Saat fajar, Tianzhun menatap cahaya pagi di luar jendela dengan mata yang memerah.
Tanpa disadari, ia telah membaca materi sejarah sepanjang malam. Dia secara kasar telah membaca sejarah dari akhir Dinasti Feng, dan memiliki pemahaman hingga titik tertentu tentang keseluruhan ceritanya. Namun, masih banyak detail yang tidak jelas.
Apalagi buku sejarah banyak menggunakan teknik penulisan kuno dan modern, dan banyak kontradiksi di dalamnya, sehingga tidak bisa dipercaya sepenuhnya.
Ada beberapa masalah penting yang dirangkumnya semalam.
Masalah pertama : Panjang, lebar dan tinggi benda yang dimasukkan ke dalam kotak kaca akan bertambah 200 kali lipat, volumenya akan bertambah secara proporsional, dan beratnya juga akan bertambah.
Sebagai contohnya, telur yang hanya 50gram akan berubah menjadi ratusan ton. Berdasarkan perhitungan ini, jika Tianzhun memberi makan setiap manusia kecil, dia tidak akan mengeluarkan banyak uang.
"Dengan kata lain, aku tidak hanya bisa memberi mereka makanan enak, tapi juga memberikan kehidupan yang lebih baik. Namun...
"Jika ternyata jumlah manusia kecil di dunia itu berjumlah jutaan, maka jika ingin memberi makan dan melindungi keselamatan mereka semua, aku akan menghadapi situasi kebangkrutan yang nyata...
"Pertanyaan intinya adalah, apa tujuanku? Hanya menyelamatkan empat puluh dua manusia kecil di desa ini? Atau apakah aku akan melakukan yang terbaik, untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang di akhir Dinasti Feng? Atau bahkan menyelamatkan seluruh negerinya? Jika aku melakukan semuanya sendirian, maka aku tidak memiliki sumber keuangan yang cukup, dan aku sepertinya perlu memikirkan kembali tujuanku."
Masalah kedua : "Ketika terjadi perang di akhir Dinasti Feng, kehidupan para manusia kecil berada dalam bahaya setiap saat, sedangkan aku mungkin akan keluar untuk mencari makan, tidur, mandi, dan kadang-kadang berkencan, tidak mungkin menjaga kotak kaca ini 24 jam sehari...
"Bagaimana ketika aku kembali, harus melihat empat puluh dua manusia kecil telah dibunuh oleh prajurit kekaisaran, prajurit Jianwu, atau yang lainnya, dan kotak kaca berubah menjadi reruntuhan yang dipenuhi dengan mayat. Kemungkinan ini sangat tinggi. Oleh karena itu, kemampuan perlindungan diri para manusia kecil harus ditingkatkan."
Masalah ketiga : Kotak kaca dengan panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter hanya dapat memberikan jarak pandang sepanjang 500 meter dan lebar 300 meter, hanya mencakup Desa Wuxia dan lahan di sekitarnya, tidak dapat melihat luar desa secara langsung, apakah ada cara untuk memperluas jarak pandang?"
Ini adalah masalah-masalah paling mendesak yang terlintas di benaknya malam itu.
Tentu saja pertanyaan ketiga adalah pertanyaan gaib, jadi dia hanya bisa membiarkan alam mengambil jalannya.
Mari kita fokus menyelesaikan dua masalah pertama terlebih dahulu.
Sebagai orang yang menganggap dirinya cukup baik, tentunya ia tidak berniat hanya menyelamatkan empat puluh dua manusia kecil itu saja. Dia ingin menyelamatkan sebanyak mungkin orang lain, atau jika memungkinkan, akan lebih baik jika dia bisa menyelamatkan seluruh negara.
"Pertama-tama, aku tidak bisa begitu saja memasukkan makanan ke dalam kotak kaca."
"Melakukan hal itu tidaklah ilmiah, dan hanya akan menghasilkan sedikit manfaat bagi mereka."
"Rakyat kecil di dalam kotak harus dimobilisasi, agar mereka bisa berusaha untuk memperjuangkan hidup mereka sendiri, sehingga mereka akan menjalani kehidupan dengan hal-hal yang positif."
"Hal pertama yang harus aku lakukan adalah menyediakan air untuk rakyat kecil! Hanya dengan air mereka bisa hidup."
"Tapi bagaimana cara yang tepat untuk memberi mereka air?"
"Apakah aku arahkan saja keran air langsung ke dalam kotaknya?"
Tapi dia buru-buru menepis gagasan ini, itu jelas tidak bisa diandalkan. Diameter air akan menjadi 200 kali lebih besar ketika mengalir ke desa kecil itu, dan hal itu tidak bisa disebut sebagai persediaan air, melainkan mendatangkan bencana banjir.
"Menggunakan semprotan? Tidak."
Hal itu hanya akan menimbulkan angin dan hujan badai yang sangat besar, yang akan menghancurkan rumah-rumah penduduk yang terbuat dari jerami dan bambu.
Mata Tianzhun beralih ke kotak mika kecil di mejanya.
Dia mengambil kotak itu dan membandingkannya ke salah satu halaman di desa kecil.
"Bagus! Ini bisa muat disini."
Kemudian dia mengulurkan tangan ke kotak kaca, menggali tanahnya, dan membuat lubang yang cukup besar dalam sekejap.
....
Desa kecil, dini hari.
Penduduk desa bangun pagi-pagi sekali, dan segera setelah fajar menyingsing, orang-orang pekerja keras ini mulai bersiap untuk bekerja.
Namun, terjadi kekeringan parah dan tidak ada apapun yang bisa tumbuh di ladang. Mereka tidak lagi memiliki pekerjaan seperti bertani.
Mereka biasanya bangun pagi untuk mencari tanaman liar, tapi mereka masih memiliki stok bahan makanan di masing-masing rumah mereka. Jadi mereka sekarang tidak perlu terburu-buru mencari tanaman liar. Setelah bangun, semua orang bisa melakukan beberapa pekerjaan rumah.
Menenun, mengasah pisau, menjahit pakaian, dan lain sebagainya...
An Zhu juga berencana untuk menjahit pakaiannya yang compang-camping, dia mengambil jarum dan benang, kemudian duduk di bangku kecil di dekat pintu.
Ketika dia hendak memasang benang ke jarumnya, tiba-tiba di bawah sinar matahari pagi dia mendengar suara dengkuran di dekat pintu rumahnya.
Dia keluar dan melihat bahwa Zhang Yuan masih disini.
"Eh? Kenapa Anda belum pergi dari desa ini?"
Tadi malam, dia memberi Zhang Yuan makanan seperti yang diperintahkan Tianzhun, lalu memperingatkannya untuk tidak memberi tahu siapapun tentang apa yang dilihatnya di desa ini, dan memintanya untuk kembali ke kota.
Namun setelah Zhang Yuan melihat beras sebesar batu kilangan dan daun sawi putih yang juga sangat besar tadi malam, walaupun ia tidak dapat memahaminya, ia masih merasa sangat terkejut dan berpikir untuk tinggal di desa ini lebih lama lagi.
Setelah meninggalkan rumah An Zhu, dia tidur di teras.
Dia adalah golongan orang kaya yang selalu dimanjakan, yang tidak pernah bangun sepagi ini.
Setelah dibangunkan oleh An Zhu, dahinya mengerut dan ekspresinya masih linglung.
Ketika dia melihat sekitarnya, dia berkata dengan bingung, "Hah? Ini sudah pagi?"
An Zhu berkata, "Setelah aku memberi Anda makanan tadi malam, bukankah aku telah meminta Anda untuk kembali ke ibukota?"
Zhang Yuan berpura-pura bodoh lalu berkata, "Ha? Kenapa aku tidak kembali tadi malam?"
Alih-alih memperhatikan Zhang Yuan, ekspresi An Zhu pada saat ini berubah.
Ternyata dia melihat tangan raksasa terulur dari langit dan menggali tanah di halaman desa, tanah disana tiba-tiba bergemuruh dan berguncang, dan tak lama kemudian sebuah lubang besar terbentuk.
Zhang Yuan mengikuti pandangan An Zhu dan melihat ke atas, tapi dia jelas tidak bisa melihat tangan Tianzhun.
Dia hanya melihat bahwa tanah, pasir, dan kerikil di halaman itu tiba-tiba berhamburan, seolah sedang digali oleh kekuatan yang tak terlihat. Tak lama kemudian, sebuah lubang besar tiba-tiba muncul di sana.
Semua orang juga melihat bahwa pasir dan batu tiba-tiba beterbangan, menggetarkan bumi.
Pikiran Zhang Yuan dipenuhi dengan kebingungan, "Hah? Apakah ini karena aku bangun terlalu pagi? Haruskah aku tidur lebih banyak?"
Ketika penduduk desa lainnya dikejutkan oleh hal ini, mereka buru-buru berlari menuju pusat keributan.
An Zhu dengan cepat berteriak, "Semuanya, jangan pergi kesana, karena kalian akan menghalangi Dewa Agung yang sedang melakukan sihirnya."
Penduduk desa seketika berhenti secara bersamaan!
Setelah An Zhu menghentikan penduduk desa, dia dapat melihat dengan jelas bahwa tangan raksasa Dewa Agung menggali tanah beberapa kali.
Sebuah lubang persegi besar muncul di tanah yang panjangnya lebih dari sepuluh kaki, lebar lima kaki, dan kedalaman delapan kaki.
Kemudian, tangan raksasa itu mengeluarkan sebuah kotak transparan dan perlahan-lahan menurunkannya dari langit, lalu ditempatkan di dalam lubang yang baru saja terbentuk di tanah.
Zhang Yuan dan penduduk desa tidak dapat melihat tangan raksasa itu, tetapi mereka dapat melihat kotak besar transparan. Mereka melihat kotak itu perlahan turun dari langit, dan jatuh ke dalam lubang dengan sangat tepat.
Semua orang bingung dan tidak tahu apa yang terjadi.
Tianzhun membersihkan tangannya dari debu lalu bergumam, "Akhirnya, waduknya sudah kubangun."
Dia mengambil cangkir berisi air mineral, dan perlahan menuangkan itu ke dalamnya.
Alhasil, orang-orang kecil yang berada di dalam kotak tersebut melihat pemandangan yang aneh sekali lagi.
Tiba-tiba sebuah aliran air yang sangat besar jatuh dari langit, namun itu tidak menyebar kemanapun, melainkan mengalir ke dalam kotak besar yang ada di tanah. Tidak butuh waktu lama, kotaknya sudah terisi dengan air bersih.
Penduduk desa tercengang untuk waktu yang lama.
"Ini..."
Mata Zhang Yuan membelalak tak percaya.
Dia membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu, namun tak sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Seolah-olah pemandangan ini terlalu menakjubkan untuk bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
semangat kaka
2023-12-27
0
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi㊍㊍👻ᴸᴷ
pelan2 bikin irigasi dan tampungan air ,hmm ...kira2 tuh air akan habis berapa tahun yaa?🤔
2023-12-15
1
☕ 𝙾𝙵𝙵𝙻𝙸𝙽𝙴
baru percaya 😂
2023-12-04
0