Tianzhun mengeluarkan ponsel dengan tangan kanannya, kemudian mengambil gambar pada orang-orang kecil di dalam kotak, dia menggunakan kamera makro untuk mengabadikan momen kebuntuan tersebut.
Pada saat yang sama, tangan kirinya siap membantu manusia kecil kapan saja.
Dia berpikir bahwa selama nyawa manusia kecilnya masih aman, itu tidak masalah. Tapi ketika mereka dalam bahaya, dia sudah bersiap dengan tangan kirinya, yang dapat digunakan kapan saja untuk membunuh lima orang pendatang baru itu.
Sama seperti membunuh para bandit sebelumnya.
....
An Zhu gugup, dia terlihat sangat panik.
Dia bisa melihat Dewa Agung muncul samar-samar di kubah langit.
Tentu saja, ini bukanlah hal yang paling menakutkan. Hal yang paling menakutkan adalah ketika Dewa Agung telah mengangkat tangannya.
Dan dia tentu saja mengerti, apa artinya ketika tangan Dewa Agung telah terangkat!
Kemarin dia melihat dengan matanya sendiri, bahwa Dewa Agung mengubah semua bandit menjadi bubur daging dengan satu jentikan jari. Secara alami, pemandangan yang menakutkan itu masih melekat di benaknya.
An Zhu memasang ekspresi garang dan berteriak, "Jangan main-main! Jangan sentuh berasnya, atau kalian akan mati."
"Ha?"
Alis Tianzhun terangkat.
An Zhu berteriak, "Kalian harus segera pergi."
Dia berteriak sekuat tenaga, dan tentu saja semua orang di sekitarnya mendengarnya.
Semua penduduk desa terkejut.
Kelima orang itu juga tercengang, lalu mereka mengangkat kepala dan melihat sekeliling, bertanya-tanya dalam hati, "Apa maksud semua ini? Penduduk desa ini sebelumnya juga berteriak, mengatakan bahwa kita akan mati? Bagaimana cara kita akan mati?"
Apakah ada sesuatu di dekat sini yang bisa membunuh kita berlima?
Aku tidak melihat bahaya apapun, tidak ada apa-apa di sekitar kecuali sekelompok orang kotor.
Mereka teringat apa yang dikatakan kepala desa tadi, "Ini adalah beras surga yang diberikan oleh Dewa Agung. Jika berani menyentuhnya, dewa akan marah dan membunuhmu."
"Cih!"
Pejabat itu mau tidak mau mencibir, "Mitos macam apa yang ingin kalian buat?"
Salah satu prajurit juga mengatakan, "Apa kalian pikir kami akan takut? Sebelumnya kami hampir berpikir bahwa akan ada sesuatu yang datang untuk membunuh kami, ternyata ini hanyalah sebuah mitos untuk menggertak?"
Seorang petugas lain berteriak kepada An Zhu, "Dasar bajingan, omong kosong apa yang kamu teriakkan? Mengintimidasi seorang pejabat berarti melawan istana kekaisaran, apakah kau sudah bosan hidup?"
An Zhu menggelengkan kepalanya, "Saya tidak ingin membuat kalian takut, tapi hanya mencoba menyelamatkan kalian. Cepat pergi dari sini! Jika ini terus berlanjut, maka dewa akan menampar kalian semua sampai mati."
Kelima orang pemerintahan itu sebenarnya merasa takut ketika mendengar ini, tetapi sangat sulit dipercaya.
Pejabat itu mengangkat alisnya dan memerintahkan pria di sebelahnya, "Wanita itu telah membuat rumor yang meresahkan publik dengan kata-katanya yang mengerikan, seret dan bawa dia kembali ke kantor pemerintah daerah untuk diinterogasi. Dia mungkin penyihir dari Sekte Teratai Hitam."
Petugas itu mengangguk dan berjalan ke arah An Zhu dengan pedang di tangannya.
An Zhu melirik petugas yang sedang berjalan ke arahnya, lalu melihat ke atas langit.
Awan seketika terbelah, dan tangan Dewa Agung bergerak ke bawah dengan cepat, dan segera menuju ke atas kepala prajurit itu.
"Mungkinkah Dewa Agung benar-benar memberkatiku ?"
"Jika tidak, mengapa ketika petugas ini mengambil tindakan terhadapku, tangan Dewa Agung datang dan sepertinya akan melindungiku." pikir An Zhu.
Tapi petugas resmi kekaisaran dan bandit berbeda!
Jika mereka membunuh para bandit sampai mati, mereka hanya perlu membawa jasad mereka dan menguburkannya di luar desa, tidak akan ada cerita lebih lanjut.
Tetapi jika terjadi kematian seorang petugas pemerintahan di Desa Wuxia, maka hal itu akan menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Pemerintah akan mengira bahwa orang-orang dari desa wuxia membunuh mereka, dan seluruh desa akan dicap sebagai pemberontak.
Dia telah mengalami hal ini ketika dia masih kecil. Pamannya, An Yixiang, memukuli seorang pejabat. Sebagai akibatnya, banyak prajurit kekaisaran datang ke desa, dan ketika mereka hendak memukuli pamannya, dia kabur dan belum berani kembali ke desa sampai sekarang .
Ketika hal ini terpikir olehnya, An Zhu buru-buru berkata dengan lantang, "Tolong, lepaskan kami, dan kalian juga bisa menyelamatkan hidup."
Di luar kotak kaca, Tianzhun tiba-tiba mendengar teriakan gadis itu..
"Kenapa dia berteriak demi melindungi kelima pejabat kejibini ?"
Mungkinkah dia sedang berusaha melindungi dirinya dan seluruh penduduk desa ?
