Entah dari mana tiba tiba Zegan ada di rooftop di balik tembok sebelah kiri.
"Hadohhhh dasar cewek gini nih kalok cewek udah gila karna cinta mah ya gini."
"Apa lu bilang ?" Ucapan Zegan membuat Dian tersulut emosi.
"Iya kan lu gblkkk."
Karena tak mau berurusan dengan si kembar Dian pergi meninggalkan rooftop, saat Zegan ingin mengejar di halang oleh Zergan dengan sebuah senyuman dan gelengan kecil.
...****************...
Sesampainya di bawah Dian ternyata bertemu Rifky dan saling menatap dengan tajam. Entah apa yang ada di pikiran mereka. Rifky membuka percakapan dengan Dian Namun teman teman Zegan yakni Hanzo, Jefon, Bara dan bintang. seperti biasa mereka mengeluarkan kata-kata mutiara mereka.
"Eh Rifky ya?" Ucap Bara tak yakin.
"Iya, kalian temen nya Zegan sama Zergan ya?" Rifky balik bertanya.
Mereka berempat kompak mengangguk dan tertawa kecil.
"Eh si pembunuh, gimana enak di benci sama Zergan? lagian sih, bertindak seenaknya." Ucap Bintang membuat Dian geram dan hendak menonjok ke empat sahabat adik nya Zergan.
Namun di hentikan oleh Zegan yang ternyata sudah turun dari rooftop, namun tak bersama Zergan. "heh pembunuh, mau apa lu? mau bunuh sahabat gw?"
Dian hanya menggeleng dan menyalahkannya atas perbuatan nya tadi, yang membuat Zegan adik nya Zergan semakin membenci dia.
Gw gak bermaksud gitu kok Gan:(, Batin Dian menyalahkan diri nya sendiri.
...****************...
Rifky berbalik tanya karena Zergan tak bersama dengan adik nya. "Oh ya Zergan kemana?"
"Oleh bang Zer tadi bilang mau pergi dulu ke suatu tempat dan entah lah kayaknya lagi kurang enak perasaan dia." Ucap Zegan membuat Dian seolah teringat akan sesuatu dan pergi meninggalkan mereka dan pamit kepada Rifky.
"Bang Rif Dian pergi dulu jangan pulang telat kasian mama!" Ucap Dian.
Mendengar ucapan Dian Zegan dan ke empat temannya sontak kaget. "Loh kok manggil bang? kok satu mama?"
Rifky yang menyadari langsung mencari alasan agar dapat menimbulkan masalah baru, "Em anu gini loh gw jelasin ya... Sebenarnya dulu dia adik tingkat gw di sekolah lama dan sama Zergan juga, makanya dia manggil bang ke gw!"
Zegan kembali melontarkan pertanyaan nya, "Lah trus kok manggil mama ke ibu lu?"
Rifky nampak tak tenang namun masih berusaha menenangkan diri nya, "Iya soalnya kan dulu dia akrab banget sama gw dan sama mama gw juga, jadi ya begitulah."
Bintang nyeletuk, "Lah trus lu kok gak benci sama dia? dia kan udah bunuh orang bang Rif!"
Ucapan Bintang membuat Rifky berpikir dan membatin, Gw gak bisa membenci dia karena bagaimanapun dia adalah adik kandung gw.
"Oi bang Rif," Teriakan Zegan membuat Rifky tersadar dari lamunan nya.
"Ya kenapa?"
"Tuh telpon lu berdering!"
"Ya udah gw pergi dulu dan angkat telpon."
Dan benar sekali Rifky kembali masuk ke dalam mobil nya. entah apa tujuan Rifky yang sebenarnya datang ke sekolah ini.
...****************...
"Eh Gan Gan, lu ada yang aneh gak sih sama Dian trus sama bang Rifky, kayak ada yang mereka sembunyiin gitu loh Gan!" Ucap Hanzo membuat Zegan kembali berpikir.
"Eh iya juga ya, kok gw gak nyadar, ah entar deh gw tanya Abang gw!" Hanzo mengangguk dan mematuhi apa yang di bicarakan oleh Zegan.
"Yaudah kita pulang aja deh, nah bubar nah bubar!"
Zegan dan teman teman nya pun kembali ke rumah masing-masing. dan terlihat Rifky yang sedang memahari seseorang di telepon. entah dia sedang memarahi siapa.
...****************...
TO BE CONTINUE
Tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk
papayyy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments