...Jangan lupa like dan ninggalin komentar di bawah...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
matahari mulai terbit di ikuti suara kicauan burung yang indah. malam yang selalu terasa sunyi dan gelap, kini berganti menjadi awal yang penuh kebisingan. cahaya matahari pagi, masuk melalui sela-sela jendela tepat mengenai wajah gadis cantik yang sedang tertidur.
suara alarm membangunkannya. suara penuh kebisingan yang menganggu setiap tidur manusia itu, mati saat tangannya menekan tombol off. ia duduk dan meregangkan tubuhnya. waktu masih menunjukan pukul 6 pagi, itu artinya masih ada waktu sebelum ia bersiap ke sekolah.
selfie melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamar. ia mencuci muka sekaligus menyikat gigi. suara senandung seketika memenuhi ruangan itu. sebuah kebiasaan bagi selfie yang selalu tidak bisa diam bahkan saat ia sedang menyikat gigi.
"gue cantik banget, ya." puji gadis itu saat melihat dirinya di pantulan cermin. gadis ini memang cantik. ia memiliki bibir ranum merah alami, hidung yang tidak terlalu mancung dan mata yang tidak terlalu besar. memiliki rambut coklat - kehitaman yang sedikit bergelombang dan kulitnya yang putih khas bule . dan jangan lupakan warna matanya yang indah. seindah dalamnya samudera Pasifik.
setelah selesai bersiap - siap dan membereskan semua keperluan sekolah, gadis itu melangkah keluar untuk sarapan dan berpamitan pada ibunya. sarapan? mungkin saja.
tapi satu hal yang selfie tidak suka adalah melihat kehadiran keluarganya yang cemara saat akan berangkat ke sekolah.
"pagi semua." sapanya seraya tersenyum dan mengambil beberapa potong roti yang di sediakan ibunya di piring.
" ma, yah, karina, aku berangkat duluan, ya." meskipun tau tidak akan di respon, gadis itu selalu menyapa dan berpamitan pada mereka. ia tau kalau reaksi josh dan karina akan seperti hari-hari sebelumnya, yaitu diam dan mengabaikan. berbeda dengan sarah yang menyambut dengan senyuman hangat.
"saya sangat tidak suka kamu datang ke sini saat saya sedang makan. itu membuat saya tidak berselera setelah melihat mu, lain kali jangan kesini!" ucap ayahnya sebelum selfie benar-benar pergi dari sana.
selfie memejamkan matanya sejenak. berusaha mengabaikan kalimat yang terasa mencekik leher. ia berbalik dan memberanikan diri menatap mata sang ayah.
"b- baik... saya paham." jika saja semuanya terasa benar, mungkin mata tajam itu bisa sedikit lembut saat menatapnya.
ketika membuka pintu, pandangan selfie langsung tertuju pada seseorang yang sedang berada di atas sepeda. dengan helm berwarna hijau dan ransel hitam bertuliskan 'you fool' itu, sudah jelas adalah nancy. well, sebenarnya tanpa ciri-ciri itu pun selfie selalu mengenali nancy.
dengan langkah panjang dan gerakan yang cepat, ia mengambil sepedanya yang terparkir di garasi dan bergerak ke arah nancy.
"gue tau lo rakus tapi lebih baik makan dulu baru pergi." ujar nancy ketika melihat ada sepotong roti yang masih berada di mulut selfie.
"takut telat, lo tau kan hari ini pemilihan ekskul." sahutnya yang tengah memasang helm sepeda.
"masih ada waktu kali."
"oh ya, bagaimana jika kita berlomba. yang sampai duluan dia yang menang." tantang nancy menatap selfie yang baru menghabiskan rotinya.
"boleh juga, yang kalah jadi babu ya." tantang selfie balik dengan alis yang ia naikan. tentu hal itu membuat mimik wajah nancy berubah menjadi tidak rela. ya, siapapun tau kalau selfie pesepeda handal.
