CH 9 : Rencana Penduduk Desa

Mungkinkah kotak kaca ini juga terhubung dengan dunia liliput lainnya ?

"Sebelumnya aku berpikir bahwa hanya sedang memelihara sekotak orang-orang kecil, jadi aku hanya perlu membesarkan mereka seolah-olah sedang membesarkan sekelompok hamster kecil."

"Aku tidak pernah berpikiran untuk menyelidiki lebih jauh tentang apa yang terjadi dengan dunia kecil ini, tetapi jika aku melihatnya dengan hati-hati, ternyata masih ada banyak hal yang patut dipelajari."

Tianzhun mengalihkan pandangannya kembali ke kotak kaca.

Pada saat ini, orang-orang pemerintahan itu telah melarikan diri, dan penduduk desa kecil berkumpul, mereka bersorak dan membungkuk ke langit.

Sebagai "satu-satunya orang yang bisa berbicara dengan dewa", gadis kecil itu dikelilingi oleh penduduk desa, dan mereka semua ingin An Zhu menyampaikan sesuatu.

Gadis kecil itu mengangkat kepalanya dan berteriak ke langit, "Dewa Yang Agung, orang-orang berterima kasih atas bantuan Anda. Kami juga ingin menanyakan sesuatu kepada Anda, apakah beras ini untuk saya sendiri, atau Anda mengizinkan semua orang untuk dapat menikmatinya?"

Mata Tianzhun tertuju pada gadis kecil itu.

Hanya gadis kecil ini yang dapat mendengar suaranya, sehingga dia memang satu-satunya orang yang dapat berkomunikasi dengan dirinya.

Tianzhun berpikir bahwa dia dapat belajar tentang dunia kecil ini darinya.

Sepertinya sudah waktunya untuk berbicara sedikit dengan gadis kecil ini.

Tianzhun berkata, "Kamu dapat membagikan butir beras itu kepada semua orang. Selain itu, aku punya beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada kalian."

Dengan ekspresi gembira diwajahnya, gadis kecil itu berkata kepada semua orang, "Semuanya, Dewa Agung berkata bahwa beras ini diberikan kepada kita semua, jadi kita bisa membaginya."

Penduduk desa kecil segera bersorak.

"Dewa memberkati."

"Hidup Dewa Yang Agung."

"Oh ya, An Zhu, apakah Dewa Agung seorang Buddha atau Hindu? Haruskah kita mengatakan Amithaba, atau haruskah kita mengatakan Om Swastiastu?"

Gadis kecil itu juga bingung. Meskipun dia bisa melihat wajah dewa melayang di awan, dia tidak bisa melihat apakah dia mengenakan jubah hindu atau jubah biksu.

Dia benar-benar tidak tahu kalimat mana yang tepat untuk menghormati dewanya. Disisi lain, dia merasa tetap harus mengatakan itu. Jika tidak, dia akan merasa seperti hamba memalukan yang tidak bisa mensyukuri nikmat dewa.

Tianzhun mengangkat kepalanya, tampak antusias, "Para manusia kecil ini cukup menarik. Mereka benar-benar mempelajari tentang ajaran Buddha dan Hindu. Budaya dunia kecil ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan duniaku."

Dia berkata sambil tersenyum tipis, "Jangan khawatir tentang suatu kepercayaan, aku bukan salah satu dari keduanya."

Pernyataan Tianzhun membuat gadis kecil itu tertegun, karena hal ini memasuki titik buta dalam pengetahuannya.

Apakah ada dewa yang seperti itu ?

Tianzhun kembali berkata, "Jangan pedulikan masalah sepele seperti itu, suruh yang lainnya diam, karena aku ingin mengajukan pertanyaan."

Gadis kecil itu dengan cepat berkata dengan lantang, "Semuanya, diamlah. Dewa Agung memiliki beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada kita."

Saat dia berteriak, semua orang langsung terdiam.

Tianzhun berkata, "Kalian sebenarnya berada dimana? Apakah di sebuah planet, dunia lain, atau suatu dimensi tersembunyi?"

Gadis itu tidak mengerti, jadi dia mengulangi kalimat itu kepada semua penduduk desa.

Namun, tidak ada satupun diantara manusia kecil yang hadir, yang dapat memahaminya. Bahkan kepala desa, manusia kecil yang paling berpengetahuan diantara mereka, juga merasa bingung.

Apa itu planet? 

Apa itu dunia lain? 

Apa itu dimensi?

Terlihat jelas dari ekspresi mereka bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang arti dari kata-kata ini.

Tianzhun memahami bahwa meskipun mereka memiliki budaya yang sama, tingkat pengetahuan mereka masih berada pada zaman kuno, jadi dia menyesuaikan pertanyaannya, "Berada di negara atau era Dinasti manakah kalian sekarang?"

