Bab 2. Tubuh Rylee

Abbey merasa terlalu berani pada laki-laki yang belum jelas asal-usulnya itu. Namun, demi mempertahankan uangnya, apa pun akan dilakukan. Ancaman Van pasti tidak main-main dengan menahan gajinya.

"Siapa namamu?" tanya Abbey setelah melepaskan tangannya.

"Rylee."

"Oh, oke. Rylee, aku mohon turun dari mobilku! Kalau mau menipuku, kamu salah orang. Aku bukan konglomerat atau wanita kaya," jelas Abbey.

"Berikan aku sedikit uang. Aku akan segera turun." Rylee masih saja memaksa.

"Tidak ada uang, Rylee! Aku baru saja dipecat!" bentak Abbey saking kesalnya.

"Kalau aku tidak mendapatkan uang, itu artinya aku putus dengan kekasihku," balas Rylee.

"Aku tidak peduli! Itu urusanmu, bukan urusanku!"

Rylee terlihat sangat polos, padahal sebenarnya laki-laki muda yang berusia 25 tahun itu adalah seorang playboy. Dia juga memiliki gaya hidup yang tidak normal. Suka sekali berganti pasangan dan berfoya-foya. Kehidupannya sangat misterius dan suka sekali mempermainkan wanita. Setiap targetnya harus benar-benar berhasil didapatkan.

"Kalau begitu, aku ikut denganmu. Jadikan aku kekasihmu," jelas Rylee.

"Apa? Memangnya kamu siapa berani mengaturku?"

Tanpa pikir panjang, Abbey turun dari mobil. Dia berniat mengeluarkan Rylee secara paksa. Jika dengan cara halus masih tidak mempan, maka ini solusi terakhir. Dia membuka pintu di mana Rylee duduk.

"Keluar!" perintah Abbey.

"Tidak!"

Abbey menarik tangan Rylee. Dia segera menyilangkan tangan di depan dadanya. Berharap dengan cara itu, wanita yang ditemuinya tidak mudah mengeluarkannya dari mobil.

"Rylee!" pekik Abbey.

"Sudah kubilang kalau tenaga Tante tidak sekuat yang kubayangkan. Tante lemah!"

Abbey gemas. Ingin rasanya mencakar mulut laki-laki muda yang sok tahu itu. Gara-gara Abbey terlihat gemas, sontak Rylee menarik tangannya. Posisinya begitu dekat, tetapi tidak sampai bersentuhan karena Rylee menahan bobot tubuh Abbey dengan baik.

"Jangan panggil aku dengan sebutan Tante!" maki Abbey setelah dia mundur dan memposisikan dirinya dengan baik.

Abbey kembali ke tempat semula. Agaknya memang sulit sekali mengeluarkan Rylee dari mobilnya. Terpaksa dia pun melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen.

"Nah, begini kan enak. Bawa aku ke mana pun. Aku laki-laki baik dan tidak nakal. Oh, ya, siapa nama Tante?"

Abbey rasanya ingin mencubit ginjal Rylee karena kesal. Tidak henti-hentinya laki-laki itu memanggilnya tante.

"Abbey, tanpa tante!" balasnya ketus.

"Pantas saja kamu tak kunjung menikah. Kelakuanmu saja seperti itu. Bagaimana pria bisa mendekat kalau kamu saja galak?" Rylee memberanikan diri untuk membuat suasana hati Abbey kesal. Kalau sudah kesal, apa pun akan dilakukan Rylee. Termasuk meminta uang.

Mulai memasuki tempat parkir apartemen, Rylee mulai berkomentar macam-macam. Wajar sebenarnya, tetapi kenyataannya dia bertemu wanita yang tepat.

"Kamu pembohong, Abbey! Ini apartemen elit. Siapa yang tidak tahu tempat ini? Itu artinya kamu punya banyak uang. Baiklah, kalau kamu tidak mau jujur. Adopsi aku!" pinta Rylee memaksa.

Abbey tidak peduli. Sesampainya di basemen, segera mungkin dia mengeluarkan barang-barang untuk dibawa masuk ke unit apartemennya. Berhubung banyak dan tidak mampu dibawa sendiri, Rylee membantu tanpa diminta.

Sesampainya di depan unit apartemen, Abbey menurunkan barang bawaannya untuk membuka sandi akses masuk ke unit apartemennya.

"Sandinya berapa?" tanya Rylee.

"Kamu gak perlu tahu! Ini apartemen punyaku, bukan milik moyangmu!" maki Abbey.

"Baiklah, tak masalah untukku. Asalkan aku masih diizinkan untuk masuk. Tak bisa keluar pun tak masalah."

"Eh, siapa bilang? Kamu dilarang masuk! Ini apartemen wanita." Abbey berkacak pinggang di depan pintu untuk menghalangi Rylee.

"Barangmu masih banyak. Kalau aku tidak membantu, kamu pasti lelah." Ini hanya alasan Rylee saja untuk bisa masuk dan tinggal di sana.

Pada akhirnya, Abbey pun mengalah. Memang semua barangnya masuk ke unitnya, tetapi setelah itu Rylee malah duduk manis di sofa ruang tamu sambil melihat sekeliling ruangan.

"Tugasmu sudah selesai. Keluarlah dari unitku!" Abbey mengusirnya.

"Tidak mau! Aku sudah putus dari kekasihku. Sekarang kamu mengusirku. Enak saja. Tidak bisa!" tolak Rylee.

Abbey menarik napas panjang. Rasa sesal memang tidak bisa diputar ulang, tetapi mau bagaimana lagi. Abbey terjebak dengan laki-laki muda itu.

"Oke. Berapa yang kamu minta?"

Saat Abbey memberikan kemudahan, agaknya ini menjadi kesempatan emas untuk Rylee. Sayang, Rylee tidak semudah itu mau mengikuti permintaan Abbey.

Rylee membuka penutup kepalanya. Terlihat sekali kalau Rylee adalah laki-laki yang tampan. Dia memamerkan senyum dengan deretan gigi putih bersih dan sangat terawat. Jika menelisik, Rylee seperti bukanlah laki-laki biasa. Namun, mengingat kelakuannya yang mencoba menipu Abbey, wanita itu yakin kalau Rylee bukanlah laki-laki baik.

"Cuma wanita beruntung yang bisa melihat ketampanan wajahku," ucap Rylee sambil memandang lekat wajah Abbey.

"Apa maksudmu?" Abbey sudah kehilangan kesabaran.

"Ya, kamulah satu-satunya wanita beruntung yang akan melihatku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Aku suka dan aku tidak mau menerima sogokanmu. Aku tidak butuh uang, tetapi butuh kasih sayang," canda Rylee.

"Lelucon macam apa ini, Rylee? Keluar!" Abbey menarik tangan Rylee dan berharap bahwa laki-laki itu segera keluar dari unitnya.

Sekuat apa pun Abbey berusaha mengeluarkan Rylee, laki-laki itu tetap duduk kokoh di sofa. Malah Abbey yang jatuh ke dalam pelukannya. Sesaat keduanya saling bertukar napas. Rylee bersikap biasa karena sudah terbiasa menjadi playboy, tetapi Abbey merasa ada sesuatu yang aneh masuk ke dalam dirinya. Rasa yang tidak pernah dimiliki saat dekat dengan pria lain.

"Lepaskan aku! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!" tegas Abbey yang memposisikan tubuhnya kembali.

"Berapa usiamu?" tanya Rylee. Ini adalah pertanyaan penting sebelum menjalin hubungan lebih jauh lagi.

"Apakah itu penting untukmu?"

"Tidak juga, tetapi terlihat sekali kalau kamu sangat kaku. Tidak berpengalaman menjalin hubungan. Juga terlihat kalau kamu pernah patah hati," ujar Rylee mencoba menebak sekenanya.

Abbey merasa malu. Seolah kehadiran Rylee mencoba menguliti dirinya yang sangat tertutup. Entah ini sebuah keberuntungan atau kesialan.

"Kalau begitu, jawab saja pertanyaanku. Berapa usiamu?" Kini giliran Abbey yang penasaran.

"Ck, sungguh tidak kreatif sekali. Cobalah untuk bertanya padaku, tetapi tidak meniru pertanyaanku padamu."

"Jawab atau tidak!" Abbey menonjolkan sisi galaknya.

Rylee bukannya menjawab, dia malah prefer untuk membuka Hoodie-nya. Abbey pikir kalau laki-laki itu menggunakan kaos di dalamnya, tetapi dia salah. Tubuhnya yang dikira polos, ternyata terpampang jelas di hadapan Abbey.

Berotot, berkulit putih, dipenuhi tato di dada, perut perbatasan antara pusar dan aset kehidupan, serta di kedua lengannya. Abbey hampir tidak bisa bernapas karena keindahan tubuh Rylee. Seketika dia membeku.

"Sudah kuduga kalau para wanita akan senang melihat tubuhku yang luar biasa ini. Jadi, berapa usiamu?" Rylee masih mengulang pertanyaan yang sama, tetapi Abbey mencoba tetap tenang dan berusaha mengambil Hoodie itu agar dipakai kembali.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟•§¢•🎀CantikaSaviraᴳᴿ🐅

🍒⃞⃟•§¢•🎀CantikaSaviraᴳᴿ🐅

itu nama apa g ketuker...harusnya Relly itu yg cewex..Abbey iku cowox

2023-09-15

1

Baby_Miracles

Baby_Miracles

busyet, ini orang ya? kl aku mah aku tendang😂🤣🤣 rylee ... rylee. Udah aku kirimin bunga dan iklan

2023-07-24

0

Isma Ismawati

Isma Ismawati

Wah serasa baca novel terjemahan, semangat aksk🥰

2023-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Penipu
2 Bab 2. Tubuh Rylee
3 Bab 3. Berekspektasi
4 Bab 4. Kecupan
5 Bab 5. Pembalasan
6 Bab 6. Ajakan Tidur Bersama
7 Bab 7. Sadar Diri
8 Bab 8. Memeras Thanos
9 Bab 9. Hal Mengerikan
10 Bab 10. Dugaan Perselingkuhan
11 Bab 11. Rindu Sosok yang Menyakiti
12 Bab 12. Curiga Tak Berkesudahan
13 Bab 13. Diagnosis Hamil
14 Bab 14. Meminta Izin
15 Bab 15. Kecurigaan Van
16 Bab 16. Ketahuan
17 Bab 17. Ketakutan Abbey
18 Bab 18. Hilangnya Kepercayaan
19 Bab 19. Menerima Perjodohan
20 Bab 20. Calon Suami
21 Bab 21. Kedatangan Keluarga Calon
22 Bab 22. Abbey Menerima
23 Bab 23. Tetap Dilanjutkan
24 Bab 24. Calon Anakku
25 Bab 25. Kepedulian Eric
26 Bab 26. Kedatangan Calon Menantu
27 Bab 27. Mencari Sesuatu
28 Bab 28. Bertemu Rylee
29 Bab 29. Menuju Bandara
30 Bab 30. Bukan Zaylin
31 Bab 31. Anne Hamil
32 Bab 32. Toilet
33 Bab 33. Ketahuan
34 Bab 34. Kondisi Anne
35 Bab 35. Rencana Helen
36 Bab 36. Rumit
37 Bab 37. Foto Wanita Lain
38 Bab 38. Meminta Satu Hal
39 Bab 39. Mengalihkan Situasi
40 Bab 40. Kekesalan Rylee
41 Bab 41. Kesal pada Eric
42 Bab 42. Pernikahan
43 Bab 43. Butuh Pembuktian
44 Bab 44. Keputusan Orang Tua
45 Bab 45. Sensitif
46 Bab 46. Syarat dari Papa
47 Bab 47. Tidak Terima
48 Bab 48. Rylee Pusing
49 Bab 49. Kisah Van
50 Bab 50. Rencana Mendekati Helen
51 Bab 51. Berpasangan
52 Bab 52. Menyisakan Luka
53 Bab 53. Respons Abbey
54 Bab 54. Keputusan Sepihak
55 Bab 55. Kedatangan Eric
56 Bab 56. Kejutan
57 Bab 57. Undangan Van
58 Bab 58. Perbincangan Wanita Hamil
59 Bab 59. Menghadapi Dixie
60 Bab 60. Harapan Zaylin
61 Bab 61. Berniat Rujuk
62 Bab 62. Harga Diri
63 Bab 63. Bertemu Abbey
64 Bab 64. Menyembunyikan Sesuatu
65 Bab 65. Abbey Berpamitan
66 Bab 66. Menunjukkan Sesuatu
67 Bab 67. Dixie Vs Helen
68 Bab 68. Menyadari Kesalahan
69 Bab 69. Fakta Terungkap
70 Bab 70. Pro dan Kontra
71 Bab 71. Tidak Dimengerti
72 Bab 72. Kesalahpahaman
73 Bab 73. Keputusan Abbey
74 Bab 74. Tak Akan Bercerai
75 Bab 75. Sisi Lain Dixie
76 Bab 76. Kedatangan Zaylin dan suami
77 Bab 77. Akhir Cerita
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Penipu
2
Bab 2. Tubuh Rylee
3
Bab 3. Berekspektasi
4
Bab 4. Kecupan
5
Bab 5. Pembalasan
6
Bab 6. Ajakan Tidur Bersama
7
Bab 7. Sadar Diri
8
Bab 8. Memeras Thanos
9
Bab 9. Hal Mengerikan
10
Bab 10. Dugaan Perselingkuhan
11
Bab 11. Rindu Sosok yang Menyakiti
12
Bab 12. Curiga Tak Berkesudahan
13
Bab 13. Diagnosis Hamil
14
Bab 14. Meminta Izin
15
Bab 15. Kecurigaan Van
16
Bab 16. Ketahuan
17
Bab 17. Ketakutan Abbey
18
Bab 18. Hilangnya Kepercayaan
19
Bab 19. Menerima Perjodohan
20
Bab 20. Calon Suami
21
Bab 21. Kedatangan Keluarga Calon
22
Bab 22. Abbey Menerima
23
Bab 23. Tetap Dilanjutkan
24
Bab 24. Calon Anakku
25
Bab 25. Kepedulian Eric
26
Bab 26. Kedatangan Calon Menantu
27
Bab 27. Mencari Sesuatu
28
Bab 28. Bertemu Rylee
29
Bab 29. Menuju Bandara
30
Bab 30. Bukan Zaylin
31
Bab 31. Anne Hamil
32
Bab 32. Toilet
33
Bab 33. Ketahuan
34
Bab 34. Kondisi Anne
35
Bab 35. Rencana Helen
36
Bab 36. Rumit
37
Bab 37. Foto Wanita Lain
38
Bab 38. Meminta Satu Hal
39
Bab 39. Mengalihkan Situasi
40
Bab 40. Kekesalan Rylee
41
Bab 41. Kesal pada Eric
42
Bab 42. Pernikahan
43
Bab 43. Butuh Pembuktian
44
Bab 44. Keputusan Orang Tua
45
Bab 45. Sensitif
46
Bab 46. Syarat dari Papa
47
Bab 47. Tidak Terima
48
Bab 48. Rylee Pusing
49
Bab 49. Kisah Van
50
Bab 50. Rencana Mendekati Helen
51
Bab 51. Berpasangan
52
Bab 52. Menyisakan Luka
53
Bab 53. Respons Abbey
54
Bab 54. Keputusan Sepihak
55
Bab 55. Kedatangan Eric
56
Bab 56. Kejutan
57
Bab 57. Undangan Van
58
Bab 58. Perbincangan Wanita Hamil
59
Bab 59. Menghadapi Dixie
60
Bab 60. Harapan Zaylin
61
Bab 61. Berniat Rujuk
62
Bab 62. Harga Diri
63
Bab 63. Bertemu Abbey
64
Bab 64. Menyembunyikan Sesuatu
65
Bab 65. Abbey Berpamitan
66
Bab 66. Menunjukkan Sesuatu
67
Bab 67. Dixie Vs Helen
68
Bab 68. Menyadari Kesalahan
69
Bab 69. Fakta Terungkap
70
Bab 70. Pro dan Kontra
71
Bab 71. Tidak Dimengerti
72
Bab 72. Kesalahpahaman
73
Bab 73. Keputusan Abbey
74
Bab 74. Tak Akan Bercerai
75
Bab 75. Sisi Lain Dixie
76
Bab 76. Kedatangan Zaylin dan suami
77
Bab 77. Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!