" 1......2......3."
sepertinya memang tidak ada yang mau kalah dalam setiap pertandingan apapun. meskipun yang kau lawan adalah temanmu sendiri. mencapai sesuatu yang di sebut sebagai kemenangan, tentu saja tidak ada yang mau membaginya. seperti saat ini, lomba yang di anggap sebagai hiburan bagi selfie, rupanya di anggap serius oleh nancy.
di setiap langkah, nancy selalu menyalip di depan selfie dengan gerakan tiba-tiba. hal itu terkadang hampir membuat selfie terjatuh jika tidak menghindarinya. setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, akhirnya mereka tiba di sekolah. dan tidak seperti lomba-lomba mereka yang biasanya, kini yang sampai duluan adalah nancy.
"hahah... gue menang. sekarang lo jadi babu gue." ujarnya kegirangan.
selfie menggelengkan kepalanya. rasanya lucu melihat nancy seperti itu. tapi, jika itu mampu membuatnya bahagia, kenapa tidak?
"apapun untuk nona nancy." balas selfie sambil sedikit membungkuk hormat layaknya seorang pelayan kepada tuan putri. suasana mendadak hening, keduanya saling menatap dalam waktu yang lama. hingga tanpa aba-aba, kedua gadis itu tertawa terbahak-bahak. saling memukul kecil dan memegangi perut. tentu saja tantangan tadi merupakan candaan saja. menjadi babu, tidak akan pernah terjadi di antara keduanya.
selfie dan nancy berjalan menuju kelas dengan tawa kecil yang masih terdengar dari mereka. sambil menceritakan hal-hal lucu dan absurd. membagikan tawa bersama, bukan saling mentertawakan.
" hii guys." sapa selfie setelah memunculkan kepalanya dalam kelas. tapi, seisi kelas itu kosong kecuali violet yang sedang duduk termenung sendiri.
"katanya yang gak balas sapaan dari seseorang, berati dia gila." gumam nancy sengaja di besarkan agar violet mendengar sindiran nya. sementara nancy cekikikan kecil sambil ikut menyahut.
"masa sih, kok bisa gitu?."
nancy menatap selfie dan sesekali melirik violet yang memalingkan wajahnya."iya, karena mereka tidak punya pola pikiran. pikiran mereka itu rendah dan bodoh."
sepertinya kali ini mereka berhasil menarik perhatian violet. gadis yang awalnya termenung sambil melihat ke luar jendela, kini menatap mereka dengan tajam. "bisa gak sih kalian gak ganggu gue satu hari saja."
"eh, itu kan kalimat gue." sahut selfie cepat
violet hanya memutar bola matanya malas. ia tidak terlihat bersemangat hari ini karna ayahnya memaksanya untuk ikut ekskul petualang yang sama sekali tidak di minatinya. kata ayahnya, biar violet tidak di dalam rumah terus dan menjadi anak luar ruangan.
" btw, lo masuk ekskul apa violet?" tanya nancy pada temannya itu alias violet. jangan salah, sebelum selfie pindah ke sekolah ini, nancy dan violet merupakan sahabat dekat. tapi, karena violet membenci selfie, nancy pun memutuskan persahabatan mereka.
"malas gue bahas itu." ketusnya
"jutek amat girl." timpal selfie
Kelas yang awalnya sepi sekarang mulai terlihat penuh. bel masuk sudah berbunyi membawa bu yani selaku wali kelas datang dan semua menyambutnya .
" ok anak - anak nanti satu - satu maju ya dan tulis ekskul yang akan kalian pilih." ucap bu yani seraya mengambil buku besar untuk mencatat pilihan siswa.
beberapa siswa sudah mengisinya dan sekarang giliran selfie." ibu kira kamu akan masuk ekskul sains atau matematika?." tanya bu yani setelah melihat pilihan yang di ambil selfie .
" saya bosan bu ...saya ingin mencoba yang lain." jawabnya lembut dan kembali ke bangku. setelah beberapa siswa, sekarang giliran violet yang terakhir, maklum namanya di awali huruf V jadi dia di absen terakhir .
violet telah kembali ke mejanya setelah menulis ekskul pilihannya ." bakal kacau ni." ucap bu yani pelan ketika melihat pilihan violet .
saat ini siswa di minta untuk pergi ke tempat ekskul masing-masing . ada beberapa ekskul yang di adakan, yaitu sains, matematika, bahasa Inggris, seni lukis, olahraga , musik, dan petualang.
sedikit dari banyak siswa yang memilih ekskul petualang karena mereka pikir itu melelahkan jika harus keluar dan berpetualang di luar.
