Flower hanya mendengus tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Alfin. Menurutnya menceritakan apa yang sedang ia rasakan saat ini sama saja mengumbar aibnya pada Alfin. Untung saja Alfin mengerti ketidakinginan Flower bercerita padanya hingga Alfin memilih membahas hal yang lain pada Flower.
Tak terasa satu jam pun telah berlalu. Flower, Malik, Rey dan Alfin kini sudah berada di ruangan VIP menunggu kedatangan investor dari perusahaan yang cukup terkenal di kota Surabaya.
"Malik, bukankah Tuan Zaki sudah berada di hotel ini sejak dua jam yang lalu?" Tanya Rey saat merasa telah lama menunggu kedatangan investor mereka.
"Benar, Tuan. Mungkin saja saat ini Tuan Zaki sedang ada urusan sehingga belum datang ke sini." Jawab Malik seadanya.
Rey mengangguk saja dan tak mempertanyakan lebih lanjut kemana perginya Tuan Zaki. Setelah lima belas menit menunggu akhirnya pria yang dinantikan oleh mereka pun datang. Rey, Malik dan Alfin segera bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Tuan Zaki. Sedangkan Flower nampak terkejut melihat sosok pria yang masuk ke dalam ruangan adalah pria yang tadi tidak sengaja ditabraknya.
"Selamat datang, Tuan Zaki." Ucap Malik sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Andika.
"Terima kasih." Balas Zaki tersenyum.
Rey dan Alfin pun turut melakukan hal yang sama. Dan kini tibalah Flower yang mendapatkan giliran untuk berjabat tangan dengan Zaki.
"Senang bertemu dengan anda kembali." Ucap Zaki pelan hingga hanya Flower yang dapat mendengarkannya.
Flower memilih diam tak menjawab ucapan Zaki yang terdengar menyebalkan di telinganya.
Siapa yang senang bertemu denganmu kembali? Sungguh menjengkelkan! Ucap Flower namun hanya dalam hati.
Rey pun kembali angkat suara meminta Zaki untuk duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan Flower. Tak membuang waktu lama mereka pun telah memulai rapat siang itu dan mulai terlibat percakapan serius. Selama rapat berlangsung Flower lebih banyak diam sambil mencatat apa saja hal penting yang mereka bicarakan saat itu.
Dua jam berlalu akhirnya rapat mereka pun selesai. Flower nampak membacakan kesimpulan hasil rapat yang direspon anggukan kepala oleh mereka yang ada di sana.
"Untuk keputusan lebih lanjut asisten saya akan menghubungi anda secepatnya." Ucap Zaki pada Rey.
Rey mengguk lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Andika.
"Terima kasih." Ucapnya yang diangguki Zaki sebagai jawaban.
"Oh ya, bolehkah saya berbicara dengan sekretaris anda sebentar?" Pinta Zaki sambil menatap Flower yang tengah menatap padanya.
"Silahkan." Balas Rey.
Flower pun sontak melototkan kedua matanya pada Zaki tanda penolakan karena ia tidak ingin terlibat pembicaraan dengan pria itu. Namun karena melihat tatapan datar Rey padanya membuatnya mau tidak mau mengikuti permintaan Zaki. Untung saja Zaki mengajaknya berbicara di ruangan yang sama namun sedikit jauh dari Malik, Rey dan Alfin.
"Bagaimana kalau nanti malam kau ikut denganku menikmati pesta di salah satu resto yang berada tidak jauh dari sini?" Ajak Zaki.
Kedua mata Flower semakin melotot. "Apa anda tidak punya rasa malu langsung mengajak saya pergi di saat kita baru berkenalan?" Tanya Flower sinis.
"Tidak. Aku tahu kau pasti membutuhkan hiburan di sini." Balas Zaki.
"Simpan saja tawaran anda itu karena saya sama sekali tidak tertarik." Jawab Flower ketus. Lagi pula mana mau dirinya pergi bersama seorang pria yang baru saja dikenalinya itu.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 385 Episodes
Comments
Tiwi Rahayu
setuju Flo jangan gampang mau diajak sama orang yang baru kita kenal
2023-04-11
1
Sweet Girl
emang aku cewek apaan...
2023-03-22
1
Nailott
bener. tu jngn mau flow. nanti kamu dijebsk
2023-02-16
0