Misha yang masih duduk dipinggir danau hanya termenung melihat pantulan matahari yang terbenam yang ada di danau, kemudian misha berjalan lebih dekat menuju danau tersebut dan kemudian menyentuh air dari danau itu lalu hal yang mengejutkan terjadi, air danau itu kemudian bersinar dan sinarnya itu sangat terang.
Louis yang berada tak jauh dari lokasi danau terebut kemudian melihat sesuatu hal yang sangat bersinar dari arah danau tersebut, tanpa pikir panjang ia pun segera bergegas menuju danau tersebut dengan menunggangi kuda miliknya. Saat hampir sampai menuju danau ia melihat misha yang berdiri dipinggir danau, Louis kemudian berteriak memanggil nama misha.
“MISHA..... MISHA... SEGERA MENJAUH DARI DANAU ITU SEKARANG!!!” teriak louis.
“a.. ay... tidak, aku tidak berhak memanggilnya ayah lagi pula dia adalah ayah dari misha asli yang ada di novel ini, walaupun sekarang aku merasuk ke dalam tubuh anaknya memangnya pantas bagiku menyebutnya ayah padahal dia tidak pernah memperhatikan anaknya sendiri” ucap misha dengan lirih sambil menatap louis yang sedang menunggangi kuda ke arahnya.
PERTAMA KALI BERTEMU
Dimasa lalu louis yang umurnya masih 19 tahun pergi berjalan-jalan di hutan di dekat rumahnya karena merasa bosan dan berniat berburu hewan untuk menghilangkan kebosanannya, saat sedang mengarahkan anak panahnya ke seekor burung di atas pohon, louis tiba-tiba mendengar suara nyanyian yang sangat merdu dan indah, ia kemudian berjalan menyusuri hutan dan mencari asal suara nyanyian tersebut hingga akhirnya dia melihat seorang gadis cantik yang duduk di sebuah batu pinggir danau sambil merendam kakinya di air danau dan bernyanyi.
Louis terus menatap gadis itu dari jarak yang cukup jauh agar tidak ketahuan, namun tak lama setelah louis tiba gadis itu mendadak berhenti bernyanyi dan menoleh ke arah belakang. Dengan sigap louis bersembunyi dibalik pohon saat gadis itu menoleh ke arahnya.
“hahaha keluar saja, aku tahu kok kamu ada di sana“ ucap gadis itu dengan tersenyum.
Mendengar hal tersebut, louis tetap diam berdiri dibalik pohon. Beberapa saat kemudian louis mencoba melihatnya lagi dari balik pohon tapi betapa terkejutnya dia saat melihat gadis yang belum lama berada dipinggir danau itu tiba-tiba menghilang, lalu kemudian louis merasa ada sesuatu yang muncul dari belakangnya dan louis segera menarik pedang yang berada di pinggangnya dan segera berbalik dan mengarahkan pedangnya pada sesuatu yang secara tiba-tiba muncul di belakangnya.
“hei... tidak sopan mengarahkan pedang pada seorang gadis loh... untung saja aku segera menghentikan pedangmu yang mengarah padaku dengan sihir milikku, kalau tidak pasti leherku sudah terpotong” ucap gadis yang tadi duduk dipinggir danau.
“siapa kau? Kenapa kau bisa ada di sini” ucap louis dengan dingin.
“harusnya aku yang tanya begitu, kan kamu yang tadi datang dan mengintip ku seenaknya dan juga bisa jauhkan pedangmu dulu dari leherku tidak?” ucap gadis itu.
Pedang yang louis arahkan tadi kini berada di sebelah leher gadis itu dan jaraknya pun sangat dekat, padahal louis mengayunkan pedang tersebut dengan sangat kuat hingga harusnya bisa langsung memenggal kepala tersebut namun saat ini louis merasa ada semacam energi yang menahan gerakan pedangnya.
Gadis itu kini mundur sedikit dari louis, merasakan tidak adanya ancaman atau hal buruk dari gadis itu louis kemudian menyimpan kembali pedangnya, walau tidak merasakan adanya aura yang berbahaya dari gadis tersebut namun louis merasakan energi sihir yang begitu besar padanya dan semakin besar energi sihirnya maka semakin kuat orang tersebut.
“hm... kamu dapat merasakan energi sihirku ya? wah.. hebat sekali, jarang loh yang dapat merasakan atau melihat energi sihir dan aura seseorang” kata gadis itu.
“bagaimana kamu bisa tahu kalau aku bisa melihat aura dan energi sihir milikmu?” tanya louis.
“itu rahasia hahaha, tapi karena aku baik hati maka aku akan memberimu petunjuk yaitu aku mengetahui hal di dunia ini lebih banyak daripada manusia” ucap gadis itu sambil tersenyum.
“apa maksudmu lebih tahu banyak daripada manusia? Apa dirimu itu bukan manusia?” kata louis dengan penuh keheranan.
“kamu akan tahu dengan sendirinya, jika kamu sudah tahu jawabannya maka temui aku saat bulan purnama menjadi dua”.
Setelah mengatakan hal tersebut, muncul hembusan angin yang cukup kuat dan gadis itu perlahan memudar dan menghilang bagai ditiup angin, louis benar-benar terkejut melihat gadis itu menghilang secara tiba-tiba bahkan louis sendiri masih belum mengerti maksud perkataan gadis tersebut.
“dia pergi menggunakan sihir ya, dan juga... apa maksudnya menyuruhku kembali menemuinya saat bulan purnama menjadi dua” ucap louis dengan lirih.
Setelah itu louis kembali ke rumah dan saat di rumah dia hanya terus memikirkan apa maksud dari perkataan gadis yang sebelumnya ia temui di danau, beberapa kali louis pergi ke danau untuk menemui gadis itu kembali tapi sayangnya dia tidak pernah bertemu dengan wanita itu lagi hingga akhirnya saat louis sedang membaca buku di balkon samping kamarnya saat malam hari ia melihat kolam ikan yang ada di depan rumahnya dan memandangi ikan-ikan tersebut, louis juga melihat adanya pantulan bulan sabit pada permukaan kolam ikan itu kemudian louis teringat dengan perkataan gadis itu “jika kamu sudah tahu jawabannya maka temui aku saat bulan purnama menjadi dua”.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Akmal Udin
ceritanya bagus. lanjutkan Thor...
2024-07-20
4