Hanya 15 orang saja yang saat ini berada di tempat petualang, rata - rata yang lain memilih sains atau matematika tetapi selfie berada di tempat ini . ya, dia memilih ekskul ini karena suka kebebasan dan melihat dunia luar . saat tengah berbincang dengan anak lain, selfie melihat violet berada di tempat yang sama denganya .
" loh.... Lo ngapain di sini sih?" tanya selfie karna ia paling tau violet benci hal yang berbau petualang .
" ya ikut ekskul lah, lo juga ngapain sih gue kan ingin terbebas dari lo." jawab violet dengan kesal.
" ini kesukaan gue." titah selfie
" ini perintah papa gue!."
belum sempat membalas ucapan violet, pandangan selfie beralih melihat seorang laki - laki yang dia kenal ."oiii zayn lo ngikutin gue ya ?" teriak selfie sambil menunjuk muka zayn.
" ini kan hobi gue jangan asal nuduh!" lantang zayn tepat di hadapan selfie sambil menyingkirkan jari selfie di hadapan wajahnya.
" hahah marah aja dia zayn." timpal violet tertawa, tetapi kemudian ia menghentikan tawanya lantaran selfie dan zayn menatapnya tajam.
" baik anak anak saya adalah jesh, kalian boleh memanggil saya ibu jesh. saya adalah ketua di club petualang." mendengar suara yang tak asing membuat selfie mengarahkan kepala dan melihatnya tantenya yang biasa dia sebut dengan kakak.
" HII KAKAK JESH AKU IKUT CLUB INI LOH!!."
teriak selfie membuat semua mata tertuju padanya . jesh yang melihat hal itu malu dan menggerutu kebodohannya yang lupa menyuruh selfie untuk tidak memanggilnya kakak .
" jangan panggil saya kakak selfie, saya guru di sekolah bukan kakakmu." tegurnya dengan tegas pada selfie .
" ck..... Kampungan makanya begitu." cibir violet menimpali dengan tersenyum remeh
" apa lo bilang?"
" apa, mau lawan ha?"
" tidak usah berkelahi!. saya mau menyampaikan terima kasih telah mengikuti ekskul ini. ibu juga sudah tau pasti sedikit yang masuk, jadi ibu akan mebagi tim menjadi 3 orang sebanyak 5 " . Jelas jesh
" kok sebanyak lima? Kenapa gak lima orang sebanyak tiga?." tanya zayn menyela
" good question." sahut jesh tersenyum
" jika kalian ingin tahu, itu semua karna guru petualang terdapat lima orang di sini. Jadi saya usulkan untuk satu orang memegang satu tim." Jelasnya sambil menunjuk guru petualang yang tak jauh darinya.
" semoga gue gak sama lo." ucap violet menatap sinis selfie .
" amit - amit kalau sampe." balas selfie tak kalah sinisnya.
Jesh mulai membagikan kelompok dengan cara mengacak nama mereka di gulungan kertas dan mengambil tiga gulungan pertama
" tim pertama zayn, Andy, dan reyno sekarang kumpul jadi satu."
" ye kita satu tim." sorak zayn sambil bertos bersama timnya .
"bestie selalu bersama." Imbuh reyno sambil merangkul zayn.
"untung gue gak sama zayn." gumam selfie tetapi masih bisa di dengar oleh violet yang di sampingnya.
"tim kedua nisa, adam dan Linda."
"tim ketiga keysha, gilang dan dimas."
"bu saya masuk tim dua aja, masa saya sendiri cewek di sini." protes keysha
" iya bu saya juga gak mau saya cowok sendiri di sini nih." timpal adam
" gak ada pertukaran, terima aja!." bantah jesh tegas membuat mereka pasrah.
" tim ke empat clara... selfie." mendengar namanya di sebut, selfie berpelukan dengan clara karena menjadi satu tim . Ia dan clara juga cukup dekat di sekolah.
" Ye kita satu tim." seru selfie kemudian ia menoleh menatap violet.
" untung gue gak sama lo."
violet berdecak mendengarnya," kan bagus karna gue gak mau sama lo."
" dan.... Violet." ucap jesh melanjutkan ucapanya yang terpotong. wajah selfie yang tadinya terlihat bahagia berubah 180° ketika violet satu tim dengannya, begitu pun dengan violet yang tengah ternganga lebar.
" kakak kenapa aku satu tim sama dia, kakak kan tau kami tidak akur gimana sih?". bukannya di jawab jesh malah menjewer telinga selfie cukup keras .
"sudah ku bilang jangan panggil kakak selfie."
"aduhh sakit!!" pekik selfie
" bu jesh saya ingin mengganti anggota saya gak mau sama dia." timpal violet yang juga tidak terima
"sayang sekali tapi ini sudah peraturannya, jika kalian tidak mau silahkan keluar atau tetap di tim yang sama." jawab jesh seraya menatap keduanya nyalang membuat keduanya bergidik ngeri.
" ok baik, gue terpaksa." sahut selfie pasrah
"gue lebih terpaksa satu tim sama anak kayak lo." Imbuh violet
semua anggota telah mempunyai tim masing-masing dan mereka telah menemui guru pengawas yang akan menemani mereka berpetualang nantinya.
" jangan berantem lihatlah kalian beruntung karena saya yang akan menjadi guru pembimbing kalian." Oh ya, jesh dan selfie hanya berbeda 8 tahun makanya ia meminta selfie memanggilnya kakak karna kalau tante ia akan merasa sangat tua.
"alah bilang aja kak jesh maunya denganku kan... ?" cibir selfie
"tanpa adanya kamu saya juga akan menjadi pembimbing kelompok 4 ini selfie." geram jesh
violet menahan tawa. "pede amat jadi orang"
Clara memutar bola mata malas." kalian itu cocok jadi kawan bukan lawan ".
violet dan selfie reflek menatap clara." gue ogah ya jadi temannya." ucap violet tidak terima, kemudian ia menghampiri selfie dan menginjak kakinya.
"AKKHHH!!"
"itu balasan karna mengambil biskuit gue kemarin."
Kaki selfie masih berdenyut. sial, gadis itu menginjaknya terlalu kuat dan juga sepatu violet yang keras menambah rasa sakitnya.
"lo gak cocok jadi pembully gini vi lo itu cocoknya jadi bestie gue." perkataan selfie membuat Violet menatapnya sinis.
"udah ahh mau sampai kapan berkelahinya? Ayo ikut saya untuk persiapan petualang." ajak jesh Lantaran kesal melihat dua gadis heboh di depannya.
Di tempat lain nancy sedang melihat lukisan seni di tempat ekskulnya. dia mencari - cari berharap ada orang yang dia kenal di sini. walaupun dia terkenal di sekolah, tapi kan nancy butuh teman ngobrol. Ia tadi di ikuti oleh ricko yang satu ekskul denganya, ricko terus mengikutinya sampai nancy menghajar cowok itu baru dia berhenti.
" akhh nancy!" teriak fira kegirangan karna mendapati nancy di sini.
nancy menoleh ke sumber suara," akhirnya ada juga yang gue kenal."
"gue kira gue doang yang di sini." seru fira
nancy terseyum," sama gue juga."
"uhh gue tadi kebingungan gak melihat orang yang gue ken-".
" sama gue juga kebingungan tadi." sela nancy yang memotong ucapan fira.
" kebanyakan adek kelas sih, tapi gue senang banget lihat lo disi-"
" samaaaa fir, gue juga senang." fira memicingkan matanya menatap nancy yang malah terkekeh.
"selfie mana? tumben gak bareng." tanyanya yang baru menyadari ketidakadaan selfie
" dia ikut ekskul petualang."
" ohh aneh aja sih lihat kalian pisah gini biasanya kan nempel." Imbuh fira
nancy menarik tangan fira dan membawanya melihat lukisan para senior yang telah lulus. mereka terkagum dan berharap semoga bisa seperti ini kelak. Jika di bandingkan dengan selfie lukisan seperti itu akan sangat mudah baginya.
"nancy jangan menjauh dong." seru ricko yang menghampiri nancy.
awalnya nancy membiarkan ricko mengikutinya hingga nancy jengah dan memukul ricko di depan fira.
" gak papa tuh?" tanya fira karna pukulan nancy cukup kuat.
" biarin aja." sahutnya yang tidak peduli dengan keadaan ricko
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments