"Mau itu !!" Bocah kecil berusia lima tahun itu berlari mengejar seorang penjual ice cream keliling , membuat Bu guru yang melihat nya langsung berlari mengejar.
"Ameera ! Kamu mau kemana ?" Teriak ibu guru itu sambil menjinjing rok nya yang panjang .
Ameera gadis kecil berusia lima tahun itu tidak memperdulikan teriakan ibu guru nya itu . Diri nya lebih suka mengejar penjual ice cream keliling yang menyerukan suara musik yang lucu menurut nya .
"Telolet , telolet , ice cream , ice cream , siapa yang beli bisa menjadi pintar..."
"Meela mau jadi pintal sepelti Abi !" Teriak Ameera , kaki kecil nya terus menerus mengejar sang penjual es keliling itu , tanpa memperdulikan beberapa kendaraan yang berlalu lalang , dan jangan lupakan ibu guru nya yang sudah berteriak histeris .
"Ameera ! Berhenti ... Banyak mobil sama motor lewat ... Ameera .... Ameera ...." Ibu guru terpekik saat melihat sebuah sepeda motor metik yang nyaris menabrak tubuh mungil itu .
Ibu guru sampai memejamkan kedua bola mata nya , sungguh diri nya sangat takut jika terjadi sesuatu pada anak pemilik sekolah itu.
"Astaghfirullah bagaimana saya menjelaskan nya pada pak Azzam .. bisa-bisa saya di pecat sama pak Azzam kalau sampai terjadi sesuatu pada Ameera . Ya Allah Ameera ....... "
Namun ibu guru yang bernama Ivy itu bisa bernafas dengan legah , saat membuka kedua bola mata nya , melihat Ameera dalam gendongan seorang gadis , dan dalam keadaan baik-baik saja .
Ivy berlari menghampiri Ameera dan gadis yang masih menggendong Ameera itu .
"Ya Allah , Ameera ! Kamu baik-baik saja ? Ibu kan sudah bilang , kamu jangan lari-lari !! Lihat , kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu bagaimana ?"
Ameera mengerucutkan ujung bibir nya kesal . "Meela kan mau ice cleam Bu gulu ! Meela pengen ice cleam " wajah imut itu cemberut , membuat siapa saja yang melihat nya terkekeh geli . Gemas sekali melihat pipi chubby itu mengembung .
"Anak siapa sih imut sekali ?" Gumam gadis yang tengah menggendong Ameera itu , membuat Ameera mendongak menatap wajah cantik yang menggendong nya .
Ameera tersenyum lebar . "Bunda ...." Pekik Ameera . Membuat gadis cantik itu tersentak .
"Ameela kangen banget sama bunda " ucap Ameera lagi , lalu mengalungkan kedua tangan mungil itu di leher gadis tersebut .
Gadis cantik itu mengerjapkan kedua bola mata nya , masih bingung dengan apa yang di ucapkan oleh anak kecil yang ada di dalam gendongan nya ini.
"Bunda jangan pelgi ! Meela butuh bunda ... Meela sayang banget sama bunda " teriak Ameera lagi dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata .
Gadis itu sampai gelagapan sendiri mendengar perkataan Ameera . Gadis itu tidak tau harus bereaksi seperti apa .
Ivy yang melihat nya langsung berjalan mendekat , ibu Ivy mencoba meraih tubuh Ameera , mengambil alih dari gadis itu . Namun , Ameera tidak mau , Ameera malah semakin kencang memeluk tubuh gadis itu .
"Ameera sayang , ayo kita kembali , pasti Abi kamu sudah datang dan mencari-cari kamu" ucap Ivy dengan nada lembut .
Ameera menggeleng kan kepala nya , malah semakin mengeratkan pelukannya pada leher gadis itu.
Ivy menatap tidak enak pada gadis yang ada di hadapannya saat sekarang ini . "Maaf ya mbak , eh , anuh , Ameera , biasanya enggak kayak gini . Eh gimana ya jelasin nya " Ivy juga bingung menjelaskan nya pada gadis itu . Sebab , baru kali ini Ivy melihat Ameera seperti ini . Dengan nya saja , sampai membutuhkan waktu yang lama agar bisa dekat . Ameera tidak gampang akrab dengan seseorang . Apa lagi orang asing yang tidak di kenal nya .
Ya sebelum masuk ke sekolah , Ivy di minta oleh Zahra -- bunda Azzam untuk mendekatkan diri nya terlebih dahulu pada sang cucu . Bukan tanpa sebab , Zahra tidak ingin jika Ameera merasa tidak nyaman dengan guru nya nanti .
Dan selama itu , Ivy sampai kesulitan mendekati diri nya pada Ameera . Namun seiring berjalannya waktu , akhirnya Ameera dekat dengan Ivy .
Ameera terkesan cuek , dan tidak perduli , namun jika sudah kenal dan dekat , Ameera akan menjadi sosok yang centil , dan yang pasti nya sangat cerewet .
"Emmm enggak apa-apa buk . Tapi gimana ya , saya buru-buru , " ucap gadis itu .
Ivy mengangguk kan kepala nya , mencoba merayu Ameera agar mau bersama dengan nya . Namun usaha nya nihil , Ameera masih tidak mau .
"Meela mau sama bunda !! Ibu Ivy pelgi saja . Meela enggak mau sama ibu Ivy !!" Pekik Ameera .
Ivy menggaruk kepala nya yang tidak gatal , bingung juga bagaimana cara nya menghadapi sikap Ameera ini .
"Duh saya bingung juga , ini bagaimana ya "
"Emmm , emang nya mbak buru-buru banget ya . Kalau bisa saya minta waktu nya sebentar, soal nya ponsel saya juga ketinggalan di sekolah . Saya akan mencoba menghubungi Abi nya " ucap Ivy .
Gadis itu berpikir sejenak , lalu sedetik kemudian mengangguk kan kepala nya . Diri nya juga tidak tega melihat gadis kecil yang ada di dalam gendongan nya ini .
"Emmm bisa ikut saya mbak ?" Tanya Ivy lagi .
Gadis itu tampak melirik ke sana kemari , lalu setelah nya mengangguk kan kepala nya . "Tapi saya tidak bisa lama ya Bu, saya ada keperluan lain " ucap gadis itu .
Ivy tersenyum . "Terimakasih mbak , baiklah ayo , saya pastikan tidak akan lama mbak , karena saya yakin Abi Ameera sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah " sahut Ivy yang memang sudah mengetahui sebelum nya , jika Abi Ameera tadi dalam perjalanan menuju ke sekolah menjemput anak nya .
Dan setelah nya mereka sama-sama berjalan menuju ke sekolah yang jarak nya lumayan jauh dari tempat tadi .
Ivy berusaha mencoba merayu Ameera agar mau di gendong oleh diri nya , namun lagi dan lagi Ameera menolak nya . Ameera tetap ingin bersama dengan gadis itu .
Sesampainya di sekolahan , Ivy langsung melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kantor , dan mencari keberadaan ponsel milik nya yang berada di dalam tas nya .
Ivy mencoba menghubungi ayah Ameera.
Dan tidak lama panggilan langsung terhubung . Ivy bisa menghembuskan nafas nya legah .
"Assalamualaikum pak Azzam ,---" Ivy menceritakan semua nya .
"Baik Ivy , saya juga dalam perjalanan , dan sebentar lagi sampai . Tolong jaga putri saya " ucap Azzam .
"Baik pak "
Dan setelah mengucapkan salam , Ivy langsung memutuskan sambungan telepon nya . Dan melangkah kan kaki nya menuju ke depan tepat dimana keberadaan Ameera beserta gadis itu .
Ivy tertegun melihat Ameera yang tampak tertawa bersama dengan gadis itu , tawa nya sangat lain dari sebelum nya yang pernah Ivy lihat .
"Ameera ." Suara berat seseorang membuat Ameera dan gadis itu menoleh , sontak kedua nya menatap seorang pria yang tengah terpaku melihat mereka berdua .
"Na-- Nadira !" Pekik Azzam dengan nafas yang tercekat .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments