BAB 5 - KISAH MERLIN

Cahaya kuning keemasan muncul dari kejauan, indah dan hangat. Membias terhalang pepohonan yang berdiri terselimuti salju. Kicau burung kecil sesekali terdengar menenangkan.

Semua pria dirumah sederhana itu masih terlelap layaknya bayi yang lelah bermain.

Merlin mencari tas kain yang di dalamnya ada rempah yang sudah ia kumpulkan, akhirnya ia menemukannya, tapi tas kain itu separuhnya tertindih tubuh Jendral Luzen.

Merlin menarik sedikit demi sedikit tas itu dengan perlahan, tiba-tiba lengannya di tangkap cepat dan di genggam sangat erat oleh Jendral yang langsung bangun dari tidurnya.

Keduanya sama-sama kaget..

“Aaww!!..” Teriakan Merlin sedikit meringis kesakitan.

Jendral Luzen dengan spontan langsung melepaskan cengkramannya itu.

“ Aahh..maaf, maaf..kau tidak apa-apa?” tanya jendral agak khawatir. Lalu ia mengusap kasar wajahnya.

“ Maaf nona, aku tidak bermaksud menyakitimu..aku cuma kaget ”

“ Iya, aku tidak apa-apa tuan..aku juga minta maaf telah membangunkan tidurmu, aku cuma ingim mengambil tas kain ini” Merlin mengusap-ngusap lengannya yang masih terasa sakit.

“ Tidak apa, aku memang sering kaget ketika bangun tidur. Ah…apa sudah pagi?” tanya Jendral melihat sedikit cahaya matahari yang masuk lewat celah dinding kayu.

“ Iya, sudah pagi ”Merlin melangkah kearah luar. Bau masakan yang sedap berhamburan kedalam ruangan.

Di luar Merlin sedang mengaduk-aduk makanan di sebuah tungku besar.

“Aaarrgg…”Gadden menguap sambil melenturkan sendinya.

“ Sepagi ini kau sudah masak nona?” pria bertubuh tegap itu melipat tangannya di dada.

“ Aku membuatkan bubur gandum, kalau tidak merepotkan, apa tuan bisa membantuku membelah kayu? Kayu bakarnya hampir habis..” Merlin masih mengaduk bubur.

“ Baiklah, dimana kayunya?” Merlin mengarahkan jarinya ke tumpukan kayu di halaman rumahnya.

Gardden memotong kayu dengan cepat. Ia adalah pria kuat.

Jendral Luzen dan seorang lagi keluar dari dalam rumah yang hangat, mereka sama-sama keluar menghirup udara pagi, jendral duduk di sebuah batang pohon yang terpotong menjadi tempat duduk, ia melipat tangannya di dada sambil sesekali meniup telapak tangannya karena udara dingin, dan pria satunya berkeliling mengamati pemandangan.

“ Nona, boleh aku tanya sesuatu?, kenapa kau tinggal sendirian di tempat seperti ini? Sama sekali tidak ada manusia yang hidup disini” Sembari membelah kayu, Gardden bertanya penasaran.

“ Sebenarnya aku tinggal dengan kakekku sebelum kakek meninggal tiga tahun lalu. Seluruh keluargaku di bunuh, bukan..bahkan seluruh klan Harbirt, semua di musnahkan”

Jendral menoleh kaget, begitu juga dengan Gardden, yang spontan menghentikan pekerjaannya sebentar. “ Kenapa mereka semua dibunuh? oleh siapa? ” tanya Gardden penasaran.

“ Karena klan Harbirt dianggap sebagai pembawa malapetaka, mereka disebut memiliki darah iblis. Kata kakekku yang membunuh keluarga dan klan-ku adalah Raja Zeroix ”.

“ Cih, Raja bar-bar sialan itu lagi yang berulah “ Gardden menancapkan kampaknya ke batang pohon dengan geram.

“ Apa maksudmu pembawa malapetaka? “ kali ini jendral Luzen mulai bertanya.

“ Aku juga tidak terlalu mengerti, tapi kakekku pernah bilang, kalau klan kami dianggap memiliki kekuatan yang sangat menakutkan, sehingga kami di takuti, di jauhi dan di musnahkan agar kekuatan kami tidak berkembang…aku sendiri tidak merasa memiliki kekuatan itu, aku dan kakek hanya bisa meracik obat, mengobati yang sakit, dan menjual obat”

“ Berati nona Merlin adalah klan Harbirt terakhir?” tanya Gardden kembali.

“ Ya mungkin saja, karena aku tidak tau apakah dari klan-ku masih ada yang hidup atau tidak, yang jelas aku diselamatkan kakek waktu umurku empat tahun ke tempat yang jauh dari desaku, yah..disinilah kakek membesarkanku”

“ Apa kau tidak dendam dengan Raja Zeroix?” tanya jendral lagi sambil mengusap-usapakan kedua telapak tangannya.

“ Awalnya aku dendam, tapi setelah beberapa tahun, ku pikir lagi, untuk melawan Raja Zeroix seorang diri, itu cuma mimpi dan keinginan konyol, dari situ aku lebih menerima takdirku dan menepis dendamku selama ini. Hidup tenang disini sudah cukup untukku “ Merlin dengan senyumnya menoleh ke arah pria yang berwajah tegas berwibawa itu.

Setelah beberapa saat, masakan telah matang, bubur gandum dan beberapa lauk sudah tersaji di meja kayu yang Merlin letakan di luar, agar para pria leluasa mengambilnya.

“ Baiklah, aku bangunkan dulu orang-orang bodoh itu...” Gardden menuju pintu masuk.

DENG!!!..DENG!!!…DENG!!…

Sebuah perisai perang terbuat dari besi di pukul Gardden dengan keras.

Merlin menoleh kaget dengan suara nyaring tadi, tapi dia hanya menghela nafas…’yah..begitulah kelakuan para pria’..gumamnya dalam batin

BANGUUUN!!!..DASAR ORANG-ORANG MALAS!!!

Teriakan sang wakil jendral yang memekik itu membuat semua pria terbangun, ada yang memegang kedua telinganya, ada pula yang menyeringai karena terganggu.

Dalam beberapa saat mereka telah kumpul di depan, masih dalam dinginnya salju, tapi hangatnya matahari di pagi itu membuat mereka tidak tersiksa seperti kemarin.

Mereka semua menikmati bubur hangat dan makanan lain yang dihidangkan Merlin. Beberapa dari mereka tak henti-henti berterima kasih pada Merlin. Harlmon yang kemarin mengalami kedinginan yang ekstrim, sekarang sudah bisa makan bersama yang lain.

Tiba-tiba…

Grrr…..

Dua ekor serigala terlihat melangkah perlahan menuju mereka dan mengamati dengan tatapan ganas, dengan mulutnya yang menyeringai mengeluarkan liur, dan taring tajam yang seolah sengaja diperlihatkan untuk menunjukan kekuatannya.

Spotan para pria yang sedang menikmati makanan berdiri dan mengambil kayu, kampak serta senjata seadanya. Mereka bertatapan dengan dua serigala tadi dan bersiap dengan posisi bertempur.

“ Tunggu!!” Merlin seolah melerai. Sontak semua pria tadi menoleh kearah Merlin.

“ Mereka hanya ingin makan..mereka adalah sahabatku…” Semua pria makin terkejut. Merlin melangkah menuju sisi samping rumahnya dan mengambil sesuatu berwarna merah terlihat seperti daging yang sedikit beku dari dalam kotak agak besar.

Merlin membawa daging itu kearah serigala, tidak ada ketakutan sama sekali di wajah Merlin, ia malah tampak tersenyum melihat dua serigala yang seolah siap menyerang.

“ Hai, kalian berdua pasti lapar, sudah beberapa hari aku tidak melihat kalian.. Ini, makanlah..maaf aku tidak sempat menghangatkannya..” Merlin sedikit berlutut dan mengelus-elus kepala dari salah satu serigala tadi. Dan serigala ganas itu berubah menjadi jinak di tangan Merlin. Dia seperti sudah terbiasa dengan dua hewan buas di depannya itu. Tak lama seketika itu dua serigala tadi berlari menjauh pergi dan samar-samar hilang di balutan putih salju..

Para pria yang masih memegang senjata saling memandang satu sama lain, lalu menurunkan senjatanya.