Penduduk desa mempunyai sedikit gambaran tentang negara, mereka tahu bahwa mereka berada di suatu negara, dan negara ini juga mempunyai sebuah dinasti yang menguasai pemerintahannya. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang tahu apa nama negara ini atau dinasti apa, jadi mereka semua menggelengkan kepalanya.

Tianzhun mengerutkan kening, "Orang-orang ini bahkan tidak tahu dari negara mana mereka berasal, begitu rendahnya tingkat pengetahuan yang mereka miliki."

Namun, jika memikirkannya lebih hati-hati, dia bisa mengerti!

Pada zaman dahulu, sebagian besar penduduk tidak bisa membaca satu katapun, dan mereka juga tidak bisa meninggalkan desa.

Jarak terjauh yang bisa mereka tempuh mungkin hanya sebatas ibukota kabupaten. Jika tempat kelahiran mereka terlalu jauh dan tidak ada pedagang yang lewat, penduduk desa akan menjadi terbelakang seperti kelompok orang ini, yang tidak tau apa-apa, dan tidak mengenal tentang dunia luar.

Tianzhun menghela nafas panjang, "Sudah, itu saja! Aku tidak bisa menanyakan apapun dari kalian."

Penduduk desa kecil saling memandang.

An Zhu merendahkan suaranya dan berkata kepada penduduk desa di sekitarnya, "Dewa Agung tampaknya sangat kecewa."

Kepala desa berkata dengan muram, "Haah.. Kita tidak bisa menjawab pertanyaan Dewa Agung. Tentu saja dia kecewa."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" kata An Zhu.

Setelah memikirkannya, kepala desa berkata dengan serius, "Katakan pada dewa, tolong beri kita waktu, dan biarkan kami memikirkan cara untuk menemukan orang yang berpengetahuan."

"Orang berpengetahuan? Bukankah tidak ada satu pun orang semacam itu di desa ini." kata An Zhu

Kepala desa berkata, "Memang tidak ada seorang pun di Desa Wuxia, tetapi ada satu di kabupaten ini, dan orang paling berpengetahuan yang pernah aku temui... tentu saja dia adalah hakim daerah."

An Zhu menggelengkan kepalanya, "Bagaimana mungkin kita bisa mempekerjakan seorang hakim daerah?"

Kepala desa berkata, "Kalau begitu, bagaimana dengan pelayan hakim daerah, Zhang Yuan."

An Zhu kembali menggelengkan kepalanya, "Kepala desa, kita juga tidak mungkin mengundang orang itu."

Kepala desa menyeringai, "Meskipun pelayannya juga orang yang hebat, dia tidak dikelilingi oleh pengawal setiap hari seperti hakim daerah, akan jauh lebih mudah untuk mengundangnya."

An Zhu : "???"

Kepala desa mengalihkan pandangannya dan melihat Hao Chuyu di sebelahnya, "Hao Chuyu, aku punya tugas untukmu."

Hao Chuyu maju selangkah dan tersenyum polos.

Kepala desa memerintahkan, "Besok pagi, makanlah lebih banyak dan ajaklah beberapa pemuda bersamamu. Pergilah ke ibukota dan undang Tuan Zhang Yuan untuk datang ke Desa Wuxia. Jika dia bersedia datang, perlakukan dia dengan baik. Namun jika dia menolak, kepung dan berikan dia ancaman. Ingat, hidup kita adalah pemberian Dewa Agung. Apapun yang dewa inginkan, kita harus berusaha maksimal agar tidak mengecewakannya."

Hao Chuyu menyeringai lebar, "Baiklah, baiklah, dewa telah memberiku telur besar dan nasi yang sangat nikmat. Aku pasti akan melakukan dengan baik apapun permintaannya, tetapi aku belum pernah ke ibukota. Bagaimana aku bisa sampai ke sana?"

Kepala desa berkata, "Aku akan menjelaskan rute perjalanannya..."

Ketika melihat ini, Tianzhun tenggelam dalam pemikirannya, "Ternyata dunia kecil ini sepertinya cukup besar, ada desa, kabupaten, pejabat, dan hakim, jadi pasti ada dinasti besar yang menguasainya."

"Aku berharap mereka dapat mengundang seseorang yang berpengetahuan secepat mungkin."

Terpopuler

Comments

Gabutdramon

Gabutdramon

urraaaa

2024-01-13

0

•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus

•§͜¢•ⁿᵘᵐᴮ 🦢🍒hiatus

lanjutkan

2023-12-27

0

☕ 𝙾𝙵𝙵𝙻𝙸𝙽𝙴

☕ 𝙾𝙵𝙵𝙻𝙸𝙽𝙴

menarik juga😅

2023-12-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!