part 4

Ayana pulang dari bekerja pukul 4 sore seperti jam wajib kantor,meski menjadi seorang HRD dirinya tetap lah seorang karyawan biasa.dia tak merasa malu akan profesinya karena ia selalu menyembunyikan identitas menjadi seorang anak sang walikota

Ayana melihat mobil yang mengantarkan nya tadi pagi telah berada disisi lobby swalayan, Ayana menghembuskan nafasnya kasar dan berjalan cepat berlawanan arah,ia harus menghindari kontak mata dengan pria itu karena ia masih memiliki urat malu akibat insiden tadi pagi

mobil itu ternyata membuntutinya dan membuat Ayana bergidik kesal, Ayana berhenti dan menatap tajam kearah mobil itu,sosok pria tampan itu keluar dari mobil dan membukakan pintu untuknya

"sssssshiitttt"ucap Ayana kesal

Ayana memandang laki-laki itu malas, terpaksa ia masuk kedalam mobil itu Erick kemudian menutup pintu mobil dan kembali ke bangku kemudi

di perjalanan tak ada obrolan apapun,Ayana memakai maskernya dan memakai kacamata hitam,terasa sesak dan tak nyaman tapi hanya itu yang bisa ia lakukan agar wajahnya terhindar dari urat malu yang telah terlepas dari kulitnya

"saya sudah menikah setahun yang lalu ..dan istri saya sekarang sedang hamil" ucap Erick

Ayana terlihat gugup dan tak nyaman dengan ucapan Erick, apakah dirinya begitu kentara telah menelan pil pahit mendengar bahwa Erick sudah menikah,kalo iya berarti dirinya harus terlihat biasa-biasa saja, bagaimana bisa ia terlihat memalukan seperti ini, secara dirinya juga tidak jelek-jelek amat

"tidak apa-apa.. lupakan soal tadi,lagi pula aku hanya bercanda... jangan dimasukkan dalam hati"

"baiklah..." ucap Erick menutup obrolannya

sesampainya di halaman, Ayana keluar dari mobil itu dan berjalan memasuki dalam rumah,ia sedikit menggerutu dengan sikap yang ditunjukkan oleh Erick kepadanya tadi di mobil, bisa-bisanya Erick sedang memamerkan keharmonisan rumah tangganya kepada dirinya yang belum menikah.apa dia sedang mengejeknya atau Erick membuat dinding menjulang tinggi terhadap nya agar tidak menggodanya.'ah..sial'

Erick menatap Ayana yang pergi dengan sikap tak ramah,dia tahu Ayana sedang marah kepadanya.lalu apa yang membuat Ayana putri dari sang walikota marah kepada nya.erick menggelengkan kepalanya

di dalam kamar,Ayana sedang melihat dicermin,ia melihat bentuk fisiknya yang mungkin menjadi aset bagi dirinya bisa menaklukkan pria, memiliki d*d* yang besar hidung yang mancung, kulit putih dan bibir yang tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.ayana membayangkan jika dirinya dicium oleh pria itu,iya pria itu, pria yang menjadi ajudan ayahnya

"aku pasti sudah gila karena sekarang aku memikirkan soal pesona pria itu....hey Ayana sadarlah...pria itu sudah memiliki istri...!!!!!" kata Ayana yang memukul kepalanya

Ayana melihat sekarang sudah memasuki pukul 7 malam, Ayana mengambil tas nya dan akan pergi ke suatu tempat

sesampainya di garasi Ayana melihat mobil yang selama ini tidak pernah ia gunakan,ya mungkin sejak dua tahun terakhir Ayana melepas semua atribut yang dia miliki, yaitu menjadi anak orang nomor satu di kota ini.karir politik ayahnya membuat ayana semakin muak, Ayana tidak mau kehidupan pribadi ayana disoroti oleh pemburu warta.

"aku akan mulai menyetir dan mencari hal baru" kata Ayana meyakinkan diri

Ayana masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mobil itu, berulang kali ia tidak bisa menghidupkan mobilnya

"ada apa di mobil ini!!!!aaahhh siall!!!" ucap Ayana marah

seorang pria menghampiri mobil yang Ayana tumpangi,

"bisa aku bantu..."

Ayana menoleh kearah sumber suara,pria tampan itu,sosok yang sangat meresahkan dirinya akhir akhir ini

"mobilnya tidak bisa digunakan...?" tanya nya lagi

"iya" jawab ayana singkat

Erick yang saat ini sudah memakai jacket dan helem kini ia melepas helem nya dan meminta ayana untuk keluar dari mobil.

"permisi.. bisakah kamu keluar dulu,aku akan melihat kondisi mesinnya "

Ayana menurut dan keluar dari mobil itu, Erick lalu mencoba menghidupkan lagi,dan memeriksa mesin, Erick tampak serius membetulkan mobil itu

"sudah... sudah bisa dipakai" ucap Erick

"ouh iya... terimakasih...",ucap Ayana dengan senyuman canggungnya

Ayana melihat pipi Erick yang terkena kotoran dari mesin,ia kemudian dengan refleks mengambil tissue di dalam tasnya dan mengelap pipi Erick dengan tissue

Erick yang terkena reflek akibat tindakan Ayana lalu mencegah dengan tangannya, sontak Ayana panik karena tangan Erick memegangnya, pandangan mereka bertemu dan saling bertatapan

.

.

ini..nih....dramaaaas banget adegannya 😅

Instagram eunhyeayu90

Terpopuler

Comments

dita

dita

semangat

2023-02-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!