“ Nona, bagaimana bisa kau berkawan dengan serigala buas seperti mereka?” tanya salah satu pria disitu.

“ Mereka sudah ku rawat sejak kecil, bersama kakek dulu “ Para pria itu masih menganggap walaupun hebat, tapi gadis itu sedikit aneh.

**********

Episodes
1 BAB 1 - JENDRAL HEBAT
2 BAB 2 - SEBUAH PERISTIWA PAHIT
3 BAB 3 - AWAL PERJALANAN BARU
4 BAB 4 - PERKENALAN
5 BAB 5 - KISAH MERLIN
6 BAB 6 - PERJALANAN KE DESA
7 BAB 7 - PENCARIAN PENGHASILAN
8 BAB 8 - SUMBER KEKAYAAN
9 BAB 9 - PERJALANAN KE BENUA HITAM
10 BAB 10 - PENJARA BAWAH TANAH
11 BAB 11 - SERANGAN PEROMPAK
12 BAB 12 - RATU
13 BAB 13 - MEMBALAS SERANGAN
14 BAB 14 - PEMBEBASAN PARA PEROMPAK
15 BAB 15 - LUAPAN KEGALAUAN
16 BAB 16 - SESUATU YANG ANEH TERJADI
17 BAB 17- PANGERAN
18 BAB 18 - KELAKUAN PANGERAN
19 BAB 19 - PENJEMPUTAN
20 BAB 20 - PENYERANGAN KE BENTENG
21 BAB 21 - KEKALAHAN
22 BAB 22 - PERTUKARAN
23 BAB 23 - Pasukan Zeron
24 BAB 24 - TERPERANGKAP KEMBALI
25 BAB 25 - KEHADIRAN ELDR
26 BAB 26 - DEMON ELDR
27 BAB 27 - MERLIN KEMBALI
28 BAB 28 - ORIS
29 BAB 29 - PERTEMUAN DENGAN RATU KEMBALI
30 BAB 30 - ORIS SEDANG MENGANDUNG
31 BAB 31 - MENYAMPAIKAN
32 BAB 32 - KEBENARAN
33 BAB 33 - KEPULANGAN MERLIN
34 BAB 34 - SERANGAN ZERON
35 BAB 35 - PERTEMPURAN DI LUAR BENTENG
36 BAB 36 - RAJA ZEROIX
37 BAB 37 - KERAJAAN YANG TUMBANG
38 BAB 38 - TENGGELAM
39 BAB 39 - DENZU
40 BAB 40 - KEANEHAN
41 BAB 41 - PENYIHIR
42 BAB 42 - MENCARI PEMECAH SIHIR
43 BAB 43 - TERSADAR
44 BAB 44 - TERBEBAS DARI MASA LALU
45 BAB - 45 - KEKALAHAN GOZAN
46 BAB 46 - KASTIL TIMUR
47 BAB 47 - PERJALANAN KEDUA KE BENUA HITAM
48 BAB 48 - BERTEMU PUTRI
49 BAB 49 - KERAJAAN GOZAN SELATAN
50 BAB 50 - MASALAH DI KERAJAAN
51 BAB 51 - PENYERANGAN FANGS
52 BAB 52 - PERTARUNGAN
53 BAB 53 - PRIA PILIHAN
54 BAB 54 - PILIHAN PUTRI CHARLOTTE
55 BAB 55 - KEGALAUAN JENDRAL
56 BAB 56 - RENCANA MENJADI RAJA
57 BAB 57 - PENOBATAN RAJA BARU GOZAN SELATAN
58 BAB 58 - MENJADI KELUARGA BARU KERAJAAN
59 BAB 59 - KENYATAAN PAHIT UNTUK MERLIN
60 BAB 60 - PERNIKAHAN KEDUA
61 BAB 61 - KABAR DUKA
62 BAB 62 - MUNCULNYA VIER
63 BAB 63 - PENGACAU
64 BAB 64 - PENYERANGAN VIER
65 BAB 65 - PERTARUNGAN KAKAK DAN SUAMI CHARLOTTE
66 BAB 66 - BERITA DUKA DARI GOZAN SELATAN
67 BAB 67 - KETENANGAN DI BENTENG DRAKE
