Setelah pertengkaran kecil itu Zergan menemui Zergan. dan mengajak Zegan pergi dari kelas itu.
"Gan ayo ikut Abang, Abang mau ngomong sama kamu."
"iya bang.." Zegan mengikuti Zergan keluar, yang ternyata mereka pergi ke ruang olahraga.
...****************...
Sesampai nya di ruang olahraga mereka berbicara empat mata, dan pembicaraan itu memberi tahu tentang apa yang Zergan sembunyikan.
"Bang Zer kenapa ajak Zegan kesini?"
"Abang mau jujur sama Zegan, mulai detik ini Zegan gak boleh keluar buat minum minum dan yang lain, kalau pun Zegan mau keluar jangan mabuk mabuk kan, Zegan paham?"
"kenapa gak boleh bang Zer?"
"Adek intinya gak boleh minum mulai detik ini, dan gak boleh kecapean, Adek udah tau kan! kenapa adek tadi melamun begitu?"
Zegan menggeleng tidak tahu.
"ya adek sakit yang nggak bisa Abang jelasin!"
"Adek sakit apa bang, perasaan adek gak sakit loh bang,"
Zergan menggeleng .. jika Zergan tidak bisa memberi tahu apa penyakit Zegan.
...****************...
Zergan Pergi meninggal kan Zegan di ruang olahraga yang masih memikirkan perkataan Zergan tadi.
"Abang kenapa sihh kok jadi over protective gini ke gw, perasaan sebelum gw tau kita saudara dia gak se over ini deh! emang gw kena penyakit apa sih Sampek Sampek Abang gw over begini!" Zegan membatin sendiri yang masih bisa di dengar orang di sekitar Zegan.
Zegan memutus kan untuk meninggalkan ruangan olahraga dengan putus asa menuju rooftop untuk menenangkan mental nya, yang sedikit lemah karena omongan tadi dari Abang nya.
...****************...
...****************...
Sekolah Zegan memang terkenal dengan ke elit an nya, kelas Zegan aja di lantai 3 sedangkan kelas Zergan di lantai 4, sedangkan rooftop berada di atas lantai 6, jadi memang harus melewati banyak kelas jika ingin ke atap sekolah (rooftop).
Di perjalanan menuju rooftop Zegan bertemu dengan teman nya yakni Bintang dan menyapa Zegan. "Lu mau kemana dengan wajah melas gitu? ke rooftop?" tanya Bintang dengan penasaran.
Zegan hanya mengangguk dan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju rooftop dengan linglung.
Sesampai nya di atas sekolah (rooftop) Zegan kaget ternyata Zergan sudah menunggunya di sana dan Zergan pun menyapa Zegan.
"Udah sampai disini Gan?" Zergan menyapa Zegan dengan tubuh nya yang masih tiduran di rooftop sekolah.
"Loh Abang udah di rooftop aja?" Tanya Zegan pada Zergan.
"Iya Gan, Abang tau kalok kamu sering kesini kalok kamu ada masalah, Abang juga dulu sering kesini? Abang selalu ngikutin kamu!"
"Jadi dari dulu Abang sering ikutin Zegan?"
"Iya karena Abang gak mau Zegan kenapa napa!"
Mendengar pernyataan itu membuat Zegan terharu dan langsung berlari kecil memeluk Zergan. yang membuat Zergan membalas pelukan Zegan itu dan tersenyum saat menerima pelukan itu.
"Abang minta maaf gak bisa kasih tau sekarang, maafin Abang ya Deck! Abang terlanjur udah janji ke Ibu gak bakal kasih tau ini ke kamu," Ucap Zergan membuat Zegan sedikit mengeluarkan air matanya dengan kata lain menangis.
"iya bang gapapa, Zegan juga tau ini demi kebaikan Zegan makasihh ya Abang udah mau Jaga Zegan meski Zegan bandel,"
"enggak Zegan gak bandel, Zegan nurut kok, tapi mungkin Zegan pengen memberontak demi kebaikan Zegan," ucap Zergan menenangkan adek nya itu. sembari menyeka air mata Zegan.
Mendengar ucapan Abang nya Zegan merasa lebih tenang dan mentalnya kembali lebih aman.
...****************...
TO BE CONTINUE
Tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments