Setelah tiba di paviliun pengobatan, tetua Xue Ying langsung di sambut oleh seorang murid yang bekerja di tempat itu.
"Hormat kepada tetua". Ucap seorang murid menyabut tetua Xue Ying.
"Cepat panggilkan tetua Xue Feng agar segera mengobati mereka berdua". Perintah tetua Xue Ying.
"Baik tetua, silahkan antarkan keduanya ke ruang pengobatan". Balas sang murid dan langsung berlalu pergi untuk menemui tetua kepala pavilun tersebut.
Tetua Xue Ying dan juga seorang anggota klan yang adalah murid senior segera membawa masuk kedua sosok remaja yang sedang terluka.
Tidak lama kemudian, tetua kepala paviliun, yaitu tetua Xue Feng pun segera tiba dan langsung menyapa dan bertanya kepada tetua Xue Ying.
"Tetua Ying, siapa yang terluka?".
"Xue Yunlei dan juga Xue Bang". Jawab tetua Xue Ying.
"Apa? Mengapa keduanya bisa terluka? Dan siapa yang melakukannya?". Tanya tetua Xue Feng penasaran dan dengan wajah yang menunjukkan keterkejutan.
"Aku juga tidak mengetahui siapa yang melakukannya". Jawab tetua Xue Ying.
"Baiklah, biar aku memeriksanya". Ucap tetua Xue Feng sambil mendekati tubuh kedua remaja itu.
Setelah selesai memeriksa kondisi keduanya, tetua Xue Feng langsung berkata.
"Sepertinya luka Xue Bang hanyalah luka luar, akan tetapi luka yang diderita oleh Xue Yunlei adalah luka dalam".
"Untung saja otot tubuhnya sudah terbentuk sehingga bisa meminimalisir serangan energi Qi yang bisa memberikan luka dalam serius baginya".
"Menurut tetua Feng, teknik siapa yang melukainya?". Tanya tetua Xue Ying.
"Sepertinya jurus yang digunakan untuk melukai Xue Yunlei adalah teknik milik patriark". Jawab tetua Feng.
"Jadi, bisa disimpulkan bahwa tuan muda Xue Zhao lah yang melakukan hal ini?". Ujar tetua Xue Ying.
Tetua Xue Feng hanya mengangukkan kepalanya menanggapi perkataan tetua Xue Ying.
"Aku juga tidak menyangka jika tuan muda Xue Zhao bisa setegah ini kepada sepupuhnya sendiri". Ucap tetua Xue Feng.
Pria berusia 50-an tahun itu segera memerintahkan muridnya untuk mengambil bahan - bahan ramuan obat yang akan diberikan kepada Xue Yunlei dan juga Xue Bang.
Sedangkan kedua tetua itu segera menyalurkan energi Qi mereka ke dalam tubuh Xue Yunlei agar bisa memperbaiki jaringan - jaringan tubuh Xue Yunlei yang rusak akibat serangan Xue Zhao.
"Untung saja tetua Ying cepat membawanya kesini, jika tidak, itu akan sangat berakibat fatal untuk tuan muda Yunlei". Tutur tetua Xue Feng setelah keduanya selesai menyalurkan energi Qi mereka ke tubuh Xue Yunlei.
Tetua Xue Ying pun mengiyahkan perkataan tetua Xue Feng dengan menggagukkan kepala kemudian di tutup dengan menggelengkan kepala sambil membuang napas yang panjang.
"Aku tidak menyangka tuan muda Zhao benar - benar bisa setegah ini kepada saudarahnya sendiri". Tutur tetua Xue Ying.
"Setelah kematian komandan Xue Yuan, apa yang dilakukan tuan muda Yunlei?". Tanya tetua Xue Feng.
"Aku juga tidak mengetahui pasti hal itu, tetapi yang aku dengar, bahwa tuan muda Yunlei sering membantu para pelayan di dapur untuk mencarikan kayu bakar". Jawab tetua Xue Ying.
Kedua tetua itu pun terus melanjutkan pembicaraan mereka sebelum tetua Xue Ying pamit untuk kembali ke kediamannya.
Keesokan harinya, kini Xue Yunlei sudah siuman.
Disaat membuka matanya dan menatap kesisi tempat tidurnya, dia mendapati Xue Bang sedang tertidur disamping tempat tidur.
Xue Bang sendiri sudah sadarkan diri sejak malam dan segera pergi untuk menemani Xue Yunlei yang belum juga siuman.
"Xue Bang...Xue Bang...Xue Bang".
Remaja gendut itu pun terbangun dan langsung menatap ke arah Xue Yunlei.
"Yunlei! Kamu sudah sadar? Bagaimana dengan keadaanmu? Apakah kamu sudah baikkan?".
Beberapa pertanyaan pun langsung keluar dari mulut Xue Bang.
Xue Yunlei hanya bisa tersenyum disaat melihat serta mendengar perkataan Xue Bang.
Dia tidak menyangka, bahwa Xue Banng bisa memperlakukannya seperti itu.
Sebab keduanya baru saja dekat dan berkomunikasi, akan tetapi hubungan keduanya sudah seperti sudah bersahabat selama bertahun - tahun.
"Jangan mengkhawatirkan diriku, bagaimana dengan kesehatanmu, apakah sudah baik?". Ujar Xue Yunlei.
"Aku, aku baik - baik saja". Jawab Xue Bang.
"Apa yang kau rasakan sekarang?". Xue Bang balik bertanya.
"Aku juga sudah merasa baik saat ini". Jawab Xue Yunlei yang langsung berniat untuk bangkit.
"Kamu harus beristirahat dahulu, jangan dulu bangun serta terlalu banyak bergerak".
Kata - kata tetua Xue Feng untuk menghentikan tindakan Xue Yunlei.
Xue Yunlei pun segera mengurungkan niatnya dan itu bukan karena telah mendengar perkataan dari tetua Xue Feng, melainkan tubuhnya memang saat itu belum memiliki kekuatan untuk bisa bangkit.
"Hormat kepada tetua Xue Feng!". Ucap Xue Bang sambil mengambil sikap hormat.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu sudah merasa lebih baik?". Tanya tetua Xue Feng kepada Xue Bang.
"Sudah tetua, aku merasa sudah lebih baik saat ini". Jawab Xue Bang.
"Kalau begitu, kau cepat pulang ke rumah agar kedua orang tuamu tidak merasa khawatir lagi". Perintah tetua Xue Feng.
"Maaf tetua, tetapi aku masih ingin menemani Xue Yunlei sampai dia benar - benar sembuh". Balas Xue Bang menanggapi perintah tetua Xue Feng.
"Sudahlah, urusan kesehatan tuan muda Yunlei itu adalah urusaku sebagai kepala tabib di klan ini, jadi tidak perlu kamu khawatir lagi". Ujar tetua Xue Feng.
"Sekarang kamu pulanglah, setelah itu kapan saja kamu bisa kembali untuk melihat perkembangan kesehatan tuan muda Yunlei". Tutup tetua Xue Feng.
"Yunlei, aku pergi dulu, sebentar aku akan kembali untuk melihatmu lagi". Tutur Xue Bang.
Xue Yunlei hanya menanggapinya dengan mengedipkan matanya tanda menyetujuinya.
Tanpa disadari, air matanya mengalir dipipinya.
Xue Yunlei tidak menyangka jika masih ada anak di klannya itu yang menghargainya serta memberikan perhatian seperti itu.
Setelah Xue Bang pergi, tetua Xue Feng pun mendekat ke samping tempat tidur Xue Yunlei dan kembali memeriksa kondisi kesehatan bocah itu.
Tidak lama kemudian, tetua Xue Feng menghentikan pemeriksaannya dan berkata.
"Tuan muda, sepertinya untuk beberapa hari ini, anda masih akan tinggal disini untuk mendapatkan perawatan dariku".
"Hal itu karena penyembuhanmu sangat lambat".
"Jika kamu memiliki energi Qi, sudah bisa dipastikan luka dalammu akan pulih dengan cepat, tetapi karena....". Tetua Xue Feng tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
Pria tua itu tidak ingin menurunkan rasa percayah diri Xue Yunlei.
Dikediaman Xue Bang, saat remaja itu sampai, dirinya langsung disambut oleh ibunya.
"Bang'er, mengapa kamu tidak pulang semalam? Kamu dari mana saja?". Tanya ibu Xue Bang dengan wajah yang terlihat sangat cemas.
"Tidak ibu, aku tidak kemana - mana". Jawab Xue Bang singkat.
"Terus, kenapa kau baru saja kembali?".
"Aku ketiduran dirumah Xue Yunlei". Jawab Xue Bang enteng.
"Apa yang kamu lakukan dirumah Si Sampah itu?".
"Ibu, jangan menyebut dia sampah, dia itu bukan sampah, tetapi dia itu adalah seorang bocah jenius". Ujar Xue Bang membela Xue Yunlei.
"Apa? Bocah jenius? Apakah kamu sudah gila?".
"Tidak ibu, aku tidak gila, tetapi itu memang adalah faktanya". Jawab Xue Bang tegas.
"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa anak itu adalah bocah yanng jenius?".
"Kemarin aku melihatnya saat bertarung dengan tuan muda Xue Zhao, dia sanggup mengimbanginya meski tidak memiliki energi Qi". Xue Bang menjelaskan.
"Apa? Dia bisa mengimbangi tuan muda Xue Zhao? Mana mungkin bisa seperti itu?". Ibunya merasa tidak percayah mendengar penjelasan putranya.
"Benar, itu yang terjadi kemarin".
"Terus, bagaimana hasilnya?". Tanya ibunya penasaran.
"Hanya itu yang aku tahu, aku tidak mengetahui kejadian yang lain, karena saat aku terbangun, aku sudah berada di paviliun pengobatan".
"Apa? Mengapa kamu bisa berada di paviliun pengobatan?".
Xue Bang langsung terdiam, dirinya baru menyadari bahwa dia telah mengungkapkan apa yang baru saja menimpahnya.
"Cepat katakan, apa yang terjadi denganmu?".
"Ayo, cepat katakan".
Karena ibunya terus menerus mendesaknya, sehingga Xue Bang pun menceritakan kejadian sebenarnya.
Setelah mendengar penjelasan putranya, wanita itu pun merasa tidak senang dengan hal itu, sehingga dia berpikir untuk segera melaporkan hal itu kepada suaminya.
~Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 328 Episodes
Comments
Darwito
to
2024-02-21
3
QueenDevil
Lelet bos
2023-07-24
0
Mr. jooosss
lanjut
2022-12-23
1