68 BAB 68 - SURAT PERNYATAAN PERANG
69 BAB 69 - SUKU ABYEE
70 BAB 70 - HADIAH YANG MENABJUBKAN
71 BAB 71 - MENAKLUKAN SANG NAGA
72 BAB 72 - MERANGKUL SUKU ABYEE DAN SANG NAGA
73 BAB 73 - SUKU RAW
74 BAB 74 - KEMBALI KE TANAH OLEIC
75 BAB 75 - KERINDUAN YANG BELUM TERSELESAIKAN
76 BAB 76 - BUDAK WANITA BERNAMA RAZEL
77 BAB 77 - TERPESONA
78 BAB 78 - SENJATA BARU
79 BAB 79 - PERPINDAHAN KEPEMILIKAN
80 BAB 79 - PERPINDAHAN KEPEMILIKAN
81 BAB 79 - HADIAH UNTUK JENDRAL
82 BAB 80 - PENYERAHAN KEPEMILIKAN
83 BAB 81 - PELAYAN BARU
84 BAB 82 - PEPERANGAN DI TANAH LEYN
85 BAB 83 - PERTEMUAN DARI MASA LALU
86 BAB 84 - BERAKHIRNYA DENDAM MASA LALU
87 BAB 85 - PERTEMUAN DI KERAJAAN HAZMUT
88 BAB 86 - GELAR BARU UNTUK JENDRAL
89 BAB 87 - CINTA HANYA UNTUK TUAN
90 BAB 88 - KEDAMAIAN UNTUK RAKYAT
91 BAB 89 - MUSUH DARI PULAU KEMATIAN
92 BAB 90 - MELAWAN PENYIHIR
93 BAB 91 - KEMANA MEREKA MEMBAWANYA
94 BAB 92 - PERJALANAN KE PULAU KEMATIAN
95 BAB 93 - PULAU DEIRU
96 BAb 95 - PERTARUNGAN MELAWAN RAJA PENYIHIR
97 BAB 95 - TUMBANG
98 BAB 96 - TERNYATA DIA TELAH SADAR
99 BAB 97 - KEHADIRAN TAMU KERAJAAN
100 BAB 98 - GADIS YANG TIDAK SOPAN
101 BAB 99 - PERANGKAP
102 BAB 100 - AKHIR YANG MEMBUAHKAN HASIL - TAMAT.
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1 - JENDRAL HEBAT
2
BAB 2 - SEBUAH PERISTIWA PAHIT
3
BAB 3 - AWAL PERJALANAN BARU
4
BAB 4 - PERKENALAN
5
BAB 5 - KISAH MERLIN
6
BAB 6 - PERJALANAN KE DESA
7
BAB 7 - PENCARIAN PENGHASILAN
8
BAB 8 - SUMBER KEKAYAAN
9
BAB 9 - PERJALANAN KE BENUA HITAM
10
BAB 10 - PENJARA BAWAH TANAH
11
BAB 11 - SERANGAN PEROMPAK
12
BAB 12 - RATU
13
BAB 13 - MEMBALAS SERANGAN
14
BAB 14 - PEMBEBASAN PARA PEROMPAK
15
BAB 15 - LUAPAN KEGALAUAN
16
BAB 16 - SESUATU YANG ANEH TERJADI
17
BAB 17- PANGERAN
18
BAB 18 - KELAKUAN PANGERAN
19
BAB 19 - PENJEMPUTAN
20
BAB 20 - PENYERANGAN KE BENTENG
21
BAB 21 - KEKALAHAN
22
BAB 22 - PERTUKARAN
23
BAB 23 - Pasukan Zeron
24
BAB 24 - TERPERANGKAP KEMBALI
25
BAB 25 - KEHADIRAN ELDR
26
BAB 26 - DEMON ELDR
27
BAB 27 - MERLIN KEMBALI
28
BAB 28 - ORIS
29
BAB 29 - PERTEMUAN DENGAN RATU KEMBALI
30
BAB 30 - ORIS SEDANG MENGANDUNG
31
BAB 31 - MENYAMPAIKAN
32
BAB 32 - KEBENARAN
33
BAB 33 - KEPULANGAN MERLIN
34
BAB 34 - SERANGAN ZERON
35
BAB 35 - PERTEMPURAN DI LUAR BENTENG
36
