Pikiran buruk tentang Ainur

Di dalam rumah Asep dan pak Haji masih berbicara, dan pembicaraan mereka kali ini membahas apa saja yang harus di siapkan Asep, untuk melangsungkan akad nikah, dan setelah Asep mengerti dengan semua tugasnya dia pun pamit.

Sementara Yogha dan Bagus yang berada di luar sedang berdebat lantaran keputusan yang telah di ambil Yogha menurut Bagus kurang tepat.

"Bos yang benar saja, masa iya bos mau nikah sekarang, dengan Wanita tuli dan bisu, coba bos pikirkan sekali lagi!" ucap Bagus tidak setuju.

"Aku tahu, awalnya juga aku tidak setuju, tapi yang aku hadapi ini orang yang dekat dengan Allah, tuhan kita dan kamu tahu ucapan seorang ulama itu bisa jadi doa, dan doanya itu pasti mujarab, bisa langsung naik kelangit ketujuh tanpa ada halangan". jelas Yogha

"Ya tapi usaha ke bujuk pak Kiai agar saratnya itu di ganti" ucap Bagus memberi saran

"Heh, kau pikir dari tadi aku tidak usaha, aku juga sudah usaha meminta saratnya di ganti tapi tidak bisa, kalau boleh jujur aku ingin berkata, "Pak apa tidak ada cara lain untuk menghalalkan makanan yang sudah ku makan, tidak dengan menikahi putri bapa yang tuli dan bisu itu, andai jika cacat sebelah kaki atau tangannya aku masih bisa menerima, tapi ini bisu dan tuli bagai mana aku bisa berkomunikasi dengannya sedang aku tidak bisa bahasa isarat". ucap Yogha pelan tapi penuh dengan penekanan.

Bagus menghela nafas panjang setelah mendengar penjelasan Yohga, dan kini dia mulai menerima keputusan Yogha walau berat, ya mau bagai mana lagi yang mereka hadapi adalah orang yang dekat dengan Allah jadi pasrah lah jawabannya.

"Lalu bagai mana dengan kedua orangtua mu?" tanya Bagus yang khawatir akan ada masalah nantinya saat kedua orangtua Yogha tahu jika Yogha menikahi wanita yang tuli dan bisu.

"Untuk mereka, aku yakin mereka bisa menerima istri ku nanti, seperti kamu sekarang" ucap Yohga menyakinkan Bagus

Padahal dalam hati kecilnya, dia juga takut dengan reaksi kedua orangtuanya nanti, apakah akan menerima putri pimpinan pondok tersebut atau tidak.

Namun hal itu akan dia pikirkan nanti karena sekarang yang ada di benaknya adalah cepat kembali ke kota untuk bertemu orangtuanya.

Mereka masuk lagi kerumah pak Haji dan Yogha berkata setelah duduk kembali "Pak maaf sebelumnya tapi setelah acara ijab qobul saya harus langsung ke kota karena mamah saya di larikan kerumah sakit akibat shok mendengar saya hilang".

"Baiklah, jika seperti itu, nanti kamu bawa Ainur bersamamu" ucap Pak Haji tanpa beban dan itu membuat Yogha berburuk sangka apakah Ainur ini kelakuannya sangat buruk sampai-sampai setelah dinikahkan langsung di suruh pergi ikut suami.

Sungguh pikiran buruk tentang Ainur ini memenuhi isi kepalanya tapi ya sudahlah toh dia sudah setuju ingin mundurpun tak enak hati karena terlanjur berjanji di awal.

Di dalam masjid yang sangat luas kini sudah di penuhi para santri laki-laki juga para setap pengajar disana.

Kamera sudah siap untuk mengabadikan momen tersebut dan keluarga yang berada di luar kota sudah di hubungi dan mereka sekarang sedang melakukan video call.

Kedua kakak Ainur juga sudah bergabung untuk menyaksikan acara akad nikah adik mereka lewat sambungan video call.

Yogha yang masih memakai baju koko, juga sarung dan sekarang memakai kopeah mulai masuk kedalam mesjid bersama pak Kiai yang berada di depan dan Bagus yang berada di belakangnya.

Semua mata tertuju pada Yogha dan Bagus, mereka saling berbisik siapakah pria yang beruntung akan menikahi Ainur.

