aja baca mual apalagi Kanaya liat langsung
2024-09-04
1
Okto Mulya D.
Ampuuuunnnnnn bar-bar banget ini cewekk..parahhh
2024-08-22
0
@azza
lanjut thor
2024-08-09
2