Hallo

Beberapa hari kemudian Aire memutuskan untuk pindah apartemen karena dia tidak ingin Mike datang mengunjunginya. Dia tidak ingin lelaki itu bertemu dengannya lagi, jadi Aire memutuskan untuk pindah saja, tetapi pindahnya tidak jauh dari apartemennya k.arena dia butuh dekat dengan kampusnya. Setidaknya Mike tidak bisa menemukan nya di apartemen yang lama.

Setelah pindah Aire langsung bergegas untuk menghuni apartemennya yang baru. Dia merasa lelah sekali beberapa hari ini, tidak bisa fokus dan juga malas untuk makan serta malas untuk melakukan apapun. Dia benar-benar kacau sekali.

Apartemen nya masih berantakan, Aire belum sempat merapikan pakaian dan beberapa barang pribadi yang baru di belinya, sebuah televisi dan penanak nasi serta deep fryer. Untunglah apartemen ini sudah menyediakan perabotan dasar seperti tempat tidur, sofa, dan dapur. Aire memutar bola matanya ketika menatap dapur itu. Dia mungkin butuh berkunjung ke supermarket terdekat, mengisi bahan makanan di kulkas dan membeli beberapa peralatan memasak.

Tubuhnya lelah setelah semalaman mengemasi mengemasi barang-barang nya dilanjutkan dengan mengurus surat-surat kontrak apartemen nya. Dan dia di bantu oleh sahabatnya Tifanny, yang kebetulan tinggal di apartemen ini sudah berbaik hati membantu menemukan apartemen yang cocok.

Aire lemah. Ia menyandarkan tubuhnya di sofa. Ponselnya berdering dan ada nama sahabatnya di sana. Yaitu Tifanny. "I'm so tired right now..!" Aire mengeluh jika Saat ini dia lelah sekali.

"Istirahatlah dulu. Kau tidak akan bisa menyelesaikan dan melanjutkan tugas kuliahmu..."' Tifanny meminta Aire istirahatlah dulu. Karena Aire tidak akan bisa menyelesaikan dan melanjutkan tugas kuliah nya.

"Why are you thinking about my coursework??? Not me???" Aire tersenyum. Dia menanya kan kenapa Tifanny memikirkan tugas kulihnya bukan dia.

Tifanny tepgelak. "Karena ujian akan semakin dekat dan kau memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Tapi bukan berarti aku tidak peduli padamu, sebagai teman aku mengkhawatirkanmu. Jangan terlalu banyak berpikir. Lepaskan semuanya dan biarkan hatimu tenang."Ujarnya mengingatkan Aire jika dia sudah mendekati ujian dan tugasnya juga banyak sekali yang harus di selesaikan. Tetapi bukan berarti Tifann tidak mempedulikan nya, sebagai sahabat dia. mencemaskan Aire. Tifanny meminta Aire agar Jangan banyak pikiran. Melepaskan semuanya dan membiarkan hatinya tenang.

Mata Aire berkaca-kaca. Menyadari bahwa hatinya sama sekali tidak tenang,

"Thanks Tifanny.." . Gumamnya serak sebelum menutup pembicaraan.

Matanya nyalang menatap langit-langit kamar. Mencoba melupakan rasa yang menyesakkan dada. Aire tidak akan bisa tidur malam ini, sambil menghela napas panjang, Aire meraih jaketnya dan melangkah keluar dari apartemen nya.

*****

Setelah berjalan tanpa tujuan di sekitar kompleks apartemennya yang cukup ramai. Aire begitu saja memasuki cafe itu. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tetapi suasana tetap saja ramai.

Cafe itu terletak di pinggir jalan, di area yang di padati pejalan kaki yang lalu lalang. Suasana nya sangat sejuk dan menyenangkan, karena dipenuhi oleh tanaman hijau yang di tata dengan indahnya, dengan dinding-dinding dari kaca yang memantulkan lampu jalan. Cafe itu buka duapuluh empat jam. Dan Aire langsung menemukan tempat yang cocok untuk duduk dan mengerjakan tugas nya. Dia duduk di sebuah sudut yang nyaman dan membuka buku menu yang ada di meja. Suasana cafe cukup ramai meskipun sudah malam, seakan-akan kehidupan terus berjalan di dalam sini.

Pada saat yang sama seorang pelayan, pria setengah baya mendekatinya dan tersenyum ramah kepadanya. "Selamat malam, apakah Anda ingin memesan sesuatu???" Tanya lelaki ta itu. Menyapa Aire, dan menanyakan apakah Aire ingin memesan sesuatu.

Aire mendongak menatap wajah yang ramah itu dan tersenyum, "Saya ingin steak yang ada di menu ini..." Ucap Aire. Dia ingin steak yang ada di menu. Ditunjuknya gambar yang menggiurkan di buku menu itu, lalu mengernyit bingung ketika akan memesan minuman.

"Segelas anggur merah akan membuat Anda tidur nyenyak..." Ucap lelaki tua itu menyarankan Aire agar memesan segelas anggur merah sehingga akan membuat tidur Aire nyenyak. Pelayan itu memberi saran dengan ramah.

Aire menatap pelayan itu ragu bertanya-tanya kenapa pelayan itu bisa mengetahui bahwa dia susah tidur. YJangan-jangan matanya sudah seperti panda. Dengan malu Aire menundukkan kepalanya dan kembali menekuri daftar menu, tergoda.

Dia bukan peminum, meskipun di acara-acara pesta dia tidak menolak segelas champagne atau coctail manis sebagai bentuk kesopanan. Tetapi kata-kata pelayan itu tampak menggiurkan. Sudah beberapa hari sejak kejadian Mike, Aire tidak bisa tidur, menghabiskan waktunya dengan menatap nyalang langit-langit kamar, dan di akhiri dengan menangis sesenggukan. Dia butuh tidur, kalau tidak dia akan sakit.

"Okay, aku pesan itu juga" Jawab Aire pelan, lalu menatap pelayan yang membungkukkan tubuhnya dengan sopan dan melangkah pergi. Segelas anggur merah tidak akan membuatnya mabuk.

Aire membuka laptopnya dan mulai mengetika, tetapi baru beberapa detik dia mendesaah. Ingatan akan Mike menyerbunya, membuat jemarinya kaku dan tidak bisa mengetik dengan fokus.

"Biasanya jika saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan inspirasi, saya akan mendengarkan musik." Ucap seseorang dari ,belakang yang memberitahu jika biasanya kalau dia susah mendapatkan inspirasi, dia akan mendengarkan musik.

Suara yang maskulin itu mengejutkan Aire dari lamunan nya, dia mendongakkan kepalanya dan langsung bertatapan dengan sosok tampan yang begitu mendominasi ruangan, dengan pakaian serba hitam dan wajah klasik yang misterius.

Aire mengernyitkan keningnya, menoleh ke belakang nya, tidak ada orang lain di dekatnya. Jadi memang benar lelaki ini sedang menyapa nya. Dia tidak mengenal lelaki ini, bagaimana lelaki ini bisa mengetahui bahwa dia sedang mengetik.

"Para mahasiswa biasanya datang ke kafe ini pada malam hari, memenuhi setiap sudut dan mencoba mencari inspirasi." Lelaki itu tersenyum. "Saya minta maaf atas ketidaksopanan saya menyapa Anda dengan begitu santai." Dia mengulurkan tangannya. "Halo, saya pemilik kafe ini, nama saya Garviil.." Victor mengenalkan dirinya dengan nama Garviil.

Dia memberitahu Aire jika para mahasiswa biasanya datang ke cafe ini di malam hari, memenuhi setiap sudutnya dan berusaha mencari inspirasi. Victor juga meminta Maaf jika dia tidak sopan menyapa Aire begitu saja. Dia memberitahu jika dia adalah pemilik cafe ini, dan nama nya Garviil.

Aire tetap ragu, meskipun begitu, demi kesopanan dia menyambut uluran tangan lelaki itu. "Hallo.."

Aire masih bingung harus berkata apa, "Aku Aire." Gumamnya pelan. Masih terpukau atas senyum ramah dan ketampanan lelaki di depannya itu. Lelaki yang sangat tampan, senyumnya manis dan suaranya merdu di denagr,  Sejenak Aire terpana dpada lelaki yang ada di hadapannya ini.

Terpopuler

Comments

Aileen sweeat

Aileen sweeat

sertakan artinya soalx nda semua paham bhs Inggris, maaf sebelum🙏🙏🙏

2023-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 VICTOR G. IVANDER
2 Mengunjungi Bianca
3 GEFFIE ADAIRE HARSYA
4 Pengkhianatan
5 Hallo
6 Lelaki Tampan
7 Now I Found You
8 Pengintip
9 Mengobrol
10 Berasal dari Indonesia
11 Menghalangi
12 Twin Brother
13 Mencari Aire
14 KE TAMAN
15 Mengantar
16 Ke Bazaar
17 Aku bertemu Gadis Itued
18 Bertemu dengan Mike
19 Membawa Sarapan
20 Menikmati Omelete
21 ..
22 Pindahkan dia ke Tempat yang Jauh
23 Kedatangan Tiffany
24 Ke Cafe
25 Jangan berani merebut Aire dariku
26 Kau harus mulai Move on
27 Kembali ke Cafe
28 Mencoba
29 Jalan-jalan
30 Ke Pameran Lukisan Vicky
31 ON a DATE
32 Kedatangan Bianca
33 Obrolan di mobil
34 Girls Talk
35 Cara Licik
36 Ke apartemen Tiffany
37 Kaya Raya
38 Seperti Victor dan Aire
39 Memergoki
40 Informasi tentang keluaga
41 Merayu Bianca
42 Menjebak Bianca
43 Berkunjung ke Washington Dc
44 Bertemu keluarga Geffie
45 Mengobrol dengan Axel
46 Pergi Jalan-jalan
47 Bianca & Paul
48 Akun sosial media
49 Melakukan Sesuatu untuk Garviil
50 Vicky berkorban
51 .
52 Makan Malam Romantis)))
53 Bebas
54 Kami Sudah Bebas
55 Memberitahu Mama
56 Ringan Tanpa Beban
57 Mama Menyukai mu
58 Mengobrol dan Makan Malam di Cafe
59 -
60 Kau harus segera pulang
61 Kedatangan orang tua Geffie
62 Menemui Oma
63 Panggilkan Vicky
64 Oma MeninggaI Dunia
65 Selamat untuk wisudamu
66 Apa itu Kekasihmu??
67 Pulang ke Indonesia
68 Menjemput
69 Ke rumah Garviil
70 Kedatangan Geffie
71 Mengobrol dengan Mama Garviil
72 Mengobrol dengan Gienka
73 Di jemput Friddie
74 Kedatangan Bianca Lagi
75 Siapa Geffie
76 Sampai di Cottage
77 Jalan-jalan di Pantai
78 .
79 Makan malam denganmu
80 Kemarahan Bianca
81 I Love you
82 PEMAKAMAN
83 Membuat Sarapan
84 Ke kebun Belakang
85 Rencana ke Washington Dc
86 Datang ke Washington Dc
87 Dinginnya Ariel
88 Ingin menikahi Geffie
89 Pergilah dari rumah ini
90 Aku ingin Membuktikan bahwa aku serius
91 Kembali ke Boston
92 Kau harus Move on dari Tiffany
93 Maaf
94 Aku ingin menikah dengan Garviil
95 kalau kau memang serius
96 Ini lebih dari sekedar Menang Iotre
97 Pertemuan Keluarga
98 .
99 Mengantar Geffie ke Butik
100 Garviil kesal
101 Rencana Licik Bianca
102 Nervous
103 Pernikahan
104 Kedatangan Ciara
105 Meeting Dengan Ciara
106 Makan Malam dengan Ciara
107 Besok aku akan kembali
108 Aku harus Pulang Besok
109 Semoga sukses
110 Mengundang makan malam
111 Makan malam bersama Ciara
112 Obrolan makan malam
113 Ke butik Michael
114 Island Boston Harbor
115 Mengingat Tiffany
116 Melukis Ciara
117 Kemunculan Devan
118 Meninggalkan Devan
119 .
120 Pulang ke Boston
121 Kedatangan Geffie dan Garviil
122 Kedatangan Michael dan Ariel
123 Apa Kau mengenal Bianca???
124 Muak
125 ..
126 Beraktifitas lagi
127 Di rumah Gienka
128 Aku mencintaimu
129 Penyelidikan
130 Aku tidak akan mengakhiri hubunganku dengan Ciara
131 ,
132 Tidak Menyangka
133 Jengkelnya Ciara
134 Rencana balas dendam Vicky
135 Kedatangan Geffie
136 .
137 ,,
138 .
139 Apa kau sudah Gila???
140 This is so crazy
141 Aku sangat Mencintai Vicky
142 Bagel and Lox
143 Apa yang akan kita lakukan sekarang
144 Meminta Waktu
145 ,
146 Tidak bisa
147 .
148 Bersama Lexia
149 Menolak ke luar
150 Bulan depan
151 Panik
152 Pemeriksaan Lexia
153 RSV
154 Menunggu kondisi Lexia stabil
155 Bianca Bingung
156 Kemarahan Bianca pada Ciara
157 Saling mengancam dan memberi pilihan
158 Mulai mengumpulkan bukti
159 Malam
160 Bagaimana kalau dia mencintaimu?
161 Dia tidak bisa menipuku lagi
162 Wejangan
163 Aktifitas pagi hari
164 Curiga
165 Menuju Akad
166 Menikah
167 Ingin bertukar kaamar
168 Resepsi Pernikahan.
169 Bertemu Bianca
170 Kemarahan Vicky
171 Ancaman
172 Menolak Sarapan
173 Kepulangan Garviil
174 Perlakuan Vicky
175 Permintaan Ciara pada Garviil
176 Sebelum semuanya terlambat
177 Garviil menginterogasi
178 Berikan dia Kesempatan
179 Membuat sarapan
180 Kembalilah ke kamarku
181 Kembali ke kamar Vicky
182 Sarapan bersama
183 Mengobrol dengan Geffie
184 Hamil
185 Kedatangan Mama Garviil dan Vicky
186 Kau egois dan tidak berperasaan
187 Shopping
188 Ciara masih ada di dalam
189 Diamlah!
190 Kemarahan Mama
191 Bayimu dalam keadaan Baik
192 Kesedihan dan Penyesalan Vicky
193 Penjelasan
194 Pulang ke Cafe
195 Jangan tinggalkan aku
196 Janji
197 Masih ada banyak waktu
198 Mengabikan
199 Memetik buah
200 Memijit
201 Kedatangan Orang Tua Ciara
202 Berbincang
203 Tentu saja boleh
204 Menghadiri persidangan
205 Dia pengkhianat
206 Pulang untuk Beristirahat
207 Mirip dengan Garviil dan Vicky
208 Aku tidak akan melakukannya lagi
209 Good Morning
210 Kami ingin ke Mexico
211 Sorry, I can't
212 Pameran
213 Penjelasan Sophia
214 Nasib Vica
215 Aku tidak ada masalah apapun dengan Vica
216 Menuruti Keinginannya
217 Berbelanja mainan
218 Aku sangat mencintaimu
219 Sampai di Mexico
220 Waktu Bersama
221 Pantai
222 Kemarahan
223 Berbicara baik-baik
224 Papa
225 Draft
226 Kembali pulang
227 Draft
228 Harus hati-hati
229 Belum Pulang
230 Pencarian di Bandara
231 Geffie di culik
232 Sedih
233 Kesedihan
234 Memeriksa Cctv
235 Kedatangan Ariel ke Washington dc
236 Rencana
237 New York
238 Berhasil Kabur
239 Siuman
240 Kembali ke rumah
241 Makan malam
242 Operasi
243 Viren
244 Bertemu Viren
245 Tidak akan bisa menyentuh
246 Bersmaa Vica
247 2 tahun
248 Draft
249 Pergi makan siang
250 Membeli minuman
251 Makan malam
252 Mengunjungi rumah Rafael
253 Sampai di rumah
254 Mengantar makan siang
255 Usaha Laura
256 Melepas Rindu
257 Mengantar makan siang lagi
258 Kemarahan Geffie
259 Kedatangan Laura
260 Cake dari Laura
261 Keinginan Geffie
262 Positif Hamil
263 Usg
264 Mengajak keluarga
265 Makan Malam Keluarga
266 Kejutan
267 Dilema Vicky
268 Pergi ke Taman
269 Aunty, menendang adik
270 Melihat cctv
271 Bianca adalah perempuan itu
272 Sorry Mommy, Papa
273 Keputusan Viccky dan Ciara
274 Kembali pulang
275 Menginginkamu
276 Berbelanja
277 Di buntuti
278 Keluarga
279 Garviil memasak
280 Meminta bantuan Randy
281 Draft
282 Makan malam keluarga
283 Laki-laki atau perempuan
284 Obrolan
285 Pulang dari kantor
286 Pindah sementara
287 Rencana test NIPT
288 Keras Kepala
289 Menyabotase
290 Apa yang di rencanakan Bianca
291 Tawaran Kerja sama
292 Tidak bileh pergi kemana-mana
293 Gender Reveal
294 Boy or Girl
295 Vicky hanya Milikku
296 Vicky diamankan polisi
297 Operasi
298 Kemarahan orang tua Bianca
299 Pengacara
300 Mengunjungi Vicky
301 Ciara siuman
302 Kesedihan Ciara
303 Tangisan Garviil
304 Mengunjungi Vicky
305 Tanpa Vicky
306 Menjenguk Vicky
307 I Love You Papa
308 Berkunjung ke cafe
309 Bertanya
310 Pergi ke Boston
311 Berbicara dengan Vica
312 Bermain dengan Vica dan Viren
313 Dalang teror paket
314 Ancaman Garviil
315 Pergi ke Boston Harbor
316 Kejutan
317 Papa pulang!
318 Hadiah untuk Vicky dan Ciara
319 Apa kau menyesal?
320 Nutrisi Cinta
321 Apa kau masih mencintaiku?
322 Massage
323 Menyambut baby Girl
324 Ke rumah sakit
325 GAVYA AUDREY HARSHA IVANDER
326 Terharu
327 Menggendong Gavya
328 Kedatangan Gienka
329 Kapan Gavya pulang
330 Menunggui Geffie
331 Kedatangan orang tua Bianca
332 Memaafkan
333 Adik baby girl
334 Menjenguk baby Gavya
335 Tawaran kerja sama
336 Harus segera kembali ke Boston
337 Bersyukur
338 Last Episode
Episodes

Updated 338 Episodes

1
VICTOR G. IVANDER
2
Mengunjungi Bianca
3
GEFFIE ADAIRE HARSYA
4
Pengkhianatan
5
Hallo
6
Lelaki Tampan
7
Now I Found You
8
Pengintip
9
Mengobrol
10
Berasal dari Indonesia
11
Menghalangi
12
Twin Brother
13
Mencari Aire
14
KE TAMAN
15
Mengantar
16
Ke Bazaar
17
Aku bertemu Gadis Itued
18
Bertemu dengan Mike
19
Membawa Sarapan
20
Menikmati Omelete
21
..
22
Pindahkan dia ke Tempat yang Jauh
23
Kedatangan Tiffany
24
Ke Cafe
25
Jangan berani merebut Aire dariku
26
Kau harus mulai Move on
27
Kembali ke Cafe
28
Mencoba
29
Jalan-jalan
30
Ke Pameran Lukisan Vicky
31
ON a DATE
32
Kedatangan Bianca
33
Obrolan di mobil
34
Girls Talk
35
Cara Licik
36
Ke apartemen Tiffany
37
Kaya Raya
38
Seperti Victor dan Aire
39
Memergoki
40
Informasi tentang keluaga
41
Merayu Bianca
42
Menjebak Bianca
43
Berkunjung ke Washington Dc
44
Bertemu keluarga Geffie
45
Mengobrol dengan Axel
46
Pergi Jalan-jalan
47
Bianca & Paul
48
Akun sosial media
49
Melakukan Sesuatu untuk Garviil
50
Vicky berkorban
51
.
52
Makan Malam Romantis)))
53
Bebas
54
Kami Sudah Bebas
55
Memberitahu Mama
56
Ringan Tanpa Beban
57
Mama Menyukai mu
58
Mengobrol dan Makan Malam di Cafe
59
-
60
Kau harus segera pulang
61
Kedatangan orang tua Geffie
62
Menemui Oma
63
Panggilkan Vicky
64
Oma MeninggaI Dunia
65
Selamat untuk wisudamu
66
Apa itu Kekasihmu??
67
Pulang ke Indonesia
68
Menjemput
69
Ke rumah Garviil
70
Kedatangan Geffie
71
Mengobrol dengan Mama Garviil
72
Mengobrol dengan Gienka
73
Di jemput Friddie
74
Kedatangan Bianca Lagi
75
Siapa Geffie
76
Sampai di Cottage
77
Jalan-jalan di Pantai
78
.
79
Makan malam denganmu
80
Kemarahan Bianca
81
I Love you
82
PEMAKAMAN
83
Membuat Sarapan
84
Ke kebun Belakang
85
Rencana ke Washington Dc
86
Datang ke Washington Dc
87
Dinginnya Ariel
88
Ingin menikahi Geffie
89
Pergilah dari rumah ini
90
Aku ingin Membuktikan bahwa aku serius
91
Kembali ke Boston
92
Kau harus Move on dari Tiffany
93
Maaf
94
Aku ingin menikah dengan Garviil
95
kalau kau memang serius
96
Ini lebih dari sekedar Menang Iotre
97
Pertemuan Keluarga
98
.
99
Mengantar Geffie ke Butik
100
Garviil kesal
101
Rencana Licik Bianca
102
Nervous
103
Pernikahan
104
Kedatangan Ciara
105
Meeting Dengan Ciara
106
Makan Malam dengan Ciara
107
Besok aku akan kembali
108
Aku harus Pulang Besok
109
Semoga sukses
110
Mengundang makan malam
111
Makan malam bersama Ciara
112
Obrolan makan malam
113
Ke butik Michael
114
Island Boston Harbor
115
Mengingat Tiffany
116
Melukis Ciara
117
Kemunculan Devan
118
Meninggalkan Devan
119
.
120
Pulang ke Boston
121
Kedatangan Geffie dan Garviil
122
Kedatangan Michael dan Ariel
123
Apa Kau mengenal Bianca???
124
Muak
125
..
126
Beraktifitas lagi
127
Di rumah Gienka
128
Aku mencintaimu
129
Penyelidikan
130
Aku tidak akan mengakhiri hubunganku dengan Ciara
131
,
132
Tidak Menyangka
133
Jengkelnya Ciara
134
Rencana balas dendam Vicky
135
Kedatangan Geffie
136
.
137
,,
138
.
139
Apa kau sudah Gila???
140
This is so crazy
141
Aku sangat Mencintai Vicky
142
Bagel and Lox
143
Apa yang akan kita lakukan sekarang
144
Meminta Waktu
145
,
146
Tidak bisa
147
.
148
Bersama Lexia
149
Menolak ke luar
150
Bulan depan
151
Panik
152
Pemeriksaan Lexia
153
RSV
154
Menunggu kondisi Lexia stabil
155
Bianca Bingung
156
Kemarahan Bianca pada Ciara
157
Saling mengancam dan memberi pilihan
158
Mulai mengumpulkan bukti
159
Malam
160
Bagaimana kalau dia mencintaimu?
161
Dia tidak bisa menipuku lagi
162
Wejangan
163
Aktifitas pagi hari
164
Curiga
165
Menuju Akad
166
Menikah
167
Ingin bertukar kaamar
168
Resepsi Pernikahan.
169
Bertemu Bianca
170
Kemarahan Vicky
171
Ancaman
172
Menolak Sarapan
173
Kepulangan Garviil
174
Perlakuan Vicky
175
Permintaan Ciara pada Garviil
176
Sebelum semuanya terlambat
177
Garviil menginterogasi
178
Berikan dia Kesempatan
179
Membuat sarapan
180
Kembalilah ke kamarku
181
Kembali ke kamar Vicky
182
Sarapan bersama
183
Mengobrol dengan Geffie
184
Hamil
185
Kedatangan Mama Garviil dan Vicky
186
Kau egois dan tidak berperasaan
187
Shopping
188
Ciara masih ada di dalam
189
Diamlah!
190
Kemarahan Mama
191
Bayimu dalam keadaan Baik
192
Kesedihan dan Penyesalan Vicky
193
Penjelasan
194
Pulang ke Cafe
195
Jangan tinggalkan aku
196
Janji
197
Masih ada banyak waktu
198
Mengabikan
199
Memetik buah
200
Memijit
201
Kedatangan Orang Tua Ciara
202
Berbincang
203
Tentu saja boleh
204
Menghadiri persidangan
205
Dia pengkhianat
206
Pulang untuk Beristirahat
207
Mirip dengan Garviil dan Vicky
208
Aku tidak akan melakukannya lagi
209
Good Morning
210
Kami ingin ke Mexico
211
Sorry, I can't
212
Pameran
213
Penjelasan Sophia
214
Nasib Vica
215
Aku tidak ada masalah apapun dengan Vica
216
Menuruti Keinginannya
217
Berbelanja mainan
218
Aku sangat mencintaimu
219
Sampai di Mexico
220
Waktu Bersama
221
Pantai
222
Kemarahan
223
Berbicara baik-baik
224
Papa
225
Draft
226
Kembali pulang
227
Draft
228
Harus hati-hati
229
Belum Pulang
230
Pencarian di Bandara
231
Geffie di culik
232
Sedih
233
Kesedihan
234
Memeriksa Cctv
235
Kedatangan Ariel ke Washington dc
236
Rencana
237
New York
238
Berhasil Kabur
239
Siuman
240
Kembali ke rumah
241
Makan malam
242
Operasi
243
Viren
244
Bertemu Viren
245
Tidak akan bisa menyentuh
246
Bersmaa Vica
247
2 tahun
248
Draft
249
Pergi makan siang
250
Membeli minuman
251
Makan malam
252
Mengunjungi rumah Rafael
253
Sampai di rumah
254
Mengantar makan siang
255
Usaha Laura
256
Melepas Rindu
257
Mengantar makan siang lagi
258
Kemarahan Geffie
259
Kedatangan Laura
260
Cake dari Laura
261
Keinginan Geffie
262
Positif Hamil
263
Usg
264
Mengajak keluarga
265
Makan Malam Keluarga
266
Kejutan
267
Dilema Vicky
268
Pergi ke Taman
269
Aunty, menendang adik
270
Melihat cctv
271
Bianca adalah perempuan itu
272
Sorry Mommy, Papa
273
Keputusan Viccky dan Ciara
274
Kembali pulang
275
Menginginkamu
276
Berbelanja
277
Di buntuti
278
Keluarga
279
Garviil memasak
280
Meminta bantuan Randy
281
Draft
282
Makan malam keluarga
283
Laki-laki atau perempuan
284
Obrolan
285
Pulang dari kantor
286
Pindah sementara
287
Rencana test NIPT
288
Keras Kepala
289
Menyabotase
290
Apa yang di rencanakan Bianca
291
Tawaran Kerja sama
292
Tidak bileh pergi kemana-mana
293
Gender Reveal
294
Boy or Girl
295
Vicky hanya Milikku
296
Vicky diamankan polisi
297
Operasi
298
Kemarahan orang tua Bianca
299
Pengacara
300
Mengunjungi Vicky
301
Ciara siuman
302
Kesedihan Ciara
303
Tangisan Garviil
304
Mengunjungi Vicky
305
Tanpa Vicky
306
Menjenguk Vicky
307
I Love You Papa
308
Berkunjung ke cafe
309
Bertanya
310
Pergi ke Boston
311
Berbicara dengan Vica
312
Bermain dengan Vica dan Viren
313
Dalang teror paket
314
Ancaman Garviil
315
Pergi ke Boston Harbor
316
Kejutan
317
Papa pulang!
318
Hadiah untuk Vicky dan Ciara
319
Apa kau menyesal?
320
Nutrisi Cinta
321
Apa kau masih mencintaiku?
322
Massage
323
Menyambut baby Girl
324
Ke rumah sakit
325
GAVYA AUDREY HARSHA IVANDER
326
Terharu
327
Menggendong Gavya
328
Kedatangan Gienka
329
Kapan Gavya pulang
330
Menunggui Geffie
331
Kedatangan orang tua Bianca
332
Memaafkan
333
Adik baby girl
334
Menjenguk baby Gavya
335
Tawaran kerja sama
336
Harus segera kembali ke Boston
337
Bersyukur
338
Last Episode

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!