"kalo bpk megijinkan carisa untuk tingal di sini dulu bagaimana"ucap amel
daffin megkerutkan dahinya,lalu menatap carisa.
"risa jika kamu marah sama mas ayo kita bicara baik-baik,mas benar-benar minta maaf" ucap daffin
Tapi carisa tidak menjawab,?amel yang merasa tangannya di gengam erat Oleh carisa pun merasa kesakitan amel tau kalo carisa tidak nyaman.
"pak saya mohon izin kan risa tingal di sini dulu untuk beberapa hari"ucap amel memelas
"Tapi saya harus berbicara dengan carisa" ucap daffin menatap carisa
"risa masih syok pak,dia butuh teman curhat" ucap amelia
"risa kalo kamu tidak mau tingal di apartemen,kita pulang ke rumah mamih"bujuk daffin
Daffin yang biasanya selalu dingin dan cuek pada carisa,hari ini benar-benar membujuk carisa supaya mau pulang bersamanya,?
".........?"carisa hanya diam
Daffin sekarang benar-benar tidak bisa membuju carisa untuk pulang dan daffin juga dari tadi melihat carisa hanya menunduk tidak menatap nya seperti biasanya.
Akhirnya Daffin pun tidak mau memperburuk susana hayti carisa,akhir nya memutuskan, membiarkan carisa tingal bersama amel untuk beberapa hari.
"Baik lah.?mas tidak akan memaksa kamu, mas megijinkan kamu untuk meginap di sini "ucap daffin
Carisa pun meghela nafasnya,ketika mereka bagun dari tempat duduk nya,tiba-tiba saja daffin mengulurkan tangan nya untuk carisa cium tangannya.
carisa megkerutkan dahinya dia merasa aneh pada suaminya,Biasanya daffin tidak perna meyuruh nya untuk menyalami tangan nya jika daffin pergi,malah dia tidak pernah menegur nya atw pun bicara padanya,lalu carisa dan amel pun saling berpandagan,Dan amel memberi isyarat Mata nya kepada carisa untuk mencium tangan suaminya.
Risa pun meraik tangan daffin setelah itu melepaskan nya cepat-cepat.
"kalo begitu mas pulang dulu kamu jangan lupa makan"ucap daffin acuh
Carisa pun membulat kan matanya mendengar ucapan daffin sok perhatian tapi menujukan wajah kakunya seperti kanenbo.
Setelah amel mengantar daffin ke luar lalu menutup pintunya,amel yang sedari tadi menahan ingi tertawa pun akhir nya bisa tertawa lepas..
"hahahaha..."tawa amel
"kok ketawa sieh mel aku kan lagi sedih mel" ucap carisa cemberut
"sorry risa kelepasan,hehehe habis nya lucu suami kamu itu keliatan banget enga ikhlas nya,sok mau perhatian sama kamu"
"Mugkin dia belum minum obat mel jadi otak nya eror"ucap carisa
Amel yang mendengar lelucon carisa pun menahan tawanya,amel tidak mau membuat suasana hati carisa lebih buruk lagi.
Lalu amel pun mengajak carisa untuk makan malam mereka yang tertunda.
"udah jangan sedih-sedih lagi risa"bujuk amel
"aku benar-benar bingung mel,permasalahan Aku benar-benar rumit"ucap carisa
"kamu yang sabar,Suatu saat nanti pasti ada jalan keluarnya"ucap amel
"Jika aku meminta bantuan pada mas daffin aku benar-benar harus siap untuk bercerai" ucap carisa sedih
amelia yang mendengar itu pun membulatkan matanya lalu sedikit kesal pada carisa.
"risa jangan berpikir seperti itu,kamu udah di bobo in sama pak daffin"kesal amel
"........?"carisa hanya diam
"Bagaimana kalo kamu Hamil"ucap amel
"Jika itu memang terjadi aku akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak ku"ucap carisa menunduk kepalanya
"mugkin saja suami kamu berubah pikiran risa,jadi jangan soudon dulu"ucap amel
"kita liat saja nanti,karna dari kontrak itu mas daffin bilang jika aku menikahi dengan mas daffin karna uang dan mas daffin memberi aku uang itu,aku harus siap-siap untuk bercerai" ucap carisa
"Jika memang keputusan kamu sudah bulat aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi,aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu" ucap amel
"Terima kasih mel udah suport aku, jadi makin sayang kamu mel"ucap carisa terseyum
"udah jangan galaw-galaw lagi sekarang kita makan dulu"bujuk amelia
Lalu carisa dan amel pun menuju maja makan.
"aku belum makan dari tadi pagi" ucap carisa
"kalo begitu makan yang banyak"ucap amel
*
*
*
Ke esokan paginya,di parkiran perusahan hutomo group,terlihat pasangan suamiistri, tengah turun dari mobil mewahnya.
lalu mereka memasuki lobby dan meghampiri receptionis untuk bertanya.
"Selamat pagi pak ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis
"saya ingin bertemu pak daffin kemarin saya di telvon sekertaris pak daffin untuk datang ke sini "ucap zaki
"Tungu sebentar saya telvon sekertaris pak daffin dulu"ucap receptionist
Setelah menungu 5 menit receptionist itu pun memberi tahu zaki dan melly.
"permisi...! bpk sudah di tunggu sekertaris pak daffin di ruang rapat mari pak ikut saya.."ucap resepsioni
"Pih kenapa daffin meyuruh kita datang kesini"bisik melly
"udah jangan banyak bicara kita liat saja dulu" bisi zaki Receptionist meneman tmobol 10 untuk menuju ruang rapat.
setelah mereka sampai di lantai 10 resepsioni pun menujukan ruangan rapat tersebut.
"took...took....took..?"
"Masuk...."Jawab seorang di dalam ruangan
lalu resepsioni itu membuka pintu dan melapor.
"selamat pagi bu Tamu nya sudah datang"ucap receptionist
"Suruh mereka masuk"ucap rosa
Zaki dan melly pun masuk.
"kamu boleh pergi"ucap rosa pada receptionist
"Baik bu"ucap receptionist berpamitan
Setelah receptionist itu pergi rosa meyuruh zaki dan meli duduk.
"Selamat pagi pak zaki dan ibu melly silahkan duduk dulu"ucap rosa terseyum
Zaki pun mengnganguk Kan kepalanya dan melly pun mengikuti suaminya.
Setelah 20 menit zaki dan melly menungu daffin pun datang bersama asisten nya andi.
Daffin segera duduk di kursinya,lalu daffin menatap zaki dan juga melly setelah itu daffin membuka suaranya.
"Pak zaki anda sudah tau bukan kenapa saya memangil anda ke sini"ucap daffin menatap zaki
"Pak daffin lagsung ke intinya saja saya tidak butuh basa basi"kesal zaki
"Anda memang tidak punya malu" ucap daffin
Melly yang mendengar perkataan daffin pun merasa kesal.
"maksud pak daffin apa meyebut suami saya tidak punya malu"kesal melly
"kalian satu keluarga tidak punya malu menumpang hidup pada harta keluarga mahendra,terutama anda pak zaki,?anda itu hanya anak pungut dan kakek yudanta merawat anda dengan baik"ucap daffin meningikan suaranya
Melly yang mendengar suara daffin yang meningi pun membantu sang suami untuk melawan daffin.
"Anda tidak usah ikut campur urusan kami pak daffin,harta keluarga mahendra memang seharus nya jatuh ke tangan suami saya, Karena suami saya sudah bekerja keras"ucap melly marah
"hahahaha..." tawa daffin
"yakin kalo harta keluarga mahendra hasil kerja keras suami anda,perca diri sekali anda nyonya melly" ucap daffin dingin
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Yani
Nyoya yang gila harta
2023-12-21
0
naumiiii🎈✨
Semangat nge up thorrr
2023-03-22
2