Apakah yang memakai baju koko atau yang memakai kemeja, dan setelah melihat tiga orang tersebut duduk barulah mereka tahu yang mana laki-laki yang beruntung itu, karena posisi duduk saat itu mengatakan bahwa yang duduk berhadapan dengan pak Kiai secara langsung adalah yang akan menikahi Ainur, sang bidadari surga.

Terpopuler

Comments

Ade Diah

Ade Diah

gak nyangka bisa bikin karya seperti ini, sungguh membuat hati berbunga-bunga

2024-04-22

1

Happyy

Happyy

💝💝

2024-02-24

0

Ade Diah

Ade Diah

niat awal mustajab kok jadi mujarab

2023-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Awal mula
2 Halalkan putri saya
3 Bos selamat aku juga selamat
4 Alhamdulillah
5 Pikiran buruk tentang Ainur
6 Sah
7 Pakayan
8 Takut
9 Trauma bos
10 Dia kenapa?
11 Berseri-seri
12 Perih
13 Jangan bercanda
14 Abi....
15 Besar dan indah
16 Tampan bukan
17 Orangtua baik tidak menjamin anaknya juga baik
18 Jika benar mati aku
19 Yakin 100%
20 Kaki Mu
21 Cara Allah mendekatkan kami
22 Dari yang biasa sampai yang luar biasa
23 Kau lebih tega
24 Habiskan!
25 Itung-itung hukuman
26 Buntut dari kesalahan kita
27 Cuman itu?
28 Ada apa dengannya?
29 Perhatian
30 Jangan sombong Bis!!!
31 Siap !!!
32 Lagi-lagi kalah
33 Bukan Nur tapi Ainur
34 Bangun!!!
35 Permintaan Ainur
36 Pengakuan Ainur
37 Penjelasan
38 Bahagia karena hal sepele
39 Semua butuh peroses
40 Aku harus tidur dimana??
41 Tidak mau mengalah
42 Kok bisa?
43 Sudah buka matamu!!
44 Dia mengigau??
45 Lihat pipimu memerah
46 Mencari kunci
47 Aku menerima kekurangan juga kelebihanmu
48 Mata yang membengkak
49 So tahu
50 Apa gunanya aku??
51 Pesta ulang tahun
52 Apa kabar??
53 Pingsan
54 Antar aku pulang
55 Tatapan kosong
56 Cara apa?
57 Teror
58 Penyejuk mata dan hati
59 Aku cemburu
60 Antisipasi
61 Cara menghilangkan setres
62 Cucian kusut
63 Kehebohan
64 Menular
65 Firasat buruk
66 Tumben
67 Gelas pecah
68 Hilang
69 Berpikir
70 Tidak menyerah
71 Dinyatakan di culik
72 Meminta Doa
73 Yogha masih hidup
74 Nama kamu siapa?
75 Keluhan seorang Ainur
76 Berubah pikiran
77 Tante dan paman sudah ikhlas
78 Salat goib untuk Yogha
79 Suara Bayi
80 Asal usul Bayi
81 Aku mengenalnya
82 Itu suamimu bukan?
83 Mirip
84 Ponsel yang mati
85 Dimana rumah Asep
86 Kedatangan Bagus
87 Sebelas dua belas
88 Penawaran untuk Bagus
89 Dua pilihan
90 Berkali-kali lipat rasa sakitnya
91 Benar rindu itu sangat berat
92 Membantu Yogha
93 Atau pura-pura
94 Coba saja!!
95 Alasan
96 100%
97 Segudang rencana
98 Mengenang
99 Malu
100 Aira bayi kecil
101 Jangan manja
102 Tidak ada manfaatnya
103 Sebuah perintah
104 Ada kemajuan
105 Bisa berujung petaka
106 Sudah sembuh
107 Meminta izin
108 keimanan yang menipis
109 Dia sudah sembuh
110 Tidak menyangka
111 Tidak Akan
112 Lupa diri
113 Kapan sembuh
114 Paktor umur
115 Daging kambing
116 Apa sukses
117 Menggoda Ainur
118 Batal nikah
119 Rencana perjodohan untuk Bagus
120 Jangan dibuat rumit
121 Gagal total
122 Terserah Kalian
123 Kalian
124 Apa kamu siap untuk menikah
125 Terima saja
126 Apa ini petunjuk dari Mu Ya Raab
127 Merasa gugup
128 Bagus sanjaya
129 Jadi Keset
130 Sempurna
131 Biarlah semua mengalir apa adanya
132 Baiklah
133 Belum siap apa?
134 Kamu suami saya
135 Keanggunan yang kami kagumi
136 Titip calon cucu-cucu mamah
137 Aku sayang kalian
138 Tidak suka dengan harganya
139 Sebuah Akhir namun juga awal yang baru.
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Awal mula
2
Halalkan putri saya
3
Bos selamat aku juga selamat
4
Alhamdulillah
5
Pikiran buruk tentang Ainur
6
Sah
7
Pakayan
8
Takut
9
Trauma bos
10
Dia kenapa?
11
Berseri-seri
12
Perih
13
Jangan bercanda
14
Abi....
15
Besar dan indah
16
Tampan bukan
17
Orangtua baik tidak menjamin anaknya juga baik
18
Jika benar mati aku
19
Yakin 100%
20
Kaki Mu
21
Cara Allah mendekatkan kami
22
Dari yang biasa sampai yang luar biasa
23
Kau lebih tega
24
Habiskan!
25
Itung-itung hukuman
26
Buntut dari kesalahan kita
27
Cuman itu?
28
Ada apa dengannya?
29
Perhatian
30
Jangan sombong Bis!!!
31
Siap !!!
32
Lagi-lagi kalah
33
Bukan Nur tapi Ainur
34
Bangun!!!
35
Permintaan Ainur
36
Pengakuan Ainur
37
Penjelasan
38
Bahagia karena hal sepele
39
Semua butuh peroses
40
Aku harus tidur dimana??
41
Tidak mau mengalah
42
Kok bisa?
43
Sudah buka matamu!!
44
Dia mengigau??
45
Lihat pipimu memerah
46
Mencari kunci
47
Aku menerima kekurangan juga kelebihanmu
48
Mata yang membengkak
49
So tahu
50
Apa gunanya aku??
51
Pesta ulang tahun
52
Apa kabar??
53
Pingsan
54
Antar aku pulang
55
Tatapan kosong
56
Cara apa?
57
Teror
58
Penyejuk mata dan hati
59
Aku cemburu
60
Antisipasi
61
Cara menghilangkan setres
62
Cucian kusut
63
Kehebohan
64
Menular
65
Firasat buruk
66
Tumben
67
Gelas pecah
68
Hilang
69
Berpikir
70
Tidak menyerah
71
Dinyatakan di culik
72
Meminta Doa
73
Yogha masih hidup
74
Nama kamu siapa?
75
Keluhan seorang Ainur
76
Berubah pikiran
77
Tante dan paman sudah ikhlas
78
Salat goib untuk Yogha
79
Suara Bayi
80
Asal usul Bayi
81
Aku mengenalnya
82
Itu suamimu bukan?
83
Mirip
84
Ponsel yang mati
85
Dimana rumah Asep
86
Kedatangan Bagus
87
Sebelas dua belas
88
Penawaran untuk Bagus
89
Dua pilihan
90
Berkali-kali lipat rasa sakitnya
91
Benar rindu itu sangat berat
92
Membantu Yogha
93
Atau pura-pura
94
Coba saja!!
95
Alasan
96
100%
97
Segudang rencana
98
Mengenang
99
Malu
100
Aira bayi kecil
101
Jangan manja
102
Tidak ada manfaatnya
103
Sebuah perintah
104
Ada kemajuan
105
Bisa berujung petaka
106
Sudah sembuh
107
Meminta izin
108
keimanan yang menipis
109
Dia sudah sembuh
110
Tidak menyangka
111
Tidak Akan
112
Lupa diri
113
Kapan sembuh
114
Paktor umur
115
Daging kambing
116
Apa sukses
117
Menggoda Ainur
118
Batal nikah
119
Rencana perjodohan untuk Bagus
120
Jangan dibuat rumit
121
Gagal total
122
Terserah Kalian
123
Kalian
124
Apa kamu siap untuk menikah
125
Terima saja
126
Apa ini petunjuk dari Mu Ya Raab
127
Merasa gugup
128
Bagus sanjaya
129
Jadi Keset
130
Sempurna
131
Biarlah semua mengalir apa adanya
132
Baiklah
133
Belum siap apa?
134
Kamu suami saya
135
Keanggunan yang kami kagumi
136
Titip calon cucu-cucu mamah
137
Aku sayang kalian
138
Tidak suka dengan harganya
139
Sebuah Akhir namun juga awal yang baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!