seorang pria berparas buruk rupa dengan setengah mata tak bisa melihat sedang berusaha menggendong seorang wanita cantik berlari kian kemari mencari bola bantuan untuk menyiapkan sebuah brankar yang belum tersedia di pintu utama rumah sakit cempaka indah
"permisi, suster. Tolong siapkan brankar untuk pasien ini" seru Juna
"baik, pak. di tunggu sebentar" ucap suster Wati
"tolong cepat ya, suster" seru Juna.
"baik, pak mohon ketersediaannya untuk menunggu" ucap suster Wati
"Johan" panggil dr Vika
"Anda memanggil saya?" tanya Juna
"Ia, ini saya dr Vika. kamu nggak ingat?" tanya vika
"saya bukan Johan, dok" ucap Juna
"oh, maaf saya kira anda pasien saya yang dahulu kemari karena wajah anda sangat mirip sebelum Johan operasi hanya beda di mata saja, apa anda mengalami kecelakaan?" tanya dr Vika
"itu bukan urusan anda!" ucap Juna..
"maaf jika saya lancang karena ada kemungkinan anda mengalami amnesia" ucap dr Vika..
"dok, nanti saya akan bicara lagi dengan anda. sekarang ini majikan saya sedang sakit" ucap Juna
"majikan? anda itu ....." ucap dr vika terpotong karena Juna pergi berlari meninggalkan dr Vika
"saya belum selesai bicara malah sudah di tinggal pergi! memang majikannya begitu penting apa! dia kan cucu kakek Gilbert untuk apa bekerja untuk orang lain???" ucap dr Vika yang merasa kebingungan dengan tingkah laku johan
****
Bangsal 202
"bagaimana keadaan majikan saya, dok?" tanya juna
"untung saja anda membawa pasiennya ini dengan segera kalau tidak pasien ini tidak akan selamat" ucap dr Frengki
"memangnya apa yang terjadi dengan majikan saya, dok?" tanya Juna
"pasien ini mengalami keracunan akibat terkena gigitan kalajengking, tapi racunnya sudah saya keluarkan sehingga pasien akan di pindahkan ke ruang inap untuk melihat perkembangan selanjutnya" ucap dr Frengki
"baik, dok. Terima kasih" ucap Juna
"sepertinya wajah orang yang berbicara dengan saya tadi itu adalah cucu dari pemilik rumah sakit ini! akh!!! ngaco mana mungkin itu mustahil bukankah beredar berita bahwa cucu pemilik ini sudah meninggal dunia" gumam Dr. Frengki
****
"a- aku di mana" ucap Sherly yang membuka perlahan kedua kelopak mata yang terpejam sekitar dua jam
"non Sherly berada di rumah sakit cempaka" ucap Juna
"apa erlan sudah datang?" tanya Sherly
"belum, non" ucap Juna
"oh, tolong ambilkan ponsel saya" tunjuk Sherly
"biar saya bantu non untuk menghubungi pacar non Sherly"ucap Juna
"tidak usah biar saya sendiri saja" bantah Sherly
"non Sherly baru saja sadar, biar saya saja yang menekan tombol panggilnya" ucap Juna
"baiklah, jika tersambung ponselnya berikan pada saya" ucap Sherly
"baik, non" ucap Juna
TuT....Tut..Tut...
nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada dalam jangkauan
sihlahkan hubungi beberapa saat kemudian
Tut. Tut.. Tut..
"maaf non Sherly, saya sudah berkali-kali menghubungi den erlan, tapi sepertinya beliau sedang sibuk" ucap Juna
"kamu tolong kirim pesan saja kepada dia" ucap Sherly
"baiklah, non Sherly biar saya bantu ketikan" ucap Juna
"erlan, tolong ke sini, saya berada di rumah sakit cempaka, tolong kamu kirimkan pesan seperti itu kepada erlan" ucap Sherly kembali
"siap, non" ucap Juna yang menekan tombol kirim pesan dan mengetikan sesuai ilustrasi yang di berikan oleh sang majikan
"bagaimana sudah ada balasan dari Erlan belum?" tanya sherly
"belum ada, non" ucap Juna
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya season kedua Cinta Johan yang tak di anggap dengan berganti judul Amnesia, semoga bisa menghibur kalian semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Rohad™
Gak masuk akal sih ini, si Sherly adem ayem sama pacar baru, sedangkan Johan sang tokoh utama harus tersiksa. 🤦♂️
2023-10-30
0