Rintikan hujan menerpa kawasan yang melintas di gedung perhotelan Grandia Hutomo di kawasan perkotaan yang ramai akan lalu lalang penduduk
"non, maaf saya tidak terlalu ingat jalanan di Indonesia, apakah non Sherly bisa tunjukan jalan tikus menuju hotel grandia hutomo" ucap Juna
"memang sebelumnya kamu berada di mana?" tanya Sherly
"aku dan keluarga stay di Jerman" ucap Juna
"maksud kamu? jendral Sudirman di Bandung?"ledek Sherly
"bukan nona Sherly, aku memang tinggal di Jerman karena pekerjaan orang tuaku di sana" ucap Juna
"memang kalau boleh tahu apa pekerjaan orang tua kamu?" tanya Sherly
"hanya seorang nelayan, nona" ucap Juna
"oh, Baiklah sekarang aku akan tunjukan jalan tikus melalui GPS" ucap Sherly sambil memberikan sebuah ponsel pintar
"maaf nona Sherly, saya tidak bisa melihat dengan jelas karena keadaan mata saya yang tak bisa melihat sebelah ini. Bagaimana kalau nona Sherly tunjukan saya arahnya saja"ucap Juna
"mengenai matamu aku akan membantu menemukan kornea mata yang cocok untuk kamu" ucap Sherly
"terima kasih, non" ucap juna
*********
Sambaran petir kilat mulai menyambar bebas di udara serta hujan deras yang tak henti-hentinya turun di permukaan membuat terjadinya suatu peristiwa banjir yang terjadi di kawasan pemukiman di daerah perrkotaan tersebut
"non, kita terjebak macet di sini karena di depan terjadi longsor" ucap Juna
"putar arah kebelakang saja"ucap Sherly
"nggak bisa, non. di belakang pun banyak mobil lalu lalang "ucap Juna
"aduh, gw ada rapat penting lagi"gumam Sherly dalam hatinya
"saya pakai ojek online saja, kamu lanjutkan saja mobil ini sampai grandia hotel" ucap Sherly
"nggak bisa, non. saya nggak mungkin lihat non Sherly basah kuyup" ucap Juna
"saya akan ganti baju begitu sampai kantor" ucap Sherly
"tapi non, di luar sedang berbahaya. Bagaimana kalau non bareng saya saja" ucap Juna
"memang di luar cuaca makin buruk sih, tapi sebentar lagi ada rapat penting jadi saya harus tetap sampai kantor dengan tepat waktu. kamu siapkan payung saya mau keluar dari mobil ini" ucap Sherly
"maaf, non barusan saya sudah cek bagasi mobil tapi tidak terdapat payung" ucap Juna
"tolong kamu belikan di mini market, Bisa kan?" tanya Sherly
"siap, non. Nona Sherly tunggu di sini saja sampai saya datang ya" ucap Juna
"oke, saya tunggu. kamu jangan lama-lama ya" ucap sherly
"Iah, non" ucap Juna
*****
Juna berlari di tengah lebatnya hujan yang deras hanya untuk membeli sebuah payung
minimarket
"wah, payung Merah ini unik bentuknya love Saya beli yang ini saja deh" gumam juna
(hanya ilustrasi)
"pak, ini kembaliannya"ucap sang kasir
"terima kasih"ucap Juna sambil mengambil kepingan logam kembaliannya
*"****
dengan langkah seribu, Juna kembali dengan baju berwarna biru serta celana jeans yang basah kuyup terkena genangan air di sebuah permukaan tanah
"non, ini payungnya" ucap Juna
"makasih, tapi kok baju kamu basah kuyup begini?" tanya Sherly
"tadi kan saya membeli payung otomatis saya pasti basah, non" ucap Juna
"kenapa kamu nggak sekalian saja membeli baju ganti untuk kamu?" tanya Sherly
"karena saya nggak mau non Sherly sampai menunggu lama di mobil" ucap Juna
"kalau begitu sekarang kita membeli baju ganti dulu untuk kamu. Saya nggak mau kamu sampai sakit dan tidak bisa bekerja kembali" ucap Sherly
"lalu mobilnya gimana?" tanya Juna
"biar pegawai saya yang lain yang akan urus. Kamu tidak perlu khawatir mengenai mobil ini yang terpenting kamu tidak sakit"ucap Sherly
bersambung......
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments