Di sebuah ruangan serba putih, terbujur kaku seorang laki-laki dengan berbagai alat medis yang menopang kehidupannya. Wajah itu begitu tampan, tapi terlihat lemah tak berdaya. Kulitnya begitu pucat. Seakan tak ada aliran darah di dalam tubuhnya.
Krieeettt ...
Pintu terbuka. Seorang wanita paruh baya dengan penampilannya yang glamor masuk ke ruangan serba putih itu. Ia berjalan dan mendekat ke arah brankar. Lalu digenggamnya tangan dingin laki-laki yang terbaring tanpa daya itu. Mata sang wanita berlinang. Apalagi saat lagi-lagi bibir kering nan pucat laki-laki itu terdengar menggumamkan satu nama.
"Dina ... Dina ... Maafkan aku. Maaf. Dina, Dina, .... "
"Aril, sampai kapan kau akan begini, Nak? Bangunlah! Bangun! Kau tahu, tadi Mama mendapatkan kabar kalau Dina sudah kembali. Kau ingin bertemu dengannya, bukan? Kalau iya, bangunlah! Bangunlah, Sayang! Bangunlah!" lirih wanita paruh baya itu seraya meneteskan air matanya.
Hati ibu mana yang tak hancur saat melihat keadaan anaknya tidak baik-baik saja. Bahkan jauh dari kata baik.
Sudah dua tahun putranya terkapar tak berdaya di rumah sakit. Sudah dua tahun, putranya tidak sadarkan diri. Kejadian nahas yang menimpa putranya membuat hidupnya yang suram jadi kian kelam. Dan wanita itu akui, semua berawal dari keangkuhan mereka di masa lalu terhadap seorang gadis yang tidak bersalah.
Flashback 6 tahun yang lalu.
Brakkkk ...
"Apa ini? Katakan Sarah, apa ini?" Aril melemparkan foto-foto Sarah-istrinya yang keluar dari sebuah kamar hotel dengan seorang pria. Jelas saja Aril murka karena merasa dikhianati.
"Kenapa? Kau tidak terima?"
"Sarah, apa ini rupa aslimu? Dasar jalang! Sudah mandul, murahan juga."
"Siapa yang kau sebut mandul? Siapa yang kau sebut murahan?"
"Kau. Siapa lagi. Sudah satu tahun menikah, tapi kau tak kunjung hamil."
"Jangan sembarang bicara! Memangnya mau sudah membuktikan kalau aku mandul." Aril terdiam. Ia tidak mungkin jujur kalau ia pernah menghamili seorang gadis. "Kau tidak bisa menjawab bukan? Denga…
Kulepas Kau Dengan Bismillah
107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments
Ranny
Itu karna mu Aril karena kau tega gak mengakui darah daging mu anak kandungmu sendiri akhirnya kau ga di beri keturunan apalagi ibumu pun tak mau mengakui cucunya sendiri rasakan emang enak ga punya keturunan selain anak dan cucu dr Dina wanita yg kalian berdua tega menghinanya
2026-07-25
0
ⰼ⃞☪🌹Erna 🤭
Ternyata yg nabrak Ariana wktu itu, ibunya Aril yaa...
Apa nw Dina maafin Aril, lha wong dia yg bikin masalah buat Dina og
2024-11-04
0
Siti Mutrikah
mungkin itu karma untuk Aril ya yg tak mau tanggung jawab pada dina
2025-03-13
0