PART 13

MENUJU AKADEMI

Setelah perdebatan yang panjang, Misha masih tetap tidak bisa meyakinkan ayahnya untuk membuat kedua prajurit tersebut berhenti mengikutinya dan hari esok pun tiba di mana saat ini Misha sedang ada di dalam kereta kuda yang mengarah menuju akademi.

“huh... kepalaku pusing sekali, bisa-bisanya Misha yang asli hanya memiliki gaun di lemari pakaiannya. Apakah di akademi tidak ada seragam khususnya ya astaga....” ucap Misha

Sebelum berangkat tadi, dirinya menghabiskan banyak waktu untuk memilih pakaian yang cocok digunakan untuk berangkat menuju akademi, karena lemari pakaian Misha asli hanya terisi dengan gaun-gaun mewah jadinya jadi dirinya terpaksa mengobrak-abrik seluruh lemari pakaian dan akhirnya menemukan satu pakaian yang cocok dan nyaman digunakan, juga yang terpenting tidak terbuka dan mewah.

...Sebagai bonus saya akan menampilkan perbedaan pakaian Misha yang dulu dengan Misha yang sekarang saat pergi ke akademi bagi kalian yang telah membaca sejauh ini, jadi bagaimana menurut kalian?...

Sebelum

sesudah

Sesampainya di akademi Misha terus dilihatin banyak siswa-siswa lain saat sedang berjalan menuju ke ruang kelasnya, terus terdengar bisikan dari para siswa yang mulai membicarakan Misha dan jujur ini terasa semakin tidak nyaman bagi Misha apalagi dia tidak ingat di mana kelasnya berada.

“hah... aku sama sekali tidak tahu di mana kelasnya, apakah aku harus bertanya pada seseorang?” gumam Misha sambil melihat ke kiri dan kanan.

“akh... sudahlah lupakan saja, lagi pula sepertinya semua siswa di tidak menyukaiku jadi akan percuma bertanya pada mereka tapi ke mana aku harus pergi akh......” pikir Misha dengan kesal.

Saat di dalam gedung, Misha masih terus kebingungan di mana kelas yang harus dimasukinya apalagi prajurit yang terus mengikutinya saja tidak tahu di mana kelasnya saat Misha bertanya padanya, lalu seorang kakek tua dengan pakaian yang begitu rapi datang mendekati Misha “ohoho rupanya kau sudah datang kembali ke akademi rupanya, kudengar kondisi sedang tidak baik-baik saja jadi aku mulai mengkhawatirkan mu Misha”.

Suara tersebut terdengar sangat lembut dan tidak terdengar seperti kata kebencian atau umpatan dan sebagainya, tidak seperti yang terus didengar Misha dari murid-murid yang selalu membicarakannya dengan buruk.

Pria tua itu adalah kepala akademi, dia diberikan gelar sebagai kepala akademi bukan karena hanya telah membangun akademi sihir ini namun dibalik sikapnya yang ramah itu terdapat keterampilan yang sangat hebat dalam menggunakan sihir bahkan dia diakui sebagai pengajar yang paling hebat di seluruh kekaisaran ini, dan setiap murid yang diajar langsung olehnya akan menjadi seseorang yang luar biasa juga tidak pernah mengecewakan tapi dia sangat pemilih terhadap seseorang yang ingin ia ajar secara langsung.

Ayah misha sendiri dulunya adalah murid dari kepala akademi ini dan nama kepala akademi tersebut adalah Profesor Merlinius, sang penyihir berbakat sekaligus kepala sekolah dari akademi sihir terbaik di kekaisaran.

“jadi kudengar alasanmu sudah tidak masuk berhari-hari karena terjatuh dari kereta kuda akibat tindakan aneh mu lalu kau mengalami hilang ingatan, jadi apakah itu benar adanya Misha?” tanya Profesor Merlinius dengan senyuman yang masih terlihat di wajahnya, sementara itu Misha semakin dibuat bingung dengan kemunculan seseorang yang tak dikenalinya.

Misha lalu menjawab pertanyaan itu dan sekaligus menanyakan di mana letak kelasnya pada pria tua tersebut, “uh... maaf tapi Anda ini siapa ya, Apakah saya ada hubungannya dengan Anda dan jika Anda tahu sesuatu tentang saya bisakah Anda menunjukkan di mana kelas saya berada karena saya tidak ingat apa pun”.

“*aku tidak tahu siapa pria tua ini tapi sepertinya dia mengenaliku jadi lebih baik aku gunakan dia untuk tahu di mana letak kelasku karena aku sudah muak dengan kebingungan ini*” pikir Misha, Profesor Merlinius menatap Misha dengan tatapan tak percaya karena dirinya tahu tahu Misha sering sekali melakukan hal-hal aneh demi memikat pangeran pertama.

Salah satu prajurit yang terus mengawal Misha di belakang kemudian maju dan memberikan sebuah surat kepada profesor merlinius “maaf menyela pembicaraan Anda profesor Merlinius, tapi tuan menyuruh saya untuk memberikan surat ini padanya” kata prajurit tersebut sembari memberikan surat tersebut.

“*tunggu, tadi dia menyebutnya profesor Merlinius? Jadi pria tua yang ada di hadapanku ini adalah Merlinius sang penyihir terhebat? Aku sama sekali tidak menyadarinya karena dalam novel sosoknya tidak dijelaskan begitu detail jadi aku tidak mengenalinya*” pikir Misha sambil menatap profesor Merlinius yang sedang membaca surat tersebut.

Surat itu berisi permintaan Louis padanya agar terus mengawasi anaknya karena rasanya baginya masih belum terasa tenang hanya menempatkan dua orang kesatria sebagai pengawalnya dan juga dalam surat tersebut tertulis bahwa sebisa mungkin jauhkan Misha dari apa yang mungkin dapat membuat ingatannya kembali.

“*jadi hilang ingatannya itu benar rupanya tapi kenapa rasanya dia tampak memedulikan putrinya sekarang, padahal dahulu dia tidak peduli sama sekali dengan apa yang putrinya lakukan. Sepertinya ada yang mulai berubah darinya*...” pikir Profesor Merlinius.

Profesor Merlinius kemudian mengambil beberapa langkah ke depan hingga dirinya lebih dekat dengan Misha, “sepertinya dia mulai menyayangimu sepertinya, dan itu adalah sesuatu yang baik” Profesor Merlinius pun menunduk sambil mengusap kepala Misha dan tersenyum lembut.

Kemudian Profesor Merlinius kembali berdiri dan berbicara pada prajurit yang sedang mengawal Misha “kalian silahkan pergi dan menunggu di luar akademi dan selama ada di akademi, misha akan ada dalam pengawasanku dan kurasa sepertinya dia merasa tidak nyaman dengan keberadaan kalian yang terus mengikutinya”.

Kedua prajurit itu menolak permintaan dari profesor Melinius dengan alasan tuan mereka menugaskan untuk terus menjaga Misha dan tidak boleh lengah sedikit pun, profesor Merlinius menanggapi perkataan kedua prajurit tersebut dengan senyumannya “begitu ya...” Lalu muncullah energi sihir yang dikeluarkan oleh profesor Merlinius yang membuat kedua prajurit itu pingsan secara tiba-tiba.

...Untuk gambar yang saya perlihatkan itu semua dibuat oleh AI ya, jujur saya ngak punya bakat menggambar sama sekali 😭😭...

...Jangan lupa untuk tinggalkan like dan komen dan juga share ya biar lebih banyak yang baca novel aku, makasih...🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Frando Wijaya

Frando Wijaya

hmph 😒 lama sekali usir pengawal bodoh itu

2024-08-05

3

Frando Wijaya

Frando Wijaya

HA! meskipun murid akademi yg jenius atau apapun...bagi gw gk ada gunany....bila urusan Asmara aja sgt payah 😏😈

2024-08-05

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!