Rara membawa beberapa baju ganti ke kamar Ellen, kini gadis itu sudah resmi menjadi pelayan pribadi Ellen atas persetujuan Draco.
Di dalam kamar, Ellen tengah berlatih tinju seorang diri.
"Nona, ini ada beberapa pakaian ganti," ucap Rara saat masuk ke dalam kamar majikannya.
Ellen menghentikan latihannya sejenak kemudian mengambil handuk untuk menyeka keringatnya.
"Aku sudah lama tidak melakukan ini, semenjak kakekku meninggal, aku lebih sibuk mengembangkan bisnisku di dunia fashion," ucap Ellen membuka ceritanya.
"Kedengarannya itu menyenangkan Nona tapi kenapa anda justru memilih masuk ke istana mafia ini dan terang-terangan ingin merebut posisi Queen?" tanya Rara penasaran.
Ellen sebenarnya ingin menjawab jujur tapi dia harus waspada. "Karena aku jatuh cinta pada king Draco dan ingin menjadi pendampingnya!"
"Anda sangat berani sekali, hal itu pasti tidak akan mudah karena Queen Freya di dukung penuh oleh semua dewan yang ada istana ini," komentar Rara.
"Bisa kau memberitahuku bagaimana struktur di istana ini supaya aku bisa berhati-hati ke depannya," pinta Ellen.
Rara mencoba menjelaskan pada Ellen apa saja yang dia ketahui. "Posisi king tentu king Draco dapatkan karena beliau keturunan king mafia sebelumnya tapi dibalik itu semua ada beberapa dewan pendukung seperti keuangan, persenjataan, teknologi dan lain sebagainya. Intinya king Draco tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari para dewan!"
"Jadi, king Draco tidak bisa bertindak sesuka hatinya jika para dewan tidak menyetujui karena ini menyangkut kejayaan kerajaan mafia itu sendiri," jelasnya.
Mendengar itu, Ellen jadi menelan ludahnya karena perjuangannya tidak akan mudah dan dia semakin penasaran dengan tujuan Freya sebenarnya.
"Tidak mungkin hanya posisi Queen yang dia incar bukan?" batin Ellen.
Ellen kemudian bersiap untuk melakukan pertandingan di ring tinju bersama Freya. Dia harus bisa mengalahkan Freya hari ini supaya Ellen bisa dipandang di istana itu.
Tapi, sesuai kata Rara sebelumnya, Freya mendapat dukungan penuh di istana itu. Para pendukung Freya berkumpul untuk menyaksikan pertandingan. Sementara Ellen tidak punya pendukung sama sekali kecuali Rara yang melihat dari kejauhan.
Diam-diam Draco mengamati jalannya pertandingan antara istri dan selingkuhannya.
"Kau yakin tidak ingin menghentikan pertandingan ini?" tanya Kerel yang ikut mengawasi bersama Draco.
"Aku ingin melihat kemampuannya sejauh apa," jawab Draco datar sekali.
"Kemampuan siapa yang kau maksud? Istri atau selingkuhanmu?" tanya Kerel memperjelas.
Draco masih fokus melihat ring tinju dari atas, dia berdiri di dinding kaca yang hanya terlihat dari dalam. Jadi dari luar, Draco tidak akan terlihat.
"Dua-duanya," jawabnya kemudian.
"Aku tahu kau berdarah dingin tapi aku tidak akan menyangka jika kau akan mengadu istri dan selingkuhanmu di atas ring tinju. Bukankah kau bisa mengadu mereka di atas ranjang?" Kerel berkata begitu lancang yang membuat atensi Draco mengarah padanya sekarang.
Draco memicingkan mata pada Kerel. "Ternyata mulut sampahmu memang harus dibersihkan sekali-kali!"
"Aku hanya bercanda, okay." Kerel menggelengkan kepalanya. "Oh iya untuk jebakan itu aku sudah mempersiapkannya!"
"Setelah pertandingan kita akan langsung pergi," sahut Draco yang kembali mengarah ke ring tinju.
Di ring tinju, wasit sudah mempersilahkan petarung untuk menaiki ring.
Para pelayan Freya membuka jubah Queen mereka, terlihat tubuh Freya yang hanya memakai celana pendek dan bra sport, membuat tubuh seksi berkulit putih Freya terekspos di sana.
Tak mau kalah, Ellen juga melakukan hal sama walaupun dia harus melakukannya seorang diri.
Saat jubah Ellen terbuka, semua mata tertuju pada tubuh Ellen yang penuh dengan tanda merah dan gigitan.
"Jika kalian bertanya siapa pelakunya, sudah jelas ini perbuatan dari suami Queen Freya," ucap Ellen percaya diri sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Mar Wiyah
hahhaah
2024-12-14
0
Rhenii RA
Queen gadungan
2024-11-08
0
Awind Widayanti
ngakak wa 🤣🤣
2024-08-31
0