BAB 36 - RAJA ZEROIX
37
BAB 37 - KERAJAAN YANG TUMBANG
38
BAB 38 - TENGGELAM
39
BAB 39 - DENZU
40
BAB 40 - KEANEHAN
41
BAB 41 - PENYIHIR
42
BAB 42 - MENCARI PEMECAH SIHIR
43
BAB 43 - TERSADAR
44
BAB 44 - TERBEBAS DARI MASA LALU
45
BAB - 45 - KEKALAHAN GOZAN
46
BAB 46 - KASTIL TIMUR
47
BAB 47 - PERJALANAN KEDUA KE BENUA HITAM
48
BAB 48 - BERTEMU PUTRI
49
BAB 49 - KERAJAAN GOZAN SELATAN
50
BAB 50 - MASALAH DI KERAJAAN
51
BAB 51 - PENYERANGAN FANGS
52
BAB 52 - PERTARUNGAN
53
BAB 53 - PRIA PILIHAN
54
BAB 54 - PILIHAN PUTRI CHARLOTTE
55
BAB 55 - KEGALAUAN JENDRAL
56
BAB 56 - RENCANA MENJADI RAJA
57
BAB 57 - PENOBATAN RAJA BARU GOZAN SELATAN
58
BAB 58 - MENJADI KELUARGA BARU KERAJAAN
59
BAB 59 - KENYATAAN PAHIT UNTUK MERLIN
60
BAB 60 - PERNIKAHAN KEDUA
61
BAB 61 - KABAR DUKA
62
BAB 62 - MUNCULNYA VIER
63
BAB 63 - PENGACAU
64
BAB 64 - PENYERANGAN VIER
65
BAB 65 - PERTARUNGAN KAKAK DAN SUAMI CHARLOTTE
66
BAB 66 - BERITA DUKA DARI GOZAN SELATAN
67
BAB 67 - KETENANGAN DI BENTENG DRAKE
68
BAB 68 - SURAT PERNYATAAN PERANG
69
BAB 69 - SUKU ABYEE
70
BAB 70 - HADIAH YANG MENABJUBKAN
71
BAB 71 - MENAKLUKAN SANG NAGA
72
BAB 72 - MERANGKUL SUKU ABYEE DAN SANG NAGA
73
BAB 73 - SUKU RAW
74
BAB 74 - KEMBALI KE TANAH OLEIC
75
BAB 75 - KERINDUAN YANG BELUM TERSELESAIKAN
76
BAB 76 - BUDAK WANITA BERNAMA RAZEL
77
BAB 77 - TERPESONA
78
BAB 78 - SENJATA BARU
79
BAB 79 - PERPINDAHAN KEPEMILIKAN
80
BAB 79 - PERPINDAHAN KEPEMILIKAN
81
BAB 79 - HADIAH UNTUK JENDRAL
82
BAB 80 - PENYERAHAN KEPEMILIKAN
83
BAB 81 - PELAYAN BARU
84
BAB 82 - PEPERANGAN DI TANAH LEYN
85
BAB 83 - PERTEMUAN DARI MASA LALU
86
BAB 84 - BERAKHIRNYA DENDAM MASA LALU
87
BAB 85 - PERTEMUAN DI KERAJAAN HAZMUT
88
BAB 86 - GELAR BARU UNTUK JENDRAL
89
BAB 87 - CINTA HANYA UNTUK TUAN
90
BAB 88 - KEDAMAIAN UNTUK RAKYAT
91
BAB 89 - MUSUH DARI PULAU KEMATIAN
92
BAB 90 - MELAWAN PENYIHIR
93
BAB 91 - KEMANA MEREKA MEMBAWANYA
94
BAB 92 - PERJALANAN KE PULAU KEMATIAN
95
BAB 93 - PULAU DEIRU
96
BAb 95 - PERTARUNGAN MELAWAN RAJA PENYIHIR
97
BAB 95 - TUMBANG
98
BAB 96 - TERNYATA DIA TELAH SADAR
99
BAB 97 - KEHADIRAN TAMU KERAJAAN
100
BAB 98 - GADIS YANG TIDAK SOPAN
101
BAB 99 - PERANGKAP
102
BAB 100 - AKHIR YANG MEMBUAHKAN HASIL - TAMAT.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!