Akhirnya Flower pun berangkat menuju Surabaya dengan perasaan kesal karena telah ditinggal pergi oleh Rey lebih dulu.
"Kenapa Kak Rey tidak menunggu kita untuk berangkat bersama?" Tanya Flower saat berada di dalam pesawat menuju Surabaya. Saat ini ia dan Malik tengah duduk bersampingan di dalam pesawat. Entah kesialan apa yang ia rasakan saat ini karena harus duduk dengan jarak dekat dengan rivalnya itu.
"Jika anda merasa penasaran tanyakan saja langsung pada Tuan Rey." Jawab Malik. Ini sudah ketiga kalinya Flower menanyakan hal yang sama padanya.
"Ck!" Lidah Flower berdecak mendengarkan jawaban Malik yang terdengar sangat menyebalkan di telinganya.
"Jika bisa aku sudah menanyakannya sejak tadi!" Ketusnya kemudian.
Malik memilih diam dan memejamkan kedua kelopak matanya. Lebih baik ia memilih untuk tidur dari pada harus mendengar suara cempreng Flower.
Flower yang ditinggal tidur begitu saja tentu bertambah kesal. Kini pemikirannya mulai menebak-nebak kenapa Rey pergi lebih dulu tanpa mereka. Padahal biasanya Rey selalu pergi bersama dengan Malik jika tidak ada dirinya.
"Sudahlah, mungkin saja saat ini ada pekerjaan penting yang harus Kak Rey tangani sendirian di sana. Atau mungkin saja Kak Rey ingin berangkat hanya berdua dengan Kak Alfin karena ada hal serius yang ingin mereka bicarakan." Ucap Flower mencoba berpemikiran positif.
Setelah mengudara selama hampir satu setengah jam lamanya, akhirnya Malik dan Flower pun telah tiba di bandara kota Surabaya. Seorang pengawal yang sudah ditugaskan menjemput mereka pun nampak telah menunggu kedatangan mereka di samping mobil yang ia bawa.
Malik dan Flower segera masuk ke dalam mobil setelah koper mereka dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
"Kita akan menginap dimana?" Tanya Flower setelah mobil melaju meninggalkan bandara.
"Lihat saja nanti." Jawab Malik seakan enggan menjawab kemana mereka akan pergi.
Flower mengerucutkan bibirnya. Rasanya seperti membuang-buang tenaga saja jika ia bertanya pada Malik di saat seperti ini.
Setengah jam berlalu, mobil nampak memasuki perkarangan hotel yang berada tidak terlalu jauh dari pantai.
"Kita akan menginap di sini?" Tanya Flower menatap takjub pemandangan di sekitar hotel.
"Menurut anda?" Malik kembali bertanya lalu keluar dari dalam mobil.
"Sopan sekali dia!" Gerutu Flower lalu ikut turun dari dalam mobil.
"Bawa koper anda sendiri!" Titah Malik sambil memberikan koper bewarna pink milik Flower ke tangan Flower.
"Hei, untuk apa ada pengawal jika tetap kita yang membawa kopernya!" Flower hendak menyerahkan koper pada pengawal tapi Malik dengan cepat menahannya. "Bawa sendiri atau anda saya pulangkan sekarang juga!" Ancamnya.
Flower menggerutu namun tetap mengikuti perkataan Malik karena tidak ingin benar-benar dipulangkan saat ini juga ke ibu kota. Lagi pula apa yang tidak mungkin dilakukan seorang Malik padanya?
Ketika baru saja masuk ke dalam hotel pemikiran Flower pun langsung tertuju pada Rey yang sejak tadi tak terlihat oleh matanya.
"Kak Rey menginap di sini juga bukan?" Tanya Flower pada Malik yang sedang meminta kunci hotel pada pegawai hotel.
"Hem." Jawab Malik.
Flower kembali dibuat kesal mendengar jawaban Malik. Namun ia tetap berusaha menahan rasa kesalnya.
"Ini." Malik menyerahkan kunci kamar hotel pada Flower lalu melangkah meninggalkan Flower menuju lift.
"Dia itu memang benar-benar tidak sopan!" Gerutu Flower lalu mengikuti langkah Malik menuju lift.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 385 Episodes
Comments
Kalsum
flou sama Malik kaya kucing SM tikus
2023-04-10
0
Nhueer sya
hati2 loh flow yang pendiam itu suka menghaturkan 🤭😁😃
2023-04-03
2
Nailott
ha ha,gk kebayang gimana sebelnya hati fliow sama. malik,
2023-02-16
1