🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Cinta adalah suatu kondisi yang mana kebahagiaan orang lain lebih penting kamu perjuangan kan
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Tampak pikir panjang lagi Riani langsung masuk,kedalam perusahaan dan menemui sang resepsionis perusahaan tempat dia akan berkerja.
"Permisi Mbak"sapa Riani dengan ramah.
"Iya Mbak ada yang bisa saya bantu?" jawab sang resepsionis dengan ramah pula.
"Oh iya Mbak. Perkenalan nama saya Riani yang akan bekerja disini" jawab Riani.
"Oh iya saya Rima. Oya Mbak silahkan Mbak menuju keruang sebelah sana,disana akan ada orang yang akan memberitahu Mbak apa yang akan Mbak kerjakan di perusahaan ini" jawabnya dengan ramah.
"Baik Mbak terimakasih"ucap Riani sambil berlalu keruang yang telah ditunjukkan oleh Rima sang resepsionis.
"Sama-sama mbak"dalam hati Riani.
"Wuiih ramah-ramah juga ya orang-orang yang ada disini,kecuali cowok sialan tadi semoga aja aku gak pernah bertemu lagi sama dia"
dengan langkah pasti ia langsung menuju ketempat yang ditunjuk oleh resepsionis.
Berbeda dengan diruang sang penguasa GIBRAN GROUP,sang CEO yang biasanya memasang wajah sanggar serta dingin sedang senyum-senyum sendiri. Seperti orang yang sedang kesurupan,siapa lagi kalau bukan Gibran Prasetya Wijaya
sambil ia bergumam sendiri.
"Siapa ya kira-kira cewek yang tadi nabrak gue, bikin gue penasaran saja?".
Tampa dia sadari Aldo selaku tangan kanannya, sudah berdiri didepannya sambil berpikir.
"Apa yang lakukan Bos,apa dia sudah gila ya? tumben banget,dia senyum-senyum sendiri begini bikin aku ngerasa ngeri sendiri" gumamnya dalam hati sambil meluk badannya karena merinding.
"Bos"panggilnya.
Sunyi
"Bos"
masih sunyi,tak ada sedikit pun jawaban dari si Bos.
"Bos" geram Aldo sambil berteriak karena dari tadi gak ada respon dari Bosnya.
"Iya ada apa sih Aldo? tidak usah berteriak-teriak saya tidak tuli"bentak Gibran sambil memasang wajahnya kemode dingin seperti biasa.
"Lagian kenapa masuk asal nyelonong saja?,tanpa mengetuk pintu hah" lanjutnya lagi masih dengan suara khasnya.
"Idih Bos. Sudah capek saya ketok-ketok pintu Bosnya saja yang melamun,sambil senyum-senyum sendiri enggak jelas kayak orang gila saja" kesal Aldo dalam hati tampa berani bersuara, takut membangunkan singa yang sedang tidur.
Eiits jangan lupa pribahasa walaupun anak buahnya benar, tetapi Bos tetap yang paling benar.
"Maaf Bos sudah saya ketuk-ketuk pintunya, beberapa kali tapi Bosnya cuma diam saja" ucap Aldo menunduk tanpa berani melihat kearah sang Bos.
"Emhh ada apa?"tanya Gibran cuek.
"Ini Bos,siang ini kita ada miting dengan klien dicafe xxx" ujar Aldo.
"Ehm persiap semuanya" perintah Gibran sambil mengibaskan tangannya.
Aldopun berlalu dari ruangan Gibran sambil berpikir.
"Kenapa sih dengan si Bos? gak ada angin gak ada ujan kok senyum-senyum sendiri,gak habis pikir gue"dan segera mempersiapkan apa yang diperintahkan kepadanya.
Kembali lagi ketempat Riani,
Riani yang sedang berjalan menuju keruang yang ditunjukkan oleh resepsionis tadi.
"Permisi Mbak "sapa Riani dengan suara lembut.
"Ya ada yang bisa dibantu?"jawab Ani kepala dibagian OB.
"Saya Riani Mbak,saya merupakan pegawai baru yang akan bekerja dibagian ini"jawabnya dengan ramah.
"Oh ini bajunya cepat ganti,disana ruang gantinya ,dan mulai hari ini kamu sudah bisa bekerja" jawab Ani sambil mengambil baju yang berwarna biru khas baju OB lalu ia kasih untuk Riani.
"Iya terima kasih Mbak"jawab Riani lalu mengambil baju, yang dikasih oleh Ani sambil berlalu keruang ganti.
Setelah berganti pakaian Riani menuju kedapur perusahaan, tempat ia akan melakukan rutinitasnya sehari-hari sebagai OB.
Di situ sudah ada kawan-kawan satu profesi dengannya,Riani langsung menuju kearah mereka.
Karena Riani orangnya super ramah, langsung saja menyapa teman-teman barunya.
"Hai perkenalkan aku Riani pengawai baru disini" sapa Riani dengan ramah sambil memperkenalkan dirinya.
"Hai juga aku Indi cewek yang paling cantik disini" jawab Indi narsis cewek yang berwatak tinggi dan putih itu, Riani hanya senyum melihat tingkah teman barunya, dan lalu satu persatu diantara mereka yang ada disitu memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"Hai aku Della."
"Hai aku Rendy."
"Hai aku Ara"
ucap mereka sambil berjabat tangan, dan menyebutkan nama mereka masing-masing dengan ramah.
"Senang berkenalan dengan kalian" jawab Riani.
"Semoga kita jadi rekan yang baik ya."
"Dan mohon bimbingannya ya" lanjutnya lagi.
"Senang juga berkenalan dengan kamu Riani" jawab mereka serempak.
"Dengan senang hati kami akan membimbingmu" imbuh mereka lagi.
Akhirnya setelah sesi perkenalan mereka, merekapun melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Riani pun sangat senang karena menemukan teman-teman barunya yang baik,apalagi baru kali ini Riani berteman dengan orang selama Riani berada dikota ini. Riani rasa mereka semuanya senasib dan seperjuangan dengan Riani, hanya anak rantau yang ingin mengadu nasib dikota ini, itu sih baru pikiran Riani,tanpa ia tau benar apa tidaknya.
Sedang asyik-asyiknya mereka bekerja, Della selaku ratu gosib yah itulah sebutan buat Della dari teman-temannya,dan itu termasuk juga dengan Riani. Yang baru beberapa menit yang lalu bergabung dengan mereka,dengan tiba-tiba Della menyuruh mereka untuk berkumpul dan Della langsung berceloteh.
"Oh ya kalean tau gak? katanya ceo kita ganteng banget loh"tiba-tiba Della berteriak histeris.
"Yang betul elo.?"jawab Ara antusias.
"Betul loh aku sempat dengar tadi para staf lain bergosip tentang CEO"antusias Della.
"Ia loh aku juga pernah lihat CEO secara langsung,sumpah ganteng kebangetan malah"sambung Indi.
"Memangnya kapan elo lihat sih In ?" tanya Della penasaran.
"Kok gak pernah cerita-cerita sih,ah gak seru elo"sambung Ara.
"Kemarin waktu CEO turun dari mobilnya, pokoknya super ganteng banget deh"ucap Indi sambil membayangkan wajah CEO,dan tampak dia Sadari mencolek-colek mukanya Riani,alhasil membuat Riani kesal dan akhirnya.
"Is apaan sih elo colek-colek wajah gue?,bikin gue risih dengan tingkah elo" ucap Riani sambil melepaskan tangannya Indi dari wajahnya.
"Dan jangan bergosip lagi,ngapain juga kita mikir CEO mau ganteng apa gak?emang dia akan peduli apa? kepada karyawan kecil seperti kita"sambung Riani lagi,karena dia sudah kesal dengan teman-temannya,yang dari tadi ngengosipin seputaran CEO melulu.
"Emang gak ada yang lebih menarik apa.?"pikirnya.
"Iya betul juga sih yang dibilang Riani,tapi apa boleh buat CEO sudah menjadi idola kita" balas Della.
"Idola apaan?artis kali diidolakan,mending kita kerja,daripada pikiran kita makin tidak waras"ucap Riani.
"Ya sudah deh mendingan kita dengarkan kata Riani,lebih baik kita bekerja saja yuk"jawab Indi dengan sedikit memelas.
"Ayo kita bekerja lagi"sambung Della
dan merekapun kembali bekerja,mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, ada yang bersih-bersih ada pula yang menyajikan kopi kepada karyawan- karyawan yang membutuhkan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
terima kasih atas dukungan nya..
love you readersku 😘😍😄😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
ayyona
lanjut baca kisahnya ya 😍😍
2020-07-24
1
Kadek
aku nitip 2 like ya
makasi kk
jangan lupa mmpir ya kk
2020-07-18
0
Elisabeth Ratna Susanti
keren👍
2020-07-12
0