Deandra keluar dari ruang ganti setelah dia selesai mandi dan berganti pakaian. Menghela nafas lega ketika tidak melihat suaminya lagi. Setelah pagi tadi Deandra di buat kebingungan dengan perlakuan Afkha, belum lagi sikapnya yang selalu membuatnya terkejut.
"Ya ampun, aku sudah ternoda. Semalam dia memeluku, pagi ini dia juga mencium keningku. Bagaimana ini?"
Meski kenyataannya dia yang mendekati Afkha dan membuat pria itu bisa lebih mudah memeluknya. Ah, tapi Deandra tidak mengakui soal itu. Karena dia sendiri merasa telah di bohongi oleh tubuhnya sendiri.
Deandra keluar dari kamarnya dan segera pergi ke kamar Sandra untuk mengecek keadaannya pagi ini, setelah semalam dia yang terakhir kali mengecek keadaan Sandra. Namun ketika baru sedikit saja membuka pintu kamar, Deandra melihat suaminya sedang berada disana dan sedang mengelap tubuh Sandra dengan handuk kecil dan air hangat di dalam wadah.
Deandra melihat bagaimana Afkha yang begitu perhatian dan menyayangi Sandra dengan begitu besar. Bagaimana bisa semalam dia tidur dengan memelukku, sementara dirinya saja masih begitu mencintai istri pertamanya itu.
"Maafkan aku San, karena aku terpaksa harus menduakan kamu kali ini..."
Deandra langsung menajamkan pendengarannya ketika dia mendengar ucapan Afkha barusan.
"Bukan karena aku tidak mencintaimu lagi, tapi aku juga harus memberikan yang terbaik untuk Resa. Dia sudah mulai merangkak, tapi kamu masih belum sadar juga. Resa juga perlu sosok Ibu yang sebenarnya, dan aku melihat jika Deandra bisa menjadi Ibu pengganti untuk kamu. Aku akan tetap berusaha untuk membuat kamu sembuh" ucap Afkha
Kasihan sekali kalian ini, saling mencintai tapi terpaksa harus menerima cobaan ini. Deandra jadi merasa terharu dan sedih dengan keadaan Afkha dan Sandra itu. Padahal dirinya saja yang mencintai Dokter Angga, belum tentu bisa bersatu dengan pernikahan seperti mereka. Deandra menghembuskan nafas pelan karena kisah cintanya yang sedih sekali.
"Kau ngapain malah bengong disini?"
Deandra mengerjap kaget, dia tidak sadar jika Afkha sudah berdiri di depannya dan sudah membuka pintu kamar dengan lebar. Sementara dirinya malah melamun sambil bersandar di dinding.
"Hehe, enggak Tu..."
Tatapan tajam dari Afkh langsung membuat Deandra bungkam dan tidak melanjutkan ucapannya karena dia sadar jika dia sudah hampir salah memanggil suaminya.
"Sayang, maksudnya Sayangku" Gila, apa yan bibirmu ucapkan ini, Dean.
Deandra tersenyum dengan sedikit malu, bisa-bisanya dia memanggil Afkha dengan panggilan Sayangku. Padahal bukannya memanggil sayang saja sudah sangat terlarang baginya. Tapi lagi-lagi gerak tubuhnya telah mengkhianati hati dan pikirannya.
Afkha tersenyum mendengar itu, jelas dia sangat senang dengan panggilan istrinya barusan. Merasa jika Deandra telah menuruti semua perkataan dan perintahnya.
Afkha mengusap kepala Deandra. "Good Girl"
Setelah itu dirinya langsung berlalu begitu saja. Meninggalkan Deandra yang membeku karena ulahnya itu. Afkha terkekeh tanpa suara melihat wajah memerah Deandra yang terlihat sangat jelas.
Deandra mengerjap pelan, dia langsung memegang kepalanya yang baru saja di usap dengan lembut oleh suaminya. "Ish dia ini, kenapa suka sekali membuat aku malu dan kaget si"
Deandra masuk ke dalam kamar Sandra, mulai bekerja sesuai kemampuannya. Memeriksa selang infusan dan juga detak jantung Sandra yang masih terasa normal.
"Cepat sadar Nyonya, suami anda itu selalu membuat saya terkejut dan terdiam seperti orang bodoh di depannya"
Jika mengingat kelakuan Afkha padanya memang membuat Deandra kesal dan juga selalu merasa dirinya menjadi orang bodoh di depan suaminya itu. Seteleh memastikan semuanya baik-baik saja, Deandra kembali keluar kamar dan berlalu ke kamar anak asuhnya.
