"dek ayo pulang nanti kamu lagi istirahat di rumah kita nggak akan kenapa-napa di jalan kita bakalan sampai ke rumah dengan selamat dan Abang bilang sama kamu Abang nggak akan pernah tinggalin kamu abang janji. jadi ... sekarang kita pulang ya dek:)" Zegan hanya mengangguk setuju mungkin karena dia kecapekan atau mungkin memang kurang fit gitu.
melihat adiknya yang mengangguk-angguk setuju Zergan berdiri dan mengajak adiknya untuk kembali ke mobil dan pulang.
di perjalanan menuju tempat biasa mereka lewat untuk pulang Zegan sudah merasakan hal yang tidak enak akan hari itu. Zegan meminta pada Abang nya untuk putar arah dan lewat jalan lain.
"Abang ayok kita puter balik ya.. kita lewat jalan yang satunya aja, Zegan gak mau Lewat sini Zegan takut Bang.."
"kenapa dek lewat sini kan juga sama aja lebih cepet juga dek kita lewat sini aja ya?"
"Gak mau bang Zegan mau nya balik sekarang kita lewat jalan lain, kalok Abang gak mau balik Zegan turun disini aja!"
Zegan turun dari mobil berharap Zergan mengejarnya dan mau untuk puter balik dan lewat di jalan lain.
Zegan berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu.
"Kalok gak di ikutin ucapan nih bocah pasti ngadu sama ibu nih dan nanti guwe yang di usir dari rumah sama bapak. ahhh dasar Adeck!"
Dengan berat hati meninggalkan lampu merah segan puter balik dan mengikuti Zergan dari jauhh. Hingga sampai di tempat sepi Zegan berbalik dan berlari ke arah mobil dan masuk ke dalam mobil.
"Nah kan Abang dengerin Zegan. makasihh ya bangg!"
"iya sama sama Zegan yaudah kita pulang ya."
"Iya nyantai aja ya bang.."
Zergan hanya mengangguk menuruti perkataan adik nya. di sepanjang jalan Zergan masih berpikir dan masih bingung mengapa adiknya masih bersikukuh untuk putar balik.
Sesampainya di rumah saat Zergan dan Zegan sampai kedua orang tua nya langsung membuka pintu dan berlari ke arah mereka dan memeluk mereka. entah apa yang terjadi, pada saat itu yang ada di pikiran Zergan Mengapa ya ibu gw kok jadi begini apa yang sebenarnya dia khawatirkan? Zergan membatin saat kedua orang tua nya memeluk dia dan adiknya.
"kalian gapapa kan sayang ibuk takut kalian kenapa kenapa?"
"emang kenapa ibu?? kenapa sama kita??" Zergan menjawab dengan rasa khawatir dan takut. Zegan langsung masuk bersama ayah.
"Tadi ibu liat berita di televisi kalok ada kecelakaan di jalan mawar tempat biasa kamu pulang sekolah nak! jadi ibu takut bangett kalau kalian disitu!" Ibu menjelaskan dengan nada yang masih gemetar ketakutan.
"yaudah sekarang ibu istirahat ya. udah jangan di pikirin kita masuk aja yok... udah malam juga ibu.." Zergan merangkul ibunya hingga sampai di dalam kamar nya dan meninggalkan ibunya di dalam kamar untuk tidur.
...****************...
"Bapak kami tidur dulu ya" Ucap Zegan pada Bapak nya.
Bapak nya si kembar hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk tidur sedangkan Bapak mereka pergi untuk bekerja ke luar kota karena di tugaskan untuk malam ini pergi keluar kota oleh atasannya.
...****************...
Di dalam kamar Zergan dan Zegan memandangi langit yang begitu cerah sampai bisa melihat bintang yang begitu indah.
"Dek untung kita puter balik.. "
"Iya bang karena dari situ perasaan adek udah gak enak dan adek udah ngerasa kalau ini bakalan kejadian. dan untung nya Abang ngikutin adek. kalok gak gak tau deh Abang bakalan disini sama adek atau enggak bang."
Zergan mengangguk memanjatkan puji syukur karena tuhan telah menyelamatkan dia dari kecelakaan beruntun itu.
"yaudah deh kita tidur aja yok. Besok sekolah.. dan kita harus bangun pagi.."
Zegan mengangguk dan pergi ke kasurnya untuk tidur dan Saat itu malam di penuhi dengan puji syukur dan ketakutan dan mereka selamat.
...****************...
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk
papayyy
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments