"Baiklah. Aku tahu masih ada waktu tiga hari lagi untukmu berada di sini. Jika kau menolak tawaranku malam ini, kau bisa menerimanya esok hari atau lusa." Ucap Zaki.
Flower hanya diam merasa enggan menjawab ucapan Zaki. Karena merasa tidak ada lagi yang mau mereka bicarakan, Flower pun beranjak dari hadapan Zaki kembali ke meja dimana Rey, Alfin dan Malik masih berada di sana.
"Terima kasih atas pertemuan hari ini." Zaki kembali menjabat tangan Rey, Alfin dan Malik tanda berpamitan.
"Terima kasih kembali." Balas Rey dan Alfin hampir bersamaan.
Rey, Alfin dan Malik pun mengantarkan Zaki sampai di depan pintu VIP, sedangkan Flower memilih tetap diam di posisinya karena enggan mengantarkan kepergian Zaki.
"Apa kau ingin menjemput Yura ke kamar sekarang juga?" Tanya Alfin setelah pintu kembali tertutup.
"Ya. Aku akan membawanya berkeliling pantai." Jawab Rey.
Jawaban Rey pun terdengar jelas oleh Flower. Wajah Flower yang sudah kesal karena Zaki bertambah kesal mendengar keromantisan yang akan dilakukan Rey dan Yura sebentar lagi.
Sial sekali! Harusnya akulah yang berjalan-jalan berkeliling pantai bersama Kak Rey bukan Yura! Gerutu Flower namun hanya dalam hati.
Karena tidak ingin terlalu lama mendengarkan percakapan yang menyakitkan telinganya, Flower memilih berpamitan lebih dulu kembali ke dalam kamarnya.
"Jangan lupa salin kembali rangkuman yang telah kau catat hari ini." Titah Malik sebelum Flower meninggalkan mereka.
"Baiklah." Balas Flower lalu melangkah meninggalkan Malik.
"Rey, Rey, aku yakin saat ini hati Flower sangat panas mendengarkan percakapan kita tadi." Antara iba dan prihatin kini Alfin rasakan pada Flower.
"Aku tidak perduli. Saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan istriku." Jawab Rey acuh.
Alfin mengangguk saja. Kali ini ia tidak membantah perkataan Rey karena ia merasa setuju dengan apa yang Rey katakan. Setelah berbincang singkat dengan Alfin dan Malik, Rey pun berpamitan untuk kembali ke kamarnnya untuk menjemput pujaan hatinya yang tengah menunggunya di sana.
*
Flower kini telah tiba di dalam kamarnya penginapannya. Wajahnya yang sejak tadi masam tidak kunjung luntur juga setelah mengetahui jika Rey menginap di lantai teratas yang merupakan kamar presidential suite berada.
"Kenapa nasibku jadi sial begini? Bukannya merasa senang karena pergi bersama Kak Rey, aku justru merasa sangat kesal setelah menjalaninya!" Gerutu Flower sambil menghentakkan kedua kakinya di atas lantai.
"Huh, apa yang harus aku lakukan saat ini? Percuma saja aku di sini jika aku tetap merasakan kekesalan karena melihat Kak Rey dan Yura!" Flower tak henti menggerutu.
Karena merasa semakin kesal dan suntuk jika ia terus berada di dalam kamar hotel, Flower pun memilih keluar dari dalam kamar setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai untuk ke pantai.
"Lebih baik aku berkeliling pantai melihat pemandangan segar di sana." Ucap Flower sambil melangkah meninggalkan hotel.
Setibanya di pinggir pantai, Flower memejamkan kedua kelopak matanya menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. "Sejuk sekali..." gumamnya dan tanpa sadar merentangkan kedua tangannya.
Setelah cukup menikmati hembusan angin, Flower memilih berjalan menyusuri pantai sambil melihat-lihat pemandangan yang menyejukkan matanya. Di tengah kebahagiaannya menikmati indahnya pemandangan pantai di sore hari, mata Flower yang tadinya berbinar tiba-tiba merasa sakit saat melihat Malik tengah berdiri tak jauh darinya sambil menatap datar padanya.
Sial! Kenapa dia ada dimana-mana!
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 385 Episodes
Comments
Nhueer sya
jangan2 jodoh🤭😁😃
2023-04-03
1
Sweet Girl
😄😄😄😄emang kamu Ndak bisa lepas dr Malik, Flooo
2023-03-22
2
Sweet Girl
Yo Ndak bakal terjadi Flo...
2023-03-22
0