Selama proses diskusi dengan wedding planner, Reza lebih banyak menulis dan fokus melakukan komunikasi telepon dengan pihak luar. Hasna hanya bisa menarik nafas, karena setiap ditanya Reza hanya bilang
“Atur saja”
“Terserah kamu”
“Aku ikutan aja”
“Pak..” ucap Hasna
“Pak….” Hasna mengulangi ucapannya
“Bapak Reza Ardiansyah Bratadireja”
Barulah Reza memalingkan mukanya dan menghadap Hasna
“Kalau Bapak sibuk, jangan memaksakan diri.. Bapak silahkan saja rapat” ucap Hasna singkat. Terus terang ia merasa kesal lama-lama, dia sudah memaksakan diri untuk melakukan koordinasi dengan pihak WO tapi yang membuat rencana malah sibuk sendiri.
“Bagaimana kalau begini saja, saya berikan list tempat pernikahan, design undangan, tema dekorasi gedung, vendor catering dan MUA yang bisa dipilih, kalau sudah ada gambaran bisa kontak saya” Angel menengahi kebuntuan komunikasi.
Hasna hanya diam, pikirannya sangat penuh. Ia sama sekali tidak memiliki orang untuk diajak berdiskusi, ditambah dengan beban telah meninggalkan pekerjaan yang belum diselesaikannya.
“Ya mungkin itu lebih baik” ucap Reza.
“Baiklah, ini sebagian brosur dan bahan yang bisa Mbak Hasna dan Mbak Reza pilih, sebagian lagi nanti saya akan emailkan ke Mas Reza supaya bisa didiskusikan dengan Mbak Hasna” sambung Angel.
Akhirnya diskusi dengan pihak WO bisa diakhiri jam 2 siang, Hasna tahu bahwa Reza ada jadwal rapat jam 3.
Di dalam lift Hasna hanya diam saja, tangannya penuh dengan bahan dan brosur dari pihak WO tidak ada usaha dari Reza untuk membantu meringankan beban bawaannya. Dia hanya asyik dan sibuk mengirimkan pesan di hpnya.
Ting. Lantai 7
“Mas Reza…”
Hasna tiba-tiba memanggil Reza yang sedang asyik menulis pesan di HP nya. Reza mengangkat mukanya dan...
“Silahkan rancang pernikahan yang ingin anda lakukan.. SAYA IKUTAN SAJA” Hasna memberikan semua bahan dan brosur yang ditangannya dengan paksa ke tangan Reza sambil sedikit di dorongkan hingga sebagian terjatuh di dalam lift.
Ditinggalkannya lift dengan tergesa-ges…
Ibu Untuk Anakku
Turbulensi Emosi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 198 Episodes
Comments
Mimi Yoh
tuh kan saking keselnya lagi-lagi buna salah nulis yg mbak meyta jd mbak hasna 😂😂😂 itu gegara pak reza yg dingin sedingin kutub...sampe-sampe buna jg terbawa emosi 😆😆😆
2026-05-08
0
Mimi Yoh
saking keselnya buna, sampe nulisnya juga mbak reza 😄😄😄
2026-05-08
0
Karsem Karsem
Kya Hasna harus banyak"sabar.
2025-10-20
0