Tianzhun segera memahami bahwa di belakang kelima orang pemerintahan ini, ada identitas kuat yang mewakili kekuatan di belakang mereka.
Meskipun gadis itu tahu bahwa desa ini dilindungi oleh dewa, dia tidak tahu berapa lama dia akan terus mendapatkan perlindungan. Mungkin dewa akan melindunginya selama beberapa hari secara tiba-tiba, dan kemudian berhenti muncul. Jika saat itu tiba, maka seluruh penduduk desa akan mati.
Aku khawatir masih banyak hal yang layak dipelajari di dunia kecil yang ada di dalam kotak kaca ini.
Kali ini, aku akan lakukan seperti apa yang gadis itu inginkan.
Tianzhun awalnya berencana untuk memukul kelompok pejabat itu sampai mati, tetapi mengurungkan niatnya. Dia hanya mengulurkan dua jari dan dengan lembut mengambil petugas itu, seperti memungut rumput liar kecil.
"Oh tidaaak!"
Petugas itu berteriak seperti kambing yang hendak disembelih.
Dia awalnya berjalan menuju An Zhu selangkah demi selangkah, bersiap untuk membawa gadis itu ke kantor pemerintahan untuk diinterogasi.
Tapi tanpa diduga, dia tiba-tiba merasakan kekuatan yang menjepit bahunya, dan kekuatan besar itu menekan seluruh tubuhnya, seolah bisa menghancurkan semua tulangnya.
Dia melihat ke kiri dan ke kanan, mencoba melihat apa yang menjepitnya, tetapi tidak dapat menemukan apapun.
Tidak ada apapun, dia hanya bisa merasakan kekuatan tak kasat mata yang begitu besar.
Kemudian kakinya meninggalkan tanah dan melayang ke udara.
Dia menggantung di langit dengan posisi terbalik.
Empat orang lainnya mengangkat kepala dan melihat ke langit, dengan wajah terkejut.
Ketika penduduk desa melihat pemandangan ini, mereka semua buru-buru berlutut, "Dewa Agung telah muncul."
Prajurit yang tergantung di udara begitu ketakutan hingga air mata membasahi wajahnya, bahkan selangkangannya juga basah kuyup, ia meronta-ronta sambil berteriak, "Ya Tuhan, Oh Dewa, kasihanilah aku, ampunilah aku... Sass...saya tidak bermaksud menyinggung perasaanmu... Saya salah... saya salah... kumohon selamatkan hidupku..."
Pejabat dan petugas lainnya saling memandang dengan bingung, sejenak tidak tahu harus berbuat apa.
Pada saat ini, Tianzhun menggembungkan pipinya, menggunakan pipa untuk memusatkan arah angin, dan menghembuskan nafasnya ke arah empat orang lainnya.
"Swosh!"
"Bang!"
Tiba-tiba ada angin yang bertiup kencang!
Angin itu bertiup dengan ganas, tidak ke arah orang lain, tapi hanya mereka berempat.
Keempatnya terbang sejauh tiga sampai sepuluh meter, mendarat dan menghantam tanah dengan keras, pantat mereka sangat sakit, seolah hampir pecah.
Mereka berempat sepertinya tahu apa yang harus mereka lakukan. Semuanya segera menghadap tanah, mereka berlutut dan membentur-benturkan kepala dengan bunyi gedebuk.
Tianzhun menoleh ke An Zhu dan berkata, "Suruh mereka pergi, katakan pada mereka, jangan beritahu siapapun tentang apa yang baru saja terjadi."
An Zhu berkata dengan lantang, "Dewa Agung menyuruh kalian pergi, dan juga memperingatkan kalian untuk tidak memberi tahu siapapun tentang apa yang terjadi disini."
Keempat orang itu dengan cepat bersujud, "Saya dengan hormat akan mematuhi perintah Dewa Agung."
"Cepat lari!"
Pejabat yang masih tergantung di udara berteriak dengan keras, "Saya juga ingin pergi dari sini, Dewa Agung, tolong selamatkan hidup saya. Tolong biarkan saya keluar dari sini juga. Saya bersumpah tidak akan mengatakan sepatah katapun tentang apa yang sedang terjadi disini..."
Begitu Tianzhun melepaskan tangannya, pejabat itu jatuh dari ketinggian sepuluh kaki. Meskipun terjatuh dengan keras, namun dia menahan rasa sakit, berusaha bangkit, kemudian dengan tertatih dan terseok-seok ia mengejar empat rekannya.
Mata Tianzhun tertuju pada lima petugas pemerintahan itu. Dia ingin melihat dengan jelas, bagaimana kelima pejabat ini akan "meninggalkan kotak kaca".
Dia melihat lima orang itu tersandung keluar desa saat berlarian dengan panik.
Dia bergumam, "Jika kalian berlari lebih jauh lagi, seharusnya kalian akan membentur kaca."
Dunia ini seharusnya dikelilingi dinding kaca.
Namun mereka terus berlari, seolah-olah tidak dapat melihat dinding kaca, kelima orang itu terus bergerak maju dan melewati kaca... Mereka tidak melewati bagian luar kotak kaca, melainkan menghilang begitu saja tanpa jejak, seolah-olah dinding kaca adalah portal menuju dunia lain.
"Menghilang?"
Tianzhun terkejut, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berpikir keras...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus
ngompol juga
2023-12-27
0
☕ 𝙾𝙵𝙵𝙻𝙸𝙽𝙴
mungkin ada kotak lainnya
2023-12-04
0
༻☘ ᖇᙓꙆ✌︎ ☘༻
dewa bengek🤣🤣
2023-12-03
2