Ya, sekarang tugasnya malah semakin bertambah sejak dia menikah dengan Afkha. Ini seperti menikah bukan untuk menjadi Nyonya, tapi malah menjadi pelayan. Hiks.
Deandra selalu merasa senang ketika dia melihat bayi berusia 9 bulan itu. Resa yang terlihat sangat menggemaskan. Deandra mulai memandikan dia dan mengganti pakaiannya. Memakaikan bondu dengan bentuk bunga besar di kepalanya yang baru tumbuh beberapa helai rambut saja.
"Cantik sekali, kamu sekarang jadi anak sementara Bunda ya. Pokoknya Bunda bakal sayangi kamu" ucap Deandra sambil menggendong Resa dan membawanya keluar kamar.
Berjalan ke ruang makan, disana sudah ada Ayah dan Ibu juga suaminya. Deandra berjalan menghampiri mereka dengan menggendong Resa yang sudah tampil cantik.
"Wah, cucu Oma sudah cantik sekali" ucap Ibu yang langsung mengambil alih Resa dari gendongan Deandra.
"Terima kasih ya Dean" ucapnya lagi sambil mengelus bahu Deandra.
Deandra mengangguk sambil tersenyum, dia tidak langsung ke meja makan untuk sarapan. Tapi malah pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan buat Resa. Saat ini dia benar-benar sedang menjalani perannya dengan baik.
"Kamu makan saja dulu Dean, biar Ibu yang memberi makan Resa" ucap Ibu saat Deandra menghampirinya dengan membawa semangkuk bubur tim untuk Resa.
Deandra tersenyum, dia duduk di atas karpet depan Ibu mertuanya yang sedang memangku Resa. "Tidak papa Bu, biar suapi Resa makan dulu saja"
Aku tahu diri siapa aku disini, jadi harus mementingkan tugasku dulu sebelum memikirkan diriku sendiri.
Deangan lembut Deandra menyuapi makan Resa. Ibu yang melihat itu benar-benar terharu, karena akhirnya cucunya ini bisa mendapatkan perhatian dari seorang Ibu. Karena selama ini Resa hanya di rawat olehnya dan terkadang di titipkan ke pelayan ketika dia mempunyai sedikit urusan.
"Wah, pintar sekali anaknya Bunda ini. Habis ya makannya" ucap Deandra dengan senyum yang lebar, dia mengambil tisu basah dan mengelap bibir Resa yang belepotan. Lalu melepaskan kain penghalang yang berada di leher Resa agar makananya tidak terkena baju.
"Sudah sana kamu makan dulu, suami kamu juga pasti ingin kamu layani. Ibu dan Ayah sudah sarapan lebih dulu tadi" ucap Ibu, tak berapa lama kemudian Ayah menghampiri mereka dan beralih menggendong cucu kesayangannya.
"Afkha masih menunggu kamu, Dean. Cepatlah temui dia" ucap Ayah
Ish, kenapa tidak makan duluan saja. Harus apa menunggu aku. Gumamnya dalam hati. "Baik Yah, Bu aku kesana dulu ya"
"Iya Nak" jawab ibu
Ibu dan Ayah kembali bermain dengan Resa, cucu pertama mereka yang sangat mereka sayangi. Ibu menyandarkan kepalanya di bahu Ayah dengan tangannya yang memainkan tangan Resa.
"Ayah lihat tidak? Wajah Afkha yang terlihat lebih bersinar pagi ini. Ibu rasa pilihan kita ini memang yang terbaik untuk dia. Karena kita juga tidak bisa terus membiarkan Afkha terluka dengan keadaan ini. Bukan berarti kita tidak sayang dengan Sandra, tapi kita juga tetap harus mementingkan kehidupan Afkha dan Resa" ucap Ibu
Ayah mengangguk, memang semua ini atas permintaan mereka. Meminta Afkha untuk menikah lagi karena memang dirinya yang butuh sosok seorang istri dan anaknya yang juga butuh sosok seorang Ibu. Hanya saja Ayah dan Ibu tetap meminta Afkha untuk bersikap adil jika dia mempunyai dua istri. Mereka sama sekali tidak tahu tentang perjanjian yang diberikan oleh Afkha pada Deandra.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
oooowh jadi afkha bersikap seperti itu sama dean itu mau berbuat adil sama istri
2023-07-17
0
Ratna Dewi
gak sabar nunggu kelanjutannya
2023-07-02
0
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
boleh gk sih jahat dikit thor,,,biarin sandra koma aja,,,🙈😅
jahatnyaaa diriku,🤪🙈🙈🙈🙈🙈
2023-07-02
1